CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
BIN Minta TNI Verifikasi Latar Belakang Enzo
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4eef9e88b3cb2d0e02d41f/bin-minta-tni-verifikasi-latar-belakang-enzo

BIN Minta TNI Verifikasi Latar Belakang Enzo



BIN Minta TNI Verifikasi Latar Belakang Enzo

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, meminta TNI untuk melakukan verifikasi lebih detail terkait dengan latar belakang calon taruna di Akademi Militer, Enzo Zenz Allie.

"Mental ideologi (MI) tidak boleh ada yang berbeda dengan Pancasila. TNI perlu lakukan verifikasi lebih detail. Kata kuncinya dia (Enzo) harus steril dari ideologi yang berbeda," ujar Wawan saat diskusi polemik bertajuk "Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan" di Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Wawan menuturkan, ideologi yang berlawanan dengan nilai Pancasila dan NKRI kini memang rentan dan rawan terjadi pada masyarakat, khususnya pada pemuda Indonesia.

Ia menyebutkan, bahkan ada aparat penegak hukum juga berpotensi terhadap paham-paham radikalisme. Maka dari itu, menurutnya, perekrutan aparat perlu diperketat.

"Faktanya, ada lho aparat yang berbelok. Seperti di Jantho, Aceh, ada aparat yang memiliki paham radikalisme, kemudian langsung dipecat. Di Poso juga ada, hal itu menunjukkan bahwa begitu bahayanya jika perekrutan tidak steril," paparnya kemudian.

Maka dari itu, pihaknya meminta TNI untuk memverifikasi latar belakang Enzo. Pasalnya, ideologi merupakan salah satu dasar yang menjadi penting untuk menjadi seorang tentara.

"Kalau tidak steril itu berbahaya, kebijakan bisa mengarah ke kiri atau ke kanan yang tidak mengarah pada NKRI. Verifikasi perlu dilakukan, check and re-check," katanya.

Sebelumnya, TNI telah meneliti informasi terkait calon taruna di Akademi Militer, Enzo Zenz Allie, saat ia ikut seleksi, termasuk akun media sosialnya.

"Pada saat seleksi MI (mental ideologi) itu, selain tertulis juga ada wawancara, pada saat wawancara, pewawancara itu bawa laptop, ditanya kamu punya akun medsos apa, ya akun saya ini, ini, ini, setiap orang ditanya hal yang sama," ucap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (8/8/2019).

Saat melakukan seleksi, TNI menelusuri banyak hal terkait calon taruna, tak hanya Enzo.

Mengenai informasi di media sosial yang mengait-ngaitkan Enzo dengan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) yang merupakan organisasi terlarang, Sisriadi mengatakan bahwa pihaknya akan menelusuri informasi ini.

"Jadi pertanyaannya (apakah sudah ada perkembangan dari penelurusan informasi tersebut), belum, kami melakukannya dengan teliti," kata dia.

Enzo yang merupakan blasteran Perancis ini viral di media sosial. Berdasarkan video yang beredar di medsos, Enzo berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Uniknya, percakapan dilakukan keduanya dengan bahasa Perancis. Keduanya tampak fasih menggunakan bahasa Perancis.

Setelah video itu viral, salah satu akun Facebook bernama Salman Faris mengunggah informasi mengenai latar belakang Enzo yang diduga simpatisan HTI.

"Penasaran dengan sosok Enzo Ellie. Remaja blasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya. Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Ellie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Perancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI 'memelihara' anak ular," tulis akun tersebut.
sumber

===========

Ada beberapa hal yang menarik dari kasus Enzo ini. Bukan hanya masyarakat yang mengkritisi, tetapi beberapa pejabat serta institusi sampai harus berbicara, bertanya dan menjelaskan.

Menariknya, kasus ini mencuat semenjak mantan juru bicara HTI laknat, Ismail Yusanto, kembali menyuarakan isu Khilafah saat menghadiri IU IV yang digagas oleh PeA' 212.

Dan ketika masyarakat sudah berbicara sampai menjadi konsumsi nasional, terjadi penolakan dimana-mana, maka pada dasarnya bukan Enzo nya yang dimaksud, tapi paham khilafahnyalah yang dikuatirkan. Ini makin memberi gambaran jelas bahwa HTI sudah identik dengan PKI. Jikalau orangtuanya PKI, maka anaknya jelas PKI, itu menurut Orde Baru. Makanya, jangan harap keturunan PKI bisa jadi TNI atau ASN. Dan sekarang, kesamaannya jelas, jika orangtuanya HTI, maka anaknya pasti HTI. Artinya dia juga tertolak untuk menjadi TNI atau ASN.

