alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker
4.86 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d50cd0782d49574f11f587f/siswa-sma-di-kalimantan-tengah-jadi-juara-dunia-penyembuh-kanker

Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker

Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker

SEPINTAS judul di atas terkesan berlebihan. Tapi, faktanya ada. Dua orang siswi SMA berhasil membawa karya ilmiahnya untuk dibuktikan di tingkat dunia.

Mereka menemukan tumbuhan yang bisa menyembuhkan total penyakit pembunuh nomor satu di dunia, kanker!

Pertama kali menerima informasi ini, saya setengah percaya. Kenapa? Barangkali sama seperti yang ada di benak pembaca sekalian, apa iya???

Saya pun melakukan penelusuran awal.

Informasi saya dapatkan dari Jurnalis KompasTV di Palangka Raya Kalimantan Tengah, Kurnia Tarigan. Ternyata informasi yang saya terima betul adanya.

Ada 2 siswi SMAN 2 Palangka Raya yang baru dua pekan lalu menerima penghargaan atas karya ilmiahnya menemukan tumbuhan penyembuh kanker, sekali lagi penyembuh, bukan meringankan, melainkan menghilangkan sel kanker yang ganas sekalipun.

Sekolah dan guru menolak wawancara??

Namun, ada satu masalah yang menghalangi publikasi atas temuan ini. Pihak sekolah dan guru keberatan untuk diwawancara.

Mereka khawatir akan ada eksploitasi besar-besaran atas hutan di Kalimantan Tengah jika informasi ini tersebar.

Tim AIMAN berusaha meyakinkan bahwa publikasi atas temuan ini bertujuan untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Syukurlah, kami berhasil meyakinkan pihak sekolah dan para guru.

Saya bersama tim AIMAN segera bergegas menuju kota yang pernah disebut Bung Karno akan menjadi Ibu Kota RI tahun 60-an silam.

Setelah mendarat di kota ini, saya segera meluncur menuju ke SMA yang berada di tengah kota.

Saya langsung menuju laboratorium sekolah untuk melihat bagaimana bentuk tumbuhan yang diganjar medali emas pada kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan pada 25 Juli 2019 lalu.

Saya melihat sepintas hanya batang atau mirip akar pohon biasa. Tak ada yang istimewa.

Tetapi berdasar hasil uji Laboratorium yang dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tumbuhan ini memiliki kandungan anti-oksidan ribuan kali lipat dari yang jenis tumbuhan lain yang pernah ditemukan. ?

Saya menanyakan apa nama tumbuhan ini? Bajakah! Begitu orang menyebut tumbuhan ini.

Masuk ke hutan

Tumbuhan ini hanya hidup di hutan. Untuk mendapatkannya, kita harus masuk ke bagian dalam hutan.

Tak puas di laboratorium, saya bergegas menuju ke hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Palangka Raya.

Saya diantar oleh seorang guru dan juga 2 siswi penerima penghargaan.

Sang Guru memberi catatan, saya tak boleh memberi tahu di mana hutan itu berada!??

Setelah melewati jalur Trans Kalimantan, saya dan tim AIMAN mulai masuk ke dalam hutan menggunakan mobil.

Beberapa menit perjalanan di dalam hutan, kami tiba di lokasi yang tidak bisa lagi dilalui mobil. Kami pun turun berjalan kaki selama beberapa menit dan tiba di sebuah tempat di tengah hutan di antara lahan gambut dengan airnya yang berwarna khas, coklat namun jernih, mirip warna minuman ringan ternama.

Di sinilah saya pertama kali melihat dan menemukan pohon yang dikatakan langka ini. Lagi-lagi sepintas pohon ini seperti pohon biasa, sulit membedakannya dengan tanaman lain.

Bedanya, pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar.

Ia bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya.

Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut.

Satu hal lagi yang saya dapatkan, tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Awal penemuan

Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?

Adalah Daldin warga suku dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.

Kisahnya bermula pada sekitar tahun 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, Ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, levelnya sudah stadium 4.

Saat itulah ayah Daldin pergi ke hutan dan mencari tumbuhan ini untuk kemudian direbus dan airnya diberikan kepada sang istri.

