CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
TEMPO Benar, Buzzer Jokowi Berbahaya!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d96737c7e3a725dac00ed7c/tempo-benar-buzzer-jokowi-berbahaya

TEMPO Benar, Buzzer Jokowi Berbahaya!

Judul tulisan Tempo.co, Sabtu (28/9/2019), Saatnya Menertibkan Buzzer, cukup menarik. Ini kali kesekian Tempo menulis berita secara objektif. Tidak ditutup-tutupi. Dalam tulisan ini Tempo menulis buzzer Joko Widodo yang membahayakan.

Melansir Tempo, Jokowi harus mengendalikan pendengungnya, yang semakin lama semakin ngawur. Berpotensi merusak demokrasi. Tingkah buzzer pendukung Presiden Jokowi makin lama makin membahayakan demokrasi di negeri ini.

BACAAN LAINNYA
BMKG Perkirakan Ibu Kota Cerah Sepanjang Hari
Ketika Habib Ali Zainal Bertemu dengan pembunuh Ayah Habib Umar bin Hafidz.
Jika Perppu KPK Batal Diterbitkan, Mahasiswa Ancam Kembali Turun ke Jalan


Ketika Warga Pendatang Bersembunyi di Gereja untuk Hindari Kerusuhan Wamena
Berbagai kabar bohong mereka sebarkan dan gaungkan di medsos untuk mempengaruhi opini dan sikap publik. Para pendengung menjadi bagian dari kepentingan politik jangka pendek: mengamankan kebijakan pemerintah.

Para pendengung itulah yang pertama kali menyebarkan kabar tentang ambulans berlogo pemerintah DKI Jakarta yang berisi batu saat unjuk rasa pelajar sekolah menengah atas pekan lalu. Terekam oleh Drone Emprit, aplikasi pemantau percakapan di dunia maya.

Cuitan mereka itu lebih cepat beberapa jam dibanding akun resmi TMC Polda Metro Jaya. Sebagian diantaranya mengolok-olok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mereka perangi sejak pemilihan Gubernur DKI 2017.

Belakangan, polisi menyatakan kabar itu tidak benar. Salah satu diantaranya penyebar kabar “tidak benar” itu adalah Denny Siregar. Lewat akun twiternya @Dennysiregar7, Ambulan pembawa batu ketangkap pake logo @DKIJakarta pukul 1.24 AM Sep 26, 2019.

2.16 AM Sep 26, 2019 @TMCPoldaMetro mengunggah: 02:14 Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto.

Peristiwa itu membuat Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PMI kecewa. Apalagi, dalam video itu menuduh mobil ambulan milik PMI membawa batu dan bensin untuk massa saat bentrok dengan aparat kepolisian.

Namun, setelah sempat diunggah di akun Twitter dan Instagram @TMCPoldaMetro, Kamis (26/9/2019) unggahan itu telah dihapus. Pengurus PMI Pusat Bidang Relawan Muhammad Muas mengatakan, Wapres JK merasa kecewa dengan tuduhan ini.

JK minta kasus ini tuntas agar PMI di mata masyarakat tak menjadi buruk. “Dia kecewa juga. Sebagai Ketum PMI, dia kecewa bahwa hal-hal yang mungkin tidak diinginkan, terjadi. Gitu saja. PMI kan enggak mungkin ini ya (membawa batu). Relawan itu jujur kok,” katanya.

Menurutnya, JK telah memerintahkan Menpan RB Syafruddin untuk mengklarifikasi bahwa tak ada ambulan milik PMI yang membawa batu dan bensin. “Justru saat mendapat informasi dia meminta Bang Syafruddin,” ungkap Muas.

“Dia diminta telepon Pak Wahyu (Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat). Pak JK tak mau ini selesai begitu saja. Cuma dia enggak mau langsung turun. Harus kami yang turun. Yang penting dia tegas menyatakan, ini harus diselesaikan,” tegas Muas.

Dalam kasus seleksi calon pemimpin KPK dan revisi Undang-Undang KPK, seperti ditulis Tempo, para pendengung menyebarkan agitasi bahwa lembaga itu dikuasai kelompok agama garis keras yang mereka sebut Taliban.

Mereka menyebut Novel Baswedan, penyidik yang dikenal gigih mengusut pelbagai kasus korupsi jumbo, sebagai antek khilafah. Kala timbul dukungan pada KPK, mereka menyerang para pendukung itu dengan memberi mereka label pendukung khilafah.

Tempo memberitakan, sesungguhnya, para buzzer ini adalah produk gagal dari era kebebasan berpendapat. Memanfaatkan kemampuan menulis – sebagian diantara buzzer Jokowi adalah bekas wartawan – dan fanatisme pembacanya, mereka mengemas kabar bohong sedemikian rupa sehingga terlihat benar.

Kadang disertakan pula bumbu “berdasarkan sumber intelijen”. Diterpa arus informasi yang masif dari para pendengung yang saling menggaungkan pesan, para pendukung Jokowi yang tidak melakukan verifikasi ikut-ikutan mendukung sikap tersebut dan menghujat mereka yang berbeda pandangan.

Para pendengung agaknya punya hubungan kuat dengan penguasa dan aparat negara. Mereka bisa dengan mudah mendapatkan profil pihak yang dianggap sebagai lawan, seperti kartu tanda penduduk, nomor telepon, bahkan jenis telepon seluler yang digunakan.

Presiden Jokowi harus segera menertibkan para buzzer – yang sulit dipercaya keberadaannya tidak Presiden ketahui jika bukan dia kendalikan. Tanpa mereka pun, Jokowi sebenarnya tak perlu khawatir terhadap berbagai serangan di media sosial.

Tempo News Room @tempo: Tingkah buzzer pendukung Presiden Joko Widodo makin lama makin membahayakan demokrasi di negeri ini. Berbagai kabar bohong mereka sebarkan dan gaungkan di media sosial untuk mempengaruhi opini dan sikap publik.

Siapa Mereka

Dari catatan Seword.com diketahui siapa saja yang selama ini disebut-sebut menjadi buzzer Presiden Jokowi. Dalam lima kali Debat Capres-Cawapres, “Lima kali pula kami berkumpul untuk nonton bersama. Membuat konten secara spontan, merespon setiap pernyataan.”

Nama-nama yang disebut Seword antara lain: Yusuf Muhammad, Denny Siregar, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Eko Kuntadhi, Habib Think, Salman Faris, Katakita, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Komik Kita, Komik Pinggiran, dan Sewordcom.

Ada pula nama mantan wartawan KOMPAS yang kini menjadi owner beberapa situs online. “Semua datang dari berbagai daerah memenuhi panggilan Kakak Pembina,” tulis Seword. Kakak Pembina yang dimaksud adalah seorang pejabat Istana.

“Tim ini memang tidak terlihat. Selain Kakak Pembina dan Presiden, tak ada yang benar-benar tahu komposisi tim ini,” ungkap Seword. Didukung oleh tim desain, tim video, dan tim narasi, video, meme, serta artikel diproduksi secara cepat.

“Hanya butuh sekian detik bagi kami untuk meng-upload video-video debat. Hanya butuh sekian menit untuk mengedit dan menghasilkan konten. Apalagi meme, segmen debat belum berakhir, meme sudah kita upload,” tulis Seword, Kamis (02 Mei 19 pukul 07: 36).

Seperti halnya Averngers, setiap orang saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar. “Tapi saya pikir momen ini sayang untuk tidak dibagikan dan diceritakan,” ungkap Seword yang mengabadikan pertemuan saat Debat Capres-Cawapres itu.

Jika menyimak jejak digital beberapa nama yang disebut di atas, seperti Denny Siregar, yang dikenal “kebal hukum” dan nyaris tidak pernah tersentuh hukum, meski beberapa kali Denny dilaporkan ke polisi. Tapi, hingga kini masih tetap aman-aman saja.

