KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dab412b4601cf6d83409b5c/tingkatkan-kualitas-jaringan-internet-dulu-kembangkan-ekonomi-digital-kemudian

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Salah satu janji kampanye Jokowi untuk periode keduanya adalah mendukung ekonomi digital yang terus berkembang. Namun, di sisi lain, akses internet, hal yang vital bagi ekonomi digital, belum tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Apa harapan yang saya miliki terhadap masa pemerintahan kedua Jokowi mengenai ekonomi digital?

Klik gambar untuk menuju sumber gambar

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Joko Widodo sekali lagi berhasil memenangi hati sebagian besar masyarakat Indonesia. Setelah menyelesaikan masa jabatan pertama dalam kurun waktu 2014-2019, Jokowi kembali dipercaya oleh sebagian besar rakyat Indonesia, melalui mekanisme demokratis bernama pemilihan umum, untuk memimpin kembali Indonesia dalam kurun waktu 2019-2024. Ia menapaki masa jabatan keduanya per 20 Oktober 2019. Ini tak lepas dari kemenangannya dalam pemilihan presiden pada 17 April 2019. Ia berhasil meyakinkan 85.607.362 rakyat Indonesia, yang memiliki dan menggunakan hak pilihnya kala itu, untuk memilihnya lewat berbagai kampanye dan janji, salah satunya adalah mengembangkan potensi ekonomi digital.

Salah satu poin utama kampanye Jokowi-Makruf Amin adalah pengembangan ekonomi digital. Penjabarannya antara lain mendukung industri olahraga elektronik (e-sports), membantu terciptanya perusahaan rintisan baru di bidang teknologi informasi yang mencapai nilai 1 miliar dolar AS (unicorn), dan mendukung semakin tumbuhnya kegiatan bisnis yang mengandalkan jaringan internet atau e-commerce.

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Dalam empat tahun terakhir, sektor ekonomi digital Indonesia telah bertumbuh dengan pesat. Nilainya meningkat 400 persen dari 8 miliar dolar AS pada 2015 menjadi 40 miliar dolar AS pada 2019. Kontribusi sektor ekonomi digital terhadap PDB mencapai 2,9 persen pada 2018, sedikit lebih tinggi dari rata-rata ASEAN sebesar 2,8 persen pada tahun yang sama.

Kini, masyarakat sudah cukup akrab dengan ekonomi digital...
- Layanan dompet daring dan non-tunai (cashless) sudah mulai menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan.
- Pembelian barang secara daring di situs-situs jual-beli sudah bukan merupakan sesuatu yang aneh dan mendorong pertumbuhan e-commerce.
- Karier di dunia e-sports mulai menjadi pilihan profesi yang menarik bagi generasi muda.
- Populernya jasa daring yang menunjang aktivitas sehari-hari, seperti jasa transportasi, pengiriman barang, pembelian makanan, dan lain-lain.
- Kegiatan yang biasa dilakukan secara luring seperti membeli tiket pesawat, berbelanja keperluan harian, membayar tagihan, dan membeli pulsa kini dilakukan secara daring.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital didukung oleh makin banyaknya orang yang memiliki akses internet. Menurut hasil survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia, tingkat penetrasi penggunaan internet di Indonesia pada 2018 mencapai 64,8 persen atau setara 171,17 juta jiwa.

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Ekonomi digital pun melahirkan perusahaan-perusahaan baru yang mengambil kesempatan dari bertumbuhnya kue baru ini. Di bidang transportasi, ada GO-JEK (2010) yang kini memberi kemudahan bagi masyarakat dalam menyewa jasa angkutan umum, membeli makanan, atau pun mengantar barang. Di bidang e-commerce, ada Tokopedia (2009), Bukalapak (2010), dan lain-lain yang menjadi sarana masyarakat membeli atau menjual barang secara daring. Di bidang teknologi finansial (fintech), terdapat tiga pemain utama dalam industri uang digital, Go-Pay, OVO, dan DANA. Di bidang e-sports, bertumbuh grup pemain e-sports yang bermain secara profesional.

Semuanya tampak hebat, bukan? Namun, kita belum membahas hal yang paling mendasar dari keberlangsungan sektor ekonomi digital : ketersediaan dan kualitas jaringan internet. Dalam hal ini, Indonesia masih belum mampu menyediakan jaringan internet yang memadai untuk menunjang ekonomi digital. Hasil analisis CupoNation yang dipublikasikan pada Maret 2019 menunjukkan bahwa kecepatan jaringan internet di Indonesia paling lambat kedua di Asia Tenggara. Dengan kecepatan unduh sebesar 16,43 Mbps dan unggah sebesar 9,68 Mbps, angka ini hanya lebih baik dari Myanmar.