Yang jadi masalah, paham khilafah sudah seperti virus yang menggerogoti segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mereka ada di ASN, di TNI, di Kampus, di POLRI, dimana saja, bahkan mungkin di Pemerintahan pusat atau daerah. Meskipun ditutup-tutupi, terkadang ada saja ungkapan atau komentar yang sedikit banyak berbau dukungan pada paham khilafah ini dari mereka yang telah teracuni paham usang ini.

Jika KSAD berkata bahwa TNI menerima anggota tidak melihat latar belakang orangtuanya, ini juga pasti salah. Sebab kalau benar demikian, maka tak ada batasan lagi bagi keturunan PKI untuk mendaftar jadi prajurit TNI. Itu logikanya.

Soal ketakutan beberapa pihak mengenai kasus Enzo ini membuat banyak orang tersadar bahwa HTI adalah musuh nyata yang ada didepan mata. Oleh sebab itu segala sepak terjangnya di Indonesia jelas haram, seharam PKI. Sehingga andai ada mantan kader, anggota, atau pimpinan HTI yang masih menyebarkan paham khilafah, wajib untuk ditangkap. Tanpa atau dengan bendera HTI, sama saja.

Prajurit TNI menyimpang dari doktrin NKRI? Banyak! Dan itu terjadi saat menjelang Referendum Timor-Timur, bahkan era sebelumnya. Terjadi juga saat DOM Aceh dengan GAMnya. Papua dengan OPMnya. Ini versi anyar dari tentara yang juga dimasa lalu mendukung PRRI, DI/TII atau PKI.

Dilain sisi, ungkapan-ungkapan orang-orang yang menganggap bahwa kalau mengkritisi soal isu khilafah dianggap membenci Islam atau muslim jelas ungkapan bodoh dari orang tolol. Bagaimana mungkin mengkritisi paham khilafah dianggap membenci Islam atau muslim sementara yang mengkritisi juga seorang muslim? Biasanya yang suka berbicara tolol seperti ini adalah mereka-mereka yang tak paham bahayanya sebuah bangsa, sebuah negara terpecah belah. Atau mereka merasa tengah berjuang membela agama? Coba tanyakan kepada mereka, setujukah mereka dengan perjuangan DI/TII? Apakah mereka bukan muslim? Beragama bukan Islam? Mereka jelas muslim. Apa mereka tidak kejam? Kata siapa? Bukti kekejaman DI/TII yang membawa jargon Islam masih berdiri di beberapa wilayah di Bandung. Lalu, apakah TNI dianggap membenci muslim dan Islam karena menumpas DI/TII? Padahal Siliwangi yang menumpas DI/TII jelas-jelas prajurit muslim. Mereka beragam Islam.

Kalau Khilafah bagi mereka yang merasa membela agama menganggap hal itu adalah nubuwah, takdir yang niscaya akan terjadi dan berdiri, ya sudah, biarkan itu terjadi dengan sendirinya, tak perlu diributkan sekarang. Biarkan itu mengalir. Toh tanda-tandanya saja belum terlihat. Mengapa harus dipaksakan? Dajjal belum datang koq. Dan masih banyak negara yang pantas untuk jadi pusat khilafah, ngapain maksa di Indonesia? Toh bangsa Israel saja yang katanya akan diperangi oleh seluruh muslim di dunia masih santai membangun negaranya. Masih sibuk dengan ambisinya mengexplore bulan, masih santai menyerang negara lain, koq disini malah sibuk dengan urusan yang belum tentu 50 tahun lagi terjadi.

Jadi, kalau ada pihak yang menganggap bahwa jika ada orang yang mempermasalahkan paham khilafah dianggap komunis atau pro PKI, maka bolehlah mereka yang menuduh ini dianggap pro DI/TII. Atau juga pro Daesh/ISIS. Toh DI/TII bermimpi Indonesia menjadi negara Islam sebagai cikal bakal khilafah, dan ISIS memperjuangkan khilafah. Adil?

Sebentar lagi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. 26 tahun lagi umur Indonesia 100 tahun. Bukan umur yang muda. Dan Indonesia tidak didirikan hanya untuk 100 tahun! Bukan untuk 200 tahun! Tapi selama langit belum runtuh, Indonesia harus tetap tegak berdiri.