Kondisi ibu Daldin saat itu sangat memprihatiankan. Sejumlah bagian tubuhnya yang terkena kanker bahkan sudah mengeluarkan nanah.

Namun sepekan meminum rebusan tumbuhan itu, perubahan mulai tampak. Luka pada payudara sang ibu membaik. Sebulan setelahnya, luka tersebut sembuh total.

Ibunda Daldin kini sehat walafiat. Dokter menyatakan bahwa Kanker yang sebelumnya menggerogoti sang ibu telah hilang sepenuhnya.

Program AIMAN yang tayang Senin 12/8/2019 pukul 8 malam di KompasTV, akan menayangkan wawancara lengkapnya.?? Bagaimanapun ini adalah sebuah awal. Kesembuhan pada penyakit apa pun adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui perantaraan makhluk-Nya, bisa alam maupun manusia. Oleh karenanya, tak berlebihan jika temuan 2 siswi SMA ini ditindaklanjuti untuk kemanfaatan umat manusia, tanpa harus merusak alam.?? Saya Aiman Witjaksono... ?Salam!

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswa SMA di Kalimantan Tengah Jadi Juara Dunia Penyembuh Kanker", https://regional.kompas.com/read/201...anker?page=all.

Editor : Heru Margianto


profile-picture
profile-picture
profile-picture
rony25 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaskus.infoforum
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 15

TAMBAHAN

Semua kita pasti berharap ini benar-benar nyata dan Obat Penyembuh Kanker bisa segera diproduksi. Tapi apakah ada dukungan dari penguasa?

Sayang sekali kalau terhenti di tengah jalan seperti Penemuannya dr. Warsito.

Akhir Klinik Kanker Warsito, Sang Doktor yang Kontroversial

Liputan6.com, Jakarta Nama Dr. Warsito Purwo Taruno kembali mencuat belakangan ini. Salah satunya adalah, keputusan Dr Warsito untuk menutup klinik riset kanker miliknya setelah 27 Januari 2016.

Menurut Dr. Warsito, alasan beliau menutup kliniknya tersebut adalah berdasarkan hasil perbincangannya dengan Kementerian Kesehatan Indonesia, dan melihat tidak ada celah baginya untuk melanjutkan membuka klinik risetnya tersebut.

Namun, siapa sebenarnya Dr Warsito itu sendiri?

Dr. Warsito Purwo Taruno lahir di Karanganyar, 15 Mei 1967, dan merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Warsito mendapatkan gelar sarjananya dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1986, dengan jurusan Teknik Kimia.


Warsito kemudian melanjutkan studinya, dan meraih gelar S2-nya dari Shizouka University, Jepang, pada tahun 1992. Dan gelar doktor teknik elektronya dari universitas yang sama pada tahun 1997.

Saat melakukan studinya, Warsito mulai tertarik untuk mempelajari tentang kemampuan menembus pandang sebuah objek, yang sekarang disebut sebagai tomografi. Kemudian Dr Warsito ingin menciptakan teknologi yang mampu "melihat" tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau objek lainnnya yang tak tembus cahaya. Tak mau tinggal diam, Dr Warsito kemudian mulai melakukan risetnya di Laboratorium of Molecular Transport di Jepang, di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.

Kerja kerasnya mulai menampakkan hasil di tahun 2004 ketika beliau berhasil menyelesaikan risetnya meski masih dalam bentuk protipe. Protipenya ini kemudian menjadi incaran banyak pihak, termasuk badan antariksa Amerika Serikat (NASA).

Hasil riset Dr Warsito adalah Electrical Capacitance Volume Tomography (ECTV), yang merupakan teknologi pemindai 4D pertama di dunia. Temuannya ini dianggap mengungguli kemampuan CT Scan dan MRI.

Dr Warsito kemudian mengembangkan Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs) di Tangerang, Banten.

Menggunakan ECTV untuk melawan sel kanker

Menurut Warsito yang pernah ditemui tim Health Liputan6.com, ECCT ini merupakan aliran elektro listrik berdaya kecil, yang berpusat pada titik tertentu dalam saraf yang terjangkit kanker tersebut.

Gara-gara kakak menderita kanker, ide Warsito muncul. Ia berinovasi menciptakan alat pembasmi kanker payudara, kanker yang diderita sang kakak. Sang kakak yang sudah menderita kanker payudara stadium IV, perlahan-lahan sembuh berkat alat yang diciptakan adik tercintanya itu.

