Kaskus

Entertainment

putranto1718Avatar border
TS
putranto1718
Kuharap Kisahku Akan Seindah "Judika-Duma"
Kuharap Kisahku Akan Seindah "Judika-Duma"

Melalui event MLDSPOTKONTENHUNT dan KASKUSXMLDSPOT untuk pertama kalinya aku akan mengungkapkan sosok inspiratif dibalik hubungan percintaanku saat ini.

Siapa yang tidak mengetahui perjuangan cinta antara Judika dan Duma Riris, sudah menjadi rahasia umum kalau awalnya hubungan mereka ditentang keras oleh orang tua sang wanita. Yang saya salutkan adalah kegigihan Judika, dia seorang public figureyang waktu itu sudah bisa dikatakan sebagai penyanyi terkenal karna terbukti mempu menelurkan beberapa hit single. Dengan kepopuleran yang telah ia raih, banyak wanita yang mendekatinya, namun ia tetap pada satu tujuan yaitu memperjuangkan cinta Duma Riris walaupun terhalang restu orang tua. 

Kuharap Kisahku Akan Seindah "Judika-Duma"


Judika as Inspiring People, and Judika-Duma as Inspiring Couple.

Kuharap kisahku akan seindah kisah mereka, dan aku bisa meluluhkan hati calon mertuaku, itulah harapan terbesarku saat ini. 

Sebuah hubungan tidak akan selamanya berjalan mulus, kerikil tajam pasti akan ditemui entah itu diawal hubungan, dipertengahan atau justru diakhir hubungan. Aku sadar betul akan hal itu. Saat ini aku sedang menjalani hubungan yang penuh dengan perjuangan. Untuk pertama kalinya aku mencintai seorang gadis dan telah berkomitmen untuk membawanya ke jenjang pernikahan. Tidaklah mudah, seperti kisah klasik yang sering dialami pasangan lainnya orang tua gadisku tidak menyetujui hubungan kami, terutama ibu-nya. Beliau sangat menentang hubungan kami. Alasanya karena aku berasal dari keluarga biasa-biasa saja, ayahku petani ibuku pedagang di pasar, aku bukanlah keturunan orang tua PNS seperti "dia" yang dijodohkan oleh ibu-nya.

Walaupun aku sudah bekerja sebagai karyawan di salah satu WO (Wedding Organisation) ternama dikotaku, dengan penghasilan yang cukup menurutku. Dan aku sudah mempunyai beberapa tabungan yang sengaja aku sisihkan untuk melamar gadisku, karena sejak awal aku memulai hubungan dengannya aku tidak main-main, aku memang berniat memperistrinya. Namun niat baikku hanya dipandang sebelah mata oleh ibunya, dari awal aku memang sudah tidak masuk dalam list kategori untuk menjadi menantunya. Aku mengetahui itu dari gadisku, dari dulu ibunya memang sangat menginginkan menantu dari keluarga yang berlatar belakang PNS.

3 tahun kami menjalani hubungan ini secara sembunyi-sembunyi,  selama 3 tahun ini ibunya selalu menyuruh untuk mengakhiri hubungan kami. Tapi yang aku salutkan dari gadisku, dia mau berjuang bersamaku, dia sangat menghargai keluargaku, sangat mampu menjaga perasaan keluargaku, yang posisinya keluargaku sudah mengetahui bahwa ibunya menolak dan menentang keras hubungan kami. 

Ibuku berkata "Nak, kalau kamu serius ingin menikahi Arin datangi rumahnya, luluhkan hati ibunya, minta Arin baik-baik, tunjukan keseriusanmu. Jangan temui Arin diluar, temui Arin di rumahnya."

Perkataan ibu membuatku sadar. Benar selama ini jalanku salah ! Tidak sepantasnya aku menemui Arin diluar, aku ingin menjalin hubungan serius, maka aku harus menunjukkan mukaku pada ibunya. Sejak itu setiap 2 minggu sekali aku selalu mengunjungi rumah Arin dengan membawa beberapa buah tangan untuk ibunya. Namun ibunya tetap saja dingin padaku, malah dibeberapa kesempatan saat aku berkunjung ke rumah nya, Ibunya sengaja mengundang "dia" yang akan dijodohkan dengan Arin, dan dengan nyata membanding-bandingkan aku dengannya, didepan mukaku. Aku harus sabar, inilah perjuanganku, aku harus bisa melewatinya.

6 bulan berlalu sejak pertama kalinya aku rutin mengunjungi rumahnya, masih belum ada yang berubah. Bahkan aku mendengar kabar dari tetangganya bahwa Ibunya mengundang "dia" dan keluarganya makan malam, dan kabar selanjutnya yang aku dengar. Arin akan dilamar. Aku syok kaget, Arin sama sekali tidak bisa dihubungi selama beberapa hari. Aku mencoba mengunjungi rumahnya, namun aku hanya diusir oleh ibunya tanpa bisa bertemu dengan Arin. Aku bingung, kecewa dengan keadaan, akankah kisahku berakhir tragis seperti ini? Aku hanya bisa berdoa meminta petunjuk dan bantuan kepada Alloh swt.  

Selang beberapa hari, ada telepon masuk dari nomor yang tidak kukenal. Ketika kuangkat, terdengar suara Arin, dia bercerita bahwa dia kabur dari rumah dan sekarang dia ada di Jakarta dirumah temannya, aku mencoba membujuknya untuk pulang. Namun jawabanya "Ini adalah usaha satu-satunya yang bisa aku lakukan mas, tolong jangan halangi aku"  dari cerita Arin memang benar kabar yang aku dengar sebelumnya, Arin akan dilamar minggu depan. Demi hubungan kami, akupun berjanji tidak akan mengatakan kepada keluarganya dimana kebaradaanya.

Keesokan harinya setelah aku mendapatkan telepon dari Arin. Bapak dan kakak pertama Arin mendatangi rumahku menanyakan keberadaan Arin, aku hanya menjawab aku tidak tau keberadaan Arin sama sekali, karena sudah berhari-hari aku putus kontak dengannya. Jawabanku tidak membuat puas keluarganya, kabar yang aku dengar selanjutnya, Ibu Arin melaporkanku ke polisi atas tuduhan melarikan Arin. Aku bahkan sampai dipanggil oleh pihak kepolisian untuk memberikan keterangan. Seminggu pasca kepergian Arin, aku mendengar ibunya jatuh sakit sampai dirawat inap di RS, karna memikirkan Arin. Akupun tidak tega mendengar kabar ibunya, akhirnya aku menelpon Arin membujuknya untuk menelpon ibunya setidaknya untuk mengabarkan bahwa dia baik-baik saja.

Arin menuruti permintaanku, dia menelpon ibunya. Dan sorenya aku mendengar kabar bahagia, bahwa ibunya telah membatalkan acara lamaran Arin, serta ibunya telah merestui hubungan kami. Aku langsung sujud syukur mendengar kabar itu, akupun langsung mengabarkan berita bahagia ini pada keluargaku dan aku telah menyusun rencana, ketika Arin pulang nanti aku dan keluargaku akan langsung  berkunjung kerumahnya untuk melangsungkan acara lamaran. Arin dan ibunya menyetujui rencanaku. 

Acara lamaranku berjalan dengan lancar, tanggal pernikahanpun langsung ditentukan saat itu yaitu 3 bulan setelah lamaran. Aku kira ibunya telah benar-benar merestui hubungan kami. Tapi apa yang aku dengar dari tetangganya, bahwa semua barang-barang seserahan saat lamaranku dibuang ke sungai dekat rumahnya, bahkan banyak warga yang melihatnya. Hanya emas-emasan saja yang tidak dibuang. Aku benar-benar sakit mendengarnya. 

Sekarang pernikahanku tinggal menghitung hari, banyak sekali permintaan dari calon ibu mertuaku sampai aku kewalahan memenuhinya. Aku tau beliau belum sepenuhnya bisa menerimaku. Tapi aku berharap setelah pernikahan ku nanti ibu mertuaku bisa benar-benar tulus menerima ku, menerima kehadiranku sebagai menantunya. 
Diubah oleh putranto1718 06-11-2019 17:30
0
211
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan