alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d515e4665b24d214b2b8e3f/kisah-didinsang-pramuka-siaga

Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga

Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga
Kisah Didin,Sang Pramuka SiagaAdi tampak bahagia saat Mamanya mengajaknya ke pasar tuk membelikannya perlengkapan pramuka,Maklum bocah tujuh tahun tersebut baru masuk sekolah dasar dan baru pula mengikuti kegiatan pramuka di sekolahnya.

Dengan penuh semangat,Adi berjalan mengiringi Mamanya memasuki kawasan pasar,menuju sebuah toko yang menjual segala kelengkapan sekolah.
Baret,tali,tongkat dan pluit langsung Dia ambil satu persatu,Mama Adi hanya tersenyum-senyum melihat kelakuan Anak semata wayangnya ini.

Keesokan paginya,saat masuk sekolah,Adi dengan semangat menceritakan apa yang telah Dia beli kemarin sore bareng Mamanya.

"Enaknya yaa Kamu Di,Sudah di beli semua keperluan buat masuk pramuka sabtu nanti"sahut Didin,setelah mendengar cerita Adi.

"Lho Kamu belum beli kah Din,Ingat dua hari lagi kita ada kegiatan pramuka di sekolah Din!"Budi mengingatkan sahabatnya tersebut.

Didin pun tersenyum lalu Dia berkata"Bapakku belum ada uang Bud,Kata Bapak,nanti kalau sudah ada uangnya langsung dibelikan".

Lonceng sekolah pun berbunyi,Tanda jam pelajaran akan di mulai,Adi,Budi,Didin dan Ratih pun langsung bergegas masuk ke kelas Meraka.Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga

Sabtu sore pun tiba,Adi dan kawan-kawan telah bersiap di tengah lapangan sekolah Mereka,Nampak Kakak Pembina pramuka Mereka sibuk mengatur barisan peserta pramuka murid kelas satu tersebut.

Adi nampak kelihatan gagah dengan tampilan seragam pramukanya,Hampir semua murid memiliki lengkap semua atribut pramuka yang di perlukan oleh seorang pramuka,Tampak wajah-wajah ceria dan bersemangat saat mengikuti kegiatan pramuka yang pertama kali Mereka ikutin,Namun tanpa sadar ada sebuah wajah yang tampak sedikit murung di belakang barisan Adi,Wajah itu milik Didin yang hanya memiliki seragam pramuka saja tanpa atribut seperti yang di miliki oleh kawan-kawannya.Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga

Tak lama berselang,Seorang Kakak pembina maju di hadapan Adi dan kawan-kawan,Lalu Berkata:

"Selamat sore Adik-adik sekalian!"

"Selamat sore Kak!"sahut Adi dan kawan-kawan secara serempak.

"Sore ini Kita berkumpul tuk melaksanakan kegiatan pramuka,Kakak harap Kalian akan terus bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Adik-adikku sekalian sebagai seorang pramuka,Kita punya kewajiban yaitu,berbakti kepada Tuhan,Orang tua dan negara,Kita juga wajib setiap hari berbuat kebaikan dan saling tolong menolong sesama manusia"

Setelah penyambutan dari Kakak pembina berakhir,Kegiatan pramuka Adi dan kawan-kawan pun di mulai,Dari belajar baris berbaris dan pengenalan ilmu dasar kepramukaan,Didin yang awalnya sedikit murung,Sekarang tampak ceria dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai.

Sebulan berlalu,Dengan bergegas Didin berjalan menuju sekolahnya karena kegiatan pramukanya sebentar lagi akan di mulai,Walaupun hingga kini Bapaknya belum bisa membelikan keperluan Didin tuk kegiatan pramukanya tapi Didin tetap bersemangat mengikutinya,Bisa berkumpul bersama teman-temannya dan belajar segala hal tentang ke pramukaan,Merupakan penyemangat Didin tuk trus hadir di kegiatan pramuka sekolahnya.

Sesampainya di sekolah,Didin pun langsung berkumpul dengan regunya yang juga beranggotakan Adi,Budi dan Ratih.
Hari ini Mereka akan di ajarkan cara membuat tandu dari tali dan tongkat pramuka.
Kakak pembina mulai mengajarkan dan mempraktekan bagaimana cara membuatnya,kemudian setiap regu pun mulai mengikutinya dan setiap regu yang bisa membuatnya akan di hadiahkan sebuah pin pramuka dari Kakak pembina.

Dengan mengelus-elus pin yang kini menempel di dadanya,Didin tampak bahagia sekali seusai kegiatan pramukannya berakhir,begitu juga dengan Adi,Budi dan Ratih.

"Keren yaaa pin pramukanya Adi"kata Didin yang masih terus mengelus-elus pin tersebut.Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga

"Berkat kerja sama kita dan kepandaian Didin dalam membuat tali simpul akhirnya Kita bisa membuat tandu dan mendapatkan pin,mantap regu Kita yaa!"kata Ratih yang tak kalah bahagianya mendapatkan pin.

Adi dan Budi pun langsung merangkul Didin dan Mereka semua tertawa bareng karena keberhasilan membuat tandu tali dan mendapatkan pin yang Mereka raih sore itu.

Dari gerbang Sekolah tampak Mamanya Adi datang menghampiri mereka,Tampak ditangan Mamanya Adi sebuah tongkat pramuka dan tas plastik.

Sesampainya di hadapan Mereka,Mamanya Adi pun menyerahkan tongkat dan tas plastik tersebut kepada Didin sembari berkata"Din,ini ada tongkat,pluit,baret dan tali pramuka untukmu"

Didin pun terdiam sejenak dan tak percaya dengan apa yang akan di terimanya sore itu,Kemudian dengan rasa masih tak percaya,Dia pun menerima hadiah tersebut.

"Terima kasih Tante atas hadiahnya"

"Ini bukan hadiah dari Tante,Tapi dari Adi,Budi dan Ratih,Mereka urunan tuk membeli hadiah ini dari uang jajan Mereka yang mereka sisihkan setiap hari "
Didin pun berpaling melihat Sahabat-sahabatnya dan tak terasa air matanya pun jatuh berlinang.

"Yaaa,Kog malah nanggis Din,Kamu kan Sahabat kita dan sebagai seorang pramuka kita di wajibkan menolong, terlebih terhadap Sahabat sendiri" kata Adi sembari merangkul Didin dan di ikuti oleh Budi.

Didin pun merangkul Dua Sahabatnya tersebut dengan wajah masih basah dengan airmata,Sedangkan Mamanya Adi dan Ratih menatap Mereka dengan penuh senyum kebahagiaan.

Suasana sore terasa indah bagi Didin,Langkahnya menuju rumahnya pun terasa ringan,Senyum tampak menghiasi wajahnya sembari memegang hadiah dari kawan-kawannya.

"Sabtu nanti,Aku pasti keliatan gagah dengan seragam pramukaku,Sama gagahnya dengan Adi dan Budi saat berseragam pramuka"Kisah Didin,Sang Pramuka Siaga
profile-picture
samsol... memberi reputasi
Diubah oleh vizum78
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pertamaxemoticon-Leh Uga
profile-picture
vizum78 memberi reputasi
sepi imitemoticon-Ngakak


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di