alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Di Era Orla dan Orba Pencapaian Ini Mencengangkan Dunia, Kini Letoy Melehoy
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52655a018e0d38067bbc11/di-era-orla-dan-orba-pencapaian-ini-mencengangkan-dunia-kini-letoy-melehoy

Di Era Orla dan Orba Pencapaian Ini Mencengangkan Dunia, Kini Letoy Melehoy

Ada pencapaian yang mengagumkan dunia pada era Orde Lama (Orla) dan Orde Baru (Orba). Anehnya, pencapaian bidang ini justru sangat lemah di era Reformasi sekarang.

Generasi milenial yang tidak mengalami era Orla dan Orba mungkin belum mengetahui hal ini.

1. Orde Lama
Angkatan bersenjata Indonesia termasuk yang terkuat di dunia. Hal ini terwujud berkat kedekatan Presiden Soekarno dengan para pemimpin Uni Soviet (sekarang Rusia). Indonesia banyak diberi fasilitas untuk membeli peralatan militer oleh Uni Soviet lewat pembayaran jangka panjang.

Tak tanggung-tanggung, Soviet memberikan “bantuan” kapal perang kelas Sverdlovsk kepada Indonesia. Kapal perang dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inci itu merupakan yang tercepat dan terbesar di dunia. Soviet tidak pernah memberikan kapal sekuat ini pada negara lain, kecuali Indonesia.

Spoiler for Kapal Perang Sverdlovsk:



Angkatan udara RI merupakan yang paling mematikan di dunia dengan pesawat-pesawat tempur buatan Soviet. Saat itu RI memiliki 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed dan ratusan pesawat MiG jenis lainnya. Pesawat MiG-21 Fishbed adalah yang tercanggih di dunia, mengalahkan pesawat F-104 Starfighter kepunyaan Amerika.

RI memiliki 12 kapal selam dan puluhan kapal Corvette. Juga memiliki 26 pesawat pengebom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev. Ini membuat RI menjadi salah satu dari empat negara di dunia yang mempunyai pesawat pengebom strategis, selain Uni Soviet, Amerika, dan Inggris.

Spoiler for Pesawat Tu-16 Tupolev:



Kekuatan militer ini membuat semua negara segan pada RI, termasuk Amerika Serikat. Pada Operasi Trikora, operasi pembebasan Papua Barat dari cengkeraman Belanda (1960–1962), Presiden Amerika, John F. Kennedy, memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua dari Belanda kepada RI adalah sesuatu yang bisa diterima. Hal ini karena Amerika melihat kekuatan militer Indonesia yang begitu menakutkan dan Belanda tak akan sanggup menandinginya. Papua Barat pun kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan kemudian dinamakan Irian Jaya.

2. Orde Baru
Orba fokus membangun ekonomi dan peningkatan taraf hidup rakyat. Orba menyusun rencana pembangunan lewat Pelita (Pembangunan Lima Tahun) yang diperbarui setiap lima tahun.

Salah satu target pembangunan yang disasar Orba sejak Pelita I (1969–1974) adalah bidang pertanian, khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan bidang pertanian ini memperlihatkan hasil nyata.

Pada tahun 1960, impor beras Indonesia mencapai 0,6 juta ton. Jumlah ini terus melonjak hingga puncaknya pada tahun 1980 yang mencapai 2 juta ton. Indonesia menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia, bahkan menjadi price leading dalam perdagangan beras internasional. Artinya, harga beras di pasaran dunia ditentukan oleh Indonesia karena begitu besarnya impor oleh negara ini.

Namun, impor beras RI mulai menurun pada 1981 hingga tidak mengimpor sama sekali pada 1984 saat tercapainya swasembada beras. Pada 1984, produksi beras RI mencapai 25,835 juta ton, dua kali lipat lebih dari 1968 yang hanya mencapai 11,666 juta ton.

Spoiler for Swasembada Beras:



Pencapaian ini karena pembangunan sektor pertanian yang terencana dan terarah melalui program intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi pertanian. Keberhasilan swasembada beras ini menjadikan harga beras terjangkau, sementara kesejahteraan petani meningkat.

Berkat keberhasilan ini, Presiden Soeharto diundang untuk berbicara di forum FAO (Food and Agriculture Organization) di Roma pada 14 November 1985. Presiden berbicara di forum itu untuk berbagi pengalaman tentang keberhasilan swasembada beras kepada masyarakat dunia. Pada Juli 1986, Direktur Jenderal FAO Edouard Saouma menyebut Presiden Soeharto sebagai lambang pertanian internasional dan menyerahkan penghargaan medali emas kepada Soeharto.

Untuk memenuhi hak rakyat mendapatkan pendidikan, Orba mengadakan program wajib belajar enam dan sembilan tahun pada 1984. Program ini didukung dengan pembangunan SD Inpres dan SMP yang hingga 1994 telah dibangun 150.000 SD Inpres dan 20.000 SMP di seluruh Indonesia. Jumlah guru SD ditingkatkan menjadi lebih dari 1 juta dan guru SMP pada kisaran ratusan ribu.

Spoiler for Murid SD Inpres:



3. Era Reformasi
Pencapaian-pencapaian di atas belum terulang lagi, termasuk saat Indonesia memasuki era Reformasi kini. Seharusnya di era Reformasi kini hal-hal positif tersebut bisa diulangi, bahkan ditingkatkan, untuk didedikasikan bagi kesejahteraan rakyat. Agar reformasi menjadi bermakna bagi rakyat dan tidak sekedar euforia belaka.

Tapi, yang terjadi malah sebaliknya. Jangankan Amerika, negara tetangga, seperti Malaysia, pun sangat berani dengan Indonesia. Sudah sering diberitakan angkatan perang Malaysia dengan seenaknya memasuki wilayah RI tanpa izin.

Di bidang pangan, Indonesia kini menjadi negara pengimpor beras, bahkan pengimpor hampir seluruh bahan pangan. Gedung-gedung SD di berbagai pelosok di wilayah Indonesia banyak yang roboh, tak terawat.


Spoiler for Gedung SD Roboh:



Demikian salah satu sisi perbandingan pada ketiga era tersebut. Ini agar kita, anak bangsa, bisa bercermin diri dan bisa menilai secara objektif baik buruknya perjalanan bangsa pada sebuah masa.



Referensi: Buku Kenangan Inspiratif Orde Lama dan Orde Baru, penulis M. Sanusi, terbitan Saufa, Yogyakarta, 2014.

Spoiler for Buku "Kenangan Inspiratif Orde Lama dan Orde Baru":



Sumber foto

Sumber foto

Sumber foto

Sumber foto

Sumber foto



            





Diubah oleh djalanloeroes
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
anda jadul
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Quote:

emoticon-Ngakak
Emang berapa tahun Indonesia bisa mempertahankan swasembada beras?
Sampai ngoceh 'gagal dipertahankan', seakan sejak tahun 1984 kita terus swasembada... emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Chauvinisme Chauvinisme Chauvinisme emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak Delusi Ketinggian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


hadeh, sebuah kesalahan dan kebodohan malah dijadikan objek pemujaan.

baca di bawah,

sebenarnya itu karena belanja besar-besaran senjata yang sampai 30-50% dari angka belanja negara, bandingkan dengan sekarang atau negara maju lainnya. pembelian tidak terkontrol ini karena "perintah" sukarno. belum lagi berbagai project mercusuar lainnya, akhirnya ekonomi nya gagal.

ekonomi gagal ini yang sebenarnya diincar oleh soviet agar indonesia tergantung dengan soviet 100%.

Militarization is bound to have the most severe impact on the Indonesian economy. In 1960 Indonesian military expenditures amounted to at least one- third of the total regular budget of about rupiah 46 billion ($1.0 billion).[i] In 1961 military expenditures increased to almost one-half of the regular budget of about rupiah 53 billion ($1.2 billion). In 1962 the burden of military expenses is likely to be even higher. Besides the inflationary pressures created as budgetary deficits cumulate, the military program further drains the country's foreign exchange supply, which has to be diverted from the civilian sectors of the economy to service foreign debts. Indonesia's exports, including the best earners of foreign exchange such as rubber, copra and tin, are being increasingly pledged to the Soviet Union under long-term agreements. Moscow firmly insists on payments according to schedule and recently turned down requests for deferment.

