alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da0a548018e0d72161fa1d0/pengamat-ungkap-privilese-buzzer-istana-salah-tak-kena-uu-ite

Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, mengatakan ada ketidakadilan dalam penegakkan hukum terhadap buzzer atau pendengung. Menurutnya buzzer pro pemerintah seolah kebal hukum, karena kalau pun melakukan kesalahan tak dikenakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Masalahnya kalau yang di lingkungan Istana boleh salah, tapi yang di luar kalau salah kena UU ITE,” ujar Hendri di diskusi Buzzer dan Ancaman Terhadap Demokrasi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2019.

Sebetulnya, kata dia, pemerintah boleh saja menggunakan buzzer. Namun tentu dengan catatan digunakan untuk mengabarkan hal yang baik. Hendri menambahkan buzzer menjadi mengganggu ketika ada ketidakadilan yang terjadi. Misalnya informasi yang disampaikan tidak valid dan merugikan pihak lain.

Sebelumnya Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan angkat bicara soal ini. Ia mengatakan aktivitas buzzer di dunia maya tak melanggar aturan. Meski demikian, Kominfo akan terus memonitor terkait konten yang disebarkan oleh para buzzer.



"Buzzer tuh boleh, enggak melanggar. Yang melanggar itu kontennya, jadi yang kami awasi kontennya," kata dia di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu, 8 Oktober 2019.

FIKRI ARIGI | EKO WAHYUDI

Pengamat Bicara Bahaya Buzzer untuk Demokrasi

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, mengatakan pendengung atau buzzer pendukung pemerintah bisa menghalangi proses demokrasi. Ia mengatakan proses demokrasi tak selesai karena buzzer menghalau kritik yang disuarakan masyarakat.

“Menghalau itu salah dalam demokrasi. Kalau sayang seharusnya biarkan saja (ada kritik ke pemerintah),” kata Hendri di diskusi Buzzer dan Ancaman Terhadap Demokrasi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2019.

Buzzer menurutnya muncul dari kemewahan kebebasan menyiarkan informasi melalui media sosial. Fenomena ini berubah, saat kebebasan menyiarkan informasi dipakai untuk mencapai tujuan tertentu dengan mengarahkan opini publik. Lebih lagi, kata dia, buzzer juga mulai melakukan praktik doxing atau mencari dan menyebarkan informasi pribadi.

Hendri menambahkan buzzer menjadi mengganggu ketika ada ketidakadilan yang terjadi. Misalnya informasi yang disampaikan tidak valid, dan merugikan pihak lain.

ADVERTISEMENT

Namun, kata dia, fenomena buzzer ini menimbulkan dilema. Menurutnya buzzer tak dapat dilarang, karena bertentangan dengan nilai demokrasi. “Buzzer juga kan punya hak memiliki pendapatan, dan hak untuk bersuara,” ujar dia.

Kepala Staf Kepresiden Moeldoko sebelumnya mengaku pihak Istana sudah beberapa kali meminta para buzzer agar berhenti gaduh di media sosial.

"Buzzer ini kan muncul karena perjuangan menjaga marwah pemimpinnya. Dalam situasi ini, relatif sudah enggak perlu lagi buzzer-buzzeran," kata Moeldoko di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

FIKRI ARIGI | FRISKI RIANA


https://nasional.tempo.co/read/12586...i/full?view=ok

https://nasional.tempo.co/read/12587...e/full?view=ok


buzzer hina emang sangat menjijikkan emoticon-Najis (S) emoticon-Najis emoticon-Najis (S)

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bendolpeang dan 3 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
trit bujer: dari bujer, oleh bujer, untuk bujer..
hidup bujer emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 3 lainnya memberi reputasi
Te es lagi ngomongin diri sendiri...


emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ts coba jd buzzer pemerintah bikin berita yg melenceng bener gak bkl ditangkap?

Kalo gak berani nyobain ya ane anggap sayur, buzzer teriak buzzer. emoticon-Big Grin Merasa nyaman di satu sisi doank.

Era informasi zaman sekarang g bisa dibendung koq. Gak jaminan buzzer pihak A gencar memberikan informasi yg menguntungkan pihak A terus bakalan diterima seluruh rakyat. Begitupun sebaliknya.

