alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb079d0af7e9333455ccabf/referendum-ekonomi-mengembalikan-harkat-dan-martabat-pengusaha-nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional


Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Stagnasi pertumbuhan ekonomi merupakan kelemahan peran pemerintah dalam merealisasikan kebijakan pro investasi untuk industrialisasi. Selama lima tahun belakangan, pertumbuhan ekonomi nasional tak bisa melampaui angka psikologis 5,5 persen. Terakhir pada tahun lalu, pertumbuhan itu mentok pada 5,27 persen.

Bandingkan dengan negara yang dianggap "selevel", Indonesia masih juga tertinggal. Pada tahun lalu, Vietnam mencatatkan pertumbuhan hingga 7,0 persen, Filipina sebesar 6,2 persen, dan India 7,1 persen. Dengan situasi global yang sama, dan sebagai sama-sama negara berkembang, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyarto pun mempertanyakan mengapa Indonesia kalah?

Kondisi inilah yang diendus oleh Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno dan mengikrarkan 17 April 2019 menjadi momentum referendum ekonomi nasional. Referendum ekonomi nasional yang dimaksud oleh Sandiaga ditandai dengan mendahulukan pengusaha nasional, serta pajak yang berdasar kemitraan partnership bukan yang menekan.

Sejak masa awal kampanye, salah satu kritiknya terhadap perkonomian Indonesia saat ini adalah kebijakan yang dibuat selalu berubah-ubah sehingga berdampak terhadap dunia bisnis, investasi, dan masyarakat secara luas. Birokrasi dan perizinan harus sederhana. Termasuk pendampingan bagi UMKM juga.

Untuk merumuskan referendum kebijakan ekonomi tersebut, Sandi menekankan pentingnya dialog antara pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya agar menghasilkan kebijakan yang tepat. Kebijakan publik yang baik juga penting untuk pemberantasan korupsi. Melalui kebijakan publik yang baik, potensi korupsi dapat diminimalisir dari awal. Kunci dari startegi, imbuhnya, adalah semua pelaku usaha termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta dan usaha menengah dan kecil (UMKM) harus menjadi lokomotif perekonomian Indonesia di masa depan.

Referendum yang dilontarkan oleh Sandi ini serupa tapi tak sama dengan referendum ekonomi Yunani yang sempat santer pada 2015. Mengutip dari Reuters, hasil referendum menunjukkan bahwa rakyat Yunani mengatakan menolak persyaratan penghematan dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF untuk dana talangan baru. Lebih dari 60 persen rakyat Yunani mendukung Perdana Menteri Alexis Tsipras yang mengatakan bahwa Eropa tidak bisa lagi "memeras" mereka.

Referendum tersebut berhasil membuktikan bahwa rakyat mendukung pemimpinnya untuk bisa mengatasi krisis ekonomi tanpa melibatkan bantuan asing yang diselimuti dengan agenda tersembunyi. Sementara itu, maksud dari Sandi mengiaskan Pilpres 2019 dengan referendum ekonomi terkait dengan terus bertambahnya utang pemerintah. Perlu diketahui bahwa awal krisis dari Yunani adalah "utang berisi agenda" dari Eropa untuk menarik Yunani bergabung dengan Uni Eropa, yang kebijakannya didominasi oleh Jerman.

Dengan memilih pasangan calon 02, ini berarti rakyat ingin perekonomian nasional membaik, lapangan pekerjaan tersedia banyak dan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Seuai dengan hasil riset Nomura Holding Inc. yang dirilis di Bloomberg pada September 2018 menyebutkan Indonesia, bersama-sama dengan Brasil, Bulgaria, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand, belum sepenuhnya keluar dari ancaman krisis yang ditularkan nilai tukar.

Petahana menilai bahwa rasio utang saat ini memang aman, tetapi dari model peringatan dini--disebut Damocles, pembantu Kerajaan Dynosius, Yunani Kuno yang ingin jadi Raja--untuk mengidentifikasi krisis nilai tukar. Berbagai faktor termasuk cadangan devisa (cadev), tingkat utang, suku bunga, dan ekspor impor juga harus dipertimbangkan. Dan hasil riset mereka membuktikan masih ada celah yang jika melebar akan menyeret kita ke dalam krisis.

Rasio utang yang masih aman tidak akan ada artinya jika cadangan devisa terus merosot, ditambah dengan jompangnya neraca ekspor impor. Belum lagi kita semua juga belum tahu secara pasti apakah utang-utang yang baru saja diambil terisi dengan "bom waktu" atau tidak. Jangan sampai referendum dilakukan setelah krisis menghampiri, persiapan lebih dini inilah yang akan menjadi penyelamat ekonomi nasional dengan mengembalikan kemahsyuran pengusaha lokal.


Sumber:

https://pilpres.tempo.co/amp/1148744...-konsep-bicara

https://ekonomi.bisnis.com/read/2019...merintah-lemah

https://www.cnnindonesia.com/interna...-krisis-yunani

https://ekonomi.bisnis.com/read/2019...edang-damocles
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
tumben waras, ngga pake istilah pengusaha "priboomie". emoticon-Big Grin
Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

emoticon-Cool
Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional
Ngeri juga si kalo sampe kaya yunaniemoticon-Ngacir Tubrukan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Njir nasbung kalap nyebat klipinganemoticon-Ngakak
Mantap
Ultimate Wowok n Big Fam emoticon-cystg



Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional


Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional


Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional


Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional


Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional



Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional








Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional

Quote:



Referendum Ekonomi: Mengembalikan Harkat dan Martabat Pengusaha Nasional
Balasan post albetbengal
Quote:


hutangnya tampilin juga bray...emoticon-Wakaka
kalo mau tiru yunani, silakan naikkan gaji pegawai sebesar2nya, nanti juga akan senasib emoticon-Big Grin
Balasan post budakdelusi
Hampir aja pan gan. Srimul dah keluarin PP tunjangan mobil. Coba ga keendus, lolos tuh. Eh pas ketauan sok2an salahin menteri emoticon-Leh Uga
Diubah oleh dionovirwan
Balasan post dionovirwan
Lempar batu sembunyi cebong istilahnya gan...
emoticon-Ngakak
ay percaya ma om Sandi....

Drpd Maruk Amn....emoticon-Ngacir Tubrukan


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di