patut dipahami bahwa di sebelum 1959 soviet itu berlawanan kubu dengan indonesia. karena itu sebelumnya perwira dan senjata semua kiblat ke eropa dan barat, us. baru setelah 1959 luar biasa mencair karena soviet berbalik pandangan setelah kruschev beberapa tahun sebelumnya memberikan pandangan bahwa sukarno bukan antek-antek imperialisme barat (i kid u not).

hal ini terjadi karena indonesia sudah beberapa kali melakukan purge terhadap pemberontakan PKI sd era musso yang merupakan anak didikan langsung dari soviet. karena hal ini sukarno merupakan musuh, baru setelah kruschev menyadari potensi dari sekian juta penduduk nusantara barulah ia berubah pandangan. karena itu berbagai bantuan (pemberian kredit pinjaman) diberikan. dan indonesia didorong agar terlibat konflik bersenjata dengan belanda di papua, agar ekonominya morat marit dan terpaksa hanya hidup dari asistensi dan bantuan soviet.

praktis kita mau dibuat seperti kuba. tapi gagal karena nyatanya irian jaya diselesaikan secara diplomasi dan pihak soviet termasuk cukul kesal karena hal ini. terutama karena goal mereka adalah korban jiwa yang besar di tubuh militer yang pada waktu itu masih terisi oleh para lulusan barat, sehingga apabila korban jiwanya tinggi maka perwira didikan soviet akan dengan cepat masuk ke jenjang yang lebih tinggi. tujuannya gak lain adalah merebut dukungan militer dengan penempatan kader yang pro soviet.

Similarly, the foreign exchange crisis which threatened Indonesia with international insolvency at the end of 1961 is less disturbing than the long-run decline in the production of rubber, palm oil, tobacco, tea and other products earning foreign exchange. How this situation will affect economic development was revealed last December by Finance Minister Notohamiprodjo, who informed the cabinet that the enterprises on which the National Planning Council relied for the financing of the eight-year plan initiated the preceding January had yielded no revenue during 1961.

Other economic portents are equally distressing. Money in circulation increased from rupiah 33.5 billion in 1959 to 46.2 billion in 1960, to 60 billion in 1961 and nearly 70 billion in April 1962. The cost of living in Djakarta, already very high in January 1961, had doubled by the end of the year. The extent of the inflationary pressures may be judged by the fact that deficits in the national budget rose from rupiah 1.56 billion in 1956 to rupiah 16.65 billion in 1961, and the figure is expected to reach rupiah 37 billion this year. This does not include the costs of acquiring Soviet arms, nor could it cover the expenditures of a military campaign against the Dutch in West New Guinea. Whatever the real total, the impact on the cost of living may be catastrophic.

At this point the Soviet master plan for Indonesia should be clear. Once the Soviet military assistance program has been completed it will have destroyed the fabric of Indonesian society by fomenting runaway inflation comparable to that of Germany in the 1920s. The chaos and despair thus created may well bring the Communist Party to power even if the West New Guinea dispute is solved peacefully. But this success will be facilitated in a variety of ways if the Indonesian Government is inveigled into major military operations against the Dutch.


dibodoh-bodohi Soviet agar perang melawan Belanda di Irian, dengan enaknya mereka ngasih hutang untuk jual segala jenis senjata mutakhir yang tau sama tau indonesia sebagai negara baru merdeka tidak punya kapasitas untuk bayar secara normal. akhirnya ngutang lagi, semakin dalam, semakin ekonomi berantakan. dan memang itu yang diinginkan oleh Soviet, agar Indonesia berantakan dan terjerat dalam situasi mirip Jerman sebelum PD 2 dimana ekonomi yang begitu buruk akan menjadi ladang subur bagi pertumbuhan paham komunisme. setelah itu, mau menang perang atau kalah perang di Irian tidak jadi masalah bagi Soviet. yang penting adalah munculnya partai dan pemerintahan komunis di indonesia.

masih merasa kalau Soviet "MEMBANTU" Indonesia?

kebodohan dari era orla jangan diteruskan, ini sudah 2019 gan. kapan situ mau kritis dan belajar. jangan ngulang-ngulang hoax dan pembodohan ala kaset radio rusak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 7 lainnya memberi reputasi
Quote:


berarti bisa dikatakan Soviet sebenernya ingin agar Indonesia terus bergantung kepada Soviet ? emoticon-Hammer2

