Kaskus

News

ikardusAvatar border
TS
ikardus
Prabowo Janji Setop Impor Pangan, INDEF: Bisa Picu Kenaikan Harga Tinggi
tirto.id - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berjanji akan menyetop impor bahan makanan. Dalam Debat Pilpres ke-4 kemarin, ia mengatakan hal itu perlu dilakukan agar Indonesia dihormati oleh negara ASEAN lainnya sebagai negara agraris.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah mengatakan saat ini impor bahan makanan masih belum dapat terhindarkan.

Ia mencontohkan produksi beras Indonesia baru mencapai angka surplus 2,8 juta ton pada 2018 sehingga dinilai belum cukup untuk menjamin kebutuhan dalam negeri berikut cadangannya. Sebaliknya, Rusli menilai pencapaian dengan ambisi itu setidaknya memerlukan surplus beras senilai 8-10 juta ton.

“Kalau kita bisa surplus 8-10 juta ton beras, bisa enggak impor. Kalau surplus masih 2,8 juta ton bisa sih enggak impor tapi konsekuensinya adalah bisa ada kenaikan harga beras begitu tinggi,” ucap Rusli saat dihubungi reporter Tirto pada Senin (1/4/2019).

“Kita bisa enggak impor tapi itu butuh 1-3 tahun, jadi tetap butuh impor,” tambah Rusli.

Rusli mengatakan keputusan untuk tidak melakukan impor bahan makanan memang bergantung pada kemauan presiden. Namun, jika terjadi masalah ketersediaan pasokan maka masyarakat yang akan menanggung dampaknya.

Menurut Rusli, persoalan ini sebenarnya sudah lama menjadi domain Bulog yang biasa bertanggung jawab menyerap produksi dalam negeri dan menampung beras impor sebagai cadangan ketika harga tinggi.

Namun, kalaupun Indonesia mampu untuk surplus, Rusli mengatakan kapasitas yang dimiliki Bulog sendiri tidak seberapa sehingga surplus yang terjadi bisa jadi tak terserap dan tidak dapat menjadi cadangan pasar. Sebab saat ini kapasitas Bulog baru saja akan diperluas dari 3,5 juta ton menjadi 5,5 juta ton.

“Kita ada 2,8 juta ton itu bisa enggak diserap. Kadang kan Bulog juga harus impor beras untuk cadangan,” ucap Rusli.

Ekonom dari Universitas Indonesia Fithra Faisal menerangkan, impor merupakan bagian yang tak terlepaskan dari industri yang merupakan bagian dari dari perekonomian. Saat ini 90% bahan baku maupun barang modal industri dipenuhi dari impor. Artinya, lanjut dia, jika impor disetop maka industri tidak berproduksi.

"Kalau setop impor berarti tidak bisa berproduksi, karena 90% kebutuhan industri dari impor," kata dia.

Dia mengatakan, masalah Indonesia saat ini ialah defisit transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan sendiri bisa diselesaikan dengan mendorong ekspor di tengah perlambatan ekonomi global. Kembali lagi, dia mengatakan, untuk mendorong ekspor perlu adanya barang-barang impor tersebut.

"Kemudian untuk boosting ekspor dari barang-barang kebutuhan impor tadi yang mana 90% justru untuk industri, yang pada akhirnya bagian tak terpisahkan ekspor," ujarnya.

Sebab itu, dia mengatakan, merupakan hal yang mustahil menyetop impor. Sebab, impor bagian dari perekonomian nasional.

"Jadi sekali lagi apakah impor bisa 0 kan hampir nggak mungkin bahkan mustahil di negara manapun yang tidak impor," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, impor juga menjadi solusi untuk mengontrol harga. Sebab, kapasitas produksi di masing-masing negara berbeda. Di sektor pangan misalnya, impor diperlukan untuk mengontrol harga saat ada gangguan produksi.

"Memang, jadi itu kan sektor pangan sendiri dari macam-macam item, dalam konteks itu walaupun unggul sektor ini tapi tidak semuanya bisa kemudian diproduksi di Indonesia. Apalagi bicara dinamika perjalanan supply dan demand di mana produk pangan sangat rentan cuaca dan lain-lain. Impor bisa berfungsi sebagai buffer menstabilkan harga," tutupnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan jika terpilih maka pemerintahannya tidak akan impor bahan makanan dari luar negeri. Sebab Indonesia tidak terlalu dihormati karena utang, mata uang lemah, dan impor bahan makanan.

“Saya berjuang agar Indonesia dihormati. Indonesia kuat. Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia dihormati karena rakyat sejahtera bukan karena rakyat miskin. Kita tidak akan impor bahan makanan dari luar negeri,” ucap Prabowo dalam segmen kelima Debat Capres ke-4 pada Sabtu (30/3/2019) lalu.


https://tirto.id/prabowo-janji-setop...ga-tinggi-dkNW
0
1K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan