alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah
4.67 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5147414601cf2cee685c2e/masih-ada-yang-ingin-bersekolah-tetapi-ditolak-sekolah

Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah

Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah

Sekolah itu menyenangkan. Kita bisa belajar banyak hal, memiliki banyak teman, dan berbagai pengalaman lain yang hanya bisa ditemukan di bangku sekolah. Sayangnya, di negara kita tercinta ini, masih ada anak-anak yang tidak bisa belajar dengan sang pahlawan tanpa tanda jasa di ruang kelas yang baik.

Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah
Pict source

Sedikit berbagi pengalaman. Gue pernah membantu mengajar di sekolah gratis yang ada di bawah naungan sebuah LSM. Siapakah anak-anak yang bersekolah di sana? Mereka adalah anak-anak yang hidup di jalan. Ada yang sehari-hari bekerja menjajakan kopi di pinggir jalan, mengamen, memungut barang rongsokan, dan ada pula pekerjaan yang lebih elit: pengantar orang yang mencari PSK.

Mereka ingin sekolah, tetapi mereka tidak diterima di sekolah manapun.


Kenapa? Begini faktanya.
Anak-anak yang tinggal di jalanan rentan dengan kebiasaan sosial yang buruk. Misalnya, anak laki-laki memiliki piercing di telinga, lidah, dan atau bibir. Contoh lain, anak-anak memiliki tatoo. Apakah ada sekolah yang menerima anak dengan keadaan seperti itu?

Nyatanya, tidak ada. Apalagi sekolah negeri. Oke lah, tatoo bisa dihapus even with the hard way, apalagi cara yang murah meriah. Bagaimana dengan tindikan? Itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat daging menyatu kembali. Ketika anak-anak tersebut mulai berpikir bahwa mereka perlu sekolah, keadaan mereka tidak mendukung. Belum lagi biaya di luar dana bantuan pemerintah yang tetap saja harus ditanggung oleh orang tua mereka, misalnya biaya transportasi dan ATK untuk memenuhi tugas sekolah.

Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah
Pict source

Keinginan mereka untuk bersekolah cukup tinggi. Mereka berharap dengan bersekolah, minimal bisa meningkatkan taraf hidup keluarga. Mereka berpikir bahwa dengan memegang ijasah, akan bisa memiliki pekerjaan yang lebih baik. Sayangnya, fasilitas sekolah gratis yang didirikan memang tidak seistimewa sekolah negeri. Banyak kekurangan yang terlihat sangat signifikan. Hingga akhirnya, sekolah itupun ditutup karena tidak menemukan donatur. Padahal, adanya donatur sangat berguna ketika para siswa harus mengikuti ujian nasional. Eh, berbayar, ya? Yes, Baby, we still pay.

Untuk mengikuti ujian nasional, hal yang harus dilakukan adalah menginduk kepada sekolah negeri. Hal ini dikarenakan sekolah tidak memiliki SK. Untuk mengurus SK, banyak syarat yang tidak bisa dipenuhi layaknya sekolah formal.

Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah
Pict source

Masih adanya diskriminasi yang tercipta karena strata sosial, membuat banyak orang yang kurang mampu lebih memilih untuk tidak bersekolah. Belum lagi mindset tentang anak nakal yang membuat banyak anak berhenti sekolah padahal masih ingin menimba ilmu.

Ketika sekolah gratis tersebut ditutup, ada banyak harapan di benak gue tentang wajah pendidikan di negara ini.

Quote:


Masih Ada yang Ingin Bersekolah, tetapi Ditolak Sekolah
Pict source

Masih banyak harapan-harapan lain. Intinya, mari dorong perkembangan pendidikan di Indonesia agar bisa tumbuh merata dari Sabang sampai Merauke.

emoticon-kucing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
DeYudi69 dan 20 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Wah, kasian kalo udah begini. Padahal kan mereka berhak juga mendapat pendidikan
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


You stole my pertamax
emoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek

Iya faktanya gitu. Dulu ada yang ditato di wajah, mana ada sekolah yang nerima dia jadi muridnya.
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan YenieSue0101 memberi reputasi
Quote:


Maap emoticon-Frown

Wah, ada anak ditato? Kok mau2 aja emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


Ya namanya anak anak ikutan trend. Mereka gak mikir pas mau sekolah gabisa diterima kecuali hapus tato
emoticon-Frown
yang rajin sekolahnya ya
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


Iya benul yenn emoticon-2 Jempol
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
wihhh keren, ternyata guru lembaga swadaya😍
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


Iyah om
Quote:


Waaaaah kalian saling kenal
Quote:


Wiiih, dapet emot lope lope
🎉🎉🎉
Quote:


Kenal dong ah emoticon-Ngakak
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:


Gak salah kan kan emoticon-Ngakak
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
pendidikan memang harus merata, kasihan yang di pelosok jika yang diperhatikan yang di kota saja
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
padahal anggaran pendidikan tiap tahun gak pernah berkurang....
emoticon-Betty
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
emang kebanyakan sekolah pake "nilai", jadi selain itu ya siap2 aja ditolak
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Quote:

Mantap dongs.
emoticon-Ngakak

Quote:

Oh tentu tydak
emoticon-Ngakak
Quote:


Nah cucok dah tuh emoticon-Betty
Quote:


Klo memang susah dibuat merata, knp ya yang pelosok dan kota gak pertukaran pelajar aja gitu
emoticon-Ngakak
profile-picture
mbakendut memberi reputasi
Quote:


NAH!
Entahlah mengapa~
profile-picture
profile-picture
mbakendut dan agh05t memberi reputasi
Quote:


True. Miris memang
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di