alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut
4.62 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf0cadf4d69543c8313110/anatomi-bubur-ayam-perkara-bubur-diaduk-vs-nggak-diaduk-masih-berlanjut

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut

Bubur ayam diaduk vs nggak diaduk ini perkaranya nggak kelar-kelar ya. Semacam makan nasi Padang pake sendok atau pake tangan, semuanya punya penikmat masing-masing.

Barusan banget ane nemu anatomi bubur ayam diaduk vs nggak diaduk, cekidot fotonya ya:

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut


Sekarang ane mau bahas cara makan kedua jenis bubur ini berdasarkan pendapat para netizen, semuanya ane kumpulin jadi sebuah thread di sini. Semoga menghibur ya gansist!

Pembelaan bubur ayam diaduk

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut
Almarhum Pak Bondan makan bubur diaduk, kita harus mengikuti pendapat profesional.


Banyak yang bilang kalau hidup itu selalu penuh kejutan, begitu juga dengan para penganut bubur diaduk: tiap sendokan mengandung kejutan. Siapa yang tau dalam 1 sendok itu bisa mengandung topping apa aja, atau nggak mendapat topping sama sekali kan?

Selain itu, pembelaan lainnya adalah kita harus mengikuti pendapat pakar kuliner Indonesia, salah satunya almarhum Pak Bondan yang mendeklarasikan kalau dirinya menikmati bubur diaduk. Pendapat para penganut pun dianggap valid karena mendapatkan validasi dari sang pakar.

Ada juga yang bilang kalau kita makan makanan ya harus diabisin, makanya dengan makan bubur diaduk jadi semua bumbu bisa tercampur dengan sempurna, rasanya tetap konstan sampai habis. Tapi kubu bubur nggak diaduk pastinya di akhir-akhir, bumbunya udah hilang alias jadi hambar cuma buburnya doang, berujung malah nggak dihabisin. HMMMMMM. Iya gak sih?

Selain pembelaan, juga ada pendapat menjatuhkan kubu sebelah, misalnya buat apa mementingkan estetika tapi rasanya kosong alias hambar? Ya kalo dipikir-pikir sih yajugaya, namanya makanan kan harus dinikmati seutuhnya, keseluruhan rasanya. 

Pembelaan bubur ayam nggak diaduk

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut
Foto: Nibble


Satu faktor utama para penganut bubur diaduk adalah FAKTOR ESTETIKA. Kebayang kan bentukannya bubur diaduk? Nah itu dia pembelaan utama mereka. Selain itu, banyak juga yang bilang kalau bubur nggak diaduk itu lebih berbudaya dan berkarakter karena terlihat rapi. Mulai dari topping sate yang masih dalam posisi rapi. Begitu juga bumbu utama, ayam suwir, kacang, cakwe,  kerupuk, serta duo bawang goreng-seledri sehingga menimbulkan kedamaian duniawi dan keteraturan.

Tim bubur nggak diaduk ini juga punya pembelaan lain: memilih mana yang jadi prioritas untuk dimakan duluan, jadi bisa memilih sensasi saat makan. Misalnya mau makan bubur, kuah, dan ayam. Lanjut makan bubur, kuah, dan satenya. Terus pas lihat rapinya makanan yang masih ada di mangkok, bentuknya rapi dan teratur jadi nafsu makan tetap terjaga, beda dengan makan bubur diaduk yang bentukannya.... udah nggak tau kayak apaan.

Selain itu, pembelaan terakhir adalah buat apa diaduk toh ntar di perut juga udah diaduk sendiri. Nah ini nah ini nah ini, skak mat!

Kalo ane sih tim makan bubur nggak pake bawang goreng, nggak pake bawang seledri, nggak pake kacang. Mau diaduk atau nggak, yang penting gratis! emoticon-Ngakak

Agan tim mana nih? Rapatkan barisan sekarang juga!!



Polling
275 Suara
Rapatkan barisan, pilih kubu agan sekarang juga! 
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
minum es kelapa aja bray...
suegerrrr....

Anatomi Bubur Ayam: Perkara Bubur Diaduk vs Nggak Diaduk Masih Berlanjut
Bodo met... Yg penting ditelen kgk d pke kumur2
warga sini sukanya dubur emoticon-Ngacir
sama aja keles emoticon-Mad pan ujung-ujung na buat dimakan emoticon-Ngacir
Ributin yg kaya gitu hhhhhhhhhemoticon-Cape d...
#TimGaDiaduk

pegang mangkoknya dengan tangan kiri
makan pinggirannya yg hambar dulu
makin ketengah mulai resapi rasa bubur bertabur bumbu, kecap, dan minyaknya
coba rasakan dengan kerupuk
rasakan ayam gorengnya yg gurih
uiiihhhh nikmat bray

filosofi bubur ayam "Berakit2 ke hulu berenang2 ketepian, yg hambar dahulu yg enak kemudian"

emoticon-Cool
Diubah oleh introvert.guy
kalo ane diaduk dulu gan terus taburi kerupuk emoticon-Big Grin
kalo ane, diaduk dulu terus pesen bubur baru yg ga diaduk...

#makanbubursatumanacukup
drama receh makan mie pake nasi atau engga, de el el. udah tak laku sepertinya cerita kek begini di Kaskus emoticon-Smilie
Ibarat minum cendol gapake diaduk, santen sama gula merah masih pisah
Atau kopi susu, kopinya masih floating di atas susu gak diaduk langsung diseruput
Gak paham ane kenapa ada yg makan bubur tanpa diaduk

Aneh bet makan bubur gak diaduk, mending pesen satu2 aja gausah makan bubur
Yang nikmat itu kalo bubur polosnya udah gurih n pliket, trus kondimennya suwiran ayam rebus yg empuk + disiram sambal, dimakan pas ujan. Minumnya teh tawar hangat. Mantaap
Ane makan bubur yg begitu cuma di buryam gibas, dket jln klenteng bandung, murah bre 12rb yg biasa.
Diaduk atau kagak diaduk, kedua paham ini punya dasar kesamaan cara makannya, yaitu keduanya pakai mangkuk...skakmat
bodo amat, aduk g diaduk rasanya sama sajo
Jadi intinya menurut thread di atas, Penikmat bubur ga diaduk tuh cuma sebatas estetika yah. Cuma penampilan nya doank... Padahal makanan itu utama nya rasa.
faktanya makan bubur tanpa bubuk lada rasanya kurang greget emoticon-Leh Uga
2 porsi diaduk semua~~~
engga di aduk fix
emoticon-Cool
ane tim yang beli aja dah.
ga diaduk

Tampilan bubur kalo diaduk tuh emoticon-Busa
Diubah oleh night.fury95
Ini topik obrolan tahun berapa sih? Kok masih jadi perdebatan tak berfaedah. emoticon-Cape deeehh
Halaman 1 dari 12


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di