Alat yang berbasis teknologi ECVT itu terdiri dari empat perangkat yakni brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy. Brain activity scanner dibuat Dr. Warsito sejak Juni 2010. Alat tersebut berfungsi mempelajari aktivitas otak manusia secara tiga dimensi.

Sukses dengan rompi antikanker payudara, Warsito melanjutkan inovasinya dengan menciptakan topi dan celana anti kanker. Topi anti kanker ciptaannya tersebut, telah memberikan banyak manfaat bagi pasien penderita kanker otak.

Menurut Dr Warsito, alat yang diciptakannya tersebut didesain sesuai dengan posisinya.

Bentuk bra untuk kanker payudara, penutup kepala untuk kanker otak, rompi untuk kanker paru-paru, dan celana untuk kanker rahim, kolon, dan ovarium. Sedangkan selimut diciptakan bagi penderita kanker darah, kanker kelenjar getah bening, dan kanker tulang.

Meski sudah mendapatkan hasil yang luar biasa, Dr Warsito mengakui bahwa alat yang sudah dipakai oleh banyak pasiennya masih dalam taraf penelitian yang perlu dielaborasi lebih jauh.

Di sisi lain, para onkolog atau dokter ahli kanker juga masih berhati-hati menyikapi temuan Dr Warsito yang diklaim bisa menyembuhkan kanker payudara itu. Menurut para dokter sulit dibuktikan secara medis pengobatan ala Dr Warsito ini.

Dikutip dari Liputan6.com

https://m.liputan6.com/health/read/2....google.com%2F

Warsito, Penemu Alat Terapi Kanker Tinggalkan Indonesia?

Trisno Heriyanto, CNN Indonesia

Kamis, 11/02/2016 11:22

Jakarta, CNN Indonesia -- Warsito Purwo Taruno, penemu alat terapi kanker Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) disebut-sebut ingin meninggalkan Indonesia.

Dugaan itu muncul pasca Warsito menulis tentang rencana kegiatannya di luar negeri selama beberapa waktu.

"Warsawa adalah kota kelahiran Marie Curie, fisikawan, penemu Polon dan Radon. Satu-satunya wanita yang meraih Nobel dua kali, pionir radio terapi 100 tahun lebih yang lalu. Sekarang, kami memulai pelatihan ECCT internasional pertama untuk pengobatan kanker dari tempat pertama kali Curie Intitute of Oncology, Warsawa didirikan,” tulisnya.


Setelah menggelar pelatihan di Polandia, Warsito juga akan melalukan pelatihan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Sri Lanka, Rusia, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, India, Singapura, dan Malaysia.


Tulisan itu tentu saja mengundang tanya banyak pihak, karena tak sedikit ilmuwan Indonesia yang justru bisa lebih bekarya di luar negari. Namun Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir memastikan ini belum terjadi pada Warsito.

"Warsito itu belum ke luar negeri. Sekarang saja saya juga pakai alatnya beliau dalam kaitannya bagaimana untuk pengurusan badan," kata Nasir setelah menghadiri peresmian Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis.

Menurut Nasir, pihaknya juga sudah membicarakan dengan Kementerian Kesehatan terkait izin klinik dan penggunaan alat terapi tersebut.

"Besok (Jumat, 12/2) saya juga akan bicarakan secara detil dengan Kemenkes supaya jangan sampai peneliti-peneliti Indonesia itu hengkang dan mencari tempat yang lebih menguntungkan bagi mereka, saya ingin jaga betul," ucap Nasir.

Selain itu, Nasir juga ingin menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam kaitannya bagaimana melakukan sinkronisasi hasil-hasil penelitian dengan kementerian-kementerian terkait.


Sebelumnya, Plt Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Tritarayati mengatakan hasil evaluasi tim review menunjukkan alat terapi kanker ECCT yang dikembangkan Warsito belum bisa disimpulkan keamanan dan manfaatnya.

Tim pengkaji tersebut terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Komite Penanggulangan Kanker Nasional.