Bukan hanya mengenai kecepatan jaringan, persebaran aksesnya pun belum merata, meski jumlah pengguna internet di Indonesia semakin banyak. Dalam sesi video conference yang digelar dalam acara peresmian Palapa Ring pada 14 Oktober 2019, Presiden Jokowi mendapat keluhan dari Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, bahwa akses internet di wilayahnya tidak memadai. Bahkan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dalan 5 tahun ke depan akan menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia, masih ada daerah yang belum tersentuh akses internet. Meski pun juga akses jaringan 4G sudah tersedia di Indonesia sejak 2014, bahkan kini mulai bersiap mengadopsi 5G, masih banyak yang mengeluh bahwa kecepatan koneksi internet tidak memadai.

Bayangkan, bila dalam kehidupan masyarakat yang akrab dengan sektor-sektor ekonomi digital ini, terjadi putusnya koneksi internet atau pun koneksi internet yang lambat. Ini tentu akan mengganggu kegiatan sektot ekonomi digital yang mengandalkan jaringan internet dan juga membuat potensi perputaran uang lenyap.

Di akhir periode pertama Jokowi, Palapa Ring, sistem jaringan internet terpasu untuk seluruh Indonesia yang mulai dibangun sejak 2007, sudah diresmikan pada 14 Oktober 2019. Harapan saya adalah proyek ini, yang sempat dirujuk oleh Makruf Amin sebagai "Tol Langit" dalam debat calon wakil presiden pada 18 Maret 2019, dapat menjawab permasalahan akses internet yang lambat dan tidak merata dan membuka lebih luas potensi sektor ekonomi digital sebagai cara mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama masa pemerintahan pertama Jokowi hanya tumbuh di kisaran 5 persen.

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Di luar urusan koneksi internet, ada satu hal lagi yang harus diperhatikan, keamanan dalam melakukan aktivitas ekonomi digital. Tentu kita sebagai pengguna tidak ingin aktivitas ekonomi digital malah membuat kita menjadi korban kejahatan siber. Ini tentu menjadi tugas bersama antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk menangkal ancaman siber terhadap ekonomi digital Indonesia.

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Demikian thread dari saya kali ini. Dengan masa pemerintahan kedua Jokowi yang segera dimulai, saya berharap kualitas akses internet Indonesia meningkat sehingga potensi ekonomi digital semakin terbuka lebar. Terima kasih telah membaca thread ini dan semoga hari Anda menyenangkan.

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
Referensi I
Referensi II
Referensi III
Referensi IV
Referensi V
Referensi VI
Referensi VII
Referensi VIII
Referensi IX
Referensi X
Referensi XI
Referensi XII
Referensi XIII

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian

Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Dulu, Kembangkan Ekonomi Digital Kemudian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3

#26,457

RESERVED
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan matthysse67 memberi reputasi
ehem2............ murahkan biaya internet dulu donk, spidol home......masa kalah ama fiber, republik, dll.......... emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yoseful

#26,464

Quote:


Ane lupa yang ini...
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Utamanya murahkan dulu biaya internetnya
Diubah oleh comrade.frias

#26,479

Quote:


Biaya internet sih secara umum sudah cukup murah. Masalah ada pada jaringan yang tidak stabil dan sering kali lemot.
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Iya karena jaringan kurang stabil dan sering kali lemot makanya biaya internet dipermurahkan aja emoticon-Malu, mampir juga dong ke threadane emoticon-Malu (S)

#26,482

Quote:


Ada harga ada kualitas.emoticon-Cool
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Iya sih di daerah ane pun speednya lemot baru cepat kalau dini hari emoticon-Malu
sampai kapan internet kita secepat seperti duliar negeri.... kepingin download game berkapasitas besar hanya dalam seharian, tanpa nunggu berhari2 emoticon-Ngakak

#26,483

Quote:


Paket tengah malam dibuat bukan tanpa alasan...

Quote:


Tunggu sampai jaringan internet seluruh Indonesia merata dulu...

-------------------------------

71 hari menuju tahun 2020.emoticon-Ultah
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Diubah oleh gilbertagung
Quote:


Konspirasi kah ? emoticon-Kagets
Diubah oleh comrade.frias

#26,488

Quote:


Ahem...bisnis. Ahem...
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Sudah kuduga

#26,491

Quote:


Apa yang agan duga?
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Dugaanku ada semacam hal profit oriented

#26,492

Quote:


Tentu saja. Semua bisnis berorientasi keuntungan. Ini salah satu caranya. Operator memanfaatkan bandwith yang relatif lowong di malam hari untuk menawarkan paket dengan harga miring.
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Lalu apakah hal semacam itu juga dilakukan oleh ISP di negara lain ?
hhhhmmm bgtu kah emoticon-Nyepi
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi

#26,494

Quote:


Soal itu, ane kurang tahu.
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Quote:


Quote:


Nah ini yang bikin penasaran kesannya sih jadi kebiasaan ISP di negara kepulaun ini melakukan hal seperti itu
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di