alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Bayi boleh Makan Makanan Padat, tetapi ada Waktu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd65774337f9349c36cd25f/bayi-boleh-makan-makanan-padat-tetapi-ada-waktu

Bayi boleh Makan Makanan Padat, tetapi ada Waktu

Pernah dengar berita kematian bayi karena makan makanan padat? Apakah sebenarnya
bayi boleh diberi makanan padat?

Tentu bayi boleh makan makanan padat, tetapi ada waktu, batasan, dan cara tersendiri. Secara medis, ada beberapa patokan kapan bayi siap makan makanan padat. Dari usianya, bayi siap makan makanan padat saat berusia di atas empat bulan.

Bayi boleh Makan Makanan Padat, tetapi ada Waktu

Ada juga tanda yang bisa dilihat dari perkembangan bayi. Di antaranya yakni kepala bayi sudah tegak (head lag sudah hilang) dan control kepalanya sudah baik.

Selain itu, bayi terlihat sudah menunjukkan ketertarikan pada makanan. Misalnya, saat orang tua makan, bayi melihat dan mulai mengecap—ngecap. Bila sendok didekatkan ke mulut bayi, ia membuka mulut seperti ingin memakannya. Nah, tanda—tanda ini umumnya muncul pada bayi di atas empat bulan.

Menurut WHO, bayi disarankan mulai makan padat di usia empat sampai enam bulan. Jadi, setidaknya bayi yang sudah berusia enam bulan sudah harus mulai makan padat. Kebutuhan kalori dan nutrisi bayi cukup didapatkan dari ASI saja sampai usia enam bulan. Di atas enam bulan, kebutuhannya sudah tidak tercukupi dari ASI saja. Terlebih, sebagian bayi perilakunya sangat aktif.

Jika sebelum mencapai usia enam bulan kebutuhan kalori bayi aktif tidak dapat dipenuhi dari ASI saja. Hal ini akan tampak pada kurva pertumbuhan bayi (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala) yang peningkatannya tidak baik terhadap laju pertumbuhan bayi normal. Pada bayi yang seperti ini, makan makanan padat dapat dimulai lebih dahulu. Tentunya dengan rekomendasi dokter mengenai kesiapan makan anak.

Bayi boleh Makan Makanan Padat, tetapi ada Waktu

Untuk beralih dari ASI eksklusif ke makanan pendamping ASI (MPASI) mulai dengan makanan tunggal dahulu. Makanan tunggal terdiri dari satu jenis makanan, misalnya bubur beras. Tetapi, dalam dua minggu, bayi harus dapat makanan empat bintang. Makanan empat bintang adalah karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayur.

Mulai dengan makanan yang konsistensinya sangat halus tetapi padat. Padat yang dimaksud adalah bila diangkat dengan sendok dan dibalik, makanan tidak langsung mengalir kebawah, tetapi bertahan di sendok seperti mengerok pisang.

Jumlahnya dimulai dengan dua-tiga sendok makan dewasa. Bila bayi sudah dapat makan dengan baik, targetnya satu mangkok bayi ukuran 125 ml. Tiap mencoba makanan baru, berikan selama tiga hari. Fungsinya untuk mendeteksi alergi pada bayi dan mengenalkan rasa. Jika tak ada tanda alergi, tidak ada pantangan pada makanan anak.

Garam dan gula boleh digunakan sejak awal MPASI karena pemberian garam dan gula pada MPASI bayi tidak akan melebihi kebutuhan harian bayi. Tekstur makanan bayi berbeda—beda, dimulai saat bayi mulai makan padat dengan tekstur sangat halus, lalu dinaikkan bertahap sampai sekitar usia 9 bulan. Misalnya lauk cincang. Targetnya, saat bayi mencapai satu tahun, sudah dapat makan menu keluarga (nasi biasa dengan lauk pauk tanpa dihaluskan). Perlu diingat, belum ada gigi bukan tanda bayi belum dapat makan padat.

Bila pencernaan belum siap (sebelum usia empat bulan), makanan padat dapat menyebabkan sumbatan saluran cerna. Solusinya, dioperasi.


Spoiler for Referensi:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
1 tahun lebih dikit udah boleh ya menu biasa?
Maaf gan di sini disebutkan "Garam dan gula boleh digunakan sejak awal MPASI ", setahu ane sebaiknya gula dan garam itu diberikan pada bayi kalau sudah usia satu tahun? gimana penjelasannya gan?
Quote:


Klo keterangan nya sih begitu om... Mungkin juga mengikuti perkenbangan gigi bayi makanannya
profile-picture
ngejleb memberi reputasi


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di