Termasuk ketika Denny dengan tenangnya menyebar “berita salah” terkait ambulan Pemprov DKI Jakarta yang ternyata sudah diklarifikasi polisi sendiri.

Mungkin itulah yang dimaksud Tempo dengan buzzer Jokowi membahayakan demokrasi! (*)

https://www.harianaceh.co.id/2019/10...owi-berbahaya/

Indonesia Biayai Buzzer untuk Manipulasi Publik


– Pemerintah dan partai-partai politik Indonesia mengerahkan serta membiayai pasukan siber alias buzzer di media sosial untuk memanipulasi opini publik, demikian hasil penelitian para ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris baru-baru ini.

Pengerahan buzzer oleh pemerintah Indonesia itu diulas dua ilmuwan Oxford, Samantha Bradshaw dan Philip N Howard dalam laporan bertajuk The Global Disinformation Order, 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation.

Dalam laporan itu dibeberkan bahwa pemerintah dan partai-partai politik di Indonesia menggunakan buzzer untuk menyebarkan propaganda pro pemerintah/partai, menyerang lawan politik, dan menyebarkan informasi untuk memecah-belah publik.

BACAAN LAINNYA
BMKG Perkirakan Ibu Kota Cerah Sepanjang Hari
Ketika Habib Ali Zainal Bertemu dengan pembunuh Ayah Habib Umar bin Hafidz.
Jika Perppu KPK Batal Diterbitkan, Mahasiswa Ancam Kembali Turun ke Jalan
Ketika Warga Pendatang Bersembunyi di Gereja untuk Hindari Kerusuhan Wamena


Selain itu ditemukan juga bahwa di Indonesia, pemerintah dan partai-partai politik memanfaatkan pihak swasta atau kontraktor serta politikus untuk menyebarkan propaganda serta pesan-pesannya di media sosial.

Sementara alat yang digunakan adalah akun-akun palsu yang dioperasikan oleh orang-orang dan oleh bot.

Berdasarkan isinya konten-konten yang disebarkan oleh pemerintah dan partai politik di Indonesia terdiri dari dua jenis: informasi yang menyesatkan media atau publik dan yang kedua, memperkuat pesan dengan terus-menerus membanjiri media sosial dengan tagar.

Para buzzer di Indonesia, menurut penelitian itu, dikontrak oleh pemerintah atau partai politik tidak secara permanen. Mereka lazimnya dibayar di kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 50 juta.

Di Indonesia para buzzer ini bergerak di tiga media sosial utama, Facebook, Twitter, Instagram, serta di aplikasi pesan WhatsApp. Para buzzer belum banyak bergerak di Youtube.

Para peneliti dalam laporan ini secara umum menemukan bahwa manipulasi opini publik memanfaatkan media sosial dilakukan oleh 70 negara di seluruh dunia pada 2019, naik dari hanya 48 negara pada 2018 dan 28 negara pada 2017.

“Penggunaan propaganda komputasional untuk membentuk perilaku publik via media sosial sudah menjadi umum, sudah bukan lagi aksi dari segelintir aktor jahat,” tulis para peneliti dalam laporan itu.

China, menurut penelitian itu, adalah negara yang paling aktif dalam propaganda di media sosial. Tidak hanya memengaruhi publik di dalam negeri, propaganda China juga sudah menyasar khalayak global.

“Pada 2019 pemerintah China mulai menggerakan platform media sosial global untuk mencemarkan perjuangan demokrasi di Hong Kong,” bunyi laporan itu lebih lanjut.

