Kaskus

Story

l13skaAvatar border
TS
l13ska
Maling Teriak Maling (Abunawas Cantik)
Maling Teriak Maling (Abunawas Cantik)

Martini semakin bingung siapa yang salah sebenarnya. Dia yakin seratus persen tak bersalah. Namun perlakuan orang disekitar seolah dialah malingnya. Tersangka yang untuk kemudian dikucilkan dari pergaulan.

Kejadian maling memaling ini terjadi tiga bulan lalu. Saat Martini mengajak anak-anaknya jalan-jalan tanpa mengunci pintu. Pintu utama hanya dikunci dari dalam melewati jendela. Malam hari dilihatnya celengan berbentuk sapi itu sudah terguling tanpa isi barang sepeserpun.

Pikir Martini kala itu uangnya jatuh di antara tumpukan baju setrika. Rupanya uang itu benar-benar raib. Sudah hilang. Tak tahu siapa yang mencuri, Martini tak berani menuduh siapapun tanpa bukti. Kala itu, diikhlaskannya uang receh yang mungkin sudah terkumpul sebanyak seratus ribuan itu.

Padahal butuh waktu tiga bulanan untuk membuat celengan sapi itu terisi separuh badan celengan dengan uang koin Rp.500,- an. Sayang sekali, Martini telah bersusah payah mengumpulkan uang dari sisa-sisa belanja. Ia berharap bisa membelikan mainan baru untuk anaknya setelah celengan itu penuh.

Maling Teriak Maling (Abunawas Cantik)
Sumber Gambar: kontroversi.com

Tega sekali yang sudah mencuri dari orang miskin seperti dia.

Martini yakin, tak ada kejahatan yang tak meninggalkan jejak. Begitu lah kira2 pepatah awam. Ia pun mulai curiga kepada Soraya, anak gadis tetangga yang masih duduk di kelas empat SD sebagai pencurinya. Hanya Soraya yang tahu cara mengunci pintu dari dalam.

Jika benar Soraya pelakunya, sudah pasti Martini kecewa. Bagi Martini Soraya sudah dianggap sebagai keponakan sendiri.


Quote:


emoticon-Baby Boy 1


Hari itu, Martini mengajak jalan-jalan kedua anaknya dan Soraya ke playground. Ia merasakan kejanggalan ketika Soraya membayar snack dan buku yang dibelinya. Semua dengan uang receh. Kecurigaannya semakin bertambah saat Soraya bilang uang itu dari ibunya.


Quote:


Hari itu sudah kali kedua isi celengan sapi berkurang. Awalnya, Soraya bermain jual-jualan dengan Maya anak Martini menggunakan uang yang ada di celengan sapi itu. Kebetulan, celengan sapi itu bisa dibuka dan ditutup layaknya toples.

Ternyata saat malam hari, beberapa jam pasca jalan-jalan. Martini mendapati uang di celengan sapi itu sudah berkurang. Tinggal separuh dari isi awalnya. Jika benar perhitungan Martini, uang yang diambil Soraya berkisar dua puluh lima ribu rupiah. Memang tak sebanyak kejadian pertama. Tapi cukup membuat Martini geram.

"Pencuri. Klepto, pasti Soraya yang mengambil uang itu."Pikir Martini kala itu.

emoticon-Cape d...

Gelagat aneh Soraya juga semakin membuat Martini curiga. Kebiasaan mengambil barang tanpa izin bahkan melempar kesalahan pada Maya, anak kecilnya yang belum genap empat tahun kala itu. Hampir setiap kesalahan dilemparkan kepada Maya. Lucunya jika ada Selma, Soraya tak pernah menggubris Maya. Gadis kecil bermata bulat itu diacuhkan oleh Soraya. Kasihan



Suatu hari Soraya mengambil smartphone milik Agus, suami Martini. Saat itu Martini tengah menjemur baju di belakang. Smartphone itu dicharger oleh Agus dan ditinggal tidur siang. Sebelum tidur, Agus berpesan untuk tidak memakai hp tersebut.

"Loh, Kak Soraya itu HPnya kan masih dicharge." Ucap Martini seketika melihat smartphone sudah ada di tangan Soraya.

Sementara itu Maya yang tengah asyik menyusun mainan blok. Tak memperdulikan kejadian di sekitar.

"Iya, te.. Tadi Maya yang ambil."

"Busyet anak ini. Dia yang ngambil kug anakku yang dituduh." batin Martini.

**emoticon-Hansip**

Malam harinya dengan lemah lembut Martini bertanya pada Maya...

"Nak, tadi siang kamu ambil hp ayah yang dicharger ta?"

"Enggak bu. Kak Soraya." jawab Maya polos...

Gadis kecil sepolos dan selugu Maya tak mungkin berdusta. Terlebih Martini tak pernah mengajarinya berbohong. Sejak kejadian itu Martini menjadi illfillkepada Soraya. Ia pun mulai menjaga jarak dengan Soraya.

Kecurigaan terhadap Soraya semakin hari semakin kuat. Terlebih, Soraya yang sejak awal pelit dan tak mau berbagi makanan terlebih kepada Maya. Mendadak ia berubah menjadi baik. Setiap memegang jajan, Maya selalu diberinya.

Namun, anehnya tiap kali Soraya baik kepada Maya tiap kali itu ia kehilangan uang. Dua kali uang dalam celengan, uang lima puluh ribu rupiah di dalam tas Maya dan beberapa kali uang yang diletakkan di dalam laci lemari. Satu persatu hilang tanpa sepengetahuannya. Raib.

Artinya, selama ini Soraya tak pernah tulus terhadap Maya.


Aneh, mula-mula Soraya begitu baik membelikan jajan yang luymayan mahal untuk Maya. Lalu riwa-riwi ke belakang dengan alasan tas ditaruh dibealkang. Mungkin, ia sengaja ia tinggalkan di belakang rumah, untuk melancarkan aksinya mencuri.

Dengan tidak sopannya Soraya mengambil perlengkapan dapur tanpa permisi pada Martini. Mereka memang sudah akrab tapi tak izin sama saja menunjukkan buruknya attitude Soraya. Itulah yang dipikirkan Martini lkala itu.

Keponakan kesayangan Martini saja tk pernah berbuat seperti Soraya, tak punya sopan santun. Martini semakin illfill terhadap Soraya.

Tak lama setelah itu, Maya diajak neneknya. Martini hanya berdua dengan Azka, anak lelakinya. Ia sedang menidurkan Azka kala kejadian maling memaling itu.

Saat Azka sudah terlelap, Martini merasakan kedatangan seseorang. Ia merasakan ada orang masuk dan menuju lemari yang menutupi ranjang tidur. Orang yang masuk itu pasti tidak tahu kalau Martini tidak tidur. Tubuhnya memang hampir separuh tertutup oleh lemari. Hanya pinggul kebawah yang terlihat.

Quote:


Kau pikir aku bodoh. Mana ada bertamu ke rumah orang dengan mengendap-endap hanya untuk mengambilkan uang yang jatuh di lantai. Padahal, uang itu jelas ada dalam laci. Bagaimana bisa jatuh?!


"Oh, jadi yang selama ini yang ngambil uang di celengan Maya itu kamu ya?"

"Aku lho nggak mencuri." ucap Soraya sambil nyelonong pergi

"Ngambil uang orang tanpa ijin itu namanya mencuri." Ucap Martini dengan suara agak keras.

Martini kesal dan sebal dengan pencuri di depannya yang mengaku tak mencuri. Padahal sudah ketangkap basah mencuri.



Soraya keluar dengan wajah cemberut. Mungkin ia kesal karena kena semprot atau kesal gegara gagal mencuri dan mendapat ganti rugi dari uang yg dikeluarkan untuk membelikan Maya jajan.

Tak lama kemudian, Soraya datang dan berdiri di depan pintu

"Tante, kapan hari Kia ambil uang tante lima ribu di lemari. Maafin Kia ya Te?"

Martini semakin geram dengan ucapan Soraya. Sudah jelas Soraya tertangkap basah kedua matanya saat mencuri uang dari laci. Masih saja ia menuduh Kia mencuri uang. Padahal Kia tak lain tak bukan hanya anak gadis kecil berusia lima tahunan yang merupakan anak yatim. Hal itu tak mungkin terjadi, Kia tak seperti Soraya yang tak punya sopan santun. Kia anak yang sopan, pendiam dan pemalu.

"Dasar Maling teriak Maling"


emoticon-Blue Guy Bata (L)


Sengaja Martini memendam kejadian hari itu dalam hidupnya. Ia urung memberi-tahukan Bu Susi akan ulah anak momonganya itu. Martini tak tega menyakiti hati Bu Susi yang sudah begitu baik kepada keluarga Martini. Bu Susi sangat sayang pada Soraya selayak anak sendiri.

Spoiler for Doa Martini:


Sejak itu Martini menjauhi Soraya dan melarang Soraya bermain dengan Maya. Ia tak ingin Soraya memperalat Maya untuk kepentingannya sendiri. Tak tega rasanya melihat Maya hanya dimanfaatkan.

Meski Martini sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan Soraya selanjutnya. Martini tetap menjuhi Soraya. Percuma pikirnya menasehati anak bermuka dua sepertinya.

Setelah kejadian itu, anak gadis culas itu pun menebarkan banyak kebohongan pada tetangga sekitar. Soraya bilang bahwa ia tak dibolehkan main sama Maya dan dituduh mencuri. Tak hanya itu, setiap kali bermain dengan Selma secara terang-terangan ia melarang Selma bermain dengan Maya.

Quote:


emoticon-Mewek


Hati Martini sudah cukup terluka demi menahan sikap para tetangga yang makin membencinya dan semakin menjauhi Maya anaknya. Semenjak hari itu seluruh tetangga menjauhi keluarga Martini termasuk Maya dan adiknya yang masih berumur dua tahun.

Setiap kali Maya ingin bermain dengan
Salma temannya, tak pernah diijinkan oleh Soraya bahkan oleh kakak dan ibu Selma. Oleh semua orang di lingkungan itu, Maya dijauhi. Dikucilkan dari pergaulan. Di usianya yang belum genap lima tahun ia dimusuhi banyak orang hanya karena mulut penuh dusta Soraya.

Martini hanya bis bersabar dan mencari kesibukan lain. Martini menyibukkna dirinya berjualan online dan menjadi penulis lepas. Anak-anaknya sering diantarkan ke rumah ibunya. Disana banyak saudara yang mau menjaga dan main bersama Maya

Martini hanya bisa diam sebagai balasan terindah untuk Soraya dan para haters di kampungnya. Ia yakin bahwa kebenaran akan muncul suatu saat tanpa harus ia mengatakannyaa.
Membuka mulut kepada orang-orang yang percaya dusta hanya akan memperumit masalah.

Doanya, semoga rezeki orang yg telah perlakukan ia dan anak-anaknya seperti sampah justru mampir menjadi milik keluarganya. Amin emoticon-Angel

Sekian.


Batu, 4 Juni 2019
Diubah oleh l13ska 04-06-2019 07:18
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
5
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan