alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Viral Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Haruskah Ikut Campur Pendidikan di Sekolah?
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d70b0108012ae18277e35cb/viral-orang-tua-siswa-aniaya-guru-haruskah-ikut-campur-pendidikan-di-sekolah

Viral Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Haruskah Ikut Campur Pendidikan di Sekolah?

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pabangiang Gowa baru-baru ini sedang menjadi sorotan. Hal tersebut dipicu insiden penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu orang tua siswa kepada seorang guru bernama Astiah pada Rabu, 4 September 2019.

Viral Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Haruskah Ikut Campur Pendidikan di Sekolah?


Duduk persoalan kejaidan ini diawali dari insiden perkelahian yang terjadi antara anak dari pelaku dengan siswa lain. Sebenarnya perkelahian siswa tersebut sudah didamaikan oleh Astiah, namun pelaku merasa tidak terima dan melampiaskan ketidakpuasannya tersebut kepada Astiah.



Melansir dari Grid.id, konon kabarnya pelaku penganiayaan menjadi naik pitam usai mengetahui lawan dari sang anak tidak menerima hukuman akibat perkelahian tersebut.

Mereka pun akhirnya mendatangi guru tersebut pada siang harinya dan melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan luka-luka di wajah Astiah.

Kini Astiah coba membawa kasus ini ke ranah hukum. Pihak sekolah juga sudah sepakat akan mendukung dan menemani Astiah dalam proses hukum yang sedang berjalan.


Sering Terjadi Penganiayaan Guru oleh Orangtua Siswa
Viral Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Haruskah Ikut Campur Pendidikan di Sekolah?


Sikap tidak menghargai seorang guru oleh orangtua siswa kerap kali terjadi di Indonesia. Bukan baru ini saja, pada 27 Februari 2019 lalu juga terjadi penganiayaan seorang guru perempuan di SDI Madawat Maumere, Flores NTT.

Saat itu guru yang bernama Theresia Pramurista Rolle ini dipangkas rambutnya secara paksa oleh orangtua siswa bernama Arnoldus Raga. Pelaku berbuat seperti itu hanya dikarenakan tidak terima atas upaya Theresia saat menegur siswa dikelasnya yang tidak memperhatikan kebersihan dan kerapian rambut dengan cara dipangkas rambutnya. Nah, kebetulan salah satu siswa yang dipangkas oleh Theresia adalah anak dari Arnoldus Raga.

Kasus penganiayaan lainnya juga pernah terjadi di SMP Negeri Labuan Uki, Sulawesi Utara. Insiden kekerasan kepada guru di sekolah pada Februari 2018 ini berawal ketika Kepala SMP, Astri mengundang orangtua siswa bernama Mart ke sekolah karena anaknya tidak memenuhi panggilan kepala sekolah saat merazia alat test kehamilan.

Mart yang datang ke sekolah tersebut tidak terima atas razia yang dilakukan. Ia gelap mata dan meluapkan amarahnya dengan menendang kaca meja kepala sekolah. Tak berhenti di situ, Mart lalu mengangkat meja itu dan dilempat ke kepala Astri. Belum juga puas, Mart juga memukul Astri dengan menggunakan kaki meja.


Haruskah Orangtua Campur Tangan Pendidikan Anak di Sekolah?
Viral Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Haruskah Ikut Campur Pendidikan di Sekolah?


Melihat berbagai insiden tersebut, membuat ane berpikir panjang. Apakah orangtua siswa harus ikut campur dalam upaya pendidikan yang terjadi pada anaknya di sekolah?

Menurut ane harusnya orangtua bisa mempercayakan metode pembelajaran baik itu dibidang akademik maupun pengembangan karakter siswa oleh guru. Karena bisa jadi guru yang justru mengetahui lebih dalam perkembangan akademik hingga relasi sosial dengan anak seumurannya.

Namun bukan berarti orangtua tidak usah peduli dengan perkembangan anaknya di sekolah, tapi akan jauh lebih baik jika orang tua bisa menyelesaikan permasalahan anak di sekolah dengan cara yang elegan, dewasa, dan bijaksana. Bukan dengan tindakan kekerasan yang mengarah pada kriminalitas seperti berbagai contoh kasus tadi.

Justru dengan orangtua bersikap sewenang-wenang kepada guru malah akan membuat anak terindoktrinisasi untuk melakukan hal yang sama. Bukan gak mungkin anak akan menganggap tindakan kekerasan tersebut merupakan hal yang lumrah dilakukan.

Apa dasarnya argumen ane tersebut? Dalam ilmu sosial ada yang dinamakan teori belajar sosial dari Bandura. Secara mudah, teori tersebut menjabarkan kalau segala tindakan seseorang diadaptasi dari banyak hal, yang paling dominan adalah pengaruh dari orangtua.

