alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
4.7 stars - based on 20 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d088f45c0cad744c017c158/fenomena-politik-post-truth-disinggung-saat-sidang-mk-apa-itu

Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?

Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
Ilustrasi Politik Post-Truth (Matatimoer)


Sidang sengketa pemilu yang sedang berlangsung di MK semakin seru untuk disaksikan. Selain mengedukasi masyarakat lebih dalam tentang bagaimana proses demokrasi melalui persidangan, dalam sidang tersebut juga banyak sekali argumen cerdas yang bisa meningkatkan kapasitas berpikir kita sebagai masyarakat.

Salah satu argumen yang disinggung dalam persidangan MK adalah pendapat Yusril mengenai politik post-truth. Kira-kira apa ya maksud dari politik post-truth tersebut?

Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
Yusril Ihza Mahendra (ANTARA FOTO)


Yusril selaku tim kuasa hukum TKN 01 menyindir BPN 02 melalui argumennya tentang politik post-truth yang merupakan suatu penggunaan strategi untuk membangun narasi politik tertentu untuk meraih emosi publik dengan memanfaatkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta.

Konsekuensi dari adanya fenomena politik post-truth akan menghasilkan preferensi politik publik lebih didominasi oleh faktor emosional dibandingkan dengan faktor rasional. Untuk lebih jelasnya berikut potongan argumen Yusril saat menjalani sidang sengketa pemilu di MK:

"Tantangan terbesar yang dihadapi proses Pemilu 2019 ini adalah fenomena politik pasca-kebenaran atau post-truth politics yang menguat beberapa tahun terakhir ini. Ciri-ciri post-truth adalah penggunaan strategi untuk membangun narasi politik tertentu untuk meraih emosi publik dengan memanfaatkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta yang membuat preferensi politik publik lebih didominasi oleh faktor emosional dibandingkan dengan faktor rasional,"kata Yusril, saat membacakan jawaban atas gugatan Prabowo-Sandi dalam sidang gugatan Pilpres di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (18/6/2019).


Jika diartikan secara mudah, masyarakat melandaskan pilihan politiknya karena faktor emosi saja daripada berpikir secara bijak dan rasional, padahal informasi yang masyarakat terima tidak sesua dengan fakta alias hoaks.


Post-Truth Menurut Ahli
Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
Ilustrasi Politik Post-Truth (Rudi S Kamri)


Professor Ilmu Politik dari University of Sydney, John Keane dalam tulisannya 'Post-truth Politics and Why The Antidote Isn't Simply Fact-checking and Truth' menjelaskan bahwa post-truth atau pascakebenaran tak mudah untuk didefinisikan. Apalagi hanya disederhanakan sebagai lawan dari kebenaran.

Dia memaparkan bahwa post-truth adalah komunikasi yang mencakup kebohongan, di mana pembicara mengatakan hal-hal tentang dirinya sendiri dan dunianya. Padahal, sebetulnya semua itu bertentangan dengan kebenaran yang sudah mereka tahu. Sedangkan kebenaran disimpan dalam benaknya sendiri.

"Ketika seseorang berbohong, mereka dengan sengaja mengatakan hal-hal yang mereka tahu sebetulnya itu tidak benar,"tulis John dalam artikel tersebut.



Politik Post-Truth Pernah Digunakan Donald Trump
Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
Donald Trump (Getty Images)


Sebenarnya post-truth bukan barang baru untuk para politisi agar bisa mendapatkan suara publik. Cara ini memang dirasa cukup efektif untuk menarik simpati pemilihnya.

Salah satu politisi yang sukses memenangkan pemilu dengan menggunakan strategi ini adalah Donald Trump. Trump beberapa kali menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Ia sempat mengklaim bahwa di California tak pernah ada kekeringan. Padahal tempat itu pernah dilanda kekeringan. Sedangkan saat pelantikannya, Trump menyebut cuaca sedang cerah karena Tuhan tak membiarkan hujan turun. Padahal saat itu sedang gerimis.
***

Walaupun strategi ini sudah umum digunakan oleh banyak politisi di seluruh dunia, namun bukan berarti politik post-truth memberikan konsekuensi yang baik bagi kehidupan sosial publik. John Keane menyebut bahwa post-truth bukan sekadar kebohongan untuk hiburan semata. Post-truth, lanjut John, merupakan kediktatoran ilusi. Efeknya bukan saja hanya untuk memenangkan suara elektoral saja, namun buruk untuk segala aspek kehidupan.

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamnoone dan 28 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh VolkswagenPutih
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?



Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?



Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fairuzkamil87 dan 25 lainnya memberi reputasi
iye....wowo mirip sm trump....yg satu pke senjata imigran, satu lgi paoe senjata agama....cih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fairuzkamil87 dan 14 lainnya memberi reputasi
wong ora duwe isin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simsol... dan 6 lainnya memberi reputasi
Cara berpolitik yang digunakan oleh orang2 oportunis nan culas, yg tidak tau malu.