Buzzer A atau B segencar apapun tetep rakyat yg menanggapi. Kecuali pake tekanan paksaan embel2 ky pilkada dki kmren. Itu suara rakyat dki yg sudah tdk murni.
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Balasan post 37sanchi
Dia bikin thread sambil ngaca sih..jd yg kepikiran bikin thread buzzer
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 37sanchi memberi reputasi

Buzzer Beda Kubu Sama-sama Beradu, Diperlakukan Adil di Mata Hukum?

Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berbicara soal ketidakadilan dalam memperlakukan para buzzer. Menurut Hendri, buzzer yang cenderung membela Istana tetap aman, sementara yang berseberang rentan dijerat UU ITE.

Hal tersebut disampaikan Hendri dalam diskusi 'Buzzer dan Ancaman terhadap Demokrasi' di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). Hendri awalnya menyebut tak ada yang salah dengan buzzer asal digunakan untuk hal-hal yang baik.


Baca juga: Kominfo: Buzzer Itu Boleh, Tapi...

"Kekesalan masyarakat pada buzzer itu karena ada ketidakadilan itu. Kalau saya pribadi, kalau Istana pakai buzzer boleh nggak? Menurut saya sih boleh-boleh aja. Kalau buzzer dikerahkan untuk hal-hal baik," kata Hendri.

Hendri lalu berbicara soal ketidakadilan dalam memperlakukan buzzer. Menurutnya, buzzer yang tidak berada di lingkungan Istana rentan terjerat UU ITE.


Baca juga: Menkominfo: Buzzer Itu Nggak Ada yang Salah, di UU ITE Tak Dilarang

"Sekarang kan memang problemnya mereka (buzzer Istana) boleh salah dan nggak apa-apa, kalau yang tidak berada di lingkungan Istana nggak boleh salah. Kalau salah, (kena) UU ITE," ujar Hendri.

"Saya sih nggak yakin kita kesel sama Denny Siregar cuma gara-gara tulisannya. Kita kesel sama tulisannya Denny Siregar karena kita tahu tulisannya nggak bener tapi dia nggak diapa-apain. Sebenernya kan itu. Jadi kalau ditanya buzzer membahayakan demokrasi nggak? Nggak sih, cuma yang membahayakan itu pesannya yang didiamkan," imbuhnya.

Menurut Hendri, buzzer muncul salah satunya karena kebutuhan pasar. Pendiri Lembaga Survei Kedai KOPI itu menyebut ada cara untuk 'mematikan' buzzer, yaitu dengan mendiamkan atau tidak merespons apa yang disebarkan oleh buzzer.


Baca juga: Polri: Buzzer yang Sebar Hoax dan Ujaran Kebencian Akan Ditindak

Hendri lalu kembali bicara soal ketidakadilan sehingga para buzzer ini banyak dibenci. Menurutnya, para buzzer merasa aman karena berada di tempat yang bergengsi di negara ini.

"Dan aman-aman aja posisi mereka di sana. Dan aman-amannya artinya bisa cengangas-cengenges, bisa masuk ke tempat yang sangat luxurious di negara ini, terus kemudian ya mereka menikmati kemewahan itu. Bila ketidakadilannya dihapus, artinya adil, kalau satu kena UU ITE, semuanya UU ITE, saya yakin kebencian terhadap buzzer itu akan lebih minimal," ucapnya.


Baca juga: Denny Siregar Bicara soal Anggapan 'Buzzer Propemerintah'

Sementara itu, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Elang, menceritakan soal pihaknya yang diserang para buzzer dari dua arah, baik pendukung pemerintah maupun yang kontra. Menurutnya, ada semacam ketidakpahaman bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa sebenarnya bukan untuk menyerang pribadi Jokowi, tetapi menyerang kebijakannya.


Baca juga: Suara Relawan Pro-Jokowi: Kini Seolah Buzzer Haram dan Menjijikkan

"Kesimpuapnnya adalah yang bermain dengan buzzer bukan hanya satu kekuatan politik. Tapi dua kekuatan politik ini memainkan buzzer. Karena setiap kebijakannya diserang atau pemimpinnya diserang, baik petahana atau oposisi, itu pasti ada buzzer yang muncul," ucap Elang.

"Jadi sangat mendistorsi ya seakan-akan aksi itu sesimpel kita menyerang individunya. Padahal kita menyerang kebijakannya. Jadi ketika kita menyerang kebijakan Jokowi, besok kita dituding menyerang Jokowinya dan mendukung oposisi Jokowi. Kultur seperti itu yang kita lihat semakin memperparah keadaan yang tidak perlu," pungkasnya. (dnu/dnu)
Quote:


Quote:


Sakno wong jik promo diganggu emoticon-Big Grin

Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE

H-9 emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan 37sanchi memberi reputasi
Buzzer laknat pengikut makhluk mesum pisang tegang terasing di arab
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
brazzer pengemut
Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE
profile-picture
profile-picture
i.am.legend. dan urban21 memberi reputasi
Diubah oleh putrie.tidoer
Lihat 1 balasan
Quote:


Bangke emoticon-Ngakak
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Bosen ah Dul.
Dari kemaren kok bijin thread membahas diri sendiri.

Kayaknya Ts curhat salah pilih kubu buat ngebuzer. Stress juga pelantikan tinggal hitung hari, Habis itu job abis
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Balasan post putrie.tidoer
Quote:


Sekarang dia ngga takut lagi

Quote:


profile-picture
profile-picture
smogal dan i.am.legend. memberi reputasi
Quote:


UUUIIIuuuuwiuwiuwiu.....

GIF
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITEPengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITEPengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
mirip anak aming rice dong...^^

lewat terus tuh uu ite...^^^^
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Halah penggiringan opini

banyak militan pks suka ngetroll ama nyebarin hoax juga gak dikejar

Banyak situs "agama" yang isinya bigot gak dibredel juga





emoticon-Big Grin
profile-picture
i.am.legend. memberi reputasi
Bajer yang mengaku sebagai suami dari istri keluarga TNI gak bosannya bikin trit tentang bajer.

Koq macam minta pengakuan dan penghargaan.

@tanah.liat
@khayalan

Tolong direkrut jadi kepala cabang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
planet70 dan 3 lainnya memberi reputasi
Jasmev ma ga punya harga diri mau2 nya belain janda kek megawati
Quote:



komen lu aja dah fail
gak ada hubungannya dgn rakyat..
justru karna era informasi zaman sekarang g bisa dibendung itu, trus kedewasaan rakyat utk mencerna informasi msh sangat rendah, makanya yg berlaku itu hukum siapa yg berkuasa, bukan soal benar tidak nya informasi itu.


yg dipersoalkan itu soal ketidakadilan.
contoh yg paling fresh itu si DS yg membuat hoax soal ambulans dki
klo aparat berlaku profesional, harusnya si DS ditangkap
Diubah oleh b7u3f7ag88
Quote:


aduh... maap deh kong.. ga nerima yg gituuh!!

kita2 mah buzzer propresional.. member kita ga ada yg goblok amat kaya doi!!

ilustrasi ttg goblok..

Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE

Pengamat Ungkap Privilese Buzzer Istana, Salah Tak Kena UU ITE


betewe..

tapi ga tau kalo @tanah.liat pengen punya aspri buat mijet2 kalo lagi cape ngebuzz.. mungkin ts punya harapan buat direkrut.. emoticon-Belo

*aspri di luar anggaran.. kudu dibayar sendiri sama @tanah.liat
Diubah oleh khayalan
Uasuu.....
Ane kira netral beneran... gak taunya coro juga cuk!!! emoticon-Nohope

Anjrit!!!
Quote:


=====


Quote:

Gak ada hubungannya dengan rakyat? Ente waras tong??
Guoblok!!! Ente tau arti rakyat kan??


Quote:


Kau tau dek...komen ente yg pertama bertentangan dengan ini... tadi gak ada hubungannya dgn rakyat...sekarang bawa2 rakyat emoticon-Ngakak (S)
Justru kedewasaan untuk mencerna informasi makin kesini makin dewasa... sudah berapa banyak hoax yg di sebar kampret terbukti gagal?? emoticon-Ngakak (S)


Quote:


Ente mau bikin framing...
pemerintah itu tukang bohong dalam informasi??mau membangun opini hoax itu dari pemerintah?? Truss....truss...truss...Mau giring opini pemerintah anti gerakan Islam???

emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
khayalan memberi reputasi
Diubah oleh tanah.liat
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di