Melihat sedikit uraian singkat dari teori belajar sosial tersebut pastinya apapun yang dilakukan orangtua dan dilihat oleh anak, pasti akan terekam dalam memori si anak. Dan, yang berbahaya adalah dampak jangka panjang bagi si anak akibat pendeknya pola pikir orangtuanya dalam bertindak.

Apakah Agan Sista setuju dengan argumen ane dalam tulisan ini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fasterkingyp dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh VolkswagenPutih
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
setuju gan, anak pasti meniru orang tuanya karena mereka nganggep yang dilakukan orang tua lah yg terbaik CMIIW
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aliftriadi dan 5 lainnya memberi reputasi
kalo ane dulu gan waktu kecil sering banget dimarahin sama guru, pulang sekolah cerita sama orang tua ditanyain sebabnya dimarahin kenapa, kalo memang ane yg salah ya dibiarin. kalo sekarang kayaknya orang langsung marah ya kalo dianggep salah. apalagi para orang tua yang menganggap didikan mereka dan anak mereka yg terbaik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sunyimembara dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Orang tua gobhlok itu sudah
profile-picture
gundam.dynames memberi reputasi
yah elah,,,
ane dulu waktu masih sd, sering kena tabok penggaris 1 meter dari kayu,,,
karena ane salah dan ga' bisa njawab soal,,,
emoticon-Ngakak
Sweet Memories,,,
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ncimbima dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wih nambah lagi orang goblok
Lihat 1 balasan
Gue puas di tampar, di getok, di cubit, di maki2. emoticon-Ngakak
Andai gue dulu lapor, penuh penjara emoticon-Ngakak.

So, salah gue juga sih, jadi sah2 aja gue terima, kecuali emng guru nya cari gara2, gue lawan emoticon-Ngakak
apabila memang dirasa tindakan gurunya kurang tegas, bisa diajukan kepala sekolah. tidak perlulah melakuka penganiayaan fisik, orang tua sudah selayaknya memberikan contoh yang baik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sunyimembara dan 2 lainnya memberi reputasi
duh duh main kasar
repot amet.... klu ane jd kepala sekolahnya tinggal tanyain ortunya. kalau ga mau anaknya diajar guru2 sini silahkan mengundurkan diri dan cari sekolah lain. kyk sekolah cuma ada itu doank. msh banyak sekolah lain yg "mungkin" lebih baik. drpd bikin ribut, nanti malah anaknya dikeluarin dr sekolah itu dan di-blacklist sekolah2 sekitar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ncimbima dan 4 lainnya memberi reputasi
Auu ah gelap emoticon-Cape d...
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Diubah oleh FajarAquazTime
orang tua jaman now. harusnya dia berkaca jaman dia sekolah dulu gimana. guru adalah org tua di sekolah. kalo skrg guru cuma dianggap kacung yg dibayar buat ngajarin anaknya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
sunyimembara dan raafirastania26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
seperti nya yang butuh sekolah itu orang tua nya deh emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
fasterkingyp dan anita.sutanty memberi reputasi
Emak2 jaman now jago kelahi juga yaemoticon-Leh Uga

Mama ane dong, cukup kasih makanan ke guru
Ga perlu bogem guruemoticon-Cape d...
Diubah oleh ushirota
ortunya perlu disekolahin lagi itu
emoticon-Mad (S)
profile-picture
profile-picture
fasterkingyp dan raafirastania26 memberi reputasi
wahgilasih
dalam proses belajar mengajar peran orang tua sangatlah penting jadi sebenarnya guru itu adalah fasilitator sepenuhnya adalah orang tua gan bukan guru soalnya kan sistem pendidikan kita kurikulum 13
profile-picture
p.newman memberi reputasi
ane dulu waktu kelas 2 sd pernah dilempar penghapus papan tulis yg dari kayu sampe benjol. terus ketauan sama nyokap, dia tanya "ini kenapa?" "dilempar penghapus papan sama bu guru" "makanya jgn bandel" kata nyokap begitu. artinya kalo di sekolah itu nyokap bokap udah nyerahin gue ke guru gue buat di didik, jd udah bukan campur tangan orgtua gue lagi. dikerasin itu perlu, soalnya anak jaman sekarang emang songong2 sih, yg penting jgn berlebihan. tapi bener gara2 itu gue jd ngehormatin org tua dan guru gue. terima kasih bu guru.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ncimbima dan 6 lainnya memberi reputasi
jaman saya dulu, ga brani ngadu ke ortu kalo bikin ulah disekolah, soalnya kalo ngadu bakalan dihajar lagi drmh emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
jualrekbca dan ErickGuna1 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di