alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sejarah dan Asal Usul Penggunaan Pengeras Suara di Masjid
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bfc678012ae5dc40d2171/sejarah-dan-asal-usul-penggunaan-pengeras-suara-di-masjid

Sejarah dan Asal Usul Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Sejarah dan Asal Usul Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Saat ini, bisa dibilang semua masjid di Indonesia telah mengenal dan menggunakan pengeras suara untuk keperluan sehari-hari, dari mengumandangkan azan sampai untuk mengeraskan hal lain semisal acara pengajian. Sejak kapan masjid-masjid di Indonesia mengenal pengeras suara?

Pengeras suara tak ada pada zaman Nabi Muhammad SAW. Dulu, azan dikumandangkan di menara yang dibangun tinggi di dekat masjid. Tapi kini pengeras suara sudah jamak digunakan di masjid-masjid. Sebenarnya, sejak kapan orang Indonesia menggunakan pengeras suara di masjid?

Orang-orang Indonesia menyebut pengeras suara sebagai TOA. Ini sebenarnya merek dagang dari perusahaan alat elektronik asal Jepang, TOA. Berdiri pada 1934, TOA masuk ke Indonesia pada 1960-an. Lalu menjadi alat pengeras suara paling sohor di desa dan kota. Mengalahkan merek lainnya yang lebih dulu muncul.

G.F. Pijper, seorang Belanda pengkaji Islam di Indonesia, sebenarnya telah menyaksikan kehadiran pengeras suara di masjid Indonesia jauh sebelum 1960-an.

“Pengeras suara dikenal luas untuk menyuarakan azan di Indonesia sejak tahun 1930-an. Masjid Agung Surakarta adalah masjid pertama yang dilengkapi pengeras suara,” tulis Kees van Dijk, dalam ‘Perubahan Kontur Masjid’, yang termuat dalam Masa Lalu Dalam Masa Kini Arsitektur Indonesia. Van Dijk mengutip Studien over de geschiedenis van de Islam karya Pijper.

Van Dijk tak menyebut soal merek pengeras suara pada masa kolonial. Tapi dia memuat keterangan tentang ketidaksukaan orang Barat terhadap suara azan dari alat tersebut. Padahal, orang Barat yang memperkenalkan pengeras suara ke orang-orang tempatan di Hindia Belanda, bersamaan dengan masuknya jaringan listrik ke Hindia Belanda.

Memasuki zaman merdeka, ketika pengeras suara menyemarak di masjid-masjid, anak negeri mulai berdebat sekitar penggunaan pengeras suara. Debat itu muncul pada 1970-an. “Bagaimana kalau ada orang yang sakit di sekitar masjid dan meninggal karena suara azan yang terlalu keras, misalnya,” protes seorang warga Jakarta, termuat di koran Ekspres, 22 Agustus 1970.

Warga lain mengaku tidak keberatan dengan azan melalui pengeras suara. “Sekalipun saya orang Budhis, saya bisa merasakan hikmah yang agung itu, dan saya senang,” kata Oka Diputhera, pegawai di Departemen Agama kepada Ekspres.

Oka hanya protes pada tingkat kebisingan pengeras suara dari masjid untuk kegiatan di luar azan. Sebab, pengurus masjid seringkali menggunakan pengeras suara di luar azan. Seperti untuk doa, zikir, dan pembacaan Al-Quran yang kelewat malam atau jauh sebelum subuh.



SUMBER
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Terima kasih, Toa!

Sejarah dan Asal Usul Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

emoticon-Om Telolet Om!
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
teknologi kafir yang disalahgunakan oleh umat berkebutuhan khusus, sama halnya dengan internet.emoticon-Big Grin
profile-picture
bangtjah memberi reputasi
Pengeras arab termasuk radikal ini harus dilarang
profile-picture
bangtjah memberi reputasi
Diubah oleh Betjanda
Berikut salinan aturan pengeras suara di masjid, musala, dan langgar yang tertuang dalam Instruksi Dirjen Bimas 101/1978:

Subuh:

Paling awal 15 menit sebelum waktunya adzan, boleh menggunakan pengeras suara ke luar untuk bacaan Alquran. Adapun untuk Salat Subuh, kuliah Subuh, dan setelah hanya memakai pengeras ke dalam masjid.

