alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
Apa gejala kanker lambung stadium lanjut?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdfcdb428c991330363a48f/apa-gejala-kanker-lambung-stadium-lanjut

Apa gejala kanker lambung stadium lanjut?


Apa gejala kanker lambung stadium lanjut?


          Kanker lambung adalah penyakit yang berkaitan erat dengan kebiasaan makan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data yang dikeluarkan oleh World Cancer Research Fund, kanker lambung telah menjadi kanker terbesar kelima di dunia. Pada tahun 2018, terdapat lebih dari 1 juta kasus baru, menyumbang 6,1% dari semua kasus kanker. Oleh karena itu, perlu meningkatkan pemahaman tentang kanker lambung. Sebagian besar kanker lambung terdiagnosis ketika sudah stadium lanjut, apa saja gejala kanker lambung stadium lanjut?
    1.Nyeri

Nyeri adalah salah satu gejala paling umum dari gejala kanker lambung stadium lanjut, yang secara serius mempengaruhi kualitas hidup pasien. Nyeri ini terutama di ulu hati, kadang-kadang perasaan tidak nyaman atau nyeri tumpul di perut bagian atas. Rasa sakit yang khas adalah nyeri yang tidak teratur, setelah makan juga tidak mereda. Ketika secara klinis muncul rasa sakit yang terus bertambah parah dan menjalar ke pinggang dan punggung, itu biasanya merupakan gejala kanker telah mempengaruhi pankreas. Begitu ada perubahan sifat nyeri, pasien menjadi pucat, jantung berdebar, sesak napas, dan hanya bisa di tempat tidur. Nyeri dapat menyebar ke punggung belakang atau bahu kanan. Saat disertai gejala mual, muntah, atau adanya darah segar dalam muntahan, itu menunjukkan bahwa lambung berlubang karena tumor.

2.Mual dan muntah

Merupakan salah satu gejala umum pada pasien kanker lambung stadium lanjut. Karena sebagian besar kanker lambung terletak di antrum pilorus, gejala obstruksi pilorus cukup umum. Obstruksi dini atipikal dapat menyebabkan sensasi kembung dan mual ringan setelah makan. Obstruksi pilorus mekanik tipikal menyebabkan dilatasi lambung dan muntah. Sebagian besar muntahan adalah makanan yang terlalu lama berada di perut, sehingga baunya asam. Pada kanker lambung difus biasanya tidak ada gejala muntah obstruktif.

3.Penurunan berat badan, anemia, kehilangan nafsu makan

Penurunan berat badan pada pasien kanker lambung stadium lanjut sudah sangat jelas. Menurut data dari ahli terkait, sekitar 90% pasien mengalami penurunan berat badan, dan terkadang baru menaruh perhatian setelah berat badan berkurang lebih dari 3kg. Selanjutnya, penurunan berat badan secara progresif akan semakin jelas, ada yang berkurang hingga lebih dari 5kg. Para ahli juga menemukan bahwa sekitar 50% pasien disertai dengan anemia, lemah pada kaki atau lengan dan gejala lainnya. Kadang-kadang ini adalah gejala pertama kanker lambung. Banyak pasien yang enggan makan yang berminyak dan tidak memiliki nafsu makan, atau merasa tidak nyaman dan bersendawa karena kenyang setelah makan maka membatasi makanan. Penurunan berat badan yang signifikan, disertai dengan kelelahan dan anemia, yang akhirnya berkembang menjadi cachexia.

4.Pendarahan saluran cerna bagian atas

Pendarahan dapat terjadi pada kanker lambung stadium awal, sering ditunjukkan dengan feses seperti aspal. Kanker lambung stadium lanjut mengalami pendarahan dalam jumlah banyak. Jika ada obstruksi pilorus, biasanya pada muntahan terdapat darah berwarna coklat atau merah tua. Tes darah samar feses (fecal occult blood test) menunjukkan hasil (+).

5.Gejala lain

Karena kanker lambung stadium lanjut sering disertai dengan rendah atau kurangnya asam lambung, sekitar 10% pasien mungkin mengalami diare 2-4 kali sehari dengan sifat tinja encer. Dalam beberapa kasus, gejala metastasis seperti massa ovarium atau massa di sekitar limpa dapat muncul terlebih dahulu.

Bagaimana cara mengobati kanker lambung stadium lanjut?

1.Operasi

Ketika kanker lambung berkembang ke stadium lanjut, diperlukan pembedahan. Melalui pengangkatan sebagian jaringan kanker lambung, dapat memperlambat penyebaran sel kanker secara maksimal.

2. Kemoterapi

Kemoterapi untuk kanker lambung stadium lanjut terutama ada dua metode yaitu kemoterapi agen tunggal dan kemoterapi kombinasi. Secara umum, efek kemoterapi kombinasi lebih unggul daripada kemoterapi agen tunggal.

Oleh karena itu, secara klinis, pengobatan kanker lambung stadium lanjut umumnya dengan kemoterapi kombinasi, yang memiliki keunggulan dalam mengurangi gejala pasien dengan cepat dan efek jangka pendek yang lebih baik.

Kanker lambung stadium lanjut bukan berarti vonis kematian bagi pasien. Beberapa orang dapat hidup selama beberapa tahun atau bahkan lebih dari sepuluh tahun jika menjalani metode pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, tugas utama pasien kanker lambung adalah bekerja sama dengan baik dalam pengobatan.


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di