alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Girls & Boys's Corner /
Kenapa Harus Feminist Marx ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc12651e83c72017a7be343/kenapa-harus-feminist-marx

Kenapa Harus Feminist Marx ?

Feminisme adalah gerakan yang menginginkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, yang mengikuti gerakan tersebut dinamakan feminist. Seorang feminist dapat seorang laki-laki dan seorang perempuan. Isu yang diangkat dalam kesetaraan ini adalah isu yang merugikan seorang laki-laki dan seorang perempuan. Jadi tidak hanya seorang perempuan saja yang diperhatikan dalam hal ini, meskipun sebenarnya kita secara ‘kebetulan’ hidup dalam sebuah negara yang menganut sistem patriarki.
Dari zaman ke zaman, feminisme muncul karena kondisi perempuan tersebut dimasyarakat. Terdapat gelombang-gelombang besar feminisme didunia contohnya saja munculnya feminisme Liberal yang menginginkan perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki dan penyetaraan akses perempuan terhadap peran public, hal itu diadakan karena pada saat itu realita perempuan didunia tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Adapun feminism sosialis, karena yang menjadikan seorang berharga adalah dirinya mampu menghasilkan berupa nominal ( mata uang ) sehingga pekerjaan domestik seperti tidak berharga didalam masyarakat, dipertajamlah tuntutan perempuan dalam mengakses peran publik tersebut, dengan menjadi pekerja diluar rumah.
Akhirnya para perempuan ini menjadi budak kapitalis, yang rata-rata atasan mereka adalah seorang laki-laki dan sesame perempuan akhirnya menindas sesame perempuan. Munculah feminisme Marxis, yang sebenarnya di pertajam oleh Frederick Engels kawan dari Marx. Seperti yang kita tahu ide Marx adalah ide Sosialis Kiri atau menginginkan perebutan/penyamarataan alat-alat produksi kaum borjuis oleh ploretar, yang menjadi titik focus utama adalah kaum minoritas yang tertindas. Melihat realita yang ada pasca revolusi industri yang terjadi diinggris ini, buruh-buruh pabrik perempuan menjadi sorotan utama.
Setiap Feminisme memilki subjek sorotannya sendiri, tergantung situasi dan kondisi regional tersebut. Feminis Marx dirasa cocok untuk menganalisis sosial yang ada jika terdapat banyak sektor industri didalam pemetaan wilayah tersebut. Terutama jika isu yang terkait dan urgent adalah isu-isu ketidakadilan gender yang menghinggapi para buruh perempuan dan laki-laki.

Kaum Minoritas, Bernama Buruh Perempuan.
Diwilayah tempat tinggal penulis, banyak investasi asing diranah industri garmen, serta sepatu yang rata-rata pekerja mereka seorang perempuan. Menurut Yuval Noah Harari sendiri seorang perempuan adalah objek yang namanya selalu di cemari oleh masyarakat, sebenarnya perempuan sendiri adalah kaum minoritas dimasyarakat, masyarakat berpikir bahwa kekuatan otot berbanding lurus dengan kekuatan sosial, padahal realita nya tidak demikian, beranjak dari pemikiran bahwa kekuatan otot tidak berbanding lurus dengan kekuatan sosial inilah menyebabkan ketimpangan gender. Alhasil, para perempuan ini bekerja diluar dengan mengatasnamakan kesetaraan yang akhirnya justru menjadi budak para kapitalis.

_Marjinalisasi_ , peminggiran dalam pendampatan ditempat kerja menjadi sorotan utama, dengan kapasitas bekerja 8 jam sehari ( porsi waktu sama dengan seorang laki-laki ), para buruh perempuan harus puas dengan UMR yang sudah dinegosiasikan antara pihak kapitalis dan pihak pemerintah daerah, dan gaji untuk buruh laki-laki biasanya lebih besar dari buruh perempuan. Pekerjaan monoton selama 8 jam, dengan status bukan sebagai kepala keluarga, masyarakat berpikir bahwa perempuan tidak memilki tanggungan yang berat seperti kepala rumah tangga pada umumnya, tapi bagaimana jika ternyata buruh perempuan ini sesungguhnya tulang punggung untuk suami dan ketiga anaknya ?. Konsepsi bagi kapitalis adalah meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya, pendapatan buruh ini termasuk kedalam harga pokok produksi sehingga semakin baik jika menekan gaji para buruh.

Pelecehan Seksual , banyak perempuan tidak mengetahui mengenai pelecehan seksual, pelecehan seksual sendiri dapat dilakukan dari perempuan kepada laki-laki dan dari laki-laki kepada perempuan. ingat, bahwa yang diperjuangkan dalam femisnime adalah laki-laki dan seorang perempuan. Seorang buruh laki-laki bisa saja dilecehkan, hanya saja konstruksi sosial mengatakan bahwa laki-laki makhluk yang agresif sehingga pelecehan seksual menjadi hal yang tidak mungkin terjadi, padahal dengan kuantitas perempuan yang banyak bisa jadi pelecehan terjadi kepada buruh laki-laki dari perempuan. Buruh perempuan mendapat pelecehan dari sesama rekan kerja horizontal (baca;satu pangkat), tetapi yang paling mengerikan jika seorang buruh perempuan sudah mendapatkan kekerasan seksual yang biasanya di lakukan oleh sesame rekan kerja vertical (baca;atasan) dengan iming-iming naik pangkat atau pemanjangan kontrak, karena konstruksi sosial masyarakat mengatakan bahwa perempuan sebuah alat pemuas nafsu, yang sesungguhnya dogma tersebut jelas keliru.

Beban kerja ganda , bagi penulis ini menjadi puncak klimaks perjuangan para feminist bahwa peran domestic dapat dilakukan secara kolektif atau dilakukan bagi peran domestik antara suami dengan istri. Bisa jadi, buruh perempuan setelah bekerja selama 8 jam di pabrik, ia harus menghadapi pekerjaan-pekerjaan domestic dirumah, hari libur dijadikan untuk mengerjakan pekerjaan domestik. Bagi konsep Marx yang terpenting menjadi sorotan yaitu ‘Waktu’ bagi manusia untuk menikmati kehidupan. Bagaimana bisa kelas proletar menghabiskan waktunya untuk diperas tenaganya habis-habisan oleh kapitalis. Dengan kerja domestik dibagi secara kolektif, perempuan dan laki-laki dapat menikmati kedua belah sektor yaitu sektor publik dan sektor privat.

Hak-hak Buruh Perempuan.
Payung hukum untuk para buruh terdapat dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, dalam sebuah perusahaan terdapat sebuah Serikat Pekerja, hanya Serikat Pekerja saja yang dapat bernegosiasi dengan pihak manajemen perusahaan, Serikat Pekerja perusahaan dibagi menjadi dua yaitu serikat pekerja perusahaan internal dan serikat pekerja perusahaan eksternal dan biasanya didalam sebuah lingkup nasional ( jangkauannya lebih luas dari internal ). Serikat pekerja ini termasuk hak yang harus didapatkan oleh buruh, yaitu hak berserikat. Berbicara mengenai hak-hak buruh, terdapat hak-hak yang menjadi konsentrasi utama bagi para buruh perempuan.

Hak cuti melahirkan, jika dikalkulasikan waktu hak cuti melahirkan adalah 3 bulan yaitu 1,5 sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan sesuai dengan prediksi/rujukan dokter kandungan.

Hak cuti haid, perempuan dalam siklus menstruasi nya akan mengalami sakit luar biasa, hak yang ditawarkan adalah cuti pada hari pertama dan kedua, cuti ini jika tidak digunakan maka akan dibayarkan dengan uang nominal yang sudah terdapat di Perjanjian Kerja Bersama.

Hak menyusui , hak ini tercantum dalam Undang- nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 28 ayat 1 tentang ASI ekslusif, pihak perusahaan diwajibkan menyediakan fasilitas ruang laktasi yaitu ruang khusus ibu menysui anak.

Bisa jadi dalam prakteknya, pihak perusahaan mangkir dalam pemenuhan kebutuhan para buruh. Terdapat buruh perempuan yang mengalami pemutusan kerja saat sebelum melahirkan, dan tidak mendapatkan cuti haid serta tidak diberikan fasilitas yang memadai dalam ruang laktasi.

Feminist Marx sudah seharusnya menjadi pisau yang ampuh untuk membedah situasi yang terjadi secara factual di wilayah yang terdapat banyak investasi sector industi, terlebih menurut Marx kita bisa mengetahui kemajuan wilayah dari posisi perempuan dalam realita sosial.


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di