alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9c2aa0018e0d66b2399dbe/ekonomi-digital-indonesia-unggul-di-asean-nilainya-capai-rp567-t

Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T

Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T
Foto ilustrasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan pada peluncuran ekosistem digital pembayaran ultra mikro (UMI) di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Google, Temasek, dan konsultan Bain & Company memprediksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia paling unggul di ASEAN hingga 40 persen pada 2019 dengan total nilai barang dagangan bruto atau gross merchandise value (GMV) mencapai Rp567 triliun. Nilai ini diprediksi bakal terus menggeliat lebih dari tiga kali lipat mencapai AS $130 miliar per 2025.

Pertumbuhan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya perubahan perilaku konsumen yang semakin lekat dengan teknologi digital dan penggunaan ponsel. Faktor lainnya adalah adanya gencaran promosi dari penyedia layanan dengan iming-iming kemudahan bertransaksi.

Riset tersebut membedah empat sektor ekonomi digital seperti travel, e-commerce, media daring (online), dan layanan transportasi digital yang kemudian berkembang menjadi layanan antar makanan serta jasa keuangan.

Sektor dengan transaksi tertinggi adalah e-commerce yang mencapai AS $21 miliar dan diprediksi meningkat hampir empat kali lipat enam tahun mendatang.

Jika dulu layanan e-commerce hanya untuk alat elektronik semacam televisi, ponsel, atau kipas angin, kini pembelian barang kebutuhan domestik sehari-hari pun dilakukan melalui daring. Pembeli tak perlu repot-repot pergi ke toko dan membawa barang belanjaan ke rumah, tapi tinggal duduk dan barang diantar.

Selanjutnya adalah layanan travel daring dengan transaksi mencapai $10 miliar AS atau bakal meningkat 2,5 kali lipat. Layanan ini meliputi reservasi perjalanan liburan, hotel, dan penerbangan. Pemesanan penerbangan masih mendominasi sejak 2015 dan bakal tetap menjadi yang terunggul pada 2025.

Media daring juga bakal tumbuh dua kali lipat, dari AS $4 miliar menjadi AS $9 miliar. Media daring meliputi gim daring, iklan daring, dan layanan musik serta video berlangganan. Di ASEAN, BIGO LIVE dan TikTok menjadi layang paling populer.

Sektor lain yang sangat berpengaruh ialah layanan transportasi digital, apalagi dengan adanya persaingan antara pemain domestik seperti Gojek dan Grab. Transaksi di sektor ini bakal mencapai AS $18 miliar per 2025 atau meningkat tiga kali lipat dari 2019. Selain itu, pembayaran digital (digital payment) juga berkontribusi pada pertumbuhan ini.

Empat tahun lalu, layanan transportasi digital hanya fokus pada antar dan jemput menggunakan mobil atau motor. Sekarang layanan ini merambah ke pengantaran makanan, jasa keuangan, dan sebagainya.

Grab adalah layanan ride hailing yang beroperasi di enam negara ASEAN. Sementara Gojek, yang semula tumbuh di Indonesia; sudah merambah ke Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pertumbuhan regional dan pendanaan
Selain Indonesia, negara ASEAN lain yang menunjukkan performa prima yakni Vietnam dengan lonjakan pertumbuhan ekonomi digital mencapai 40 persen. Nilai total transaksi ekonomi digital di negara tersebut mencapai AS $12 miliar per 2019 atau menyumbang 5 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

Layanan e-commerce mendominasi sektor ekonomi digital dengan tumbuhnya pemain lokal seperti Sendo dan Tiki yang berkompetisi dengan pemain regional seperti Lazada dan Shopee.

"Ini membuka kesempatan bagi para pengusaha kecil dan menengah untuk menyediakan layanan digital. Kepercayaan investor untuk berinvestasi juga meningkat. Empat tahun terakhir, ada AS $1 miliar investasi untuk sektor ini," demikian riset tersebut.

Pertumbuhan ekonomi digital juga menderas negara lain di kawasan ini seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina dengan rata-rata pertumbuhan antara 20 persen hingga 30 persen saban tahunnya.

Singapura terus menunjukkan geliat bisnis dengan semakin banyak pendanaan, yang mencapai AS $23 miliar sejak 2016. Sejumlah perusahaan di sektor ini juga terus bermunculan; mulai dari Grab, Carousell, GoBear, ShopBack, dan lainnya.

Tingginya PDB di negara ini menjadi nilai unggul. Tingginya nilai transaksi tiap pembeli mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan negara lain di ASEAN.

Di Filipina, ekonomi digital menyumbang 2,1 persen dari total PDB per 2019 dan diprediksi bakal melonjak hingga 5,3 persen pada 2025.

Pertumbuhan transaksi yang terjadi di ASEAN tak melulu selaras dengan ketertarikan investor untuk mendanai sektor ekonomi digital. Indonesia menjadi negara dengan tren pendanaan yang meningkat.

Selama tiga tahun belakangan, pendanaan melonjak dari AS $1,2 miliar pada 2016 hingga mencapai AS $3,8 miliar pada 2018. Pada semester I 2019, pendanaan sektor ini berada di angka AS $1,8 miliar.

Sementara, di Malaysia, tren pada semester I 2019 cenderung menurun menjadi AS $140 juta. Di Thailand, pendanaan pada enam bulan pertama mencapai AS $50 juta, turun drastis dibanding 2017. Minimnya perusahaan ekonomi digital yang dibentuk dan dikembangkan di dua negara tersebut menjadi penyebab utama.
Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-capai-rp567-t

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T Dana hibah Rp1,9 triliun mengucur untuk Sulawesi Tengah

- Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T Pedofil di Kendari divonis 20 tahun penjara

- Ekonomi digital Indonesia unggul di ASEAN, nilainya capai Rp567 T 10 spot kualitas udara terbaik dan terburuk (Selasa, 08/10/2019)

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Pertamax


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di