CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc03b696df2311b5c7c10ee/ratni-kembali

Ratni Ke(m)Bali

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 10
Quote:


Quote:


Duh harap maklum ya gan, gue mah cuman ngikut apa kata Ratni aja, hehe..
Terimakasih banyak ya sudah selalu mampir.
Bagian 24


Dalam tidur yang singkat, gue ingat betul mimpi gue semalam. Dalam mimpi itu gue nikah, gue pake gaun pengantin putih seperti yang di tv. Ga jelas gue nikah sama siapa karena di sana ada wicak dan erwin. Tampilan wicak pakai kemeja batik biru dongkernya yang dulu pernah gue lihat dia pake plus celana bahan warna hitam dan sepatu pantovel sementara Erwin pake jas, bawahannya gue ga lihat, hehe..

Pagi ini gue bangun langsung lihat hp, masih tak ada kabar dari wicak, gue telpon juga ga aktif. Ya sudah sesuai rencana semula gue bergegas mandi, dandan sekedarnya, pake setelan kaos, jumper dan celana panjang jeans plus sepatu gunung merah muda pemberian Wicak. Agak kebesaran sedikit sih, wicak belikan yang size 40, padahal ukuran yang pas buat gue itu 38. Tapi its ok, semenjak itu dia jadi hapal banget ukuran ukuran pakaian gue, haha.

"Buk, saya jadi pinjem motornya ya.."

"Iya nak Ratni, itu dibawa saja, stnk ada di bawah sadel. Kamu hati hati ya"

"Iya buk."


Buk kos minjemin gue motor mio merah, perasaan gue exited banget dikasi mio ini karena jarang jarang gue bawa motor matic. Awalnya rada kagok saat ngerem, kaki gue auto nginjek nginjek padahal remnya semua ada di tangan. Pelan pelan gue telusuri jalan menuju rumah wicak, setiap plang penunjuk arah gue baca, gue perhatiin. Kadang merasa salah arah tapi kemudian merasa benar lagi setelah melihat bangunan toko atau patung yang gue hapal kalo mau ke rumahnya. Sekian lama gue tegang naik motor akhirnya bisa sedikit lega setelah melewati Taman Safari yang artinya jalur gue sudah benar dan sebentar lagi akan sampai di rumah Wicak.

Semakin dekat semakin tegang perasaan ini, gue berharap banget ketemu wicak dan tidak terjadi sesuatu. Tapi ya sempat gue mikir juga kalo seandainya ga ketemu, anggap aja gue kesini mau maen ke rumah camer. Karena itu ketika melihat toko gue mampir buat beli beli untuk mereka. Di toko itu gue bingung mau beli apa tapi akhirnya gue beli beras yang karung kecil isi 25 kg mumpung bisa bawanya karena gue pake mio.

Sisa perjalanan yang tinggal sebentar lagi menuju rumah Wicak ini gue lalui dengan tenang tenang gelisah, tenang karena dari sini gue sudah hapal banget jalannya, tegang karena gue ga tau bakal seperti apa nantinya. Sebab aneh, gue dan wicak ga pernab seperti ini sebelumnya. Akhirnya setelah kurang dari 20 menit dari toko tadi gue sampai di rumah Wicak, dari luar udah rame banget orang orang. Yang wanita gue lihat berpakaian pakai kain sebagai bawahannya dengan selendang di pinggang mereka. Sementara yang laki laki sama tapi dengan tambahan ikat kepala khas Bali yang belakangan gue ketahui bernama Udeng.

Sebagian dari mereka mandangin gue. Terus terang gue tegang banget saat ini, keringet deras terasa di punggung tapi ya sudah gue udah terlanjur di sini. Dengan keberanian yang gue paksakan, penuh santun gue hampiri seorang bapak yang terdekat posisinya bermaksud menanyakan wicak. Belum sempat gue ngeluarin kata, bapak itu duluan bertanya ramah.

"Adik ini dari mana?"

"Saya temannya Wicak pak, mau ketemu wicak."


Bapak itu cuma bilang ooh.. lalu kemudian berteriak memanggil nama seseorang yang kemudian muncul itu ternyata adalah bapaknya wicak. Beliau nampak tertawa lalu berjalan menghampiri gue. Orang orang yang ada di sana heboh seperti mencie cie kan bapak, apalagi saat ada teman beliau yang bertanya tentang siapa gue. "Calon Mantu" kata bapak sembari tertawa, lalu mengajak gue ke dalam rumah bertemu Wicak. Yes!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:

Jangan2 erwin gak pake bawahan alias tople bagian bawah emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
jiyanq dan megaut memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Hahaha bisa jadi, itu kalo yang menikah mereka berarti erwin pengen ga ribet pas malam pengantinya wkww...

Bisssssa ae lu lidi lemper! Wkwk
profile-picture
ariid memberi reputasi
Quote:


Ya kan kasian kalo sampe engap tuh gagak emoticon-Leh Uga
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Hm wkwk ya nanti deh gue tanya itu gagak atau kacer..hehe
ayoo tambah lagi ceritanya ditungguin pke bgt...emoticon-Sundul Up
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Iyah sabar.. makasi ya
profile-picture
shireen01 memberi reputasi
emoticon-surprised
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Wkww ini shireen sungkar kah? Istrinya baim wong?
Btw sabar ya wkwk
Balasan post ariid
emoticon-Wakaka
profile-picture
megaut memberi reputasi
Sudah gelar karpet ditunngu lanjutannya oleh sempel
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Haha iya...
Bagian 25


Keramaian di rumah wicak membuat gue gugup awalnya tapi sikap bapak yang kocak mengenalkan gue pada mereka dan juga orang orang di sana yang nampaknya welcome membuat gue bisa agak sedikit rileks. Wicak tak nampak di halaman rumahnya, kata bapak mungkin dia sedang mengerjakan sesuatu di sisi lain rumahnya itu yang memang gue tau areanya lumayan luas.

Ibu yang tau kedatangan gue nampak berjalan dari arah dapur menuju ke tempat gue berdiri sama bapak. Senyumnya sudah terlihat dari jauh dan saat sudah berhadapan hendak gue salamin tapi beliau malah meluk dan cipika cipiki, hehe..

"Ratni kamu siapa ke sininya?"

"Aku sendiri buk, oiya itu di motor aku bawa beras buat ibu tapi gak bisa ngangkat kesini, diluar rame, hehe."

"Wah terimakasih ratni, kamu harusnya ga usah repot gitu."

"Hehe ga apa buk, aku ga repot kok."

"Hm..hehe ya sudah biar bapak nanti yang ambilkan sekalian panggilkan wicak. Sekarang kamu ayo ikut ibu dulu."

Tanpa menunggu jawaban, ibu menggandeng tangan gue menuju kamar di sebelah kamarnya wicak. Itu adalah kamar Novi, adiknya Wicak. Kami sama sekali belum pernah ketemu karena waktu dulu gue nginep di sini dia sedang training kerja di DC Aplamaret. Novi sama seperti gue selepas SMA tidak melanjutkan kuliah tapi memilih langsung bekerja, hanya saja alasan kami tentu berbeda. Saat ini kebetulan dia ada di kamar sedang merapikan sesuatu, ibuk pun langsung mengenalkan kami. Tanpa jabat tangan kami saling memperkenalkan diri menyebut nama masing masing.

"Pacarnya Wicak ya mbak?"

"Iya ini pacar kakakmu" ibuk maen serobot menjawab pertanyaan dari Novi tersebut, gue cuman nyengir. Ibu menjelaskan kalau saat ini ramai karena para tetangga lagi rewang disini untuk hajatan nanti sore. Sebenarnya acaranya sudah kemaren kata ibuk yaitu acara potong gigi tapi karena undangannya banyak jadi acara makan makan untuk tamu undangannya di bagi 2 hari. Kemaren dan hari ini. Setelah menjelaskan itu, ibu pergi meninggalkan kami karena sepertinya ada yang membutuhkan beliau di dapur.

"Eh mbak ternyata bener yang di ceritain Wicak."

"Cerita apa?"

"Katanya mbak cantik."

"Haha, eh jangan panggik mbak donk, kita keknya seumuran nih."

"Haha iya Rat, cuman kalo jadi sama wicak elu kan jadi kakak ipar gue, hehe.."

"Hehe amin Nov, itu rame di luar gue ga enak di sini nov, di luar juga grogi. Hehe.."

"Hm..ya ya gue ngerti, sini Rat buka celana lu."

Beruntung ukuran badan kami sama, novi meminjamkan celana pendeknya dan memakaikan gue kain untuk bawahan. Lalu dia juga mengikatkan selendang di pinggang gue.

"Nah pas, cantik lu Rat. Hehe sekarang lu ikut gue aja ya nanti gue kenalin ke temen temen."

"Eh iya iya Nov, keren undangannya bisa sampe 2 hari gitu saking banyaknya ya Nov."

"Haha enggak gitu banget kok Rat, jadi gini yang potong gigi kemaren itu ada 14 orang, nah masing masing punya tamu undangannya sendiri makanya itu di bagi supaya enak."

"Oh...ya paham paham..hm."

"Haha udah ah ayo keluar"

Baru akan bangun dari kasur sekilas gue lihat ada krim wajah dari salon tempat kerja gue di meja rias Novi, perasaan gue memang pernah lihat Novi sebelumnya tapi lupa.

"Nov elu perawatan di salon gue ya?"

"Eh itu ya, haha iya tapi baru sekali beberapa hari yang lalu itupun karena Wicak yang traktir haha."

"Owh pantes gue kek pernah liat elu, yaya sekarang gue inget kemaren dulu gue lihat lu di salon."

"Masak sih? Kata mbak yang handle gue waktu gue tanyain elu dia bilang elu nya kerja sore."

"Mbak siapa? Mungkin dia lupa Nov, biasalah tamu rame."

"Oh ya ya bisa jadi, Candra namanya kalo ga salah. Karena lu ga ada gue minta no telpon elu ke mbak itu."

"Lho buat apa to?"

"Ya buat wicak lah, hp dia kan hilang, entah bener ilang atau di jual haha. Tapi sayangnya ya itu no hp elu gak aktif Rat." 

"Hah? Aktif terus kok, mana sini no ho lu nov, gue miskol ya."

No hp gue jelas aktif dan setelah kami cocokan dengan nomor pemberian Candra ternyata angka paling belakang berbeda. Hm.. mungkin dia salah sebut....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 4 lainnya memberi reputasi
gak ada yang bisa dinyinyir. cao dalaw emoticon-Leh Uga
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Wuuu dasar! Wkwk
Sudah 2 hari sejak update terakhir... di lanjut dong mba mega emoticon-Wowcantik
profile-picture
megaut memberi reputasi
Quote:


Hehe sabar ya mas dhiq, pasti lanjut kok
Bagian 26


Hari ini gue berasa jadi artis dadakan di rumah wicak, banyak mata memandang dan banyak pula pertanyaan yang harus gue jawab. Untungnya Novi sangat pandai membawa gue ke situasi yang nyaman. Rasa grogi dan tegang yang gue rasa lama lama hilang, gue akhirnya bisa berbaur dengan orang orang di rumah Wicak, sesekali ikut bercanda walau terkadang ada bahasa yang kurang gue pahami artinya.

"Santai Rat, hehe... Itu baju lu punggungnya sampe basah gitu keringetan, haha"

Rupanya dari tadi Novi juga merhatiin gue, dia menepuk punggung gue yang memang basah karena keringat. Ya siapapun pasti tegang gue rasa kalo ada diposisi seperti ini. Gue ga menjawab itu, cuman nyengir sampai Novi ngomong lagi ke gue.

"Untung deh Rat sekarang semua tau lu pacar kakak gue."

"Hah? Gimana Nov?"

"Hehe ya untung buat lu juga, paling enggak sekarang ga akan ada yang deketin Wicak, haha.."

"Oh.."

"Ah oh ah oh doang lu Rat, haha.."

"Hehe, mong ngomong Wicak mana ya Nov?"

"Haha tuh dia"

Gue menoleh ke arah yang ditunjuk Novi, ya gue lihat wicak di sebuah bale bale sedang duduk duduk bersama beberapa orang laki laki sebayanya. Mereka nampak ketawa tiwi kadang sesekali berjoged tak jelas. Gue perhatikan lagi dan akhirnya gue sadar mereka itu sedang mabuk. Duh..wicak!!

"Rat lu jangan kesal ya, harap maklum. Wicak ga mungkin ngelak juga tuh, ada teman temannya, ada yang dari jauh juga."

"Iya Nov, dia ga tau ya aku kesini?"

"Udah dikasi tau kok Rat, tapi ya itu tadi dikasi tau dianya udah mabok gitu, hehe.. sabar Rat."

"Iya Nov"

"Hehe iya iya tok, ayo ah pokoknya lu ngikutin gue aja ya"

Pasrahlah gue, kecewa sih enggak karena gue udah ngertiin dia banget, haha. Pengen gue deketin wicak tapi kok ya rasanya ga enak tapi untung banget Novi itu peka. Dia mengajak gue ke tempat Wicak, pas udah deket banget eh si Wicak ambruk. Dia tidur, duh wicak!!!! Novi cuman ketawa trus nyuruh gue ngebiarin aja, seperti ga ada khawatirnya dia dengan keadaan kakaknya. Ya sudahlah gue manut, asli sebenernya kesel juga, hehe.

Waktu berlalu, malam sekitar jam 8 lewat karena merasa undangan dari Novi sudah tidak yang datang lagi gue dan Novi kembali ke kamarnya setelah tadi mandi bersama. Hehe, iya tadi gue mandi bareng Novi.

"Nov, wicak dimana?"

"Di kamarnya mungkin, coba aja lihat kesebelah Rat."

"Gak apa?"

"Ish apaan sih Rat, ya gak apalah. Udah sana coba lihat?"

Tanpa menjawab gue langsung menuju kamar wicak yang ada persis di sebelah kamar novi. Mereka ini tinggal di satu bangunan rumah yang sama yang terdiri dari 2 kamar, 1 ruang tv yang ga ada tvnya. Sementara ibu dan bapak kamarnya ada di bangunan sebelah. Gue masuk ke kamar wicak, dia nampak tidur. Manis sih tapi saat ini dia ileran. 

"Yank..! Yank..! Bangun yank.." 

Gue ga mikir kasian lagi bangunin wicak sebab gue tau dia udah tidur begitu lama. Ada juga novi yang ikut masuk kesini, dia senyum sebentar lihat kakaknya trus pergi lagi. Sesaat kemudian Novi datang lagi membawa sekaleng susu beruang, gayung yang berisi air dan handuk kecil warna putih.

"Misi Rat, gue mau lap mukanya wicak dulu biar bangun. Hehe."

"Boleh gue aja nov?"

"Oh iya, silahkan. Nanti kalo udah bangun lu kasi minum susu ini ya Rat, kalo gitu gue mau tidur dulu."

"Iya Nov"

Gue kemudian mulai mengelap wajah wicak, sedikit demi sedikit sudah ada tanda wicak akan segera bangun. Tapi gue perhatiin novi ternyata masih ada.

"Lho nov, ga jadi istirahat?"

"Enggak ah, gue mau lihat orang pacaran dulu. Haha."

"Haha apaan si"

"Ehm.." Wicak berdehem.

"Eh, sayangku udah bangun."

"Ciyeeee sayang...sayang hahaha" Novi menyela ketika gue ngomong gitu tadi, dia tertawa renyah banget begitu juga dengan Wicak yang juga ikut tertawa mendengarnya. Melihat itu gue cuma sabodo amat ya kan, lha wong gue beneran sayang kok. Haha.

"Akhirnya bangun juga kamu yank, hehe."

"Aku udah bangun dari tadi Rat pas pertama kali wajahku ini kena tetesan air dari handuk itu."

Belum sempat gue jawab kali ini Novi menyela lagi.

"Heh kak! Kasian tau mbak Ratni ini udah dari pagi lho di sini. Elu itu malah cuek!"

"Hah? Lho kenapa ga ada yang kasi tau gue sih?"

"Gak ada gimana! Elu itu udah dikasi tau tapi ga sadar atau gimana!! Makanya kalo minum jangan kelewatan!"

"Lho beneran?"

"Lha lho lha lho!! Beneran tauk! Tanggung jawab lu, minta maaf kek, apa kek sama mbak Ratni. Udah ah capek, gue mau tidur. Rat gue balik ke kamar dulu ya."

Setelah ngomong gitu kali ini Novi beneran pergi, daun pintu kamar wicak dipegangnya. Gue kira bakalan dibanting tapi ternyata dia menutupnya pelan. Sekarang tinggal gue berdua dengan wicak, saling beradu pandang. Posisi kami makin lama makin mendekat, deru nafas wicak dapat gue rasakan hangatnya dan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Batawati dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:

Tak disangka-sangka lidah wicak masuk lubang hidungku emoticon-Leh Uga
profile-picture
megaut memberi reputasi
Halaman 8 dari 10


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di