alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d157488b3cb4b8d2897cb/5-poin-dengan-singapura-investasi-hingga-kontrol-udara

5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara

5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara
Presiden Joko "Jokowi" Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Selasa (8/10/2019) malam.
Sejumlah kesepakatan dicapai saat Annual Leaders Meeting antara Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di The Istana, Singapura, Selasa (8/10/2019).

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyebut setidaknya ada lima pembahasan yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.

Pertama mengenai Framework for Negotiation of Flight Information of Region (FIR) Realignment atau rancangan pembahasan penataan kembali ruang kontrol udara.

Untuk diketahui, nyaris tiga dekade Indonesia melakukan upaya diplomasi untuk merebut kuasa wilayah udara di Kepulauan Riau (Kepri) yang selama ini dipegang Singapura.

Penguasaan Singapura atas ruang udara Kepri merujuk pada hasil konvensi International Civil Aviation Organization (ICAO) di Dublin, Irlandia, pada 1946. Kala itu, forum ICAO memercayakan Singapura dan Malaysia untuk mengelola FIR Kepri.

Alasannya sederhana, Singapura yang saat itu masih di bawah kendali Inggris dianggap mumpuni secara peralatan dan sumber daya manusia (SDM).

Pada 2009, UU tentang Penerbangan disusun. Dalam Pasal 458 UU Nomor 1/2009 itu, tercantum pernyataan bahwa wilayah udara RI yang pelayanan navigasinya didelegasikan kepada negara lain harus dievaluasi oleh lembaga penyelenggara paling lambat 15 tahun sejak UU berlaku.

Dengan kata lain, Indonesia punya batas waktu hingga 12 Januari 2024 untuk mengambil alih kuasa Singapura atas wilayah udara Kepri. Tapi, Jokowi menginginkan hal lain. Pengambilalihan itu harus selesai pada 2019 ini.

“Indonesia menyambut baik kesepakatan dua negara mengenai FIR Realignment yang ditandatangani 12 September 2019. Tim teknis kedua negara telah memulai pertemuan dan diharapkan dapat segera membuahkan hasil konkret,” kata Jokowi dalam rilis yang dibagikan Sekretariat Presiden, Selasa malam.

Kedua, Indonesia dan Singapura sepakat memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara dalam hal pengelolaan likuiditas valuta asing (valas) secara bilateral (bilateral liquidity management arrangement).

Kerja sama ini berawal dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali, satu tahun silam. Ketika itu, Indonesia-Singapura sepakat melakukan kerja sama yang mencakup bilateral local currency swap (BCSA) dan repurchase agreement (REPO) dengan nilai mencapai AS$10 miliar.

Garis besar dari dua kerja sama ini adalah untuk menurunkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang utama dalam transaksi perdagangan. Harapannya, mata uang lokal tidak akan terseret lebih dalam ketika dolar AS terus menguat seperti saat ini.

Perpanjangan akan dilakukan pada November 2019.

Ketiga, menindaklanjuti kerja sama pengembangan kawasan industri Kendal Industrial Park di Jawa Tengah dan Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauan Riau.

Kendal Industrial Park merupakan kawasan industri terbesar di Jawa Tengah yang menjadi proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Sementara Nongsa Digital Park merupakan kawasan yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital. Kawasan yang diresmikan pada 2018 tersebut menjadi jembatan digital antara Indonesia dengan Singapura.

Keempat, Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional. Kerja sama bakal diwujudkan dalam bentuk operasional politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur.

Selain itu, kedua negara juga sepakat memperkuat inisiatif Republic of Indonesia and Singapore Fellowship (RISING).

Kelima, keduanya sepakat mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty/BIT) serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, serta regional innovation hub.

BIT antara Indonesia dan Singapura pertama kali ditandatangani pada Oktober 2018. Kerja sama ini bakal melindungi hak-hak investor di masing-masing negara.

Pada BIT diatur tentang bagaimana Indonesia memperlakukan investor dari Singapura, dan sebaliknya. Investor dari Singapura dan/atau Indonesia bakal menikmati perlindungan dan memiliki akses ke abritase internasional jika terjadi sengketa investasi.

BIT akan melengkapi ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) untuk mempromosikan aliran investasi yang lebih besar antara Singapura dan Indonesia.

Singapura tercatat sebagai negara yang paling getol berinvestasi di Indonesia.

Peran investor Singapura hampir ada di setiap lini sektor usaha di Indonesia dengan nilai AS$61,5 miliar atau sekitar 23,95 persen dari total investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) di Indonesia sepanjang periode 2009-2019.
5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara
Kerja sama dagang andalan Indonesia dan Singapura.5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-kontrol-udara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- 5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara Komik: Memburu landak, mengincar batu di perutnya

- 5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara Kartun: Misalnya penunggak iuran BPJS tak dapat surat nikah

- 5 Poin dengan Singapura; investasi hingga kontrol udara ICW tegaskan investasi terhambat kalau Perppu UU KPK tak terbit

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di