CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Membangun Daya Pikir, Tips Ini Bisa Dipraktekan Ketika Berbicara dengan Anak
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1ee530349d0f0c650bc358/membangun-daya-pikir-tips-ini-bisa-dipraktekan-ketika-berbicara-dengan-anak

Membangun Daya Pikir, Tips Ini Bisa Dipraktekan Ketika Berbicara dengan Anak

Tips Berbicara Untuk Membangun Daya Pikir Anak
 Membangun Daya Pikir, Tips Ini Bisa Dipraktekan Ketika Berbicara dengan Anak
Dokumentasi Pribadi

  

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya untuk hidup jauh lebih baik dibandingkan dirinya sendiri. Alasan ini merupakan salah satu penyebab seringkali, orang tua berbicara pada anak yang sifatnya tendensius. Seolah-olah orang tua berhak secara mutlak menentukan yang benar dan salah pada diri anak.
 
Sayangnya, seringkali dalam menentukan benar atau salah tersebut didasarkan pada pengalaman masa lalu. Maka sengaja atau tidak sengaja terlontar kalimat, “Waktu mama masih kecil ....” atau “Dulu mama ....”
 
Tidak ada yang salah dari tujuan orang tua tersebut untuk mengingatkan anaknya atau membentengi anaknya agar tidak mengalami kesalahan yang sama seperti dirinya di masa lalu.
 
Akan tetapi, setiap anak dilahirkan dengan kondisi dan zaman yang berbeda-beda. Tidak bisa kita sebagai orang tua menyamakan antara zaman sebelum ada televisi dengan zaman sekarang. Ketika hand phone dan peralatan canggih lainnya mudah digapai anak-anak.
 
Untuk menghadapi dan mengarahkan anak-anak itu perlu cara dan teknik yang tepat, yang membuat mereka bisa berpikir sendiri, mana yang salah dan benar. Mana yang boleh dilakukan dan tidak. Jangan sampai cara kita berbicara, justru malah mendikte mereka, menyebabkan daya pikir mereka tidak berkembang.
 
Karena salah satu tujuan mengasuh anak adalah mengajarkan kepada anak-anak cara berpikir sendiri dan berperilaku sesuai dengan pedoman moral yang telah ditanamkan orang tua. (Daniel Goleman)
 
Berikut Tips ketika berbicara pada anak :

1.      Tunjukkan empati dan pahami pendapat orang lain

Ketika berbicara dengan anak, tunjukkanlah empati pada mereka. Dengarkan apa yang mereka bicarakan dan pahami pendapat mereka. Ini bisa berpengaruh pada kepercayaan diri anak dalam mengemukakan pikirannya.
 
2.      Memberikan teladan

Anak belajar dari bagaimana cara orang tua menyelesaikan masalah.  Orang tua bisa mengajarkannya sesuatu dengan memberikan teladan. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan memberitahukan apa yang harus dilakukan kepada anak.
 
Memberi anak-anak kesempatan mengetahui pikiran orang dewasa akan mengajarkan kepada mereka bahwa memiliki perasaan negatif, bingung, dan tidak mendapat solusi sempurna adalah hal yang biasa.
 
3.      Mengungkapkan Kembali

Ketika seorang anak marah dan berkata kasar, apa yang kita lakukan?
Apakah langsung mengomel di depannya dan mengatakan apa yang dikatakannya salah?
Hal tersebut malah akan membuat seorang anak semakin kesal. Karena emosi anak masih belum stabil. Bahkan mungkin ia tidak mengerti bagaimana harus mengungkapkannya.

Maka tugas kita mengulangi dan menerjemahkan perasaan mereka dengan bahasa yang lembut. Sehingga mereka sadar apa yang sedang dialami.
 
Contoh :
Anak : “Dasar, Kaka Jelek.”
Ibu : “Wah, sepertinya adik sedang kesal dengan kaka, ya?”
 
Dialog ini akan mengantarkan pada dialog lainnya dimana anak diharapkan mampu mengungkapkan perasaannya. Kemudian dengan itu, orang tua dapat memberikan arahan bagaimana ia harus bertindak.
 
4.      Ajukan Pertanyaan

Ada empat jenis pertanyaan :
Pertanyaan kausal
Contoh : “Mengapa kau memukulnya?”

Pertanyaan Pilihan Ganda
Contoh : “Apakah kau memukulnya karena dia mengambil mainanmu, merebut makananmu, atau iseng?”

Pertanyaan Benar Salah
Contoh : “Apakah kau memukulnya atau tidak?”

Pertanyaan Terbuka
Contoh : “Apa yang terjadi antara kalian?”
 
Teknik sederhana yang paling ampuh dalam mengajukan pertanyaan pada anak adalah jenis pertanyaan terbuka. jenis ini membuat anak cepat berpikir jawabannya dan tidak merasa menjadi tertuduh atau pun didikte orang tua.
 
Okeh, cukup sekian dulu tips dari ane. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sumber : Buku Cara Efketif Mengasuh Anak dengan EQ : Maurice J. Elias, dkk
 
Salam Hangat,
Retno Qren (RetnoQr3n)

Membangun Daya Pikir, Tips Ini Bisa Dipraktekan Ketika Berbicara dengan Anak

profile-picture
profile-picture
profile-picture
kudanil.la dan 41 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh RetnoQr3n
Halaman 1 dari 6
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 6 lainnya memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Nice Trhead sisemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Makasih ka..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 4 lainnya memberi reputasi
Jadi pertanyaan ke anak itu juga penting ya😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Untuk anak yang pendiam gimana tuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Penting banget ka. Untuk menstimulasi daya pikir anak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Biar lebih komuniktif masnukho
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Dalam hal apa dulu nih mbak emoticon-sudahkuduga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Nah kalo anak pendiam memang agak hrus ekstra.

Jarang ada anak pendiam kalo lagi sama orangtuanya. Biasanya ada peristiwa pemicu knapa dia bisa diam atau kebiasaan keluarganya yang jarang diskusi.

Klo sdh terlanjur diam, bisa coba membuka komunikasi dengan buku harian keluarga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 2 lainnya memberi reputasi
blom nikah
blom punya pacar

ane manusia goa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Iya Gan. Kalau bapak Ane kagak pernah marahin anaknya kadang cuma dinasehati aja. Itu pun kalau dah berlebihan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Banyak hal ka..

Coba aja kaka kalo didikte terus harus ini harus itu, daya pikir jd kurang berkembang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Wahh dapat pelajaran ni Ane. Biar nanti saat dah berkeluarga bisa tahu caramya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Mantaap bapak yang sabar. Perlu diteladani ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Yesss.. tinggal nyari ibunya anak2emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:

Kalau pemalu gimana nih? pan mau melatih juga

Quote:

Sabar bener itu emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ajang.dee dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Tenang ka.. sudah ada tulang rusuk yg menunggu ditemukan pemiliknya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Iya Kak.
Kalau ibuk cuma ngajarin cara2 kecil hidup aja. Yang berat2 bapak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anna1812 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


emoticon-Ngakak iya masih dicari
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di