CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pabrik Honda di Swindon Tutup 2021, 3500 Orang Nganggur, Akibat Brexit?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb577acf4d6957a8000018e/pabrik-honda-di-swindon-tutup-2021-3500-orang-nganggur-akibat-brexit

Pabrik Honda di Swindon Tutup 2021, 3500 Orang Nganggur, Akibat Brexit?

Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 4
jadi streamer aja gan
Quote:


kl mau aman Pabrik Battery nya bisa dibangun di Kawasan Industry, urusan keamanan & perizinan sdh biasa diurusin Developer dan Kontraktor dibantu Konsultan

"pemalakan" itu sdh umum terjadi di Indonesia gan, semua proyek konstruksi swasta pasti mengalami.. alasan nya jasa keamanan lah padahal jelas2 mereka bukan aparat.. biasa nya ngeles, karena kita nyari rezeki di "daerah kekuasaan" mereka maka mereka harus dpt imbalan jg emoticon-Cape d... (S)

Owner biasanya "dipalak" 2 kali: Uang Keamanan (oleh LSM / Preman Lokal) dan Perizinan (oleh oknum Pejabat Lokal)
profile-picture
general.maximus memberi reputasi
Diubah oleh capt.sabaru
Quote:


Tepat, okelah saya memuji kesiapan Eropa dalam menyambut era mobil listrik, tapi mereka lupa bahwa industri otomotif bersifat global, kebijakan di satu pihak memengaruhi pihak lain. Eropa mungkin siap, Asia dan yang lainnya tidak. Kasihan produsen otomotif yang berspesialisasi diesel seperti Hino dan Isuzu. Mereka jelas terusir dari Eropa.

Intermezzo, apakah betul regulasi emisi karbon dan solusi mobil listrik adalah isu lingkungan? Tidak, itu hanya strategi defensif Eropa saja. Dari semua benua, hanya Eropa yang tidak punya cadangan minyak bumi. Inilah upaya Eropa menanggalkan ketergantungan pada negara penghasil minyak seperti Timur Tengah, Amerika dan Amerika Latin. Jadi semua ini hanya strategi Eropa agar tidak didikte mereka. Omong kosong dengan lingkungan.
nah ada tambahan pengangguran
Banyak juga yang terkena imbas dari penutupan pabrik honda, semoga perusahaan atau pemerintah ada solusi dalam menangulangi dampak tersebut.
Quote:


ente jangan bikin panas situasi Indonesia gan! ngapain ente bawa-bawa Indonesia di bahasan thread ini sangat tidak nyambung! untuk pasar eropa atau amerika nggak mungkin opsi pertama bikin pabrik di wilayah asia tenggara bukan hanya Indonesia adalah karena faktor jarak tempuh antara pabrik dengan konsumen, jadi ente perlu tahu itu! semakin jauh jarak semakin besar juga biaya produksi dan semakin besar resiko pengiriman produk, jadi sudah pasti opsi pertama pendirian pabrik adalah semakin mendekat ke konsumen, tenaga kerja, dan sumber daya bahan baku produk, maka menurut ane yang paling realable memang wilayah eropa timur atau amerika latin jika produk untuk pasar amerika dan eropa
Lihat 1 balasan
Quote:


yang ane tahu di Indonesia belum ditemukan sumber tambang lithium yang pada dasarnya lithium adalah komponen pokok pembuatan batre modern, jadi kemungkinan ada pabrik batre untuk kendaraan dalam skala besar di Indonesia agak sulit direalisasikan, karena pastinya proses penentuan pendirian pabrik tidak lepas dari dua hal yaitu efisien dan efektif, kecuali jika di Indonesia ditemukan sumber tambang lithium akan lain ceritanya gan
Quote:


kenapa harus kasihan ke hino dan isuzu gan sementara tidak kasihan ke masyarakat eropa?? apa hino dan isuzu kasihan kepada masyarakat Indonesia?? sama sekali tidak! lihat saja isuzu menjual isuzu phanter dengan teknologi jadul dan itu-itu saja dengan harga yang tidak masuk akal, mereka jual polusi di Indonesia, justru ane salut dengan masyarakat eropa yang berusaha untuk melepas ketergantungan dari wilayah lain, sama saja ketika ada gembar gembor Indonesia mau swasembada pangan bagi masyarakat Indonesia pasti hal itu terlihat baik karena tidak meng impor lagi pangan dan tidak bergantung lagi pada negara lain soal penyediaan pangan tapi bagi negara peng ekspor pangan tentu pilihan kebijakan Indonesia untuk swasembada pangan akan merugikan mereka
Balasan post barulangit
makanya gw bilang gak mungkin pindah ke indon karena faktor jarak, bahakn kalaupun pasarnya meliputi asia tenggara aja mereka masih lebih pilih bangun pabrik di thailand / vietnam atau malaysia karena infrastruktur lengkap, kemudahan lainnya dan yang paling disukai : buruhnya gka doyan merengek tiap bulan seperti dimari, tanya aja pengusaha mau pakai buruh myanmar / filipina atau buruh indon, pasti mereka jawab ya buruh myanmar / filipina dan vietnam, tanya kenapa ? tanyain alasanya ke si said iqbal
Quote:


itu kalau ente yang ngomong! ane punya pertanyaan untuk ente kenapa buruh malaysia myanmar thailand tidak merengek tiap bulan?
Lihat 1 balasan
Balasan post barulangit
bukan gw yang ngomong tapi said iqbal yang ngomong buruh merengek tiap bulan minta naik upah padahal buruh di luaran gak kalah capek tapi masih bisa ngerem minta naik upah dan produktivitas jangan tanya lebih produktif luaran daripada dimari. Dan kenapa buruh luaran gak merengek sedangkan dalam negeri merengek padahal fasilitas dan jobdesk semua sama ? gak usah dijawab harusnya you tau sendiri dari awal
Diubah oleh jeffrey.maulana
dan FYI UMR untuk buruh di indon masih salah satu yang tertinggi di ASEAN, UMR untuk myanmar dan vietnam masih jauh lebih murah, jadi kalau mereka merengek karena upah bulanan kecil gak masuk akal jadinya
Quote:


ente bisa ngitung nggak sih gan? umr itu harus masuk ke rasio mencukupi biaya kebutuhan dasar hidup manusia di tempat tersebut, ente kaitkan umr Indonesia dengan umr myanmar atau vietnam?? pikiran ente ada di mana? myanmar dan vietnam itu biaya hidupnya lebih kecil dari Indonesia ente punya duit Rp10ribu di vietnam ente bisa buat makan 3hari, ente itu harus coba ngitung gdp, nggak mungkin buruh di malaysia nggak merengek kalau upahnya nggak mencukupi, bullshit! mudah sekarang mencari data-data informasi walaupun lintas negara, mending berbicara data berdasarkan fakta daripada ketahuan ngawur kemana-mana
Diubah oleh barulangit
Lihat 1 balasan
Quote:


ane tahunya dari ente yang bilang gan di koment-koment sebelumnya, lebih produktif buruh luar dari pada buruh disini itu maksudnya bagaimana gan? buruh luar itu maksudnya buruh di mana?
Lihat 1 balasan
Quote:


Wah kok sudah ramai nih emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Gelar tikar, siapin gorengan, kopi, rokok dulu emoticon-Ngakak (S)
dikau selesaikan urusan dengan jeffrey.maulana dulu sana emoticon-Ngakak (S) karena sepertinya selesainya masih lama emoticon-Ngakak (S)
daku tunggu antrian saja ya emoticon-Ngakak (S)
tapi kalau sudah selesai, notif daku ya emoticon-Ngakak (S)
Quote:


tuh orang tiap jawab masuk ke notifikasi tapi nggak mau dikaitkan ke quote ane sebelumnya
Diubah oleh barulangit
Balasan post barulangit
Buruh dari luar negeri ya contohnya dari cina india dll, bukan cuma biaya hidup atau segala macam yang diurusi, tapi memang buruh luar lebih ulet dan mau dibayar lebih murah, gw sudah coba liat buruh cina di pabrik semen di kalimantan, buruh jawa maunya umr 3-4 jutaan sementara mereka rela dibayar 1,5 sd 2 jutaan produktivitas 2x lebih besar dari buruh dari jawa sekalipun, jelas harga dan mutu lebih prefer buruh luar ketimbang lokalan
Diubah oleh jeffrey.maulana
Balasan post barulangit
Ya udah lo kasih yang lengkap data dan fakta yang lengkap soal gdp dan biaya hidup di tiap negara, gw berani jamin biaya dimari lebih murah ketimbang di singapore apalagi jepang, dan perusahaan jepang dan singapore malah lebih prefer bangun pabrik di thailand atau vietnam ketimbang bangun pabrik baru di bekasi ? Kenapa ? BUKAN CUMA SOAL KEPASTIAN HUKUM DAN KEAMANAN YANG LEBIH TERJAMIN, BURUH DISANA GAK SEGALAK DAN SEMANJA DIMARI, Biaya hidup disana jelas lebih murah yang berarti upah buruh juga bisa lebih murah ketimbang bangun pabrik dimari yang biaya hidupnya mahal jadi upah harus lebih tinggi juga, ngerti kamu ? Bos bos gw yang orang jepang di jkt juga bilang serupa, dan satu satunya alasan mereka bangun pabrik dimari adalah karena penduduknya besar jadi potensi pasar dalam negerinya masih besar, that's all
Diubah oleh jeffrey.maulana
Halaman 4 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di