TS
Dharryzone
Anak 80@n, Pasti Pernah Main Ini. Asli Bikin Kangen!
Permainan tradisional

Bahas permainan tradisional, ada rasa yang sulit diungkapkan. Terlebih, kini usia tak lagi muda. Pekerjaann yang cukup menyita waktu, mempersempit ruang gerak untuk sekedar meregangkan otot yang tegang.
Akhir pekan, seringkali menjadi moment yang paling anak-anak rindukan, mengajak mereka bermain adalah kewajiban kami sebagai orangtua.
Saat itulah, waktu yang tepat untuk mengenalkan permainan yang dulu sering kami mainkan.
.
Anak-anak paling suka, kalau diajak mandi di Sungai, memancing, bahkan sekedar makan kacang rebus di teras belakang rumah sembari memandang barisan sangkar burung koleksi keluarga kami.
.
Anak-anak seringkali bertanya, kegiatan apa saja yang dulu sering kami lakoni selama menjadi anak-anak 'disinilah kami merasa tua'. Kami mulai bercerita, dari petualangan sederhana ala anak-anak wilayah perbatasan. Bukan perbatasan antar negara, tapi perbatasan antara wilayah kabupaten dan kota.
Beruntung, kala itu kami hidup di wilayah perbatasan. Itu artinya, angkutan umum sudah masuk wilayah kami sejak tahun 80an.

Sepeda kuno semacam inilah, yang dulu sering kami pakai, jangan berpikir hanya laki-laki yang bisa mengendarai sepeda onthel ini, para gadis bahkan wanita paruh baya mahir mengendarainya.
Biasanya anak laki-laki, memperoleh sepedanya sendiri, setelah prosesi khitan. Dapat hadiah sepeda BMX yang kala iti sudah sangat keren.

Google
Musim hujan, menjadi salah satu moment mengasyikkan. Bisa mandi hujan sambil diteriaki ibuk 'jo suwi-suwi olehmu udan-udanan, mundak ngompol mengko dalu'
Dan yang kami lakukan adalah, tetap melanjutkan mandi air hujan, dan baru berhenti ketika petir menggelegar, atau saat ibuk datang bawa rotan. Kabuuur !!!

Google
Manjat pohon klampok (jambu air) di depan rumah, bahkan kami rela menyusuri sepanjang jalan raya sampai ke desa sebelah, hanya untuk panen buah keres (ceri), tanaman yang tiada mengenal musim itu, selalu berbuah setiap saat. Jadilah sasaran kami, bersepeda dan panen keres.

Google
Banyak permainan seru yang selalu menjadi aktifitas harian di masa itu, tapi meski demikian. Sekolah dan mengaji adalah kegiatan utama yang harus kami lakukan dengan sungguh-sunguh.
.
Mengajak anak berdiskusi dan bermain bersama adalah agenda rutin setiap akhir pekan. Berkumpul bersama, mengukir kisah indah tentang ayah dan ibunya yang tidak hanya sibuk dengan pekerjaan dan gadget.
.

Bahas permainan tradisional, ada rasa yang sulit diungkapkan. Terlebih, kini usia tak lagi muda. Pekerjaann yang cukup menyita waktu, mempersempit ruang gerak untuk sekedar meregangkan otot yang tegang.
Akhir pekan, seringkali menjadi moment yang paling anak-anak rindukan, mengajak mereka bermain adalah kewajiban kami sebagai orangtua.
Saat itulah, waktu yang tepat untuk mengenalkan permainan yang dulu sering kami mainkan.
.
Anak-anak paling suka, kalau diajak mandi di Sungai, memancing, bahkan sekedar makan kacang rebus di teras belakang rumah sembari memandang barisan sangkar burung koleksi keluarga kami.
.
Anak-anak seringkali bertanya, kegiatan apa saja yang dulu sering kami lakoni selama menjadi anak-anak 'disinilah kami merasa tua'. Kami mulai bercerita, dari petualangan sederhana ala anak-anak wilayah perbatasan. Bukan perbatasan antar negara, tapi perbatasan antara wilayah kabupaten dan kota.
Beruntung, kala itu kami hidup di wilayah perbatasan. Itu artinya, angkutan umum sudah masuk wilayah kami sejak tahun 80an.
Bersepeda

wikipedia
Sepeda kuno semacam inilah, yang dulu sering kami pakai, jangan berpikir hanya laki-laki yang bisa mengendarai sepeda onthel ini, para gadis bahkan wanita paruh baya mahir mengendarainya.
Biasanya anak laki-laki, memperoleh sepedanya sendiri, setelah prosesi khitan. Dapat hadiah sepeda BMX yang kala iti sudah sangat keren.
Mandi air hujan

Musim hujan, menjadi salah satu moment mengasyikkan. Bisa mandi hujan sambil diteriaki ibuk 'jo suwi-suwi olehmu udan-udanan, mundak ngompol mengko dalu'
Dan yang kami lakukan adalah, tetap melanjutkan mandi air hujan, dan baru berhenti ketika petir menggelegar, atau saat ibuk datang bawa rotan. Kabuuur !!!
Manjat pohon

Manjat pohon klampok (jambu air) di depan rumah, bahkan kami rela menyusuri sepanjang jalan raya sampai ke desa sebelah, hanya untuk panen buah keres (ceri), tanaman yang tiada mengenal musim itu, selalu berbuah setiap saat. Jadilah sasaran kami, bersepeda dan panen keres.
Main kelereng, umbul, mobil-mobilan dari sabut kelapa, dam-daman dan lain-lain

Banyak permainan seru yang selalu menjadi aktifitas harian di masa itu, tapi meski demikian. Sekolah dan mengaji adalah kegiatan utama yang harus kami lakukan dengan sungguh-sunguh.
.
Quote:
Mengajak anak berdiskusi dan bermain bersama adalah agenda rutin setiap akhir pekan. Berkumpul bersama, mengukir kisah indah tentang ayah dan ibunya yang tidak hanya sibuk dengan pekerjaan dan gadget.
.
Dari kami, yang menyayangimu.
Salam satu hati

Salam satu hati

tata604 memberi reputasi
1
431
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan