KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Surat Pembaca /
OVO Tuntut KTP-Selfie untuk Ambil Uang Salah Transfer & Tutup Akun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc963a9e83c7229810fe16e/ovo-tuntut-ktp-selfie-untuk-ambil-uang-salah-transfer-amp-tutup-akun

OVO Tuntut KTP-Selfie untuk Ambil Uang Salah Transfer & Tutup Akun

Saya adalah pengguna OVO di nomor 0858929xxxxx. Awalnya saya daftar OVO secara bebas dan mudah tanpa perlu melampirkan persyaratan yang ribet. Namun keanehan muncul saat hendak mengklaim uang saya yang salah transfer, dimana ternyata untuk mentransfer kembali uang tersebut, akun OVO saya perlu di-upgrade yang membutuhkan KTP, selfie bersama KTP, juga nama ibu kandung. Bahkan syarat-syarat yang diajukan lebih kompleks dari pendaftaran CPNS, sampai meminta nama ibu kandung segala yang semestinya adalah standar pembukaan rekening bank.

OVO Tuntut KTP-Selfie untuk Ambil Uang Salah Transfer & Tutup Akun

Saya sudah berusaha untuk menghubungi customer service (CS) OVO untuk berkompromi karena syarat-syarat ini cukup memberatkan sementara jumlah uang yang salah ditransfer sangat besar bagi saya. Namun sepertinya CS OVO kurang memiliki empati juga tidak membaca email saya, jadi banyak yang hanya mengcopy-paste template yang terus diulang-ulang, entah mengejar performa semata atau bagaimana.
Pernah ada satu CS OVO yang memberikan jawaban berbeda dan menyarankan agar saya melakukan penarikan uang salah transfer tersebut di booth OVO yang terdapat pada daftar yang dia berikan, tapi setelah mendatangi salah satu booth yang dimaksud di Pejaten Village, Jakarta, PIC (person in charge) yang bersangkutan menolak untuk mencairkan uang tersebut karena fitur itu tidak umum dilakukan. Kalau begitu kenapa hal ini disarankan? Itu kan merugikan pelanggan yang sudah jauh-jauh datang kesana baik dari segi waktu dan biaya.
Sangat kecewa, saya berniat menutup akun OVO sekalian dan ternyata lagi-lagi saya diminta untuk mengunggah KTP dan foto selfie.

OVO Tuntut KTP-Selfie untuk Ambil Uang Salah Transfer & Tutup Akun

Padahal baru beberapa bulan lalu saya menutup akun OVO lama saya tanpa tetek-bengek merepotkan seperti upload KTP terlebih selfie. Terus terang layanan OVO sekarang ini seakan-akan menjebak pelanggan untuk memberikan data-data yang sangat privasi dengan cara "menyandera" hal-hal yang dibutuhkan.
Saya harap OVO bisa segera menutup akun saya dan mengembalikan sisa uang yang salah transfer karena menurut saya tidak etis menuntut pelanggan untuk memberikan data-data pribadi hanya demi mengakses layanan yang semestinya sudah menjadi bagian dari kewajiban mereka untuk memberikannya. Untuk agan-agan sekalian yang membaca thread ini, harap sangat berhati-hati dengan uang elektronik semacam OVO. Karena menurut saya, sangat tidak sepadan untuk menukarkan data yang amat privat untuk cashback yang tidak seberapa, sementara sistem keamanannya tidak jelas. Padahal data-data tersebut sangat penting dan bisa jadi disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai hal yang terjadi pada saya juga dialami oleh anda.

UPDATE
Untuk agan yang belum tahu kenapa thread sederhana ini bisa jadi populer, mungkin bisa baca analogi ini sejenak:

Agan belanja ke warung sebelah untuk beli chitos, harganya 2 ribuan. Karena mirip, agan bayarnya tidak sengaja pakai uang 20 ribu dan pulang. Waktu balik lagi buat ambil kelebihannya, tukang warungnya bila, "oh, nggak bisa gan. Peraturan saya, uang yang sudah masuk baru bisa diambil kembali kecuali agan kasih duplikat kunci rumah agan. Ini didukung oleh peraturan menteri sekian dan sekian. Jadi kasih saja, cuman kunci doang, kok. Deal?"
Lalu datanglah orang-orang tidak jelas darimana yang memaksa bahwa agan harus serahkan kunci sambil bilang, "cuman duplikat kunci rumah saja repot! Kasih aja! Kunci rumah sebelah juga dikasih kok waktu dia minta kembalian!"

Jangan gampang terbawa suasana, ntar dibully sedikit pasti jatoh. Lihat dengan terang-benderang.

Apa mengambil uang orang tanpa izin itu benar?

Kalau menurut agan itu benar, ketahuan deh ada di pihak mana

P.S. : Kadang buzzer untuk tujuan tertentu itu benar-benar ada
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rzdrsmn dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
-2
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 9
Bukanya memang kebijakan standar dari pihak ovo ?
Quote:


Seperti sudah saya tulis di atas gan, saya dulu pernah menutup akun OVO lama saya tanpa KTP apalagi selfie. Saya rasa penggunaan selfie sekarang terinspirasi dari pendaftaran CPNS 2019 dan menurut saya itu sangat melanggar privasi. Karena mendaftarnya juga tidak pakai upload macam-macam dan tiba-tiba menutupnya harus melengkapi syarat yang aneh-aneh. Seolah menjebak dengan jalan masuk yang mudah namun menyegel jalan keluarnya rapat-rapat kecuali memberikan hal yang sangat privat.
Yang kedua, saya tidak ingin melakukan upgrade karena syarat yang sangat memberatkan tapi ada uang salah transfer jadi saya harap ada solusi lain dari OVO, misalnya uang saya ditransfer balik via CS. Selain itu, saya tidak butuh fitur-fitur khusus di akun upgrade, kecuali hanya mengembalikan uang salah transfer ini. Tapi ternyata tidak ada solusi dari CS bahkan jawabannya hanya mengulang-ulang dari template seolah saya berhadapan dengan robot. Padahal berapa kali sih peluang salah transfer? Saya sudah pakai OVO sejak tahun lalu dan baru sekali ini terjadi. Saya harap ada solusi yang manusiawi dari CS, dikembalikan atau dicairkan di booth atau bagaimana, tapi OVO seolah memaksa saya untuk menyerahkan hal-hal yang menurut saya sangat pribadi. Untuk apa ada CS kalau ternyata tidak bisa memberikan solusi? Padahal yang saya minta kembali kan uang saya, bukan uang orang lain atau uang perusahaan. Benar-benar mengecewakan
profile-picture
profile-picture
dupa.fair dan aryagaul memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Kalau OVO memang ingin mengumpulkan ID, nama ibu kandung, dan foto selfie para penggunanya se-Indonesia Raya, seharusnya katakan di awal jadi yang keberatan tidak perlu mendaftar sama sekali. Tapi mereka justru seolah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dengan memaksa pelanggan menyerahkan hal-hal privat atau sama sekali tidak ada solusi untuk permasalahan mereka dalam aplikasi OVO. Ini menurut saya semacam jebakan atau bahkan bisa jadi pemerasan.
Memaksa minta ID dan data-data pribadi bagi orang-orang seperti saya itu melanggar privasi. Kalau data-data saya digadaikan ke pihak yang tidak bertanggungjawab bagaimana?
Setidaknya kalau masuknya baik-baik, keluarnya juga bisa baik-baik. Kalau memang OVO bersikeras ingin minta data pribadi, saya tutup akun saja agar bisa mendapatkan kembali sisa saldo saya yang salah ditransfer, namun ternyata untuk keluar juga kenapa harus seribet ini persyaratannya? Tidak sama dengan saat masuk yang sangat mudah. Terus terang secara pribadi saya sangat kecewa dan tidak akan merekomendasikan OVO untuk siapa saja. Mau cashback seperti apapun kalau harus menggadaikan keamanan sendiri untuk apa?
Disinilah saya mengajukan komplain untuk OVO karena merasa dipersulit untuk mendapatkan uang saya kembali dan saya rasa bukan hak OVO untuk memaksa orang lain menyerahkan data pribadinya
profile-picture
profile-picture
dupa.fair dan teke29 memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
itu salah transfer maksudnya pegimana dulu ?

kalo untuk kirim foto ktp, selfie dengan memegang ktp, sepertinya sekarang sudah umum di perbankan.

kemarin ane ganti nomer HP yang biasa ane pake untuk menerima kode OTP transaksi kartu kredit BCA. awalnya telp call center, tapi CS tetep minta syarat foto KTP, foto kartu kredit, foto selfie memegang KTP & kartu kredit.
2 hari kemudia, baru berhasil proses perubahan nomer HPnya.
Quote:


Salah transfer saldo OVO gan, kelebihan nol jadinya banyak. Akun saya belum di-upgrade karena keberatan untuk memenuhi syarat-syaratnya (akun upgrade bisa transfer) jadi minta tolong CS OVO, mungkin bisa bantu mendebet saldo OVO saya dan mentransfer kelebihan uangnya ke rekening saya langsung dari pusat. Ternyata tidak ada solusi jadi saya putuskan tutup akun saja agar saldo OVO bisa dikuras tapi ternyata harus pakai KTP dan selfie juga. Aneh kan? Seharusnya saat pendaftaran yang mesti pakai KTP segala macam, kenapa ini justru penutupannya yang banyak syaratnya? Tahu begini dulu tidak akan pernah daftar!

Quote:


Di bank pemerintah sepertinya belum, gan, setidaknya belum di bank saya. Beberapa waktu lalu saya datang ke bank untuk urus aplikasi mobile, hanya dimintai KTP saja. Itu bank loh ya, yang memang sejak awal sudah dimintai berbagai persyaratan saat buka rekening. Tapi kenapa aplikasi macam OVO begini terkesan menjebak? Awal daftar tidak ada persyaratan apapun, lalu tiba-tiba makin kesini dimintai macam-macam. Jangan-jangan ntar dimintai KK dan ijazah pula. Bahkan mau tutup saja harus pakai KTP padahal daftarnya bebas. Sangat memberatkan dan merepotkan pelanggan!
profile-picture
dupa.fair memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
Kalau mau tutup akun nya ya udah uninstall aja. Jgn di buka lagi akun nya. Ribet amat idup lu bro.... kan blm upload ktp, selfie, ibu kandung, dll... itu cuma akun yg isinya nomor kan ?

Kalau masalah transfer kelebihan 0, udah ketentuan dr ovo ada batas saldo maximal untuk unregistered member. Dan ini juga di dukung sama ketentuan dr bank indonesia.

Intinya kan ente yg sembrono... jd ya jadiin pelajaran aja.
profile-picture
aryagaul memberi reputasi
-1
Quote:


Kalau memang sudah tidak ada saldonya, dengan senang hati pasti saya sudah tinggalkan akun OVOnya, gan. Saya bermaksud tutup akun karena ingin menguras saldo saya yang tadi salah transfer karena pihak OVO sangat berbelit-belit dan tidak ada solusi untuk kasus ini, sementara nominalnya cukup besar untuk saya dan terus terang sangat keberatan untuk melampirkan informasi privat yang diminta.
Kalau waktu daftar harus pakai KTP dan sejenisnya wajar kali ya jadi yang tidak setuju tidak perlu daftar. Nah, sekarang saya daftarnya mudah dan cepat, masa mau ditutup saja meski pakai KTP dan lain-lain? Fungsinya KTP di akhir masa pakai OVO ini untuk apa? Wong akunnya sudah tidak ada yang menggunakan. Mesti pakai selfie segala lagi. Urgensinya apa? Ngotot sekali mau ambil identitas dan informasi pribadi pelanggan!
Ini juga bukan masalah saldo maksimal, saldo OVO saya semuanya bisa dipakai, tapi karena tidak pernah berencana untuk menggunakannya sebanyak itu, saya ingin dikembalikan saja, tanpa perlu upgrade atau memberikan ID. Bukannya memang tugas CS membantu pelanggan ya? Transfer balik dari kantor pusat dan mendebet saldo OVO saya apa susahnya? Kalau bisa transfer sendiri sudah dari kemarin-kemarin saya transfer balik semuanya.
Disini saya selain komplain juga memberi edukasi pada kaskuser yang mungkin belum menggunakan OVO atau yang sudah pakai agar ekstra berhati-hati saat top up, karena informasi rahasia anda jadi taruhannya jika sampai ada apa-apa. Kalau saya sih sudah kapok dan mulai sekarang sudah meninggalkan semua bentuk dompet elektronik termasuk Gopay dan teman-temannya. Karena sekali uang masuk kesana, sangat amat susah sekali untuk diminta kembali. Termasuk kalau sudah bikin akun, ternyata juga sama susahnya untuk ditutup kecuali rela data pribadi standar bank Indonesia diberikan pada lembaga yang tidak jelas standar keamanannya
profile-picture
dupa.fair memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
jangan lucu


kalo pake cara semau anda, account bisa obrak abrik oleh siapapun tanda perlu pihak bank/fintech menverifikasi keaslian si pemilik account
profile-picture
PrinScrup memberi reputasi
Quote:


Mau tutup rekening bank saja tidak segitu amat verifikasinya, lalu apa sampai "diobrak-abrik"? Kalau mau dibuat aman sekalian, waktu daftar dong diminta segala kelengkapannya. Ini kok malah kebalik. Ibaratnya waktu masuk tidak diperiksa metal detector, lalu waktu mau keluar malah ribet sendiri lengkap dengan anjing pelacak. Lucu kan?
Menurut saya terlalu berlebihan, menutup akun saja sampai pakai KTP dan selfie segala padahal daftarnya hanya butuh nomor hp. Hubungannya selfie dan KTP dengan penutupan akun apa? Akun yang akan ditutup buat apa lagi diverifikasi? Kalau tidak berniat memperoleh data pribadi pelanggan, lantas ini apa namanya?
Dan apa salahnya memberi bantuan pada pelanggan yang membutuhkan? Itu kan fungsi customer service. Jangan semaunya sendiri dengan uang orang! Uang kita di bank saja bisa ditarik kapanpun tanpa harus syarat yang aneh-aneh seperti ini. Sangat terlihat bahwa penerimaan uang dimudahkan tapi pengambilan uang sangat dipersulit, sama dengan memudahkan pendaftaran tapi amat mempersulit penutupan. Untung ada wake up call seperti ini jadi bisa keburu mengajukan penutupan sebelum OVO minta syarat yang lebih aneh lagi ke depannya
profile-picture
dupa.fair memberi reputasi
Diubah oleh Romaviana
Blunder, calon dibully ini emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryagaul dan 2 lainnya memberi reputasi
Mungkin gara2 saldo salah transfer situ gede makanya dimintain yg macem2.
Quote:


Bukan dari OVO kan gan? Terbukti yang "ngebully" dari tadi juga ternyata bisa dikasih penjelasan.
Coba deh sekali-kali agan jalan-jalan ke surat pembaca segala media, komplain OVO sudah bejibun. Silakan yang mau ngebully disitu, lumayan olahraga jempol

Quote:


Katanya ini berlaku sama semuanya gan.
Padahal tinggal transfer balik dan debet saldo OVO saja, apa susahnya ya? Yang mau upgrade silakan, tapi kenapa harus memaksa yang tidak mau serahkan identitas? Seharusnya kan pelanggan bebas menentukan fitur apa yang hendak digunakan. Tidak mengerti apa gunanya CS kalau hanya untuk copy paste template saja
profile-picture
dupa.fair memberi reputasi
Quote:

Ente nuyulin akun ovo brp biji? Pas yg apes akun tuyulnya ya emoticon-Ngakak
profile-picture
taiwancongquo memberi reputasi
Quote:

OVO itu kan uang elektronik yg penyelenggaraannya diatur oleh BI.

Peraturan BI tentang Uang Elektronik (PBI no 20/6/PBI/2018) bisa ente baca secara lengkap di file PDF berikut ini:
https://www.bi.go.id/id/peraturan/si...PBI-200618.pdf

Cuma kalau ente malas baca, berikut ini ane kutipkan pasal yang relevan dengan masalah ente:

Quote:


Perhatikan yang ane bold di atas itu gan.

Maksudnya uang elektronik open loop & registered => tercantum dalam Pasal 3:
Quote:


Jadi sudah ngerti kan gan kenapa OVO minta data pribadi ente ? Bukan untuk penutupan akunnya tapi untuk pencairan dana yang ada di akun => mau gak mau akun ente harus diupgrade dulu jadi registered baru bisa dicairkan dananya.

OK, lanjut: PT Visionet Internasional (PT nya si OVO) juga sudah terdaftar sebagai Penyelenggara Transfer Dana (silahkan lihat tabel berikut no. urut 114):
https://www.bi.go.id/id/sistem-pemba...s/default.aspx

Jadi ketentuan dalam pasal 47 di atas juga sudah terpenuhi.

Note: hubungan ane dengan OVO hanya sebatas sebagai pengguna/nasabah registered saja, tidak ada hubungan apapun diluar itu !

Monggo kalau ada yang mau koreksi atau nambahin.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
blu83 dan 8 lainnya memberi reputasi
Tinggal foto aja sih. Kasi data. Beres dah.

Kalau ga pake gitu nanti gw yang make hp om atau imel buat chat cs lalu gw minta transfer ke rek gw gimana om. Kalau foto ktp + selfie kan keliatan komuknya siapa yang ngajukan pencairan dana.
Quote:

dia bilang salah transfer om, emang bisa ovo club transfer2an?

ada yg aneh emoticon-Bingung
Diubah oleh teke29
Quote:

Kyknya yang dimaksud TS itu dia salah transfer / salah topup ke akun OVO Club dia & dia mau cairin/tarik balik dana yg salah topup itu.
Kalau OVO Club sendiri sudah jelas gak bisa transfer2an, lha wong masuk menu Transfer langsung disuruh upgrade dulu kok emoticon-Big Grin
profile-picture
taiwancongquo memberi reputasi
Quote:

Wkwkwk jempol banget dah si om

antara bocah ato mapia pertuyulan akun ovo yg play victim ini :tepar
profile-picture
PrinScrup memberi reputasi
Spoiler for Amankan:
Halaman 1 dari 9
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di