Jika benar seperti itu berarti mirip Korea Utara dong emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh comrade.frias
Lihat 1 balasan
Balasan post comrade.frias
Quote:


ya memang.

dan yang di sini masih banyak yang sibuk bilang "BANTUAN SOVIET" dengan puji-puji kerang ajaib. emoticon-Ngakak

padahal semua itu BAYAR dengan HARGA PREMIUM dan harus dicicil hingga orde baru walaupun semuanya kemudian hancur bapuk karena maintenance nya luar biasa mahal. apalagi Soviet mengenakan embargo ke Indonesia setelah penumpasan g30spki, sehingga semua perlengkapan militer canggih itu jadi tidak berguna dalam hitungan bulan karena spare parts nya habis. jeleknya barang Soviet adalah spare partnya banyak yang tidak akur satu sama lain, dan sistem pemeliharaannya dengan penggantian sucad bukan perbaikan. alias barang tidak bisa diperbaiki tetapi harus diganti baru setiap habis usia pakainya.

nah, tanpa penggantian akhirnya jadi besi tua. hanya beberapa alutsista jadul macam meriam yang masih bisa diusahakan beroperasi. sedangkan yang high tech macam Mig-21, Tu-16, ataupun Zverdlov class akhirnya dibesituakan. bayangkan barang premium paling gress, macam Buggati Veyron yang begitu mahal malah dibesituakan karena tidak bisa dapat sucad. dan anda masih tetap harus bayar cicilan hingga lunas.

masih ada yang mau ngemeng BANTUAN SOVIET dengan begitu mesranya?

Lugu, Naif, Sesat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


emoticon-Ngakak thanks buat penjelasannya om bener bener hal penting tapi sampe sekarang banyak yang kaga sadar emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
bam09 dan yoseful memberi reputasi
Strongisme, glorifikasi masa lalu.
Ujung2nya politik, buat nyerang pemerintahan sekarang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 6 lainnya memberi reputasi
Apaan nih?
Udah kroscek apa belum?
Atau cuma untuk nyerang pemerintahan sekarang tapi tanpa data akurat?
Di Era Orla dan Orba Pencapaian Ini Mencengangkan Dunia, Kini Letoy Melehoy
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Quote:


lah berarti saat terjadi krisis politik dan orba pemenangnya, barat/US berarti berhasil mempengaruhi Indonesia ya. Buktinya Freeport masuk ke Indo, Investasi dari barat mulai masuk jor-joran. Artinya pasca orba, Barat berhasil menguasai Indonesia sementara Soviet gagal menguasai Indonesia..
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post yueda
Quote:


yang jarang diketahui pemerintahan sukarno sebelum transisi ke orba sampai gelagapan cari kredit untuk beli pangan karena pemberontakan gestapu tidak selesai dalam seminggu atau sebulan, tetapi berbulan-bulan. sd akhir masa tanam di jawa terutama, para petani tidak berani menanam atau meladang karena masih sering terjadi kontak senjata. risiko diculik oleh kedua belah pihak karena diduga komunis atau nasionalis begitu besar, akhirnya terjadi gagal panen yang parah dan demikian mengancam keselamatan.

hanya karena bantuan dari US yang bersedia pinjamin kredit untuk import beras maka generasi kita tidak pernah mengetahui adanya kelaparan besar di era tersebut.

orba yang sadar dengan kerusakan yang sudah ditimbulkan oleh Soviet, terutama soal ekonomi, apalagi masih terlilit oleh hutang yang sedemikian besar atas pembelanjaan alutsista yang dipersiapkan untuk perang ke Irian dan Malaysia, akhirnya harus mencari pertolongan. ini negara baru merdeka, tidak punya fondasi ekonomi yang kuat. terlebih lagi terbebani oleh ledakan populasi setelah euforia kemerdekaan yang luar biasa besar dimana sekarang begitu banyak mulut yang harus diberi makan, edukasi, dsb-nya.

tanpa niat dari barat sekalipun, RI di saat itu lebih butuh barat daripada barat butuh RI baik ekonomi, politik maupun pertahanan-keamanan.

setelah dihantam pemberontakan Soviet, RI butuh pembalance agar tidak terjerah semakin dalam ke dalam pemberontakan yang belum pasti bisa ditumpas secara penuh. bersenderlah orba ke kubu barat, semua untuk kelangsungan negeri dan pemerintahan.

perbaiki kacamata anda. harus kritis dalam melihat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bam09 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:



Quote:

Quote:

emoticon-Smilie
Menurut ane kalimat penutup TS udah benar:
Ini agar kita, anak bangsa, bisa bercermin diri dan bisa menilai secara objektif baik buruknya perjalanan bangsa pada sebuah masa.


