alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Sopan Santun Yang Terkikis Zaman
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d54003382d4950735699523/sopan-santun-yang-terkikis-zaman

Sopan Santun Yang Terkikis Zaman

Sopan Santun Yang Terkikis Zaman

Masa kecil saya ditandai dengan televisi yang masih hitam putih sedangkan yang berwarna hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja, bahkan yang punya televisi saat itu bisa dihitung dengan jari. Masa dimana saat adzan maghrib berlarian dengan sarung dan peci menuju mesjid atau surau untuk shalat bersama tidak lupa diakhiri dengan perang sarung sebelum menuju rumah, bermain dengan riang gembira tanpa pernah sibuk jadi generasi tunduk yang kecanduan gadjet.

Masa ini adalah masa terindah, masa pembentukan diri dan karakter sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat. Disini diajarkan bagaimana cara bersikap dan bertingkah laku terhadap orang lain, bagaimana dahulu sopan santun itu jadi acuan wajib dalam bermasyarakat. Jangankan untuk melakukan bully terhadap orang yang lebih tua, berkata kebun binatang atau ungkapan dan ucapan buruk tidak berani kita lakukan. Pada saat itu kata-kata dosa dan kualat sudah cukup membuat kita takut.

Masa semakin canggih, peradaban berubah, manusianya menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Entah dimana salahnya, Sopan Santun dalam Berucap dan Berprilaku terkikis sedikit demi sedikit. Ungkapan kebun binatang dianggap lucu, bullying seakan-akan menjadi permainan baru yang seru, dan semakin lama rasa hormat serta penghargaan terhadap orang lain semakin memudar. Merasa diri paling benar dan hebat dibandingkan orang lain, merasa paling tahu dan paling berilmu menjadi alat untuk menjatuhkan orang lain.

Zaman sekarang zaman dimana kritis dianggap bebas dalam berucap dan menulis sesuatu. Kita bisa lihat bagaimana orang dengan mudah dan tanpa dosa saat mengatakan orang lain Bodoh tolol dan perkataan buruk lainnya. Komentar pedas dianggap hebat, perkataan buruk jadi biasa, dan merendahkan orang lain jadi kepuasan tersendiri. Hanya bisa jadi Kirtikus tanpa punya solusi perbandingan. Entah apa yang dikejar, kepuasankah? Dicap pintar? Atau hanya untuk menutupi sesuatu? Entahlah.

Dewasa itu bukan hanya karena faktor usia, dewasa itu bagaimana kita Berkomentar baik itu terucap maupun tertulis, tanpa Menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain. Mungkin perkataan atau tulisan itu tidak berpengaruh terhadap kita, tapi bisa jadi ungkapan dan tulisan itu bisa sangat berpengaruh pada hidup dan kehidupan orang lain.

Mari sama-sama membangun energi positif. Negara ini negara besar, generasi sekarang harus bisa meneruskan bagaimana keramahan dalam bersikap dan bertutur kata masyarakat Indonesia itu tetap terjaga. Jangan dirusak, jangan ikut serta dalam lingkaran negatif tersebut. Kritis boleh, tapi sampaikan dengan bijak dan tawarkan solusi menurut kita, bukan hanya bisa menyalahkan tanpa tahu harus berbuat seperti apa. Kembalikan sopan santun bangsa ini lewat tulisan dan komentar positif, ingat satu hal saja, Kalau kita bisa menjaga perasaan dan kehormatan orang lain, maka orang lain juga akan menjaga perasaan dan kehormatan kita, Begitu juga sebaliknya....
profile-picture
falin182 memberi reputasi
Diubah oleh fahree.muhammad
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Iya tapi bagi duid nya dlu dong emoticon-Bingung
Masa loe makan steak .. yg laen makan ubi bakar, khan gak etis bicara sopan, .. sopan yg kek pegimane situ tidur ber ac, temen nya tidur di kolong jembatanemoticon-Leh Uga




...emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
falin182 dan fahree.muhammad memberi reputasi
Rindu dimana mesjid setelah maghrib rame sama anak2 yang mau ngaji emoticon-Mewek
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Quote:


emoticon-Siap Gan
Quote:


Iya gan, trus di ketok pake rotan kalau salah. Zaman itu malah lucu kalau kena getok 😁
Dewasa itu bukan hanya karena faktor usia, dewasa itu bagaimana kita Berkomentar baik itu terucap maupun tertulis, tanpa Menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain.

setuju banget gan. mungkin buat kita bukan apa apa, tp bisa jadi apa yang kita omongin diinget seumur hidup sebagai kata2 yang gak pantes buat mereka
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Karena era Reformasi yang melegalkan orang bertindak kebablasan
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Quote:


Iya gan, bukan hanya lidah yang lebih tajam dari pedang, sekarang tulisan juga bisa jadi lbh tajam dari lidah tadi...
Quote:


Karena terlalu lama terbelenggu saat orde baru kali gan, kemudian saat lepas lupa akan norma serta sopan santun. Kemudian diperparah lagi dengan munculnya generasi selanjutnya yang jauh lebih bebas berekspresi daripada zaman reformasi dahulu....
Salah satu faktornya karena kebebasan yang tanpa di sertai kedewasaan berpikir dan bertindak.

Padahal perkataan dan perbuatan yg tanpa atau di sengaja telah melukai seseorang bagaikan sebuah paku yang menancap dan meninggalkan bekas.

Faktor berikut nya adalah para role model. Zaman berubah seiring dengan itu pula lahirlah para role yang di jadikan panutan. Role model berperan penting dalam kehidupan masyarakat banyak, siapa yg kamu ikuti ? Siapa yg kamu teladani ? Seperti itulah kamu akan menjadi.

Faktor selanjutnya adalah teknologi, sangat banyak sisi positif dari teknologi, terutama teknologi informasi, sosial media yang semakin berkembang pesat, seperti tanpa batasan, namun hal itu juga di sertai sisi negatif dengan konten pornografi yg terakses. Kecanduan pornografi dapat menyebabkan orang mengalami kerusakan otak di bagian otak Pre Frontal Cortex (letaknya di atas alis kanan). Tingkat kerusakannya setara dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi (Dr. Donald Hilton Jr, ahli bedah otak dari University of Texas). Akibat kerusakan otak di bagian tersebut, seorang pecandu pornografi tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat sesuai logika, aturan dan norma.

Beberapa teman saya, berpendapat perilaku akhir zaman telah mulai di design oleh anti christ / Dajjal.

Jadi apa yang sekarang harus di lakukan ?
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Quote:


Kalau saya pribadi ya terus aj gan, berusaha membagi energi positif terutama dalam berkomentar di sosial media. Kadang kita tidak tahu bahwa orang yang kita komentari usianya jauh diatas kita, lebih jauh ilmunya, lebih banyak pengalamannya. Hanya karena beda persepsi, kita bisa gontok2an, padahal sama-sama anak bangsa....

Kita udh masuk akhir zaman menurut tanda2 yang diberikan ulama terdahulu, tinggal kita aj masing2 instropeksi sudah patutkah diri kita menghadapi akhir zaman ini...
iya nih. ane juga ngerasain yang ada di sekitar lingkungan. anak-anak masih di usia 10-15 sudah nggak ada sopan santunnya. kalo mereka ngomong rasanya pengen mites aja emoticon-Lempar Bata
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Sopan santun? Tergantung dmn kita berasal.
Gw ngomong ama bokap nyokap pake "Gw Elo". Dan itu lumrah dirumah gw.
Quote:


Iya gan, seakan-akan hilang ada ketimuran kita. Pengaruh bebasnya tehnology terkadang bablas kemana2...
profile-picture
tuffinks memberi reputasi
Quote:


Darimana pun berasal gan, kalau menurut ane pribadi jauh dari kata sopan saat dengan orang tua menggunakan "lou gue". Balik lagi kelumrahan yang timbul mungkin karena faktor kebiasaan. Tapi kalau seandainya ditanya jauh ke orang tua agan, lbh suka dipanggil "Lou Gue" atau ayah ibu...
Quote:


Ane memanggil orang tua tetap dengan sebutan ibu-bapak..hanya emblem2 lu gw aja yg gak bisa di hilangin.

Contoh :

Quote:
profile-picture
fahree.muhammad memberi reputasi
Diubah oleh s.i.n.y.o
Quote:


Siaap gan sinyo ✌😁
emoticon-Siap Gan
Quote:


Aaashiapp juga gan @fahree.muhammad
emoticon-Betty
profile-picture
eghy memberi reputasi


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di