alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Full day school, Dendam Membara Siswa
4.75 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53bd43c0cad748c5209650/full-day-school-dendam-membara-siswa

Full day school, Dendam Membara Siswa

Full day school, Dendam Membara Siswasumber kaskus

Ketemu lagi ti tread ane, selamat datang. Mari kita berperang melawan ketidakadilan. Di mana saja. Di dunia pendidikan apalagi. Anak-anak negeri ini harus jadi generasi hebat. Cerdas otaknya, baik karakternya. Sehat lahir bathin.

Masalahnya adalah anak-anak harus berangkat pagi-pagi ke sekolah, pulang sudah sore hari. Alasannya gampang dan simpel banget. Biar anak-anak ada yang mengawasi ketika orang tua bekerja. Gak masuk akal sama sekali.

Tugas guru bukan mengawasi keamanan siswa. Kalau mengawasi keamanan siswa itu tigas satpam. Tugas guru mendidik siswa. Membimbing siswa. Ketika berada di sekolah. Mengawasi ketika proses pembelajaran. Benar itu. Tapi kalau mengawasi ketika orang tua bekerja. Alangkah mirisnya.

Ini tentang apa? Full Day school. Sekolah seharian. Sejak pagi hingga sore hari. Sekarang kita yang dewasa membayangkan, seandainya berada dalam kelas selama seharian penuh. Seperti apa rasanya. Mending jika dalam kelas ada kipas anginnya. Ada AC yang dingin. Coba kalau tidak ada apa-apanya. Seperti apa panasnya?

Tiga belas mata pelajaran dalam seminggu. Diajarkan oleh guru secara bergantian. Dan siswa pada kondisi tetap. Gurunya segar ketika masuk kelas. Lah siswanya? Tugas yang satu belum meresap ke otak, sudah datang lagi tugas baru. Dari guru baru.

Lelah siswa tak sebanding dengan lelahnya guru. Variasi apa pun yang dilakukan dalam pembelajaran tak akan banyak membantu. Mulai dari metode eksplorasi, inkuiri, hingga metode mengajar lainnya malah dianggap musuh bebuyutan bagi siswa. Mau menggunakan pembelajaran berbasis masalah, penemuan, pencarian, hingga latihan berstruktur tak akan mengedapankan materi pelajaran kepada siswa.

Setelah itu pulang ke rumah, pukul 16.00 keluar kelas. Pukul 18.00 kira-kira sampai ke rumah. Habis isya tidur. Tak sempat bersosialisasi dengan orang rumah. Katanya sosialisasi dengan guru dan teman akan meningkatkan karakter. Karakter dari mana?

Sesama teman asyik rundung merundung, guru asyik dengan materi. Kapan sempat berpikir soal karakter yang dikembangkan di sekolah?

Berbeda halnya jika sosialisasi dengan kakak atau adik, ada rasa cinta sebagai saudara. Meskipun kadang bertengkar tetap saja ada ibu bapak di rumah yang akan memberikan nasihat secara kekeluargaan. Nah, di sini karakter dibangun. Berdasarkan cinta dan kasih sayang.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Bukti nyata membuktikan bahwa dengan full day school yang telah dimulai beberapa tahun lalu di berbagai sekolah di sebagian kawasan di Indonesia tak menunjukkan prestasi terbaik ketika ujian nasional digelar. Juga karakter siswa malah kian beringas.

Ketika berpapasan dengan guru, malah guru dianggap sebagai musuh yang siap dengan tugas dan pekerjaan yang harus selesai hari itu juga. Akibat tidak diizinkannya PR tugas siswa.

Stress siswa diluapkan di sekolah. Kepada siapa lagi, selain guru dan teman-temannya.

Jadi, sarannya semoga tentang full day school dikaji ulang. Kasihan siswa kita yang malang. Tak kuasa berontak, akhirnya diam. Namun dendam membara. Dan akan meledak dalam bentuk aktifitas yang tak terduga.

Semoga tulisan sederhana ini mampu menjadi inspirasi bagi pemandu kepentingan. Pendidikan bukan mengubah robot dengan program-program seperti komputer.

Siswa adalah manusia, punya lelah, jengah dan bosan yang tak terkira. Dan perlu disadari. Mereka adalah generasi bangsa yang akan mengganti kita semua yang sudah tua.

