Kaskus

News

wawanadalah21Avatar border
TS
wawanadalah21
Memberitakan Tanpa Mengolok dan Menghina
Memberitakan Tanpa Mengolok dan Menghina

Media itu pilar keempat demokrasi Indonesia. Media yang kritis, independen, faktual, berimbang, obyektif, tak menghina, dibutuhkan demi kehidupan kebangsaan sesuai koridornya.

Namun ketika media menampilkan berita atau tampilan visual yang menghina atau mengolok fisik Presiden Indonesia sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, maka itu 'membunuh' demokrasi.

Matinya demokrasi mengakibatkan runtuhnya persatuan nasional. Tenggelamnya kedaulatan Indonesia sebab sosok Presiden telah dikerdilkan atau jadi olok-olokan visual atau tulisan berita. Padahal Presiden adalah pemimpin negara yang perlu dijaga martabatnya.

Mengolok-olok fisik Presiden berbeda dengan bersikap kritis terhadap kebijakannya. Justru media yang kritis dan obyektif dibutuhkan Indonesia agar negara tetap kuat. Selalu utuh.

Jika media diam saja terhadap pelanggaran kebijakan pemerintah, maka sama saja membiarkan Indonesia terjerumus jurang kehancuran. Media membiarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Isi berita dan tampilan visualnya di media ikut menentukan apakah Indonesia bangsa yang beradab atau tidak. Menghormati kepribadian seseorang meskipun tak mengurang daya kritis dan keberimbangannya.

Semua sudah mengakui bahwa media ikut menentukan masa depan kedaulatan sebuah bangsa, termasuk Indonesia. Saat media di Indonesia menjadikan fisik seseorang sebagai 'lelucon', maka dapat saja menimbulkan pertikaian.

Dapat saja kelompok lain tidak menerimanya, apalagi orang yang dijadikan olokan berita atau visual, lalu menyerang. Ujungnya: timbul perpecahan, persatuan Indonesia sesuai Pancasila tak berharga lagi.



Sumber: https://pojoksatu.id/news/berita-nas...ke-dewan-pers/
vegamioAvatar border
vegamio memberi reputasi
1
1.4K
30
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan