alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
(Bermimpi) Mencicipi Manisnya Nasib Petani Padi di Jepang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd9296ca2d1955282463a78/bermimpi-mencicipi-manisnya-nasib-petani-padi-di-jepang

(Bermimpi) Mencicipi Manisnya Nasib Petani Padi di Jepang

Spoiler for mural padi:



Indah sekali nasib petani di Negeri Sakura. Bayangkan, rata-rata petani padi di Jepang mampu meraup penghasilan setara Rp130 juta per musim tanam. Yang lebih hebatnya, angka fantastis tersebut bisa diperoleh cukup hanya dengan menanam padi satu kali dalam setahun! Ya, satu kali!

Usut punya usut, faktor penentu tingginya pendapatan mereka adalah harga jual Gabah Kering Giling (GKG) yang sangat layak, setara Rp30 ribu per kg. Seluruh produksi kemudian diserap oleh Japan Agriculture, sebuah Lembaga koperasi pertanian Jepang. Mereka hanya mengambil sedikit  untuk konsumsi pribadi.

Padahal produktivitas padi di Jepang tidak lebih baik dibanding Indonesia, sekitar 4,3 ton GKG per hektar. Adapun produktivitas petani padi di Indonesia jauh lebih tinggi, yakni rata-rata 5,2 ton GKG per hektar. Malangnya, harga produksi petani padi di tanah air sangat rendah, hanya sekitar seperenam dari harga di Jepang. Per April 2019, harga Gabah Kering Panen (GKP) tercatat Rp4.375 per kg, sementara GKG mencapai Rp5.127 per kg.

Sumber 1

Begitulah kira-kira gambaran perbedaan kesejahteraan petani di Negeri Sakura dan di Indonesia yang bak langit dan bumi. Kesenjangan tersebut terungkap dalam dialog yang dilakukan antara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan petani padi asal Jepang, Masato Shuto, didampingi petani muda yang menjalankan program magang asal Desa Kalibuntu, Cirebon, Ahmad Sri Maulana.

Masato bilang konsep pertanian di Jepang sudah menerapkan keseluruhan sistem mekanisasi mulai dari tanam hingga panen. Japan Agriculture memberi bantuan pembiayaan tanpa bunga untuk pembelian pupuk dan pestisida setara Rp13 juta per hektar, meliputi Rp8 juta untuk pupuk dan Rp5 juta untuk pestisida. Sedangkan untuk benih padi Japonica, petani menyediakannya secara mandiri

Meski demikian, pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja sehingga menggunakan petani muda asal Indonesia.

Ceruk itulah yang tampaknya ingin diambil Mentan Amran. Untuk meniru kesuksesan yang diterapkan petani negeri asal Doraemon, ia bermaksud untuk mengirim para petani muda untuk melaksanakan program magang tiap tahunnya.
“Fasilitas pemerintah yang paling menonjol adalah tersedianya sarana unit produksi yang memadai dan diserapnya hasil produksi oleh Japan Agriculture, Koperasi Pertanian Jepang,” kata Amran dalam keterangan pers seperti dilansir dari Republika Online, akhir pekan  lalu.

Bukannya bermasud negative thinking, tapi semua sudah tahu mengirim orang untuk mengikuti program magang semata tidak akan membawa dampak berarti bagi pertanian Indonesia. Amran jelas-jelas bilang: “Fasilitas pemerintah yang paling menonjol adalah tersedianya sarana unit produksi yang memadai dan diserapnya hasil produksi oleh Japan Agriculture, Koperasi Pertanian Jepang.”

Sumber 2

Ada dua faktor kunci dari kalimat tersebut: pertama, sarana unit produksi yang memadai; kedua, penyerapan hasil produksi oleh Japan Agriculture. Taruhlah kita dapat memoderenisasi teknologi pertanian kita, sesuatu yang memang wajib kita lakukan, hasil yang dicapai adalah efisiensi biaya dan angka produksi yang lebih tinggi.

Namun, tanpa faktor kedua, harga jual atau harga penyerapan yang tinggi, semua tentu tidak berarti apa-apa. Di Indonesia kita memiliki Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik alias Bulog yang bertugas membeli padi produksi petani. Sayangnya, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) masih sangat jauh dibawah yang diterima petani padi Jepang.

Saat ini bahkan HPP gabah ada kisaran Rp3.700 per kg, jauh dari rekomendasi Presiden Joko Widodo yang mengingingkan harga gabah berada di kisaran Rp 4.070 per kg atau di level yang sama seperti HPP dengan fleksibilitas 10%.

Ya begitulah yang terjadi di negeri kita tercinta. Di atas kertas , petani padi Indonesia semestinya bisa sesejahtera petani Jepang mengingat produktivitas petani padi Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan petani Jepang. Namun sayang, kemampuan pemerintah kita juga beda bagaikan langit dengan bumi.



Spoiler for pemerintah yang becus:


Diubah oleh taofikkills
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
bandingin ma jepang, bisa sih kyk jepang juga, tapi standar harga pangan ngikutin jepang juga, kyk harga mie instan paling murah 10 rebu, sanggup
profile-picture
profile-picture
mismiuna dan Osenk2Bantal memberi reputasi
ts ngimpi jadi orang pinter
parkir mobil 5rb masih teriak2, mimpi pengen kayak di jepang emoticon-Traveller
Balasan post chibiyabi
Quote:


ibaratnya....
pengen kerja dapat gaji setara Jakarta tapi living cost setara Jogja emoticon-Ngacir
profile-picture
rizkyerde memberi reputasi
Balasan post chibiyabi
Quote:


Nah ini.. Semua faktor harus diperhitungkan ga cuma liat harga jualnya aja.. Tapi yg terpenting soal teknologi dan support pemerintah harus jalan..
Mengapa petani harus diurus pemerentah? Memangnya anak kecil?

TS Guoblok

elu lom pernah nyicipin idup di jepang sebulan kali yaaa

mahal bro harga disono

tidak semudah itu ferguso... lo kira biaya hidup disana sama kaya disini? emoticon-Embarrassment
ada yang sudah studi banding kah kesana DPR?
ada hasilnya kah dan tindak lanjutnya
Beras jepang enak gan
ya harga jual ke masyarakat jadi tinggi juga lah, hukumnya gitu kan. Ini sama kaya bilang tidak akan impor... Ampe bego juga Indonesia harus impor gandum itu cuma contoh
Diubah oleh johankontolatos
mau ngarepin apa,juga ga bakal ada perubahan
Quote:


Ini kan hasil konversi dari yen ke rupiah makanya angkanya kedengaran tinggi. Kalau belanja pake yen ya nggak cukup hidup setahun di jepang pake duit segitu (kira2 1 juta yen), harga kebutuhan hidup disana tinggi sekali.
TS fix goblok. Jepang dan Indonesia, cost of living juga beda boss. Coba deh jangan dibandingin pendapatan mereka pendapatan disini. Beda jauh memang. Tp perlu ingat, standar dan biaya hidup disana juga beda. Itu duit 130jt dibawa ke Jepang ya cuma sebentar aja abis (sekitaran 1jt Yen).

Mau pendapatan kayak gitu ya bisa aja, tp apa mau harga sembako dll meningkat tajam?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
genderuwo777 dan 3 lainnya memberi reputasi
meme nya lucu gan.

emoticon-Wkwkwk
Hitung juga biaya hidup disana. Klo cuma ngomongin harga jual trus dikonversi ke rupiah ya anak SMP juga bisa. Penentu hidup enak atau gak ya biaya hidup, bukan harga jual atau pendapatan per masa panen


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di