alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!
4.83 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cae4ceb68cc95458602487f/tanpa-fokus-ke-nilai-dan-ujian-6-sistem-pendidikan-ini-terbukti-mencerdaskan

Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!

Hidup sebagai siswa di Indonesia rasanya tidak pernah mudah. Nilai, jadi patokan untuk menentukan kesuksesan. Sepertinya cuma nilai bagus yang membuatmu bisa dibanggakan.

Hanya sebagai bahan renungan dan evaluasi saja, gak ada salahnya ‘kan kita sekilas melirik bagaimana sistem pendidikan negara lain. Siapa tahu bisa diaplikasikan di Indonesiaemoticon-Smilie



1. Kalau di Indonesia batita udah masuk pre school, di Finlandia anak dibebaskan dari sekolah sampai umur 7 tahun
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!

Di Indonesia, kebanyakan orangtua pasti akan mulai bingung saat anaknya memasuki usia 3-4 tahun. Pada usia anak yang baru segitu, mereka bahkan sudah pusing untuk memasukkan anaknya ke pre-school yang mana. Yah, namanya juga demi pendidikan anak mereka. Tentu lah mereka ingin memasukkan anaknya ke sekolah terbaik.

Sayangnya, dalam usia semuda itu, mental dan pikiran anak-anak cenderung masih ingin bermain. Jadi meski sudah mulai disekolahkan pada usia dini, kemampuan anak yang sebenarnya masih belum akan terlihat. Yang ada malah kemampuan berpikir anak jadi kurang efektif nantinya.

Atas dasar itu, Finlandia baru mengenalkan sekolah pada warganya saat mereka mulai masuk usia 7 tahun. Dalam sistem pendidikan Finlandia, anak kecil dibiarkan untuk bermain sehingga masa kecil mereka bisa lebih bahagia. Disamping itu, usia 7 tahun dinilai sebagai usia yang tepat untuk mulai belajar. Pola pikir anak sudah mulai bisa dibentuk untuk belajar saat anak memasuki usia tersebut.

2. Berhitung dan membaca sama sekali nggak diajarkan di TK Jepang. Anak-anak malah diajari berkebun dan sikat gigi yang benar
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!


Kamu tentu pernah nonton Crayon Shinchan, ‘kan? Pernah kah liat Shincan disuruh menghitung atau membaca? Tentu tidak. Lantas apa yang dilakukan oleh Shinchan setiap ke sekolah? Hanya bermain dan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti sikat gigi dan berkebun.

Bagi sistem pendidikan Jepang, masa kanak-kanak adalah saat untuk bermain, bukan belajar memahami angka dan kata. Itulah sebabnya aktivitas TK di Jepang hanyalah bermain, bernyanyi, dan mengenalkan lingkungan. Saat anak memasuki usia SD, baru anak-anak dikenalkan dengan membaca dan menghitung.

Berbeda dengan di Indonesia yang punya pola pikir sedini mungkin anak belajar membaca dan menghitung, nantinya anak akan lebih cerdas dari teman sebayanya. Mungkin dalam jarak singkat, hal itu bisa terjadi. Tapi untuk jangka waktu yang lama, anak yang sejak TK belajar menghitung dan anak yang baru belajar hitung-hitungan di SD tidak punya perbedaan yang besar kok.

3. Kelas di Singapura dibuka dengan sesi bertanya. Guru malah nggak berceramah dan minta murid mencatat
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!


Coba deh ingat-ingat dulu saat kamu jadi murid SD, berapa banyak temanmu yang berani bertanya kepada guru tentang pelajaran di kelas? Paling di dalam kelas, hanya ada satu atau dua orang yang mau dan berani bertanya kepada guru. Ada beberapa penyebab sih. Mungkin karena memang murid tidak pernah diajarkan untuk berani mengemukakan pendapat sehingga murid malas untuk bertanya.


Alasan lain adalah karena adanya pendapat bahwa banyak bertanya menunjukkan bahwa kamu tidak mengerti. Jika ditambah dengan adanya guru yang malah mengejek siswa yang bertanya, maka tak ada satu pun siswa yang berani bertanya karena takut dianggap bodoh oleh teman-temannya.

Padahal, di Singapura yang notabene negara kecil, para siswanya sangat dianjurkan untuk bertanya. Para siswa didukung untuk menanyakan banyak hal dan memikirkan jawabannya bersama-sama. Dari situ akan terbentuk mental yang siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

4. Perpustakaan di Singapura buka 24 jam menjelang masa ujian. Mau belajar sampai nginap juga boleh
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!

Kalau berbicara tentang sistem pendidikan Singapura, tidak ada yang menyangkal bahwa status pendidikan di sana sangat dijunjung tinggi. Bahkan para orangtua akan merasa sangat kecewa saat anaknya mendapat nilai dibawah temannya. Setiap anak di Singapura cenderung selalu ditekan untuk menjadi yang terbaik di kelas.

Namun, meski siswanya ditekan untuk terus belajar menjadi yang terbaik, siswa lulusan Singapura memang cenderung akan sukses di masa depan. Kenapa? Karena meski ditekan, pemerintah Singapura juga mengimbangi tekanan tersebut dengan memberikan sarana belajar yang memadai.

Adanya akses ke jurnal dan buku-buku di perpustakan terbukti sangat memantu siswa untuk lebih mendalami ilmunya. Juga dengan banyaknya seminar “gratis” yang diadakan bagi siswa di sana. Ditambah lagi dengan akses ke perpustakaan yang dibuka 24 jam bagi siswa. Dengan segala kemudahan tersebut, wajar lah kalau lulusan Singapura sukses-sukses.

5. Amerika Serikat membebaskan negara bagian menyelenggarakan Ujian Nasional. Pendidikan tetap terukur tapi nggak disamaratakan
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!

Jika di Indonesia masih saja ribut soal Ujian Nasional sebagai standar kualitas pendidikan, lain halnya dengan Amerika. Di negara tersebut tidak mengenal adanya ujian nasional. Setiap siswa bebas mengekspresikan dirinya sesuai dengan watak dan kemampuan pribadinya.

Pun demikian dengan kurikulum pendidikannya. Masing-masing daerah punya standar kurikulum berbeda. Karena memang setiap daerah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, daerah dianggap yang paling tahu akan standar pendidikan warganya.

Untuk urusan masuk ke perguruan tinggi, sudah ada ujian masuk yang bisa diadakan oleh masing-masing kampus. Meski kamu adalah siswa lulusan SMA dari daerah kecil, kamu tetap punya kesempatan masuk Harvard yang sama dengan mereka-mereka yang lulusan sekolah dari kota besar.

6. Nanyang University, Singapura mengganti ospek dengan program Kindness Campaign. Ospek tanpa membentak. Malah berbagi kebaikan
Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!


Sebagai mahasiswa Indonesia, kamu pasti pernah merasakan bagaimana rasanya dibentak-bentak saat Ospek. Meski sekarang perpeloncoan di Ospek sudah dibatasi dan bahkan dihilangkan, tapi program ospek yang ada sekarang kurang bisa mendidik bagi calon mahasiswa.

Untuk itu kita sejatinya bisa mencontoh program Kindness Campaign dari Nanyang University. Program ospek yang satu ini sangat dielu-elukan oleh dunia. Yah, bagaimana tidak. Disana, setiap mahasiswa baru harus membagikan kebahagiaan kepada 30 orang selama satu bulan penuh. Caranya beragam. Ada yang dengan memberi tos kepada penumpang yang baru turun dari MRT, bersih-bersih stasiun hingga membersihkan toilet.

Daripada ospek yang membentak maba, bukankah ospek dengan cara seperti ini jauh lebih bisa meningkatkan moral calon pemimpin bangsa? 🙂

Memang sih tidak mungkin untuk serta-merta menerapkan sistem tersebut di Indonesia. Penerapan sistem tak bisa dilakukan begitu saja karena harus melalui banyak proses terlebih dahulu. Mulai dari pengajuan ide hingga pengujian skala kecil di lapangan. Tapi biar Indonesia jadi lebih baik lagi tentu tidak masalah dong kita mengandaikan sistem pendidikan Indonesia mencontoh beberapa sistem ini?

MATA AIR





Diubah oleh ryankncl
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Anak-anak diajari berkebun biar gedenya bisa jadi petani
Untuk melihat perbedaan antara sistem, kualitas dan segala hal terkait pendidikan di Indonesia, memang tidak ada salahnya untuk membandingkan dengan di luar negeri, sebagai parameter. Banyak inovasi pendidikan dinegara maju yang harusnya juga bisa kita terapkan.

Di indonesia, anak kelas 1 SD pun sudah dibebani ulangan. Terlalu banyak test yang tidak efektif bakal bikin siswa jenuh dan ga optimal mengenyam pendidikan.
atau dengan kata lain sistem pendidikan disini BOBROk, gitu ya gan ?
aku ingin belajar di singapore
Quote:


Banyak yang harus dibenahi sistem pendidikan di indonesia gan. Sekolah jadi seperti barang mewah , diperburuk lagi sama biaya yg mahal.
Diubah oleh nohopemiracle
emoticon-Mewek oleh oleh jaman harto, skr tertinggal jauh
Quote:


Disini juga ada sekolah yang menyerap sistem belajar ala luar negeri, tapi ya itu gan, hanya untuk kaum atas. Bagi sebagian orang sekolah itu ladang bisnis.
Kalau disini (di Jepang) selama libur musim panas, tk / sd awal. Biasanya ada tugas "Membantu Orang Tua", jadi selama musim panas, para murid TK/SD akan disuruh bertugas membantu orang tua, kaya menyeberangkan nenek, membantu ibu, atau pekerjaan ringan lain yg berhubungan dengan orang yg lebih tua. Nanti setelah liburan musim panas selesai, para murid akan mempresentasikan kegiatan tsb di depan kelas.



Kalau di Indonesia, boro-boro ada tugas membantu orang tua. Justru orang tua membantu tugas siswanya/murid emoticon-Ngakakemoticon-Bingungemoticon-I Love Indonesia
masih untung ane sekolah di indonesia
libur bisa apa aja (kecuali ada pr)
tugas paling juga jawab soal

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

AKU CINTA TANAH AIRKU YANG LEBIH MEMENTINGKAN PENDIDIKAN
Sistem pendidikan yg bagus akan menghasilkan orang orang cerdas dan berguna seperti dokter satu iniTanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!
iya sih bertuju ke nilai nanti lama lama terasa terpaksa. akhirnya stress
Di Indonesia ujian selalu dengan jawaban ABCD.. sebenarnya ini karena sifat malas dari pengujinya, dengan sistem jawaban ABCD cara koreksinya tinggal masukin ke mesin, pemeriksanya? tidur..........!!!

coba sistem ujiannya dengan membuat essai atau makalah... bisa muntah itu pemeriksanya.. tapi untuk itulah mereka dibayar... Lagipula ini untuk masa depan bangsa

Di Indonesia ada murid yang kritis malah dimusuhi, baik sama temannya maupun sama guru. AKhirnya murid yang tadinya kritis jadi malas untuk berpikir kritis

Di Indonesia interaksi antara murid dan guru hanya terjadi kalau guru menyuruh muridnya menyalin catatan dua papan tulis penuh

Gw rindu guru sejarah SMA gw.. salah satu guru terhebat yang mampu membuat gw menyukai pelajaran sejarah. Kalau beliau ngajar sampai dijuluki Si Mesin Waktu karena sanggup membawa murid ke suasana masa silam.
Lain lubuk lain ikannya. lain padang lain ilalang.

emoticon-Traveller


Setuju sama agan diatas. Mending semua essay dah. Lu ga tau jawaban ya ga bisa isi. Atau mengarang indah. Bisa keliatan jelas mana yang anak yang kurang. Kalau PG hmmmmm
kalau disini jiwa taruhan nya pas ospek
Kok nggak masuk akal ya
pendidikan di sini mengutamakan kuantitas
Kapan indonesia mencontoh kyk LN
Diubah oleh mini.minion
intinya mah kecerdasan mental lebih penting dari intelektual.

pinter tapi bangsaaad ya jadilah kayak politikus
knp gak mencontoh negara lain aja yah d contoh sama negera kita negara kita... btw ane aja dulu masuk sd itu umur 7tahun...
siswa disini sistemnya disuapin
padahal yg nyuapin kadang kagag kompeten
jadi suapannya kurang giji kurang nutrisi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di