Dzuhur dan Jumat:

Paling awal 5 menit menjelang Dzuhur dan 15 menit menjelang waktu adzan Salat Jumat boleh diisi dengan bacaan Alquran memakai pengeras suara ke luar. Demikian juga suara adzan. Adapun salat, doa, pengumuman khutbah, memakai pengeras ke dalam.

Ashar, Maghrib, Isyak:

Paling awal 5 menit sebelum adzan dianjurkan ada bacaan Alquran memakai pengeras ke luar. Namun, setelah adzan hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.

Takbir dan Ramadan:

Takbir Idul Fitri dan Idul Adha menggunakan pengeras suara ke luar. Namun, saat Ramadan, siang dan malam hari, bacaan Alquran menggunakan pengeras suara dalam.

Upacara Besar Islam dan Pengajian:

Pengajian dan tabligh hanya menggunakan pengeras suara ke dalam, kecuali pengunjungnya meluber ke luar.

emoticon-2 Jempol
Dulu sih yg penting denger beduk...
subannalloh emoticon-EEK!
Quote:


berani komplen brisik hah? emoticon-Mad

mau bakar-bakaran lagi heh? emoticon-Mad
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
yg enak itu dengerin langsung suara orangnya yg bersuara ketimbang melalui bantuan alat apa pun.
Surat Al A'raf 7 - 205
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. ―QS. 7:55

Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2830 dan Muslim no. 2704). Hal ini menunjukkan bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah suka dengan suara keras saat dzikir dan do’a.

Judah jelass .. pakai TOA itu gak boleh ..

Warga lain mengaku tidak keberatan dengan azan melalui pengeras suara. “Sekalipun saya orang Budhis, saya bisa merasakan hikmah yang agung itu, dan saya senang,” kata Oka Diputhera, pegawai di Departemen Agama kepada Ekspres.


Ini biang keroknya ya. Selama lu bilang oke. Ya mereka jalan terus
profile-picture
devi.jon memberi reputasi
Lihat 1 balasan

Tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ? <>

Seorang biksu Budha menjawab duluan. “Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan ‘Om’. Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”

Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal.“Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan.” ujar pendeta

“Lah kok bisa ?” sahut biksu penasaran.

“Kenapa tidak,agama anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu ‘Bapa’ Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya,” jawab pendeta.

Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.

“Loh kenapa anda kok tertawa terus?” tanya pendeta penasaran.

“Apa anda merasa bahwa agama anda lebih dekat dengan tuhan?” sahut biksu bertanya pada Gus Dur.

Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan “Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan.” jawab Gus Dur dengan masih tertawa.

“Lah kok bisa ?” tanya pendeta dan biksu makin penasaran.

“ Lah gimana tidak, lah wong kalau di agama saya itu kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa (pengeras suara),” jawab Gus Dur.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
harus diatur desibelnya
profile-picture
Moccacino.F1 memberi reputasi
Quote:


emoticon-Ngakak
ga ada yang boleh ngeluh kalau berisik
Produk Kafeir Digunakan Buat MenyesatkaN Islam

Gw masih inget waktu masih tinggal di ampera jakarta slatan. Ga jauh dr tmpt gw ada masjid yg toanya sejajar sm kamar gw d lantai 2. Setiap jam 3 subuh ada kakek2 yg suaranya jauh dr kata merdu dzikir dgn toa yg mngkn volumenya full.....gw pernah lompat dr tempat tidur gara2 denger suara tuh aki2 emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk

Pantas aja d situ jarang ada expatriat yg betah lama krn suara toanya gak kenal waktu emoticon-Wkwkwk
Balasan post buncitbubar
Quote:

emoticon-Ngakak
memperdengarkan azan, mengingatkan sdh waktunya sholat, itu umat agama lain maklum rasanya.....

Yg nyebelin itu kalo dipake nyetel kasidahan, atau kotbah2 berapi2...

Itu tdk pada tempatnya....
Lihat 1 balasan
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Untuk mengatasi polusi udara perlu pemadaman listrik berkala, demikian dengan polusi anu emoticon-Ngakak
Diubah oleh trimusketeers
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di