Kalian yang muslim, silakan bersujud atau menengadahkan tangan berdoa.
Kalian yang Nasrani, silakan bersimpuh dan menggenggam kedua telapak tangan untuk berdoa.
Kalian yang Hindu, silakan bersila dan menyatukan kedua telapak tangan diatas kepala untuk berdoa.
Kalian yang Budha, silakan bersila dan menyatukan kedua telapak tangan didepan dada dan berdoa.
Kalian yang Konghucu, silakan berdiri menyalakan hio dan berdoa.

Tapi untuk Indonesia Raya. Untuk Merah Putih. Bangkitlah dan tegak berdiri!!! Jaga agar Merah Putih tetap berkibar di udara!!!

Padamu Negeri, Jiwa Raga Kami.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nowbitool dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh n4z1.v8
Halaman 1 dari 5
duta pertamaxxxxx
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi


Ga rampung2 emoticon-Big Grin



profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Eh kong.. soal aturan ga boleh anak PKI daptar jadi tentara...

Emang ada anak PKI yg mau daptar jadi tentara? Umur berapaaa tuh sekaraaaang?


O iya.. khusus bag perekrutan TNI...ke depannya.. medsos pelamar TNI pun akan diperiksa..

Satu lagi.. bonus lomba 17 an..

{thread_title}


emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Seperti biasa, komeng ts lebih panjang dari berita.
Saia malah baca komeng ts di banding berita nya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
Kasihan enzo.
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan drummer.galau memberi reputasi
ntapz...
emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 2 lainnya memberi reputasi
Seleksi calon ASN sepertinya juga perlu diperketat... peran ASN lebih vital drpd TNI/Polri karena begitu punya jabatan dan bisa ambil keputusan, maka dampaknya bisa ke sendi2 yang menguasai hajat hidup orang banyak. ..........emoticon-linux
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Dibrainwash terus dadi agen ganda, ngimpi emoticon-Big Grin

Selama pendidikan, ora ketemu makne?

Malah iso diviralke karo laskar cacing kremi, pelus entuk panggung dadi motivator liyane pelus tni le 3% emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Khilafuck = pki syariah kudu dicabuti sak oyot oyote, sak durunge rimbun emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Sebenernya jika dilihat bener2.. HTI, PKI, DI/TII itu hanya sekedar nama wadah/organisasi.. ke depannya kita coba dengan penyebutan seperti orang2 yg ingin dan berusaha mengganti Pancasila.. pendeknya.. tersangka makar..

Dan tindakan thd orang2 ini mungkin bukan hanya sekedar dibubarkan organisasinya.. tapi dikenai sanksi secara individual.. emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
astagfirullah emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
ya moga tuntas ya dan jelas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 2 lainnya memberi reputasi
kalau ampe kecolongan kredibilitas TNI bakal dipertanyakan dan kudeta oleh HTI bakalan 75% terjadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


susah agan nazi,bre @khayalan itukan generasi z alias generasi milenial jdi belum terlalu paham akan sejarah bangsa ini...emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gabener.edan
emangnya negara mana yang mau perang sama penjajah papua?emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 2 lainnya memberi reputasi
Coba cek pns2 pemerintahan deh..
Bakal lebih banyaj kayaknya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


astagfirullah. Apaan nih bray ? emoticon-Kagets
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Diubah oleh PinggiranBakwan
guberneur lehmanas anak siapa ya ?
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Quote:


mank kudu di buat undang2 menurut ane gan demi kedamaian bangsa ini...pki,hti,isis itukan cuman simbol dan aslinya tidak berbahaya,yg bahaya sebenarnya yaaa manusia yg menganutnya sihemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
agh05t dan greedaon memberi reputasi
BIN Minta Tudingan terhadap Taruna Akmil Enzo Allie Harus Obyektif

Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara ( BIN), Wawan Hari Purwanto, menilai tudingan dugaan radikal terhadap calon taruna Akademi Militer (Akmil), Enzo Allie, haruslah obyektif.

Menurut Wawan, BIN tidak mau terjerumus dalam fitnah yang menuding taruna berbakat itu sebagai anggota kelompok ekstrem.

"Karena kita juga tidak ingin terjebak di dalam sebuah asumsi saja, apalagi fitnah," kata Wawan,dalam diskusi Polemik bertajuk "Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan" di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

"Jadi, semuanya ini harus objektif dan harus juga mendekati (menggali) dari semua pihak," ucap Wawan.

Menurut Wawan, keterangan terkait Enzo bisa digali melalui pihak keluarga dan orang terdekatnya. Di samping itu, komunitas-komunitas yang pernah ia ikuti juga perlu digali.

Bagi BIN, penanganan Enzo akan diserahkan kepada pihak TNI, baik itu terkait verifikasi akan latar belakang Enzo.

TNI juga yang akan diserahkan untuk melakukan pembinaan jika terbukti Enzo terpapar ideologi tertentu.

"Jadi tetep akan dikembalikan kepada pihak yang melakukan seleksi itu dan semua menunggu," ucap Wawan.

"Tetapi secara prinsip tetap dilakukan pembinaan-pembinaan kepadan Enzo, karena ia masih muda, dan punya bakat dan juga spirit, serta mental perjuangan yang tinggi," ujarnya.

Menurut Wawan, BIN selaku komite intelijen pusat pastinya akan memberikan rekomendasi tertentu kepada TNI.

"Pasti di situ memberikan masukan dan dibicarakan. Tapi semuanya itu dikembalikan kepada pihak panitia seleksi itu untuk mengambil langkah-langkah pembinaan," kata dia.

Sebelumnya, TNI telah meneliti informasi terkait calon taruna di Akademi Militer-nya, Enzo Zenz Allie, saat ia ikut seleksi, termasuk akun media sosialnya.

"Pada saat seleksi MI (mental ideologi) itu, selain tertulis juga ada wawancara, pada saat wawancara, pewawancara itu bawa laptop, ditanya kamu punya akun medsos apa, 'ya akun saya ini, ini, ini', setiap orang ditanya hal yang sama," ucap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (8/8/2019).

https://nasional.kompas.com/read/201...harus-obyektif

***

Jadi kalau merujuk keterangan dari Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi di atas, kalau TNI dibilang kecolongan dengan kejadian Enzo Allie, yang diterpa isu terkait dengan organisasi terlarang HTI sebenarnya tidak.

Dan KSAD sendiri, Jenderal Andika Perkasa, sudah menjelaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan saintifik ke seluruh calon prajurit taruna akademi TNI, termasuk Enzo. Upaya ini dilakukan untuk membuktikan berbagai tudingan ke Enzo.

"Jadi Angkatan Darat akan melakukan suatu pemeriksaan yang lebih saintifik, lebih ilmiah, menggunakan parameter yang sudah teruji untuk melihat dirinya, bukan orangtuanya, bukan siapa, karena kita ingin obyektif"

Kini pihak TNI masih menunggu proses pemeriksaan berbasis saintifik yang akan diterapkan ke calon prajurit taruna akademi TNI. Setelah hasil pemeriksaan keluar pihak TNI akan mengambil tindakan yang diperlukan.

"Itu (keputusan akhir) kita lihat nanti setelah ada hasilnya dulu. Rencananya dalam waktu dekat, sehari-dua hari ini kita akan lakukan itu (pemeriksaan saintifik). Bukan hanya kepada dia, tetapi kepada semua yang ada di sana (Akmil)," jelasnya kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam penutupan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) di Lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/8/2019).

Dalam polemik Enzo, baik TNI-AD dan BIN ( Lewat Jubirnya ) senada dalam menangani dugaan tudingan radikalisme kepada Enzo. Semua harus proporsional dan obyektif, harus digali fakta sebenarnya, jangan sampai mengadili seseorang Catar maupun Anggota TNI aktif tanpa disertai bukti yang cukup. Jangan berdasarkan asumsi saja, apalagi fitnah, semua harus proporsional dan ilmiah, karena semua memang harus dipertanggungjawabkan.

IMO, Enzo dan Ibunya mungkin hanya simpatisan, bukan anggota HTI, dan mereka yah...korban dari sebuah kebohongan saja.

Sama halnya kalau dijalan raya kita melihat sebuah kecelakaan, ya otomatis naluri kemanusiaan kita terketuk, maka kita semua pasti membantu menolong, menyelematkan korban, kemudian berupaya membawanya ke RS, agar selamat dan sehat kembali kan.

Speak up GanSis, jangan diam manfaatkan medsos buat meredam gerakan-gerakan apa pun itu yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi ingin mengganti Pancasila.
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan gabener.edan memberi reputasi
Dibrainwash yakin bisa berubah?
Kan bisa jg malah jadi kuda troyanya HTI utk lawan NKRI.
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di