alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Situs Gunung Padang, Lebih Tua Dari Kebudayaan Mesir
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf59867414f507297ef53d/situs-gunung-padang-lebih-tua-dari-kebudayaan-mesir

Situs Gunung Padang, Lebih Tua Dari Kebudayaan Mesir

Situs Gunung Padang, Lebih Tua Dari Kebudayaan Mesir

Letak situs Gunung Padang berada di kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang sejarawan Belanda yang bernama N.J. Krom adalah penemu situs ini pada tahun 1914.

Para peneliti menyebutkan bahwa reruntuhan situs ini cukup mengangetkan, sebab situs ini diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun. Artinya, situs Gunung Padang lebih tua dari kebudayaan Mesir yang selama ini dipercaya sebagai salah satu peradaban tertua di dunia. Melihat benda-benda yang ada di lokasi Gunung Padang, dapat disimpulkan bahwa dulunya bangsa yang mendiami situs Gunung Padang telah mengenal pengolahan logam, dengan ditemukannya sisa-sisa peralatan berburu dari besi.

Penelitian mengenai Situs Gunung Padang sudah dilakukan sejak November 2011 dan masih berlanjut sampai sekarang. Jika melihat faktanya lebih dalam, situs Gunung Padang adalah sebuah kompleks monumen yang sangat besar, kira-kira luasnya bisa mencapai 10 kali luas Candi Borobudur. Situs ini dahulunya dipakai sebagai tempat upacara pemujaan dan ada beberapa tempat pemandian. Fakta lainnya adalah jika melihat susunan batu pada situs Gunung Padang, susunannya mirip dengan situs Machu Picchu yang terletak di Peru. Wah, penemuan situs Gunung Padang dan beberapa fakta di atas bisa mengubah peta peradaban dunia, ya!

Sekarang, situs Gunung Padang telah dibuka untuk wisatawan, wisatawan yang datang berasal dari dalam negeri bahkan luar negeri. Yuk ajak keluarga atau kerabatmu ke situs ini supaya bisa lebih mengenal sejarah peradaban Indonesia bahkan dunia!
Diubah oleh alghifari1802
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
wowww kok. bisaaa yaa.. tempat bersejarah orang jaman old.
yg bener? lebih tua dari Mesir ya
tinggal gali bangsa autis
sudah ditemukan 105 tahun yg lalu, tp kok saya baru dengar...
emoticon-Entahlah
Quote:


Klo yg di egypt kan patung orang2nya digambarkan bermata biru.....

Piramida Terletak di 3 benua yg berbeda amerika,asia,afrika...

Ga tau juga kyknya bnyk bangunan2 yg menyerupai piramida di dunia.....ga cuma 3 itu aj,
sudah pernah dibantah.

Lutfi Yondri, peneliti utama dari Balai Arkeologi Bandung, dan juga penulis buku Gunung Padang: Kebudayaan, Manusia, dan Lingkungan (2017) menjelaskan beberapa argumennya kepada Tirto bahwaGunung Padang bukan piramida dan usianya tidak setua yang dianggap oleh sebagian masyarakat. Mula-mula ia menjelaskan bahwa anggapan piramida itu awalnya bukan di Gunung Padang, tapi Gunung Lalakon di Kabupaten Bandung Barat, dan Gunung Sadahurip di Garut. Namun ia kaget karena tiba-tiba pada tahun 2011 isu piramida itu beralih ke Gunung Padang.

Hasil uji karbon yang menjadi dasar pertanggalan, menurut Lutfi, meski sampel yang dibawa ke laboratorium itu tidak ada yang pernah salah, tapi mesti jelas apakah sampel yang dibawa ke itu benda budaya atau bukan. “Oleh karena mereka berpikir bahwa di dalam Gunung Padang ada piramida segala macam, seolah-olah umur itu mereka jadikan sebagai umur budaya. Nah, itu yang berbeda dengan sisi arkeologis dari pertanggalan, itu pertama ya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa temuan di Gunung Padang hanya beberapa fragmen gerabah atau tembikar. Fragmen tembikar adalah bukti bahwa tidak ada permukiman yang besar. Hal ini tentu bertentangan dengan dugaan piramida, karena untuk membangun sebuah piramida membutuhkan tenaga manusia yang banyak. “Kalau di arkeologi, apalagi di arkeologi prasejarah, seringkali kita menemukan jejak budayanya, tinggalan-tinggalan budayanya.

