Kaskus

Story

l13skaAvatar border
TS
l13ska
Perjuangan Menghidupkan TPQ Al-Hikmah Di Era Gadget
Perjuangan Menghidupkan TPQ Al-Hikmah Di Era Gadget

Waktu itu saya masih kelas 1 SD, saat pertama kali saya diperkenalkan oleh ayah dengan teman-teman sepengajian. Ternyata hari itu adalah awal berdirinya TPQ Al Hikmah. Ayah dan kawan-kawannya yang memprakasai berdirinya TPQ ini.

Saat itu di tempat kami belum ada tempat mengaji. Hari itu saya bersama teman-teman merasa sangat senang karena mendapat seragam gratis dan saling berkenalan. Disinilah saya sekarang, tiga puluh tahun kemudian.

Tanpa terasa TPQ Al-Hikmah ini sudah berusia 35 tahun. Sebuah TPQ yang berlokasi disebelah masjid Al-Hikmah. Dulu santri di TPQ ini berjumlah 125 santri. Guru kami bernama Samrotin, yang sengaja didatangkan ayah dari desa Lebo. kami biasa memanggilnya Bu Samrotin. Ketelatenannya, kesabaran, kelembutan dan semangatnya menjadi inspirasi saya untuk mengajar ngaji dan meneruskan perjuangan beliau.

TPQ Al-Hikmah termasuk TPQ yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap dengan empat kelas. Dahulu, antara tahun 1995 hingga tahun 1997 TPQ Al-Hikmah pernah mengalami pasang surut. Bahkan lebih dari sepuluh tahun TPQ ini sempat mati suri yakni sejak tahun 1998 hingga 2010.

Kami diminta menghidupkan kembali TPQ dengan jumlah pengajar delapan personil, yakni Bu Nisful, Bu Putri, Bu Khod, Bu Ulya, Pak Faishol dengan bimbingan para ustad dari Pondok Haromain.

Spoiler for Suasana di dalam kelas:


Alhmadulillah, kami waktu itu bisa mengumpulkan sebanyak 70 anak. Kala itu, kami masih bimbang akan metode yang hendak kami gunakan dalam kegiatan belajar mnegjar. Atas izin Allah, ustad Sadnur menawarkan sebuah metode bernama Ummi. Metode Ummi memiliki moto mudah, menyenangkan dan menyentuh hti.

Alhamdulillah metode ummi sangat cocok diterapkan kepada anak-anak. Kami pun sebagai pendidik juga merasa nyaman mengggunakan metode ini. Metode ummi bisa menyatukan kami para pendidik dengan siswa kami.

Perjuangan Menghidupkan TPQ Al-Hikmah Di Era Gadget

Seiring waktu bermunculan TPQ-TPQ Baru di Mantung dan maraknya penggunaan gadget di kalangan anak-anak. Gadget menyebabkan kemerosotan jumlah santri di TPQ Al-Hikmah. Tahukah berapa jumlah TPQ Al-Hikmah sekarang karena dampak gadget?

Total sekarang siswa yang kami miliki adalah 35 anak. Setiap harinya, siswa yang hadir tak sampai separuhnya. Jumlah yang hadir bergantung pada musim dan cuaca. Apalagi jika banyak acara karnaval, bantengan dan ujian akhir hanya anak-anak kami sendiri yang menjadi siswa kami.

Spoiler for Dokumentasi Pasca Lomba Antar TPQ:


Harapan kami sebagai pendidik, TPQ Al-Hikmah bisa berjaya seperti dahulu kala. Anak-anak di desa Mantung dan sekitarnya mengaji di TPQ ini dan menjadikan masjid Al-Hikmah sebagai rumah kedua mereka.

Visi dan Misi TPQ Al-Hikmah:
Mencerdaskan kehidupan Bangsa
Diubah oleh l13ska 31-07-2019 19:06
seokpoway1990Avatar border
alizazetAvatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan 2 lainnya memberi reputasi
3
690
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan