alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d523b535cf6c402aa61169d/pramuka--gajah-keng

Pramuka : Gajah Keng

Pramuka : Gajah Keng
Pramuka : Gajah Keng
Hari ini tahun 2017.Saya sedang dipinggiran kota di pelabuhan lama yang terbengkalai tidak digunakan lagi.Disekitarku ada beberapa orang pemuda yang memancing sementara aku sendiri,melamuni kisah 20 tahun silam.Tahun 1997,adalah hari paling bersejarah,karena disana,kami bertaruh nyawa.

Quote:

Suara itu selalu terlintas dikepala ku hingga 20 tahun lamanya.Bahkan satu tahun setelah kejadian itu aku menderita insomnia  karena kata-kata tersebut.


--


Saya Bagas,namun tak ada satupun orang dari kampung memanggilku Bagas atau sebagainya yang sesuai dengan namaku.Mereka memanggilku Frengki,dari semenjak Sekolah Dasar aku mulai dipanggil Frengki,katanya kelakuanku kayak Frengki.
Nama itu melekat hingga sekarang,tapi hanya dikalangan sahabat dan orang sekampung,kalau di tempat kerja mereka memanggil saya Bagas.
Saya sekolah SD,SMP di kampung,dan SMA di kota (5 km dari kampung).Saat SMA ya sepertinya tak ada hal menarik yang patut diceritakan,apalagi saya sering banget di bully (dinasehati) guru-guru disekolah karena saya kebanyakan melanggar aturan,dan itu tak patut untuk ceritakan,rasanya.
Di sekolah,saya mah bodoamat sama namanya kegiatan ekstrakulikuler,apalagi pramuka dan rohis,mau dipaksakan ikut satu semester sekali juga saya gak akan pernah datang,masa iya pergi rohis kegiatannya dengar ceramah seorang siswa yang hanya satu tahun lebih tua dariku dan ikut kegiatan pramuka hanya untuk praktekin gerakan konyol,gak mau lah,pikirku saat itu.
Hari terus berlanjut,sekarang saya sudah kelas 3 SMA,tambah bosan lah ke sekolah,gimana gak bosan?masa iya syarat mengambil nomor ujian itu harus minimal punya satu kartu keanggotaan ekstrakulikuler sekolah?wah,gak bener.Ya,tapi apaboleh buat,daripada gak bisa ikut ujian,tentu Frengki gak mau.Hehe.
Berhubung di sekolah saat itu hanya ada rohis dan pramuka,dengan berat hati saya memutuskan untuk mengikuti kegiatan pramuka dan kewajibannya harus ikut pelatihan dasar (atau apa istilahnya) setiap 3 kali dalam seminggu.Oke,jalani saja lah.Pun disana ada sobat saya si manusia sinting,Rifki.Setelah 3 mingguan ikut Pramuka,di minggu keempat mereka mengadakan acara kemah di kaki gunung Seulawah dan sifatnya opsional dan hanya boleh diikuti oleh laki-laki saja.Oke,fix,saya gak akan ikut!.Tapi sialnya saya ditunjuk jadi kepala regu karena wajah saya cocok dan pas katanya,disana saya merasa paling ganteng atau paling jelek.Kalau kemampuan kepramukaan?saya merasa paling bodoh dibanding yang lain dalam hal pramuka.
Saya sempat menolaknya tegas,namun Rifki terus membujuk.
Quote:

Tiba-tiba bapak pelatih yang tadi kalem-kalem aja,nunjuk saya.saya gugup gan,ya,saya langsung iyain saja.
Yah saya ikut saja gan,gak berani bantah karena mentor/pelatih senior yang nunjuk(dia tentara setempat,bisa dibayangkan betapa menakutkannya paras tentara masa-masa konflik di Aceh).
Tentu ada penolakan dari orangtua mengingat tahun itu sedang terjadi konflik,tapi setelah dijelaskan kalau ini bekerjasama dengan militer dan lokasinya ada di markas militer (markasnya di kaki gunung) dan pelatihnya juga banyak dari tentara,mereka setuju juga.
Oke skip.

Minggu,setelah persiapan,saya bersama 9 teman,dan 6 mentor (4 tentara dan 2 guru),kami berdoa dan berangkat menggunakan kendaraan militer,dalam hati saya Cuma satu,bagaimana kalau nanti dihadang anggota separatis?ah sudahlah,pakek urus mati segala,kan itu kuasa Tuhan.
Kami sampai di kaki gunung Seulawah,mobil militer pun tiba di markas militer dan mobil beserta supir dan penumpang diperiksa dulu satu-satu (maklum masa konflik gan) dan kami diperbolehkan masuk dan diarahkan ke sebuah lapangan yang banyak pohonnya,kami duduk 5 menit dan kemudian datang seorang tentara lalu berdiri di depan.
Quote:

Tanpa sempat saya menyahut,beliau pergi.
Setelah mendengar arahan dari tentara,kami diarahkan ke barak,dan setelah itu,ya,seperti biasa ikut pengarahan,dan belajar berbagai teknik survival,sejarah pramuka,hingga teknik yang tak biasa,yaitu cara menghindar dari musuh bersenjata dan gajah.Kalau teori tentang musuh bersenjata saya paham relevansinya,nah,kalau teknik menghindari gajah?
Di barak kami pun membuatnya sebagai bahan bercandaan.
Quote:

Saya kesal dengarnya gan,mereka songong banget,walaupun teori yang diajarkan aneh menurut mereka dan saya pun merasa demikian,tapi karena mereka tentara sini,saya paham betul bagaimana kemampuan mereka,dan materi tentang gajah pasti ada manfaatnya kelak.Tapi disini saya gak mau bersuara nanti dikata sok bijak.Ya,walaupun saya sempat tempeleng kepala Rifky saat pagi hari karena perkataannya semalam.
Oke skip lagi.

Hari kedua,kami melakukan packing dan bersiap-siap mendaki “Seulawah Dara” yang letaknya tepat dibelakang markas.Jam 4 sore kami tiba di pos pertama yang beda dengan pos di gunung pada umumnya,pos disini itu semacam barak yang ukurannya lumayan besar dan catnya warna ijo serta ada hal menarik tepat di depan barak (pos 1).
Quote:

Wah,ilmu lagikan,ikut kegiatan pramuka bersama tentara memang mantap.
Saat menuju pos kami sempat berjumpa dengan kawanan gajah liar (sekitar 7 ekor gan),sesuai dengan materi yang diajarkan,kami hanya lewat dan dilarang menganggu atau melakukan gerakan spontan yang bisa membuat mereka merasa terancam juga kami dilarang mengatakan “Gadjah Keng”.
Hari kedua,dan sekarang masih jam 2 dinihari kami disuruh berkemas dan setelah itu para pelatih mengajarkan apa itu pramuka,dan mengajarkan kami sandi-sandi emergensi seperti kode morse.Kalau nanti kami tersesat dan punya senter bagaimana cara mengasih signal kalau kami itu butuh pertolongan,atau kalau tidak ada senter kami bisa menggunakan suara atau media lainnya.
Ditengah pemberian materi,mataku malah fokus ke arah jam 1,Saya melihat dua orang tentara sedang sibuk menggeledah tas-nya dan satu lagi sibuk dengan HT,terlihat ekspresinya yang seperti ketakutan.Akibat kelakuan saya,sayapun dibentak,oke,ini salah saya.Dan 15 menit kemudian,sang tentara yang sedang menjelaskan tentang sandi morse dipanggil oleh tentara lainnya.
Quote:

Kamipun merangkak kearah yang dijelaskan tadi,tapi herannya,kenapa para pelatih juga ikut merangkak?hmm.
Oke,kami sampai ketitik tujuan dan tentara (pelatih) mengisayratkan agar tetap pada posisi merangkak dan diam.Dari kejauhan terlihat siluet segerombolan orang.Wah,ini sudah tidak betul lagi,pikiranku langsung memvonis kalau mereka adalah kelompok separatis,tangan gemetar pengen nangis,serius.
Dan suasana hening,sangat senyap,mereka yang berjumlah sekitar 5 orang tak terdengar suaranya bahkan langkah kakinya,padahal jarak kami hanya seratusan meter.
Sekelompok orang bersenjata berdiri tepat di depan barak yang menjadi lokasi kami berkemah tadi,mereka berhenti sejenak dan mengangkat sebuah benda yang dari kejauhan tampak seperti sebuah ransel.
“Oh,mampus,ransel siapa itu”gerutuku dalam hati. 
“Woi sialan,keluar kalian”...bentak seorang dan secara sigap mereka langsung berpencar menggeledah barak,semak,dan hutan.
15 menit mereka menggeledah dan posisinya sekarang sangat dekat dengan tempat persembunyian ini,saya langsung teringat materi teknik bernafas super hening.Saya yakin semua menerapkan teknik yang sama,karena memang super hening,hanya suara angin malam yang terdengar.
5 menit kemudian sekelompok orang tadi melanjutkan perjalanan dan membawa tas tadi.pelatih pun masih memberi isyarat untuk tetap diposisi.

Quote:

Saya pun langsung tiarap dengan mengatur teknik pernapasan super senyap,15 menit lamanya saya berhasil mengidentifikasikan tas,karena memang ditaruh di jalan setapak,dengan sigap saya memeluk tas tersebut dan kemudian tiba-tiba ada benda tumpul menodong bagian kepala saya.

Quote:

Saya pun kembali dan sampai di tempat tim,dan pelatih Eko kemudian memanggiku.

Quote:

Beliau pun mengiyakan dan saya kembali ke tim,dan mulai membangun tenda.Setelah itu,kami semua kumpul di depan api unggun,sementara aku asik melamun memikirkan kejadian tadi.Saya bisa dipastikan telah jadi almarhum sekarang kalau orang tadi bukan tentara.

Quote:

Sekitar jam 9 pagi kami  mensterilkan lokasi kemah tadi,api unggun kami hilangkan jejaknya dan memastikan tidak ada apapun yang tertinggal.Tujuan kami adalah lembah yang masih sangat hijau dan hampir tidak ada tanah lapang,semua area dikelilingi pepohonan hutan hujan tropis yang besar.
Sekitar 3 jam kami menelusuri lembah yang lebat dan misterius.Dan kalau saya boleh jujur,kegiatan pramuka ini sangat berat,bayangkan kami sudah menelusuri hutan selama dua hari,tapi ya jalani saja toh banyak ilmu kepramukaan dan survival yang diajarkan bahkan ilmu militer seperti teknik pernapasan dan pergerakan super senyap juga diajarkan disini.
Kami terus berjalan di lembah yang tiada ujungnya ini hingga..

Quote:

Tidak ada yang berani masuk sepertinya.Oke,bukan Frengki namanya kalau tidak berani masuk kesini.Saya memutuskan masuk pertama,dan Rifki langsung mengekor dibelakang.Kami ke bibir gua yang tinggi bibirnya hanya 1,5 m dan luas 60 cm.Kami sudah memasuki gua dan ternyata banyak ventilasi kecil di dalam akibatnya bagian dalam gua jadi tidak terlalu gelap.Betapa terkejutnya,sekitar 10 meter di depan kami ada senjata laras panjang model zaman dulu yang sudah berkarat dan 'membatu',juga ada beberapa kerangka manusia di dalamnya.Melihat itu,Rifki memagang tanganku sekencang-kencangnya.

Quote:

Kami keluar dan melanjutkan perjalanan menelusuri lembah.Kiri-kanan,atas-bawah (kayak cheat kode GTA hehe) semuanya hutan,sangat sedikit cahaya matahari yang tembus hingga ke tanah.
30 menit kami berjalan kami menemukan aliran sungai.Kamipun dilarang berkemah disini padahal area lapang disamping sungai cukup luas namun kami hanya diperbolehkan mengambil air karena kita sebentar lagi akan sampai ke markas tentara kota Jantho.Lagi,saya dan Rifky yang mengambil air.Tak lama kami mendengar suara yang tak asing lagi,ya,betul suara gajah,dan gerombolan gajah mulai memasuki sungai untuk minum,terlihat Rifki panik dan berlari karena dia berada dalam sungai,sayangnya,kami dianggap sebagai ancaman dan....

Quote:

Lagi gading gajah menghantam tubuh Rifky dan banyak darah yang keluar.Dan lagi,belalai,mengenai dadaku...aku sepertinya akan mati..sakit..dan semua jadi hitam.

--


Quote:

Saya hanya bisa menangis sambil memeluk tas-nya Rifki,saya masih antara ini mimpi atau kenyataan,perasaanku sangat sedih,sahabatku telah tiada dan kenapa aku tidak mati saat itu.Aku lagi menangis,hingga tertidur.
Oktober 1998
Saya telah lulus SMA dan mulai masuk kuliah,dan hari ini aku menangis lagi,Rifki yang biasanya selalu bersama di saat-saat seperti ini,sekarang dia telah tiada.Sore,aku memutuskan untuk pergi ke makamnya Rifki untuk memanjatkan doa.
Setelah itu,saya pulang ke rumah dan mulai teringat dengan tas Rifki yang kusimpan dalam lemari.Aku berinisiatif untuk membuka tas tersebut.Saya langsung menuju lemari dan mulai membuka tas Rifki.Satu-satu kulihat mulai dari logo pramuka yang belum dijahitkan ke bajunya (aku tertawa),topi pramuka yang tak dipakainya di hutan juga masih tersimpan di dalam tasnya.Di dalamnya hanya ada satu baju,sangat sederhana isi tasnya sesekali aku tersenyum.Namun betapa terkejutnya saat aku melihat satu benda yang cukup familiar.Benda itu adalah jarum emas yang kami lihat di gua,rupanya Rifki tak menaruhnya kembali di tempat,dan aku kembali menangis.
“kenapa kau lakukan ini Ki”.....kataku sambil menangis tersedu dan bertanya-tanya.
“Apa karena ini alam marah kepadamu Ki”..
Benda itupun aku simpan hingga saat ini benda tersebut masih terawat.Belakangan,aku tahu kegunaan jarum emas itu.Dulu,jarum ini digunakan perempuan Aceh untuk menancapkannya di sanggulan rambut agar rambutnya tak terurai.Namun bukan itu fungsi utama jarum ini.Saat para perempuan Aceh meliahat tentara Belanda,mereka langsung mengambil jarum dari rambutnya dan menusuk ke bagian leher tentara Belanda.
Rifki Djamal,sekarang nama dan fotomu dipajang di ruang pramuka SMA kita,namamu sudah begitu dikenang,saat ada kegiatan pramuka SMA,mereka selalu mendoakanmu.Rifki,sahabatku,semoga kau tenang disana.

Sobatmu,
Bagas alias Frengki
Desember 2017

Tulisan : Fiktif pribadi
Gambar : Koleksi Pribadi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di