CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / Anime & Manga Haven /
J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc5231982d49528291fa32f/jc-staff-menghancurkan-one-punch-man-benarkah

J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?

J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?


Akhir-akhir ini telah menjulang sebuah trending topik yang cukup kontroversial mengenai suatu anime, yaitu One Punch Man season 2. One Punch Man adalah seri action comedy yang fantastis pada masanya. Dengan kepopuleran yang amat tinggi, membuat fans sejati seri ini begitu loyal menunggu selama bertahun-tahun untuk sekuelnya. Season pertamanya berjumlah 12 episode yang dianimasikan oleh Studio Madhouse yang memberikan sentuhan animasi yang luar biasa legit meski ada beberapa adegan yang tak bisa mengimbangi dinamika manganya. Lihat aja gif di bawah.


Namun, sepeninggalan tamatnya OPM S1, Madhouse masih menggantungkan kelanjutannya, hingga akhirnya season 2 dilanjutkan oleh studio animasi yang berbeda, yaitu J.C. Staff. Bagi penonton awam, perubahan studio ini mungkin tak berdampak signifikan. Namun bagi penggemar sejati tampaknya akan menimbulkan beberapa opini yang beragam. Entah itu kualitas animasi yang menurun, koreografi yang mediocre, serta pacing yang agak monoton. Apa sih yang terjadi disini?
J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?

Anime studios (MAL)


Tanpa kita sadari, sebenarnya kurang lebih pandangan dan penilaian kita sebagai penonton dipengaruhi oleh studio animasi yang menggarapnya, yang mana kita tahu bahwa S1 OPM digarap oleh Madhouse dengan reputasi dan rekam jejak yang luar biasa untuk urusan animasi dan gaya penanganan bagi setiap genre anime yang dikerjakan oleh studio ini (HxH 2011, Paprika, Redline, NGNL, dll). Sedangkan S2-nya digarap oleh J.C. Staff yang mana dikenal fans sebagai spesialis drama comedy romance dengan visual menggiurkan untuk objek organik (Danmachi, To Aru series, Shokugeki no Soma, Kaichou wa Maid sama, dll). Sebagai penonton yang selalu memandang animasi adalah segalanya dari suatu anime, maka waktu menonton OPM S2 akan berkoar-koar kayak orang sakit pantat, lantaran animasinya enggak semenggelegar S1-nya. Ini hal yang wajar, apalagi yang membanggakan dirinya sebagai pembaca manga, mesti akan selalu mengeluarkan statement "Mending baca manga-nya aja sono!". Oh please shut up, manga reader, stop being annoying. OPM aja aslinya dari web manga yang gambarnya amatir kok. Kalo ane? Well secara ane juga tau bahwa ada pergantian studio, maka ane juga mewajarkan adanya penurunan kualitas animasi. Namun apakah anime itu hanya sekadar animasi saja?
J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?
Staff OPM S2 (ANN)


Anime itu tidak sekadar animasi. Dan staff-nya pun gak hanya animator. Ada penulis skrip, episode komposisi, art direction, dan sebagainya (para suhu lebih tau lah). Maka sejatinya kita jangan menilai anime hanya dari animasinya saja, karena ada cerita dan substansi disitu. Pacing yang tepat, serta kewajaran dialog dan ekspresi. Oh ya jangan lupa juga performance seiyuu, sound mixing, sama scorring. Pengecualian juga untuk para 'sakuga' fans yang menilai anime dari teknik animasinya. Anime itu memang hiburan animasi, namun gak sepenuhnya tentang itu. Bahkan, anime dengan animasi terjelek pun di luar sana ada yang dapat ane nikmati dengan puas selama kualitas naratifnya masih dapat diterima. Contoh back street girls, elfen lied, tsubasa, dll. Acuan jelek tidaknya suatu animasi, itu untuk diskusi di lain hari. Tapi masih sedikit orang yang berpikiran seperti ini. Bagi kebanyakan orang, animasi dan visual adalah segalanya. Sama seperti kita melihat makanan, yang dilihat itu kemasannya dulu, kualitas rasanya belakangan.