Kenapa dipakai?
Karena mereka tau hanya dengan cara itu mereka bs punya kemungkinan utk menarik simpati orang2 berpendidikan rendah, yang kebetulan jumlahnya sangat banyak.

Contohnya disini liat aja tuh gerombolan BPN dan si wowok. Makhluk hidup yang ga layak disebut manusia beradab.
emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
majorminor666 dan 16 lainnya memberi reputasi
Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamnoone dan 15 lainnya memberi reputasi
Post-truth itu lawannya rasionalitas. Sejak 2014, publik kita sudah terjangkit fenomena ini. Ga cuma satu kubu, tapi semuanya.

Post-truth ini lama2 bahaya utk demokrasi, elit akan merasa nyantai berbuat semuanya, toh bakal ada pendukungnya yg selalu belain mereka dg sukarela. Yang dirugikan pada akhirnya adalah kepentingan bersama.

Berharap pihak2 yg masih rasional utk speak up. Bukan berarti mereka ga berpihak. Justru mereka yg berpihak kuat ke salah satu kubu, tp tetap rasional & proporsonal. Mereka adalah org pertama yg mengkritik junjungannya saat dia salah, ga akan mencari2 pembenaran atas kesalahan junjungannya, gentle mengapresiasi prestasi lawan dan ga mencari-cari / mengada-adakan kesalahan lawannya.

~sekian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan 23 lainnya memberi reputasi
Bukannya post truth dipake hillary yg menggunakan media sebagai corong tebar hoax dan fake news?

Bahkan CNN pura2 gak siarin kasus gelap hillary, mirip tv one disini yg gak siarin keburukan prabowo emoticon-Wkwkwk

Ingat loh mayoritas media mainstream dukung hillary waktu itu, tapi nyatanya gak jaminan menang walau tiap hari yang disiarin baik2nya hillary saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
majorminor666 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Chloe.Grace
Lihat 1 balasan
Quote:

klo semua/kebanyakan rakyat kita mau idealis rasional pasti golput pemenangnya. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
simsol... dan 2 lainnya memberi reputasi
tau sendiri dedengkotnya sandiwariauno emoticon-Leh Uga
emak2 pemakan keong, manusia lumpur, mahasiswi minta jd bini kedua, tangisan petani bawang emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
majorminor666 dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh cipokan.yuk
politik bikin pusing cocoknya emang orang2 licik
profile-picture
profile-picture
boingboing99 dan suralia memberi reputasi
Quote:


Merujuk pada pendapat ahli, berarti 02 tidak hanya ingin memenangkan suara elektoral (pemilu) namun memberi dampak buruk pada semua aspek kehidupan dengan penggunaan politik post-truth nya. Dan merupakan bentuk kediktatoran ilusi.

Kesimpulan = belum/gak jadi aja udah "warning" sebagai pemberi dampak buruk dan diktator ilusi. Klo jadi bakal bijimane...
emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
boingboing99 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh profesor.id
Wowo, nasbung, kampret, dan the codot inilah ancaman disintegrasi bangsa yang nyata.

Ambisi politik dengan narasi perjuangan penegakan agama, syariat bla bla bla yang penuh retorika, namun faktanya hampa.

Hanya memecah belah umat, mengikis ukhuwah dan toleransi melalui doktrin laknat yang berbahaya.

Astaghfirullahaladziim.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamnoone dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:


Mmpus dh kampret dikibulin emoticon-Ngakak

Bata sent
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yueda dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Fenomena Politik Post-Truth Disinggung Saat Sidang MK, Apa itu?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamnoone dan 10 lainnya memberi reputasi
disinilah pentingnya masyarakat utk cerdas dalam menyaring informasi yg diberitakan oleh media, jangan langsung beropini hanya dg satu berita saja. harus dibandingkan dg berita lain untuk mengetahui bahwa itu berita hoax atau memang fakta,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yunda.me dan 2 lainnya memberi reputasi
HT done!!
2024 parte2 rusak diben jgn dipilih rame2!

trima Bata only!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iamnoone dan 14 lainnya memberi reputasi
hmmm ..,menarik emoticon-Cool
lalu bagaimana melawannya ? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
profile-picture
suralia dan kakekane.cell memberi reputasi
hoak ɡawean media masa
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
inti nya itu semua hanya fiktif belaka kah emoticon-Confused
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Quote:

Era media mainstream sudah lewat boss, skrg jamannya medsos yg jaaaauuh lebih efektif dalam brainwash dan masuk ke plosok2.
Itu trump dkk menguasai bgt medsos makanya menang
profile-picture
profile-picture
suralia dan kakekane.cell memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di