"Penelitian ECCT akan dilanjutkan sesuai dengan kaedah pengembangan alat kesehatan sesuai standar," kata Tritarayati dalam konferensi pers terkait dengan riset klinik Edwar Technologi milik Warsito di kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut Tritarayati, penelitian tersebut akan dikembangkan melalui "pipeline" pengembangan alat ECCT per-jenis kanker.

"Mulai dari pra-klinik sampai dengan klinik sesuai dengan kaedah cara uji klinik yang baik dengan difasilitasi dan disupervisi oleh Kemenkes dan Kemenristekdikti," ucap Tritarayati yang juga Staf Ahli Menkes Bidang Medikolegal itu.

Dikutip dari CNN indonesia

https://m.cnnindonesia.com/teknologi...lkan-indonesia


Januari 2016. Klinik ini ditutup karena kekurangan izin dari Kemenkesemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka
profile-picture
diandraps memberi reputasi
Diubah oleh VictorDanovan
Hmmmm
Semoga ya
Diubah oleh dw.w.d
Bener ga ni brey..?
profile-picture
mulivw memberi reputasi
chotto matte....!

Ini nama zatnya apa? Kita kan nggak bisa asal2an bikin obat tanpa dosis yang benar. Harus ada uji klinis mulai dari hewan hingga manusia (subyek penderita kanker yang sudah dapat informed consent).

Coba diterangkan dahulu, karena di bagian akhir kedengarannya lebih seperti sales obat herbal. Dunia obat2an nggak bisa main2 seperti itu, masih untung si ibu penderita nggak malah keracunan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reita96 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lupineprince
Lihat 17 balasan
amazing nih.... ga heran dapet medali emas..... emoticon-I Love Indonesia

jgn lupa dipatentkan biar ga dicuri negara lain. tapi biasanya yaa..... emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
mulivw dan eja2112 memberi reputasi
Diubah oleh anak manis
Semoga beneran dan bukan hoax
Ya selamat aja atas penghargaan yang diterima
Nah. Barusan mau posting, syukurlah sudah nongol di mari.

Pikir-pikir lagi pindah ibukota ke Kalimantan, pak Joko.

Terlalu banyak harta terpendam di hutan Kalimantan yg berpotensi memberikan kebaikan bagi manusia.
Yang kemungkinan akan musnah akibat keserakahan manusia atas nama ibukota, kelak!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kecebaday dan 6 lainnya memberi reputasi
subannalloh, semoga obatnya dpt dimanfaatkan secara umum, tanpa dimonopoli dan dikapitalisi oleh korporasi farmasi besar, dan hutan kalimantan tetap terjaga tanpa ekspolitasi yg merusak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diandraps dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Astajim emoticon-Kagets
wah nyang boneng gan emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
raafirastania26 dan youdoyouknow memberi reputasi
perlu segera menjadi perhatian pemerintah pusat ne emoticon-Big Grin

Seriusan ini eh.. emoticon-Matabelo
Ane berharap LIPI mau mengembangkan obatnya dan meneliti lebih lanjut zatnya emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
diandraps memberi reputasi
Satu hal lagi yang saya dapatkan, tumbuhan ini hanya hidup di
lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk,
tertutup rimbunnya hutan.



perlu obat kanker?
jaga hutan emoticon-army
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kecebaday dan 8 lainnya memberi reputasi
semoga klo benar bisa membawa manfaat yg sebesar2nya buat masyarakat
wow ... perlu diteliti .... yg pasti diteliti itu adalah kandungan tumbuhannya emoticon-Traveller
Nunggu berita lengkapnya dan koordinasi pemerintah, kalau emang bener, untuk menciptakan obat tsb.
bisa jd apbd yg menguntungkan banget emoticon-Matabelo
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Quote:


Bener banget gan
Kalau dari beritanya cuman kadar antioksidan. Terus belum di lakukan uji aktivitas gk perlu sampai hewan atau manusia, minimal ke sel kanker dan dibandingkan dengan obat kanker yg sudah ada
Kalau cuman gini doank mah memang kaya sales obat herbal belum lagi yg kanker sang ibu sembuh. Itu benar hanya pake tanaman ini tanpa pake obat dari dokter?
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post lupineprince
Quote:


cangkeman, klu asal2an mana mungkin dpt penghargaan di seoul korea, tipikal percaya dukun drpd sains emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
regulusnevsky dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 15


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di