Kalau saja ya, dari awal OPM diproduksi bukan oleh Madhouse, misalkan nih A1 Pictures, atau Bones dah. Apakah agan-agan secara jujur bakal menyukai OPM seperti sekarang? Lalu kemudian S2-nya baru dibuat oleh Madhouse, apakah para fans juga banyak yang protes? Yang ingin ane ungkapkan disini adalah, secara tidak sadar kita ini diframming oleh identitas dari studio penggarapnya. Apakah kita semua (penikmat anime saja) ngefans sama OPM karena murni menganggap OPM itu bagus, atau karena studionya Madhouse? Apakah kita gak suka S2-nya karena yang menggarap J.C. Staff, atau karena kitanya aja yang terlalu suka sama S1-nya karena yang menggarap Madhouse? Padahal kalau kita telaah lagi, studio animasi itu juga isinya para staff. Para staff itu yang lebih penting daripada studio itu sendiri, bahkan kebanyakan animatornya malah freelancer. Titik muslihat inilah yang kadang mengaburkan obyektivitas para enthu dalam menilai OPM khususnya, dan anime pada umumnya. Expertise level mereka terhadap industri ini sedikit banyak menimbulkan bias. But, it's pure my opinion tho, karena menikmati hiburan itu melulu soal rasa dan selera, gak ada acuan yang eksak dalam menilainya. Tiap studio animasi punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mereka punya ranah spesialisasi. Sudah tau kan dampaknya jika studio animasi menggarap anime yang bukan spesialisasinya? Tuh ane juga jadi terpengaruh identitas studionya jugaemoticon-Ngacir Tubrukan
J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?


Lalu mengenai perihal apakah J.C. Staff membuat seri OPM jadi flop, itu sih relatif. Kita memandang seri OPM itu sebagai seri apa dulu. Apakah seri action? Apakah komedi? Atau malah seri hero. Karena setiap sudut pandang itu juga berpengaruh dari kriteria pribadi menilai suatu seri. Bagi ane yang memandang OPM lebih ke seri komedi, well...sebenarnya season 2 itu fine-fine aja meskipun belum bagus banget. Toh ane juga enggak mengharapkan aksi yang fantastis dari J.C. Staff. Hanya saja rasa menyayangkan mesti ada karena tidak mendapatkan bumbu aksi yang semumpuni produksi Madhouse. Juga ada beberapa kriteria lain yang menurunkan penilaian ane seperti chara design-nya Genos yang kayak rongsokan, performa seiyuu-nya Saitama yang kadang terlalu gak niat, serta sound effect yang kacau. Tapi ane puas kok sama kehadiran Fubuki, akhirnya itu cewe dapet fokus juga, gak cuma di doujin-nya ajaemoticon-Wowcantik
J.C. Staff Menghancurkan One Punch Man, Benarkah?


The Hype is Wrong
Sudah menjadi resiko seri yang populer, maka hype ini bisa merupakan senjata makan tuan. Kalau animenya memuaskan para fans, maka hype ini sudah tentu menjadi keuntungan. Namun sebaliknya, kalau tidak memuaskan banyak fans maka akan menjadi sumber hujatan. Makanya ane selalu berpendapat, "enggak usah nge-hype lha, ntar kecewa lho". Adalah kesenjangan antara ekspektasi dan realita ini yang menjadi faktor pengali atas anggapan para fans terhadap suatu anime. Mending turunkan ekspektasi serendah mungkin, jangan terlalu excited sama munculnya sekuel anime favorit, maka paling enggak kalo hasilnya tak sesuai harapan, enggak bakal kecewa berjamaah juga. Udah banyak anime yang menjadi korban kekejaman marketing yang keliru, dan hype para fans.

Bagi penonton kasual, ane rasa enggak ada masalah dari pengamatan ane. Mereka puas apa adanya dan senang seri ini dapet sekuel. Merekalah yang mencintai seri OPM tanpa memandang studio animasinya, karena secara dari display-nya, OPM S2 itu meskipun gak se-wah S1, masih di atas rata-rata anime lain.

Untuk lebih jelasnya, tonton aja videonya The Anime Man berikut, karena ane kebanyakan ambil dari situ jugaemoticon-Betty (S).
Spoiler for video:


Demikian trit kali ini. Sebenarnya sih banyak fenomena serupa, anime yang berganti studio (Highschool DxD, Oregairu, Fate/Stay Night). Namun yang paling menjadi sorotan saat ini yaitu OPM. Bagaimana pendapat agan-agan?
Sekian.
El. Psy. Congree.


Berkenan mampir ke trit ane yang lain ganemoticon-Big Grin
Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kuroyukihimeaw dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh arai01
Halaman 1 dari 11
TOP TIER COMMENTS


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan megyer memberi reputasi
Diubah oleh arai01
Ane belum nonton anime nya, emang sekarang season brp ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post Betjanda
Season 2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 2 lainnya memberi reputasi
Emang ada penurunan kualitas. Tapi msh bisa diterima.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 3 lainnya memberi reputasi
wit studio yg buat animenya Shingeki No Kyojin masuk dalam Tier apa ya? ane tetap puas sama tuh studio emoticon-Matabelo
Quote:

Yang penting jangan dibandingin sama season 1 nyaemoticon-cystg
Quote:

Gak ada tier2an gan. Itu cuma pendapat orang ajaemoticon-Imlek
wah ane cuma ngikutin manganya bre
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
Jujur animasi s2nya berserak ane ja pas lihat genos lawan monster di eps 1 entah apa2 yg dilihat emoticon-Ngakak tapi selain animasi masih ok kok still watchable emoticon-Jempol
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
Quote:

Manganya emang dewa banget ya gan
Quote:

Gak se-memorable S1 nya wkwkw
Ceritanya sih fine aja. KING ENGINEemoticon-Ngacir2
ane yang awam sih ngerasa masih OK lah, meski kadang merasa ada yang kurang pas nonton S2. emoticon-2 Jempol
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
paling jelek menurutku yang high school dxd ganti studio jauh banget gbrnya dibandingkan yang pertama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 2 lainnya memberi reputasi
hmm... semoga mendapat pelajaran industri ini, gk kayak mob psycho 100, yg justru s2 nya lebih keren animasinya.
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
ok kalo TS berjuang untuk mengambil sisi positif dari Season 2 nya , maka ane akan mengeluarkan pendapat pribadi kenapa Season 2 harusnya digarap gak sembarangan khususnya bagian animasi yang kurang dari segi koreografinya. TLDR;

1. Yang pertama karena kemunculan OPM ini dari Season 1 memberikan impression atau gambaran OPM itu gini lho, dan tanpa mandang studio yang membuat ane jujur sangat kaget bahwa ada penggarapan anime dengan konsep yg luar biasa unik , peng-karakter-an MC yang gak banyak orang pakai, dan action pack beserta koreografi yang bagus. Nah itu impression pertama ane saat menonton Season 1. Dan dari situlah ane mulai mengenal manga asli dari web comic nya ONE, setelah itu ane lanjut baca manga yg dibuat ulang oleh Yusuke Murata dengan design yang halus dan sungguh Madhouse dapat menggambarkan atmosfir dunia OPM versi anime hampir 99% persis. Adaptasi anime yg sukses adalah yang mampu menggambarkan atmosfir yg hampir persis di Manga atau mungkin adaptasi LN,dsb. Itulah pendapat gw sebagai fans anime selama kurang lebih hampir 15 tahun. (Gw udah tua gan emoticon-Big Grin )

2. Yang kedua JC Staff itu harusnya mengerti ya OPM ini adalah anime dengan genre action comedy yang kental disitulah OPM mengambil hati para fans nya atau yg ngejual OPM dengan pembawaan seperti itu, walaupun jalan ceritanya dangkal ada orang/monster jahat ketemu saitama gelud terus kalah dan repetitif di setiap arc tapi kita gak bosen karena dibalut action dan comedy nya yang kental dan kalo animasi di bagian actionnya cuman seperti slide show power point ya gmn dong trs apa yg nge buat kita pengen ntn OPM kalo gt padahal kita mengharapkan sesuatu yang epic dari actionnya, kalo comedy nya kita masih bisa dapet di Season 2 nya dan kita masih bisa menikmati komedi nya, bahkan ada momen sedih di S1 ketika mumen rider berjuang mati2an lawan Sea King walaupun dia udah tau pasti gak bs menang atau saat Saitama dihujat seisi kota gara2 pecahan meteor nya jatuh ngancurin kota malah ngebuat kita respect dengan dia itu coba gmna bs dapet konsep cerita seperti itu dan dibawa ke anime sebagus S1 ?

3. Yang ketiga 4 tahun kita menunggu S2 segera diadaptasi dan hype yang trs menumpuk tiap tahunnya harusnya dapat terbayarkan tapi kita sedikit di kecewakan akan adaptasi S2 -nya. Padahal 4 tahun profit penjualan manga, hak siar seperti crunchyroll, penjulan DVD dan Bluray nya pasti sudah sangat menguntungkan dan balik modal buat studio dan staff nya. Harusnya hal yg sama harus dilakukan sebagai bentuk apresiasi ke para fans.

Yaa itu saja Pendapat Pribadi saya menilai seri ini. Ini hanya pemikiran sepihak ya gan jangan dianggap terlalu serius, kita diskusi secara asyik aja emoticon-Big Grin thxx emoticon-thumbsup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post hutchikara
Wah manthull gan komennyaemoticon-Shakehand2

Ya mungkin dari tulisan ane, kesannya ane emang stay positive. Kenapa? Karena saat tulisan ini dibuat, masih ada di episode 3. Mungkin aja eps selanjutnya ada peningkatan dari segi animasi dsb.

Stay positive, but still dissappointed. J.C. Staff harusnya sadar mereka membawa beban yg sangat berat dengan memutuskan utk meneruskan obor dr Madhouse. Setidaknya kalau mereka enggak bisa memberikan kekhasan dari animasinya S1, tambahkan dengan gaya original mereka. Namun kayaknya mereka enggak menyadari bahwa dengan mengadaptasi S2 nya, it's a bit of bad move, secara mereka aslinya enggak spesialis action, rekam jejak mereka yg action paling to aru, sama shakugan no shana.

Yang ane harapkan sih selain peningkatan animasi, yaitu kualitas cerita yg baik, eksekusinya gimana gitu. Mereka apik bermain di feeling, jadi semoga backstory-nya Fubuki bisa semaksimal mungkin.
profile-picture
profile-picture
hutchikara dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
kocak sih emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan arai01 memberi reputasi
BIG YIKES from me, lebih baik nunggu 5thn lagi drpd half-assed production kyk gini.
profile-picture
grenademan24 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
yg sangat di mention dulu tapi ngga rame : "Oregairu"
dari Studio Brain Base diganti Feel. malah lebih hype masuk golongan "GUE BANGET" emoticon-Big Grin
awal ngikutin S1 pas Airing ngga peduli Art nya yg emang rada tajem sih emoticon-Big Grin

jelas kalo anime dipindah studio, beda staff lagi. karakteristik nya dipastikan sudah ganti.
OPM2 ini jadi bagus kalo scene2 nya disamakan kaya opening ke-2 dari To Aru Majutsu no Index 3

Spoiler for To Aru Majutsu no Index 3 OP2:


J.C. Staff itu rumah produksi bagus buat Slice of Life yg punya pace lambat kualitas enak dipandang,
TAPI maksa buat genre Action. Yg lolos aja Souma, Danmachi, Railgun S.
Makanya alasan kontroversi nya OPM2 ini kaya seperti gini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
grenademan24 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fais01
Lihat 1 balasan
Balasan post keoulvi
5th lagi ada apa gan emangnya? another adaptation from Madhouse? Ntar nasibnya kayak NGNL gimanaemoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Balasan post fais01
Nah iya oregairu ane lebih nge feel yah di S2 nya. Apakah karena nama studionya "feel"? who knowsemoticon-Ngakak (S)

Setuju nih, J.C. Staff itu rumahnya anime non action-centered. Mau nambah portofolio action, ambilnya kok OPM, gak heran kalo aksinya byk yg komplen
profile-picture
profile-picture
tekyooo dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Quote:

Madhouse Sableng2 orangnya, studionya soalnya ngga punya bujet mantap kaya J.C.Staff yg doyan ngiklan
Spoiler for Madhouse News:


feel. pinter ngasih art buat genre apaan nanti,
drama nyesek di kasih bujet max (Oregairu)
romance slice of life di kasih art adem (Tsuki ga Kirei)
rocom di kasih art unyu lucu lagi (Konobiju)
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di