alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Olahraga Sekarang tidak Lengkap kalau Belum pakai Aplikasi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9bfe47a2d1955dc5722710/olahraga-sekarang-tidak-lengkap-kalau-belum-pakai-aplikasi

Olahraga Sekarang tidak Lengkap kalau Belum pakai Aplikasi

Hampir di setiap relung kehidupan manusia, angka memang memabukkan, tak terkecuali dalam dunia aktivitas atau olahraga. Mereka yang rajin berolahraga, seperti bersepeda atau lari, hampir pasti ada ritual khusus sebelum mulai berolahraga. Yaitu menyalakan aplikasi pencatat aktivitas di ponsel atau di jam tangan pintarnya. Mereka ingin merekam angka dan menyebarkannya di akun media sosial mereka.

Angka-angka itu menunjukkan kinerja mereka. Ada kecepatan, jumlah kalori terbakar, ketinggian lokasi mereka beraktivitas, sampai total ketinggian aktivitas yang mereka capai. Di beberapa aplikasi mereka bisa mengadu kinerja mereka dengan orang yang beraktivitas di rute yang sama. Bisa pula melihat rute mereka di aplikasi peta tiga dimensi.

Olahraga Sekarang tidak Lengkap kalau Belum pakai Aplikasi

Begitulah, kemajuan digital sangat membantu mereka yang tak punya banyak waktu. Aplikasi dan jam tangan pintar tadi bisa menjadi asisten mereka untuk merekam jejak kegiatan. Bahkan mereka bisa dibantu jika ingin mencapai sebuah tujuan.

Semisal ingin ikut lari full marathon. Aplikasi yang terpasang di ponsel pintar mereka atau jam tangan pintar yang melingkar di pergelangan mereka akan menyusun sebuah program, mengingatkan, dan mencatat kemajuan yang dicapai. Kuncinya hanya satu: kedisiplinan. Sebuah kata yang tentu lekat dengan keseharian mereka.

Bicara aplikasi untuk olahraga saat ini tentu tak bisa lepas dari Strava. Dalam bahasa Swedia, strava berarti berjuang (strive). Aplikasi ini akan merekam perjuangan kita dalam menyusuri rute aktivitas kita Entah itu bersepeda, lari, berenang. sampai aktivitas yang tak berpindah tempat seperti yoga dan crossfit.

Selain Strava, sebelumnya ada Endomondo. Aplikasi dengan jargon “Pelatih Pribadi di Saku Anda" ini sudah muncul sejak 2007. Awalnya di bawah pengembang Endomondo LLC sebelum akhirnya diakuisisi pabrikan pakaian olahraga Under Armour pada Februari 2015 seharga AS$85 juta (setara Rpl,2 triliun). Saat itu pengguna Endomondo tercatat sekitar 20 juta.

Strava muncul belakangan, 2009. Penciptanya Mark Gainey dan Michael Horvath. Strava tidak mengeluarkan jumlah pengguna, baik yang gratisan ataupun berbayar. Hanya saja mereka mengklaim ada penambahan pengguna baru sebanyak satu juta pengguna setiap 45 hari, dengan delapan juta aktivitas diunggah setiap hari. Kepopuleran Strava itu menarik minat merek-merek top seperti Rapha (merek dari Inggris yang fokus pada pakaian dan aksesori sepeda jalan raya) dan Oakley (merek kacamata) untuk menggelar kompetisi berbasiskan Strava.

Misalnya Jawbreaker 101 Challenge dari Oakley. Tantangan bersepeda sejauh 101 km dalam sekali kayuh. Hadiahnya kacamata seri Jawbreaker 101! Tantangan seperti itulah yang membuat beberapa orang beralih dari Endomondo ke Strava.

Olahraga Sekarang tidak Lengkap kalau Belum pakai Aplikasi

Ada juga yang bertahan di Endomondo karena panduan suaranya yang memhantu. Saat beraktivitas akan keluar suara yang memberitahukan beberapa informasi yang penting.

Masih ada beberapa aplikasi olahraga dan kebugaran yang popular. Misalnya Nike Run Club. Aplikasi kebugaran itu benar-bcnar mempromosikan perubahan perilaku positif. Hampir 75% pengguna aplikasi melaporkan lebih aktif, dibandingkan dengan kurang dari separuh pada kelompok bukan pengguna dan bekas pengguna.

Pada hari tertentu pengguna aplikasi olahraga lebih cenderung berolahraga selama waktu luang mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan aplikasi apa pun. Aplikasi memudahkan pengguna untuk mengatasi “hambatan-hambatan berolahraga" (menunda-nunda, tidak ada motivasi, dll.).

Selain menggunakan aplikasi, memanen angka-angka yang memabukkan tadi bisa pula melalui gawai (gadget). Khususnya jam tangan pintar. Lebih praktis karena kita bisa tak perlu membawa ponsel pintar yang kian hari layarnya makin lebar.

Akan tetapi perlu diperhatikan dalam memilih gawai ini. Seorang teman salah membeli hanya karena tertarik dengan bentuk yang pas di pergelangan tangannya. Setelah dipakai dan disync ke ponsel pintarnya lalu hasil tangkapan layar diunggah ke grup komunitas Whatsapp, baru ia sadar salah membeli. Ternyata aktivitas lari yang dilakukannya tak ada peta pelariannya. Ia pun jadi tahu yang ia beli jenis fitness tracker, yang berbeda dengan jam tangan pintar.

Beda utama antara fitness tracker dan jam tangan pintar pada umumnya adalah fitness tracker tidak dilengkapi dengan GPS build—in. Jadi ia tidak bisa menjejak lokasi yang kita lewati saat beraktivitas seperti jalan kaki, berlari, atau bersepeda.

Olahraga Sekarang tidak Lengkap kalau Belum pakai Aplikasi

Kemampuan itu baru muncul jika disambungkan ke ponsel yang GPSnya dinyalakan. Istilahnya GPS-connected. Namun, ada fitness tracker yang dilengkapi GPS built- in. seperti Fitbit Surge. Seperti namanya, fitness tracker lebih fokus sebagai pencatat kebugaran kita. Berapa kalori terbakar hari itu, berapa langkah kaki terayun pada hari itu, berapa denyut jantung saat itu, bagaimana pola tidurnya, dan sebagainya.

Bentuknya yang mirip gelang membuat nyaman dipakai sepanjang waktu. Sedangkan jam tangan pintar mirip ponsel pintar dengan otak yang “agak bodoh". Bisa dijejali aplikasi di dalamnya. Di samping fitness tracker dan jam tangan pintar, kita pun mengenal cyclo computer. Ini gawai khusus olahraga bersepeda. Bentuk yang sederhana hanya mencatat keeepatan, jarak, waktu. Tak bisa disimpan catatan itu. Yang lebih canggih, angka yang kita panen bisa lebih beragam. Ada jumlah kayuhan per menit, peta jejak sepedaan kita, pencapaian elevasi, dan masih banyak lagi.

Informasi itu sebenarnya bias diperoleh di jam tangan pintar juga. Masalahnya konsentrasi mengayuh bisa teralihkan kala ingin melihat informasi soal kecepatan kayuhan saat itu misalnya. Makanya diciptakan gawai khusus yang bias diletakkan di setang sepeda.

Jika tak mau ribet, ponsel pintar plus aplikasi bisa menggantikan gawai itu. Sekarang sudah banyak yang menjual dudukan khusus ponsel di setang sepeda. Mana yang terbaik buat aktivitas? Semua tergantung kepada kita. Yang pasti, semua menampilkan angka-angka. Dan dari situlah level kebugaran kita terbaca.



Quote:




Spoiler for Referensi:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
wahhh iyani bener.. kemajuan teknologi menawarkan sejuta keuntungannn
kalo ane biasanya lari pake aplikasi yg bisa ngitung jaraknya gituu.. jadi tau berapa jarak yg udah ditempuh plus menitnya juga
yap biar makin oke
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Keren sih, tapi apa ngaruh sama hasil yg ingin dicapai dari olahraga yang dilakoni,
emoticon-Bettyemoticon-Bettyemoticon-Jempol


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di