Nah, oleh karena dari tinggalan itu tidak ada benda-benda yang menunjukkan umur budaya secara langsung, barulah kita lakukan proses pertanggalan lewat laboratorium. Dan saya lihat kembali hasil pertanggalan mereka itu, dan itu terbolak-balik. Itu yang saya bantah,” tambahnya. Hasil-hasil pertanggalan yang dicuplik dari hasil bor di Gunung Padang terbolak-balik. Ia mencontohkan, di kedalaman 7 setengah meter umurnya 23.000 tahun SM. Tetapi di kedalaman 8 meter umurnya jadi 11.000. Menurutnya, mestinya semakin dalam maka semakin tua umurnya.

Selain itu, hasil pertanggalan karbon dari laboratorium, menurutnya, dalam arkeologi tidak bisa digunakan langsung, tapi harus dikalibrasi, disesuaikan dengan temuan dari lapisan tanah. Pertama adalah kalibrasi yang dilakukan oleh para kimiawan, yang nantinya akan dilakukan simpangan penanggalannya: umur tumbuhan, umur menengah, dan umur muda. Ketiga umur inilah yang dicocokkan dengan temuan arkeologi yang didapatkan di lapisan tanah yang gali. “Kalau misalnya dari laboratorium itu mendapatkan umur 10.000, sementara temuannya sekitar 3.000 atau 4.000, artinya simpangan umur tua itu yang kita pakai.

Contoh kasus terjadi seperti kesalahan di Gunung Padang, pada saat mereka melakukan pertanggalan di kedalaman 50-55 atau satu meter, dia katakan umurnya 2500 tahun SM, sementara temuannya itu fragmen keramik dari tahun 17, kan enggak cocok,” ujarnya. Hal lain yang dibantah oleh Lutfi adalah soal temuan koin purba yang awalnya diduga berasal dari tahun 5200 SM. Namun setelah ia lihat, koin itu memiliki huruf Jawa di sekelilingnya, dan terdapat juga huruf Arab, yang artinya usianya tidak setua dugaan tersebut. “Mungkinkah koin itu berasal dari 5200 tahun SM? Mesir Kuno saja yang baru kenal huruf yang sederhana yang paling tua di dunia itu 3000 tahun SM,” katanya. Masih soal koin tersebut yang dikatakan oleh TTRM berasal dari kedalaman 11 meter, Lutfi menjelaskan bahwa koin tersebut ada lapisan platinanya serta lapisan karat. Menurutnya, karat terbentuk karena proses sentuhan air atau kelembaban. “Tidak mungkin koin itu berasal dari kedalaman 11 meter, pasti koin itu paling jauh hanya di balik rumput. Kalau dia 11 meter kan di Gunung Padang itu lembab, pasti korosi dia, paling tidak ga usah 11 meter, 35 senti aja di bawah permukaan tanah, itu akan tertutup karat semuanya karena gunung padang lembab daerahnya,” ujar Lutfi.

Lutfi menginformasikan, bahwa semua bantahannya tersebut disampaikan kepada pihak-pihak lain yang melakukan penelitian di Gunung Padang, karena mereka sudah membuat simpulan-simpulan awal sebelum proses kerjanya betul-betul selesai. “Hanya mereka sudah bikin simpulan-simpulan di awal ada ini ada ini, mereka mencoba mencari bendanya, temuannya, atau mereka di awal membuat simpulan-simpulan itu, data itu yang tidak klop sama sekali,” imbuhnya. Sampai isu piramida dan dugaan bahwa Gunung Padang umurnya lebih tua dari sejumlah kebudayaan dunia lainnya mereda, apa yang disampaikan Lutfi tidak dibantah oleh peneliti Gunung Padang yang lain. “Buku sudah saya luncurkan, tidak ada bantahan. Sudah beberapa kali bedah buku itu (Gunung Padang: Kebudayaan, Manusia, dan Lingkungan (2017), enggak ada bantahan atau komentar, sampai sekarang tidak ada,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di Tirto.id dengan judul "Gunung Padang Bukanlah Piramida", https://tirto.id/gunung-padang-bukan...piramida-cHW9.

Follow kami di Instagram: tirtoid | Twitter: tirto.id
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di