Tapi TS terkesan cuma mengangkat sisi positif dari Orla & Orba sementara tidak menampilkan sisi negatif 2 orde tsb & tidak menampilkan perbaikan di era sekarang
@hannepin
setelah blok timur gagal mengambil keuntungan dari indonesia dan blok barat pemenangnya

jadi boleh dibilang lepas dari mulut harimau kemudian masuk ke mulut buaya donk ?

intinya indonesia sangat seksi bagi negara adikuasa sebagai benteng ideologi maupun secara ekonomi
profile-picture
profile-picture
bam09 dan shinhikarugenji memberi reputasi
Quote:


Minta hutang kredit pada usa pada waktu terjadi di hongkong itu ya ?
Quote:


Jepang blok mana ya ?
Bukannya yang diuntungkan jepang ?
Jepang investor no 1 di indo setelah usa kan
Lihat 1 balasan
Balasan post kanggelandaftar
Quote:

Jepang bisa diabaikan dari blok-blokan, meski dekat dengan Amrik.
Tapi Amrik juga jauh lebih beruntung.
Bisa dapat kekayaan alam Indonesia dengan murah.
Termasuk tambang di Papua.
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Quote:


dan masih banyak mulut lainnya.

mau bencana kelaparan?

mau bencana insureksi komunisme lagi?

mau bencana separatisme full jadi warlordisme?

atau racial war ala afrika sana dimana genosida jadi makanan sehari-hari?

gak ada free lunch, tinggal pintar-pintar indonesia menyiasatinya saja. menurut ane orba di eranya sudah tepat dengan bersandar kepada US dan karenanya kita menikmati 35 tahun kestabilan dan ini tidak bisa didiskreditkan hanya karena regime suharto akhirnya KKN besar-besaran. kestabilan 35 tahun itu sangat berharga apalagi mengingat banyak negara lain terjerat oleh lingkaran warlordisme yang tidak berkesudhan seusai perang kemerdekaan karena tekanan ekonomi, ketidak pemerataan pembangunan, dan sejumlah besar personel militer yang tidak profesional plus tidak mendapatkan jatah kekuasaan/ kue ekonomi sehingga mudah memberontak. apalagi kita terdiri dari multi suku bangsa yang mana levelnya sangatlah sulit dibandingkan dengan negara lainnya.

make or break kita sebagai negara ada di 35 tahun tersebut. bahwa kita keluar masih relatif di tengah. tidak jadi komunis, tidak lagi fasis, tidak jadi radikal, sudah jadi prestasi tersendiri. gak bisa lah kita menutup mata terhadap prestasi tersebut hanya karena 1 problem KKN. harus objektif kalau menilai.

kita di era itu sangat powerful at least politically, jangan bilang sekedar diperdaya atau dibodoh-bodohi. Asean jalan karena indonesia, Timor timor sempat ke pangkuan karena posisi barter kita yang kuat sebagai partner US, Australia. tapi ya politik era perang dingin berakhir, dan ekonomi serta SDM kita tidak siap menerima angin perubahan.


Quote:


tepatnya dimana ane gak bisa jawab karena perlu cek sumber lagi.
profile-picture
profile-picture
bam09 dan yoseful memberi reputasi
Quote:


Yang mahal kan teknologi, nambang minyak, emas, dll itu pakai teknologi, ada kemungkinan rugi juga

Itu arab saudi berpuluh2 tahun pengekspor minyak, tapi urusan nambang, banyak ditambang oleh perusahaan usa, karena tidak pintar & takut rugi
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Quote:


Yang mahal kan teknologi, nambang minyak, emas, dll itu pakai teknologi, ada kemungkinan rugi juga

Itu arab saudi berpuluh2 tahun pengekspor minyak, tapi urusan nambang, banyak ditambang oleh perusahaan usa, karena tidak pintar & takut rugi
profile-picture
bam09 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di