Sampai jumpa di tread ane berikutnya. Terimakasih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanniajah dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kelayan00
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
mantab brew
profile-picture
alizazet memberi reputasi
Gak usah ngeluh lah dasar generasi lemah.Kalian lihat generasi kami 90 an kami berangkat kerja sebelum mata hari terbit dan pulang paling cepat ketika sudah larut malam kami gak ngeluh sama sekali

-Dudung,28 tahun generasi 90 an budak konglomerat jomblo ngenes punya sambilan buzzer capres gagal-

Ketika awal penerapan full day school diberbagai media sosial banyak komentar seperti kalimat diatas.Peninjauan ulang penerapan full day school jelas perlu dilakukan oleh pihak terkait agar tak terlalu membebani siswa maupun guru.Kalau diadakan full day school jangan melulu membahas pelajaran kecuali yang kelas 12 SMA/SMK,9 SMP boleh lah full day school membahas pelajaran saja sebagai bekal agar saat UN sekolah tersebut jadi juara 1 tingkat kotamadya dan kabupaten(bila perlu provinsi).Tetapi untuk yang kelas 10,11,7,dan 8 mending difokuskan ke kegiatan agama atau kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi sekolah yang diikuti siswa tersebut.Supaya siswa tidak merasa bosan menjalani full day school tetapi waktunya juga jangan kelamaan supaya siswa juga punya waktu buat kerjakan tugas maupun sosialisasi dengan lingkungan sekitar mereka
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan kelayan00 memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Balasan post brainymale
Quote:



Zaman sekarang kebanyakan yang pinter. Pinter apa sok pinter, ya .... ???? Buku pelajaran aja, tahun ini dibeli tahun depan udah gak bisa dipakai. Gak kaya zaman dulu, buku pelajaran nenek masih bisa dipakai untuk cucu.

Duit,duit, duit. Selalu duit yang dipikirin. Dengan alasan meningkatkan mutu pendidikan, tiap tahun buku diganti, padahal isinya itu-itu juga.

profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
anjir pulang sekolah jam 16.00 sampe rumah jam 18.00. dari rumah ke sekolah ada 20 km gt? emoticon-Ngakak.
pengen interaksi sama keluarga? makanya habis isya jangan langsung tidur.

ane dulu juga full day school. masuk sekolah jam 7. senin-kamis pulang jam 4 sore. jumat pulang jam 11.30. sabtu pulang jam 13.00. hari senin dan rabu malam ikut bimbel jam 18.30 - 20.30.

masih sempet tuh ikut ekskul, main sama temen2, interaksi sama orang tua, dan aktivitas lain selain belajar. malah malam sering disuruh segera tidur (jaman dulu acara tv smpe jam 12 mlem masih layak nonton).
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Balasan post amatir91
Quote:


Di kota besar mungkin full day nya udah lama. Tapi di daerah, baru beberapa tahun ini aja di mulai. makanya agak kaget juga.

profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Balasan post kelayan00
Quote:

ane dulu juga sekolah di daerah emoticon-Embarrassment
setau ane fullday jaman sekarang lebih enak kan karna sabtu libur.
masa iya udah jalan beberapa taun masi kaget? sblum masuk sekolah gak ada sharing2 informasi dlu gitu kah? kalo anak bubar sekolah jam 4 terus baru sampe rumah jam 6 itu berarti jalannya belok dulu emoticon-Ngakak
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Balasan post kelayan00
Quote:

jaman dulu buku sekolah nenek bisa dipake utk cucu?
nenek ane dulu sekolah SR gak pake buku. nyokap SD taun 50an. yakin kurikulum taun 50an dan 90an masih sama? emoticon-Embarrassment
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Balasan post erdewe
Quote:



Jaman yang ente gambarin kejauhan. Tahun 50 an bisa sekolah, itu udah sukur.
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Diubah oleh kelayan00
Balasan post amatir91
Quote:


Sekolah bubar jam 4, itu sih bukan jaman dulu. Waktu ane es em a, pulang cuman setengah dua. Sekolah yang pagi dipake es em a negeri, jam duanya dipake yang PGRI. Sekolahnya gantian.

profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Balasan post kelayan00
Quote:

ya terserah ente deh mau nganggap jaman dulu itu batasannya kapan.

ane SMA negeri taun 2004 itu pulang jam 4 sore. berarti 15 taun lalu.
kakak ane yg SMA negeri di jakarta taun 1999 (20 taun lalu) sudah fullday school msuk jm 7 pulang jam 3 sore.
profile-picture
kelayan00 memberi reputasi
Balasan post kelayan00
Quote:

ane cuma mau mastiin pernyataan ente soal buku sekolah nenek jaman dulu bisa dipake sampe cucunya.

terus maunya jaman kapan? nenek2 sekarang rata2 kelairan taun 40-50an. brarti sekolah taun 50an.
kalopun mau di tarik maju lagi sampe taun 70an misalnya, yakinkah anak SD taun segitu bisa mewariskan buku sekolah dengan materi yg relevan sampe ke generasi cucunya nanti?
Balasan post amatir91
Quote:


Tahun 1999 di tempat ane SMA negeri masih masuk jam 8 pulang setengah 2. Waktu itu masih gantian sekolahnya. Makanya ane bilang di kota besar full day udah lama. Sekarang cuman nambah 1 jam untuk meliburkan hari Sabtu.

profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Balasan post erdewe
Quote:


Emang gak semuanya, contoh buku bhs indonesia, di dalamnya ada bacaan "Ini Budi". buku itu masih biasa terus dipakai. Gak ganti-ganti. Lagi pula kan anak tahun 70 an kalau di kampung palingan lulus SD atau tinggi dikit lulus SMP udah dinikahkan.

profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Balasan post kelayan00
Quote:

terus buku pelajaran bahasa indonesia jaman sekarang cuma bisa dipake setaun? sekarang belajar "ini budi" taun depan ganti "ini badu" gitu?
kok malah melebar2 ngurusin pernikahan dini. jangan OOT lah. buktiin aja pernyataan ente soal buku jaman dulu bisa dipake sampe generasi cucu. jaman taun berapa sampe taun berapa?
ane dulu waktu sekolah gak pernah sekalipun pake buku pelajaran warisan dari kakak ane. karna kurikulumnya sudah beda, padahal cuma selisih 5 taun. contoh: jaman kakak ane SD dulu ada mapel PMP terus begitu ane masuk SD bukunya udah gak bisa dipake karna ganti jadi mapel PPKN.
Quote:


Dimana2, ente protes. Kalau gak tau ttg pendidikan gak usah banyak bacot lah
Quote:


Ane cuma sarkas aja kalik gak protes apa-apa.Kalimat yang paling atas itu padahal sekitar tahun 2013-2016 banyak beredar dimedsos.Dan memang banyak kok yang ngaku generasi 90 an membuly para murid yang jadi pilot project kurikulum 2013.Ane sebagai yang pernah merasakan diposisi jadi murid pilot project kurikulum 2013 salah kalau ane counter pernyataan dan ejekan para generasi 90 an?Sementara kelakuan generasi 90 an yang menghina para murid yang pakai kurikulum 2013 dengan sebutan generasi lemah anda sebut apa?Ya ane emang gak tahu apapun tentang pendidikan ane hanya membalas ejekan generasi 90 an yang gak pernah merasakan kurikulum 2013 dan tak tahu seluk beluk kurikulum 2013 seenak jidat mengejek dan menyombongkan diri bahwa seolah-olah generasi 90 an paling teraniaya sepanjang hidup tetapi disisi lain juga membanggakan bahwa generasi 90 an adalah generasi yang terbaik,punya mental paling bagus dibanding generasi lain
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Quote:




Gw apal dari tetek bengeknya sampai prosedurnya brew. Jd bukan salah anaknya. Dia korban yang tak bisa berbuat apa2. Kasihan. Gurunya juga. Yg buat kur itu yang tak ngaca. Indo bukan hanya kota besar. Begitu brew. 40 thn gw geluti bocah2 malang itu. Jadi hapal dari tahun ke tahun perjalanannya. Kekurangan dan kelebihannya. Disamping faktor lain
Quote:


Di sini komen pertama harusnya bisa diisi tritnya kang mas Kelayan
profile-picture
profile-picture
kelayan00 dan Surobledhek746 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Gampang. Wong tinggal klak klik kok ntar diubah bisa emoticon-Cendol Gan



Ntar dibuatkan yang kaya foto klik kemarjn
Diubah oleh Surobledhek746
Balasan post erdewe
Quote:


Kakek ente nikahnya ketuaaan.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di