alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengapa Manusia Bisa Merasakan Nostalgia?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d515546f0bdb2760e7d268d/mengapa-manusia-bisa-merasakan-nostalgia

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Nostalgia?

Mengapa Manusia Bisa Merasakan Nostalgia?
(Tulisan ini juga penulis publikasikan di: https://medium.com/@fikri.muhammad/m...a-dd9d8b0dad2b)


Pada akhir abad ke-17, seorang mahasiswa kedokteran bernama Johannes Hofer memperhatikan penyakit aneh yang memengaruhi tentara bayaran Swiss yang bertugas di luar negeri.

Gejala-gejalanya seperti susah tidur, detak jantung tidak teratur, gangguan pencernaan, dan demam yang begitu kuat. Karena itu para prajurit sering kali harus dipulangkan.

Hofer menemukan, penyebabnya bukanlah gangguan fisik, tetapi kerinduan yang kuat akan tanah air pegunungan mereka.

Akhirnya ia menjulukinya sebagai kondisi nostalgia. Hal ini diambil dari Bahasa Yunani yakni “nostos” untuk kepulangan dan “algos” untuk rasa sakit atau kerinduan.

Clay Routledge di kanal YouTube TED-Ed menyebutkan bahwa pada mulanya, nostalgia dianggap sebagai sebuah kesengsaraan di Swiss.

Beberapa dokter menyebutkan bahwa bunyi loceng sapi yang berbunyi secara terus-menerus di Alpen menyebabkan trauma pada gendang telinga dan otak.
Para komandan bahkan melarang prajurit mereka menyanyikan lagu-lagu tradisional Swiss karena takut, mereka akan mengarah pada desersi atau bunuh diri.

Tetapi ketika migrasi meningkat di seluruh dunia, nostalgia diamati pada berbagai kelompok lain. Ternyata siapapun yang terpisah dari tempat asalnya untuk waktu yang lama rentan terhadap nostalgia.

Hingga pada awal abad ke-20, para profesional tidak lagi melihatnya sebagai penyakit neurologis, tetapi kondisi mental yang mirip dengan depresi.
Psikolog saat itu berspekulasi bahwa nostalgia mewakili kesulitan melepaskan masa kanak-kanak, bahkan kerinduan untuk kembali ke keadaan janin seseorang.

Namun pada beberapa dekade berikutnya, pemahaman nostalgia berubah dan brekembang, bahwa nostalgia menunjukkan kerinduan ke kerinduan umum akan masa lalu.

Nostalgia justru mulai dilihat sebagai pengalaman yang mengharukan dan menyenangkan. Hal ini ditangkap oleh Penulis Perancis, Marcel Proust saat ia mencicipi kue madeleine sebagai makanan masa kecilnya.

Ia menggambarkan, saat mencicipi kue madeleine kembali dapat memicu serangkaian asosiasi sensorik yang hangat dan kuat akan kenangan masa lalunya.

Berubahnya Sudut Pandang Tentang Nostalgia

Jadi, apa yang menyebabkan adanya pandangan yang berubah tentang nostalgia? Sebagian dari hal tersebut menurut Routledge berkaitan dengan sains. Psikologi mulai menggeser teori murni menuju pengamatan empiris yang lebih hati-hati dan sistematis.

Para profesional menyadari bahwa banyak gejala negatif, mungkin hanya berkorelasi dengan nostalgia daripada disebabkan olehnya.

Meskipun nostalgia merupakan keadaan emosional yang kompleks yang dapat mencakup perasaan kehilangan dan kesedihan, nostalgia pada umumnya tidak membuat orang berada dalam suasana hati yang negatif.

Sebaliknya, dengan membiarkan individu untuk mengingat pengalaman yang bermakna dan bermanfaat secara pribadi, yang mereka bagikan dengan orang lain. Maka nostalgia dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Penelitian telah menunjukkan bahwa memasukkan nostalgia pada seseorang dapat membantu meningkatkan perasaan harga diri dan kepemilikan sosial, mendorong pertumbuhan psikologis, dan bahkan membuat mereka bertindak lebih bermurah hati.

Jadi, alih-alih menjadi penyebab tekanan mental, nostalgia justru bisa menjadi cara restoratif untuk mengatasinya.

Misalnya, ketika seseorang dalam keadaan emosi negatif, mereka cenderung menggunakan nostalgia secara alami untuk mengurangi tekanan dan memulihkan kesejahteraan.

Saat ini, nostalgia ada di mana-mana, bahkan sebagian pekerja advertising telah menemukan betapa kuatnya teknik pemasaran dengan nostalgia. Cara ini adalah tanda bahwa kita seringkali terjebak di masa lalu.

Namun itu bukanlah cara kerja nostalgia yang sebenarnya.Sebaliknya, nostlagia membantu kita mengingat bahwa hidup kita dapat memiliki makna dan nilai.
Nostalgia membantu kita menemukan kepercayaan diri dan motivasi untuk menghadapi tantangan masa depan.


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
emoticon-Rate 5 Star
otak masih berfungsi normal

dah itu aja emoticon-Cool
kelingan mantan jg termasuk nostalgia
terjebak di ruang nostalgik


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di