alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mantan KSAL Era Megawati Bantah Prabowo soal Pertahanan Indonesia Lemah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf039bfacb952f5456be72/mantan-ksal-era-megawati-bantah-prabowo-soal-pertahanan-indonesia-lemah

Mantan KSAL Era Megawati Bantah Prabowo soal Pertahanan Indonesia Lemah

Mantan KSAL Era Megawati Bantah Prabowo soal Pertahanan Indonesia Lemah
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Bernard Kent Sondakh Fabian Januarius Kuwado.

Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bahwa pertahanan Indonesia lemah, rupanya masih menuai polemik.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Bernard Kent Sondakh menentang pernyataan Prabowo tersebut.

Kepada awak media di kediamannya bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Rabu (10/4/2019), pria lulusan Akabri bagian laut tahun 1970 (AAL-16) itu menegaskan hal sebaliknya. Pertahanan Indonesia justru sudah cukup kuat melawan invasi fisik.

"Pertahanan kita sekarang sudah mumpuni. Kita sudah punya radar maritim dan udara yang dapat menjangkau ke seluruh wilayah. Mendeteksi apabila ada ancaman langsung siapkan pasukan," ujar Bernard.

"Kita ini sudah membangun kekuatan. Sebagai eks KSAL, saya percaya diri kita ini bisa bertahan jika ada serangan. Kapal selam kita akan ada lima beroperasi, punya terpedo, belum lagi kapal perang. Kemudian Angkatan Udara punya F-16 dan Sukhoi," lanjut dia.

Bernard yang menjabat KSAL periode 2002-2005 atau saat Megawati Soekarnoputri jadi Presiden itu sekaligus mempertanyakan pernyataan Prabowo itu. Berdasarkan ukuran apa mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengatakan bahwa pertahanan NKRI lemah. 

Sebab, pertahanan sebuah negara tidak hanya bergantung pada kualitas dan kuantitas alat utama sistem persenjataan (alutsista) saja seperti yang disampaikan oleh Prabowo. Melainkan juga dihitung berdasarkan faktor lainnya.

"Ada banyak faktor yang dihitung. Mulai dari alutsista kita sendiri, strategi dan taktik apa yang digunakan, militansi rakyatnya, kondisi geografis dan masih banyak lagi," ujar Bernard.

"Kita ingat dulu kita menang lawan penjajah hanya dengan bambu runcing. Vietnam menang melawan AS karena jalur tikusnya. Yang seperti itu harus dihitung juga," lanjut dia. 

Di sisi lain, menurut Bernard, pembangunan pertahanan Indonesia saat ini seharusnya sudah tidak lagi didasarkan pada prediksi invasi fisik semata. Menurut Bernard, yang paling krusial bagi Indonesia ke depan adalah potensi terjadinya perang asimetri.

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini pun dinilai telah memulai pembangunan pertahanan Indonesia demi menghadapi perang asimetri dengan baik. Mulai dengan membentuk lembaga yang mengurusi siber hingga memperkuat intelijen di berbagai instansi.



KOMPAS



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
3 kali nyalon gagal terus
uanga hilang sudah banyak
otak pusing gak karuan
dirumah gak ada bini yg menghibur

stress aku rek
Mantan KSAL Era Megawati Bantah Prabowo soal Pertahanan Indonesia Lemah
Readiness F-16 dan Sukhoi berapa persen?

Kalo malaysia, tapi kalo yang nyerang china?
Apa mau seluruh apbn buat belanja alat pertahanan?
Yg wajar aja lah
Di asean masih unggul aja udh bagus
Bernard yang menjabat KSAL periode 2002-2005

jaman segitu wowo udah dipecat dan kabur ke yordania, dari terakhri njabat aja thn 98, jelas udah gak update lagi tentang TNI kita emoticon-Big Grin
bambu runcing stroonkkkkkk..

masih menganut strategi undang musuh ke dalam dan kemudian gerilya??

g usah d dengerin pak...
dia kan PECATAN!
Hus, beliau itu lebih TNI dr bapak loh! emoticon-army
Quote:


Cirikhas tentara lemah ya memang gerilya emoticon-Big Grin

Quote:


Dan

Tahun2 itu adalah tahun2 kekuatan pertahanan RI berada dalam masa lemah.

Anggaran ga nyampai 30trilyun
Embargo dari USA dan Inggris masih berlanjut

Readiness kapal n pesawat RI sangat terbatas




pengen ketawa tapi takut dosa
radar sudah menjangkau semua? iya kalau terbangnya rendah pak, coba kalau bomber lewat diatas ketinggian 10km..hilang diradar
F16 memang ada banyak, tapi itu hasil upgrade versi bekas..oke lah jalan semua, lawan F18 tetangga mampu? 1 banding 3 saya yakin masih kalah..jangkauan radar dipesawat beda pak, juga jangkauan rudalnya, apalagi sistem lockingnya..ga usah udara , laut saja lah...berapa kapal kita punya heavy destroyer class pak???
misal ada pesawat fighter masuk dari selatan, terdeteksi radar masih di samudera hindia, yg cegat pasti sukhoi dari makassar, berapa jam waktu tempuh bisa ketemu diatas jawa secara fullspeed? belum bicara jumlah dan range lock systemnya, darat? berapa kita punya MBT..problem besar kita saat 1 pulau besar kita diserang, apa mampu kita dengan dukungan air superiority masuk ke pulau tersebut? balik lagi dukungan di laut kita apakah kuat? kapal selam kita apa sudah bisa mengcover ? ada berapa ya hahaha..itu juga dikurangi 1 standby dipangkalan..ahsudahlah
kuat kalau didukung rakyat, lemah kita kalau suatu saat negara kita dikeroyok persemakmuran
Terima kasih sby berkat mef nya. emoticon-Smilie

ga kaya si dilan, ngomong saja dia sulit.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di