KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Misteri Makhluk Penghuni Bumi Sebelum Adam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d669dc7e83c72534364b571/misteri-makhluk-penghuni-bumi-sebelum-adam

Misteri Makhluk Penghuni Bumi Sebelum Adam

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 7
Kalau menurut saya makhluk sebelum adam dan hawa kalau bukan dinosaurus ya para homo sebelum homo sapiens.

__________

Btw bisa aja maksud manusia pertama (adam dan hawa) di alquran ini manusia yg memiliki kecerdasan diatas rata2 makhluk lain(homo sapiens). Dimana mereka turun dari surga ke bumi lewat perkimpoian homo lain. Jadi masuk akal kalau mereka terpisah. Karena mereka masih punya ingatan dari surga akhirnya mereka berkelana nyari satu sama lain. Selama perjalanan bisa aja mereka ngeue dengan homo lain cuman ga ngehasilin apa2. Akhirnya mereka bertemu dan berkembang biak, membuat sebuah peradaban baru.

Cocoklogi emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan areszzjay memberi reputasi
Diubah oleh ripkids
Quote:


Yup, kita cuman butuh missing link yg bisa mempersatukan sains ama agama. Kelak disurga akan aq tanyakan lgsg sama Allah tentang sejarah.
Lihat 5 balasan
Keren nih ceritanya, cocok buat sinetron hidayah emoticon-Recommended Seller
profile-picture
sweetjulia memberi reputasi
Balasan post bonchez
"Jembatannya" sudah ada gan.
Cuman orang Islam sendirilah yang paling sulit menerima Islam terbarukan ini ( yg ane maksud bukan JIL ya), sbg jalan kebenaran, terutama mereka yang berpendidikan Islam formal (ulama). Elu sendiri pun pasti susah menerima atau bahkan menentang keras, kalo berpedoman kepada keterangan para ulama.
Bagi ane, reaksi begini malah makin meng
Balasan post bonchez
Sori td terputus. Ane lanjutin :


"Jembatannya" sudah ada gan.
Cuman orang Islam sendirilah yang paling sulit menerima Islam terbarukan ini ( yg ane maksud bukan JIL ya), sbg jalan kebenaran, terutama mereka yang berpendidikan Islam formal (ulama). Elu sendiri pun pasti susah menerima atau bahkan menentang keras, kalo berpedoman kepada keterangan para ulama.
Gak percaya? Coba datang kemari : alislam.org
Bagi ane, reaksi begini malah makin menguatkan kebenaran hadist Nabi SAW, tentang ulama sbg musuh terbesar Mahdi.
Kalo hujjah ini bisa ente terima, maka agama dan sains dalam hal ini Islam dan asal usul dan evolusi manusia, gak ada pertentangan sama sekali.
Firqahnya Mahdi adalah satu-satunya firqah yang mampu mendudukkan agama (secara umum/ bukan hanya Islam) secara sempurna dalam alam pikiran manusia modern tanpa ada bias dan kehilangan nilai-nilai spiritualnya.

Love for All Hatred for None.
profile-picture
bonchez memberi reputasi
Quote:


Karena agama itu terikat dengan dogmanya. Science itu berkembang. Sekarang bisa benar besok salah.

Kalau sekarang jembatan ketemu sementara ada update arkeologi yang membantah lagi jadi malah ga ketemu kan.


emoticon-Traveller
Lihat 1 balasan
Balasan post aquatrium
Kalo tentang asal usul/evolusi manusia dari sisi arkeologi, ane rasa udah cukup clear gan. Kita ini spesies homosapiens bahkan jauh sebelum nabi Adam (6000SM) terpilih jadi nabi. Fosil homosapiens tertua berumur sekitar 300 ribuan tahun, diketemukan di Maroko.

Penjelasan dari sisi agama juga sudah ada, meskipun manusia yang tahu dan mau menerimanya sbg kebenaran sejati dari Tuhan, masih sangat sedikit.
Ini jembatannya : alislam.org

Quote:


Pan dah gw bilang om. Agama itu dogma yang mengikat kuat. Sesuai dengan yang tertulis di kitab. Kalau A ya A. Walau dalam dunia apapun hasilnya B tapi mesti percaya A. Jangan tanyakan yakini dan lakukan saja.

Kalau dia bisa berubah ya bubarlah agamanya. Atau paling ga kepecah satu dan lainnya.

Contoh:

Nabi Muhhamad bilang dia yang terakhir. Dan nabi setelahnya adalah nabi palsu. Dia diutus karena banyak manusia yang masih berdosa.

Lalu ada perkembangan baru lagi nih. Dosa masih banyak di dunia ini. Umat muslim saja jumlahnya belum mengalahkan umat lain. Lalu Tuhan mengutus lagi nabi yang baru. Dan nabi baru masih memakai nama Islam.

Apakah umat muslim akan menerimannya? Kan kagak.

Makanya gw bilang agama itu mengikat kuat. Science itu selalu berkembang.

Jadi ya percaya percaya aja. Nikmatin tanpa perlu menyamakan dengan science. Menurut gw ibadah bakalan lebih nikmat dan khusuk. Umat juga ga bingung.


emoticon-Traveller
Lihat 7 balasan
Balasan post sudutdermaga
Quote:


Gw Islam, dan gw gak percaya apa yg lo omongin
Balasan post bonchez
@dragunov762mm
Ane mengikuti beberapa buku dari Agus Mustofa, dan akhirnya ane sedikit kaget dan paham, bahwa Kun Faya Kun dalam manusia tidak bisa makbedunduk, melainkan melalui proses. Saat Baca "adam dilahirkan" dll ane dah lumayan seneng karena intinya Allah memberi manusia Akal supaya mempelajari sunnatullah (proses), Iman dan ilmu adalah 2 hal yg sebenere ga terpisahkan, tp nyatanya pemikiran2 seperti Agus mustofa banyak yg berfikir dia Sesat wakakka...
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan dragunov762mm memberi reputasi
Balasan post sudutdermaga
@JubeiGojo percaya sama yang ghaib?? kalau percaya yang ghaib yaudh gpp gk percaya omongan ane, santai aja gan
,tapi klo ente gak percaya sama yg ghaib ane saranin perdalami ngaji lagi gan sambil di baca terjemahan nya emoticon-Toast
Diubah oleh sudutdermaga
Balasan post sudutdermaga
Quote:


@sudutdermaga
bukan masalah ghoibnya .. pernyataaan lo seolah-olah asal usul manusia sebelum Adam adalah jin ... seriously ??? Dari mana?
Lo banyak ngaji lagi dan coba perdalam wawasan dengan sumber yg lain
jgn nanti balasnya gw muslim dan gw cuma percaya Quran dan sunnah Rasul sebagai kebenaran mutlak .... preeettt
fix orang HTI ama PKS lo khilafuck mania
Balasan post aquatrium
Quote:


Jadi ya percaya percaya aja. Nikmatin tanpa perlu menyamakan dengan science. Menurut gw ibadah bakalan lebih nikmat dan khusuk. Umat juga ga bingung.

Yang ente sebutin itu semuanya pemahaman Islam arus utama gan,
Ya memang begitu, perkembangannya lambat bahkan cenderung jadi dogma karena (pemahamannya) sudah berumur seribuan tahun. Tekstual Alquran memang tidak bisa berubah, karena sudah sempurna ayat demi ayat. Tapi secara pemahaman/penafsiran, bisa dan malah berkala dilakukan.Setelah kematian Nabi SAW, tiap 100 tahun Allah "mengirim utusan"Nya yaitu para mujadid (pembaharu pemahaman). Bukan kayak merevisi buku (karena tidak ada teks yg diubah), tetapi up date makna. Bukan juga karena pekerjaan Tuhan yang tidak sempurna, tetapi karena manusia yg meskipun nalarnya berkembang terus, hidupnya mortal.

"Kalau dia bisa berubah ya bubarlah agamanya. Atau paling ga kepecah satu dan lainnya".
Lha sesama pemahaman Sunni saja bisa pecah koq, apalagi dengan firqah lain? Di akhir zaman Islam itu terpecah menjadi 73 firqah, itu sabda Nabi SAW. Itu bukan masalah karena sudah datang firqah/sekte (kandidat) pemersatunya.

"Nabi Muhhamad bilang dia yang terakhir. Dan nabi setelahnya adalah nabi palsu. Dia diutus karena banyak manusia yang masih berdosa".
Ini lagi-lagi penafsiran dogmatis ulama Islam arus utama (dahulu) gan,
1)Nabi Muhammad itu Khattaman Nabiyin. Khattam dlm bahasa Arab berarti stempel (seal emoticon-Inggris). Jadi maknanya "stempel para Nabi (seal of the prohets)", yg mana kedatangannya menjadi stempel/pembenaran thd nabi-nabi pendahulunya. Jadi bukan nabi penamat/terakhir. Imam Syafii (yg mahzabnya mayoritas dlm Islam) saja disebut Khattaman Aulia, tapi tidak ada yg memaknainya "wali penamat/wali terakhir". Buktinya, di tanah Jawa pun, banyak orang yang mengakui bahwa penyebar Islamnya adalah orang-orang dgn derajat spiritual seorang wali Allah (Wali Songo). Bahkan ada 9 orang.
2)"Aladzi la nabiyya baqda", artinya tidak ada lagi nabi sesudahnya yang datang membawa syariah/risalah/hukum yang baru. "Islam is the last perfect Law from God" ( Al Maidah:3). Bukti bahwa nabi SAW bukan yang terakhir bahkan ada dalam ayat Al Quran sendiri.

Lalu ada perkembangan baru lagi nih. Dosa masih banyak di dunia ini. Umat muslim saja jumlahnya belum mengalahkan umat lain. Lalu Tuhan mengutus lagi nabi yang baru. Dan nabi baru masih memakai nama Islam".
1)Semua agama dari Tuhan itu, pada mulanya hanya dipercaya oleh segelintir manusia saja gan. Dan bahkan mereka itu hidup pada masa raja2/suku2 yang lalim dan kuat. Sementara nabi hanya seorang manusia biasa. Para nabi pembawa syariah spt Ibrahim AS (pbuh), Musa AS(pbuh), dan Muhammad SAW selamat dari ancaman kematian dan menyelesaikan tugasnya.
2)Semua agama yang percaya kepada the unseen God (bedakan dgn mitologi), bukan hanya trio Samawi, berasal dari Tuhan yang Satu gan. Zoroaster, Conficius, Taoism, Budhism, Shintoism, Origin of Hinduism, Judaism, Origin of Christianity dan Islam. Mereka dipisahkan oleh letak geografis, bangsa penerima, dan native language masing2. Makanya, logically reasonable kalo Tuhan punya banyak nama tergantung bahasa masing2 pemeluk.
Nah, semua agama yg kelihatan tak berkaitan itu (agama Samawi yg berkaitan saja tdk saling menerima/mengakui), di akhir zaman akan dipersatukan oleh sebuah agama jalan tengah yang adil bagi semua umat manusia. Untuk misi inilah nabi akhir zaman itu lahir.
Avatar (in Hindu), Promissed Messiah/Second coming of Jesus (in Judaism & Christianity), dan Mahdi (in Islam), adalah penyelamat spiritualisme manusia di akhir zaman, yang mengacu kepada satu orang manusia yang sama.
Di sebut jalan tengah, karena jalan itu walaupun bukan syariah baru (Islam juga), adalah jalan yg benar-benar tersendiri/ dikucilkan pada awalnya. Justru umat Islam arus utamalah melalui ulamanya yang paling sengit dan keras menentang kebenaran Islam jalan tengah ini, sampai saat ini. Apakah akan begini selamanya? Ane yakin TIDAK. Islam mainstream (org di mari bilang Arabisme) punya segudang issue ttg intoleransi, radikalisme, terorisme, dan hedonisme yang harus mereka jawab. Ayat "rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam)" masih jauh panggang dari api utk diwujudkan. Di sisi lain, Islam jalan tengah melalui slogan "Love for All Hatred for None", tidak punya masalah itu sama sekali.
Ditambah, hanya Islam jalan tengah inilah dari sisi agama yang mampu menjawab kontradiksi agama vs sains, iman vs rasionalitas yang sering dilontarkan kaum atheis/agnostic yang jumlahnya ternyata sudah melampau penganut agama Budha dan Hindu.
Menurut ane, konflik vertikal yang timbul dari keberagaman jalan Tuhan, solusinya adalah harus vertikal (dari Tuhan) juga. Manusia, siapapun takkan mampu melakukannya.
Ini adalah juga pembuktian tentang keberadaan Tuhan di zaman modern ini, diatas semua prasangka dan keragu-raguan umat manusia. Mahdi a.k.a Isa bin Maryam is the prophet of our time.
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Quote:


Gw rasa semua agama memang dogmatis. Yang pikirannya berkembang atau ada hal baru bisa dikatain kafir etc.

Coba aja om bikin tafsiran yang ga sesuai dengan tafsiran sebelumnya. Bakalan abis dimasa wkwkwk.

Maka dari itu gw bilang di awal. Kalau di Indonesia tafsirannya jadiin satu. Biar umat ga pusing karena umat kan manut aja. Misal MUI yang bisa masuk dari semua ormas di sana. Bikinlah tafsiran yang sesuai dengan ke Indonesiaan tanpa mengurangi kadar keimanan.

Kalo umat beragama kaya om itu langka. Cuma oknum wkwkwk. Yang mau menerima hal baru tanpa kehilangan keimananya.
Lihat 1 balasan
Balasan post JubeiGojo
Quote:


maaf gan ane abis ketawa, antara ente gak paham bahasa indonesia apa gimana, di komen ane kan ane bilang makhluk, makhluk itu bukan cuma manusia, dan ane note di situ di alam jin, tapi ingat jin bisa juga ke alam nyata, yaudh lah gpp, mungkin abis ini ente bakal mulai belajar dan dapet hidayah (Aamiin) emoticon-Toast
oh iya menjudge ane orang hti dan pks itu lebih bikin ane ketawa, gak apa-apa lah fitnah dari ente pahala buat ane emoticon-Ultah
dan ingat (QS Al-Hijr [15]: 26-27) jin di ciptakan sebelum adam. semoga bisa di renungi dengan kepala santuy, jangan ngegas ngomong kasar emoticon-Traveller
profile-picture
bghifari memberi reputasi
Diubah oleh sudutdermaga
Balasan post aquatrium
Quote:


Ini memang pilihan iman gan,
Kalo ane memandang, dunia Islam secara global tengah mengalami kemunduran dari segi nilai-nilai spiritualnya bahkan di tanah kelahirannya sendiri. Kekerasan karena intoleransi, radikalisme, terorisme, dan hedonisme sedang menghantui jazirah Arab. Religion of peace, reinstitusi Khilafah atau rahmatan lil alamin kerap jadi bahan lelucon, yg sedihnya sebagian besar terjadi karena tingkah laku para pemeluknya sendiri. Jazirah Arab sedang berada dalam situasi second age of darkness( jahiliyah).

1,5 milyar Islam mainstream berbanding 30 juta Islam jalan tengah, memang masih bisalah disebut "oknum".emoticon-Big Grin
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post dragunov762mm
Quote:

Unseen God macam apa yang agan kaitkan dengan Buddhisme? emoticon-Bingung (S)
Balasan post bonchez
@bonchez
Ane terangin dikit lah supaya jelas bahwa Islam (yg jalan tengah), dari segi pemahaman ttg Adam dan asal usul manusia tidaklah mempunyai pertentangan dengan ilmu arkeologi.
Kita bicara ttg tafsir (mostly) dari Surah Al Baqarah dan Al A'raf :
1)Adam (6000SM), homosapiens orang Iraq, adalah bukan manusia pertama. Beliau adalah Nabi pertama, yang melalui wahyu Tuhan bertugas memberadabkan manusia.
2)Sebelum Adam sudah ada bangsa Jin. Jin di sini bukan mahluk halus, tetapi manusia yang hidup tersembunyi dari pandangan karena tinggal di dalam gua (cavemen).
Fosil homosapiens tertua ditemukan di Maroko berumur lebih dari 300 ribu tahun.
3)Sesuai tugasnya Adam kemudian mengajak kaumnya ini untuk keluar dari gua-gua mereka spy hidup dalam keteraturan dalam masyarakat yg menjaga tingkah laku dan kesopanan (mengenalkan pakaian). Sebelum Adam, manusia hidup bertelanjang bagaikan binatang yg hanya mengenal dua naluri : bertahan hidup/makan, dan bereproduksi/ k-a-w-i-n. Tidak heran, bahwa binatang-binatang berkecerdasan ini telah banyak berbuat kerusakan diantara sesamanya tak ubahnya berada di kerajaan hewan (hukum rimba)
4)Atas ajakan Adam, timbul dua reaksi. Manusia2 yang tunduk/patuh/setuju disebut malaikat karena hatinya yang bagaikan diterangi cahaya/nur kebenaran. Manusia2 yang tidak mau "sujud" /tidak setuju/membangkang disebut sbg Iblis, karena hatinya masih dipenuhi nafsu kebinatangan bagaikan api yang menyala-nyala. Nafsu serupa iblis inilah yang akan senantiasa menjebak manusia sampai hari qiyamat.
5)Akhirnya terjadi clash, antara pengikut Adam dan kaum Iblis. Di saat inilah Hawa dikatakan telah memakan buah khuldi dari pohon terlarang. Maknanya, Hawa telah mengambil kebijaksanaan dan meninggalkan pohon silsilah dari manusia penghuni gua yg tidak beradab menjadi manusia beradab.
6)Keluarnya Adam dan pengikutnya dari dalam gua, ibarat dari "syurga turun ke bumi", menandai kehidupan manusia yang mulai saat itu setiap perbuatan buruknya akan diganjar dgn dosa. Manusia sebelum Adam memang bagaikan hidup di syurga yg tak mengenal perbuatan dosa karena memang belum ada larangan apapun.
7)Makna "manusia tercipta dari tanah":
a)Manusia tercipta dari unsur hara dalam tanah (senyawa carbon)
b)Manusia adalah mahluk bumi(tanah). Kita berasal dari zat yg awalnya mati, kemudian lahir, menjalani hidup, dan mati lagi, dan akan dihidupkan lagi dari kematian dari dalam tanah (bumi) itu juga.
c)Manusia tidaklah pernah tinggal di tempat lain selain di bumi ini. Tidak ada tempat lain pula di alam semesta yg memiliki semua sarana penunjang kehidupan manusia spt air, udara, dan makanan spt di bumi.
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post shinhikarugenji
Quote:


@shinhikarugenji
Budhisme memang lebih banyak mengatur perilaku gan,
Tapi mereka percaya bahwa untuk mencapai nirvana manusia harus mampu mengalahkan nafsunya. Percaya akan kehidupan sesudah kematian adalah elemen dari semua agama the Unseen God.
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post bonchez
Quote:


@bonchez
Oya satu lagi gan,
Kalo Adam bukan manusia pertama kenapa dialah yang disebut kitab suci sbg manusia pertama?
Kalo ente disuruh menyebutkan nama nenek moyang manusia,
ente milih yang mana?? Homosapiens anonim berumur 300 ribu tahun yg hidupnya masih spt hewan atau Adam, homosapiens beradab pertama? Kalo ane sih pasti milih Adam!
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Halaman 3 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di