Temuan menarik lain dari laporan itu adalah bagaimana Facebook menjadi alat utama yang digunakan oleh pasukan siber atau buzzer di seluruh dunia. [sc]

https://www.harianaceh.co.id/2019/10...pulasi-publik/

profile-picture
profile-picture
profile-picture
pinkypatrick dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
https://m.suara.com/tekno/2019/10/03/175605/peneliti-oxford-indonesia-biayai-buzzer-untuk-manipulasi-publik


menjijikkan sekali emoticon-Najis (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ronny398 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh venomwolf
Buzzer buat ngebrainwash pembaca berita. Seperti ruu kpk jelas-jelas eksekutif dan banteng yang salah malah kpk yang ujungnya dipersalahkan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
clyope dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh buncitbubar
Buzzer yg paling bawah aja gajinya 3 juta perbulan..

Belum sekelas seword, janda, densi dll...

{thread_title}



Tetapi ada yg goblokkk juga tanpa dibayar karena memang fanatik goblokkk emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
clyope dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pdt.henderson
Lihat 2 balasan
Balasan post pdt.henderson
Quote:


masa sih ga dibayar? goblog amat ngejilat bool ampe segitunya tapi ga dibayar? emoticon-Najis (S)



Nama-nama yang disebut Seword antara lain: Yusuf Muhammad, Denny Siregar, Abu Janda, Aldi El Kaezzar, Eko Kuntadhi, Habib Think, Salman Faris, Katakita, Info Seputar Presiden, Redaksi Indonesia, Komik Kita, Komik Pinggiran, dan Sewordcom.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
tinggal kita saja pintar" menelaah mana yang benar dan mana yang salah




















emoticon-Cool
sama aja

emoticon-Cape deeehh

buzzer nastak & buzzer nasbug emang udah gak bisa di obatin ketololan nya

apalagi pemimpin sekarang otoriter, aneh negara ini emoticon-Cape d... (S) bingung kedepan nya nuntasin masalah soal HAM & Korupsi hadehhh emoticon-Cape d... (S) sukarela banget dijadiin budak, terlebih lupa dengan statusnya orang nomor satu di RI

emoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riezazura dan 7 lainnya memberi reputasi
lebih berbahaya buzzer yang pake berbagai topeng akhirnya ketahuan emoticon-Ngakak

utk kasus hongkong, sorry utk mengatakan ada upaya mencemarkan gerakan anarkis hongkonger yang memang udah paok dari awal emoticon-Big Grin

Diubah oleh budakdelusi
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


laforin ke folisi aje udeee

kaga usah mewek sampe kayak anjing terkaing2 gitu lahh

gitu aje kok repoootttt

situ sehat ???

kebanyakan makan mecin kale ye Om ??

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


TEMPO Benar, Buzzer Jokowi Berbahaya!

profile-picture
profile-picture
profile-picture
pdt.henderson dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
awas ti ati dah
cara mengurangi pengangguran yang salah emoticon-Traveller
buzer ngomongin buzer... kentut
profile-picture
profile-picture
riezazura dan i.am.legend. memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post putrie.tidoer
Jasmev bayaran = anjink budug
profile-picture
venomwolf memberi reputasi
Balasan post putrie.tidoer

Jonru udah pensiun tinggal si janda dan si desy
Yah mending buatin ring saja sama2 goblok dan bahaya dikiranya buzzer nya wowo ga ngawur emoticon-Hammer2
profile-picture
miztoutou memberi reputasi
Emang siapa buzzernya.
Wah... Akal dan Hati terkalahkan oleh uang dan fanatisme. Kasian mereka, semoga cepat sembuh dan anak2nya tidak terpapar.
10th yang sia sia, tanpa ada pembangunan infrastruktur....
Hidup buzzer....move on.....
emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Balasan post gilasusah
Quote:


bukannya sungguh 32 thn yg sia2 tong?
Balasan post sivaruck4

si GIP da ga bisa nipu dengan tukar celana jin
skrg sebar sebar hoax dan brainwash

kerja yang rajin ya GIP
buat postingan + ID monolog juga yg banyak

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
pinkypatrick dan kakekane.cell memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di