alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cad47b9c820844112183e1f/partai-partai-baru-di-ujung-tanduk-ambang-batas-pemilu-2019

Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019


https://fokus.tempo.co/read/1193194/partai-partai-baru-di-ujung-tanduk-ambang-batas-pemilu-2019?page_num=2

Syailendra Persada

Minggu, 7 April 2019 11:06 WIB

Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019
Warga melintas di depan mural bergambar partai politik peserta Pemilu 2019 di Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu 3 Februari 2019. Mural yang dibuat secara swadaya oleh warga di wilayah tersebut sekaligus untuk mensosialisasikan gambar partai politik peserta Pemilu 2019 kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga lembaga survei memprediksi partai-partai kecil dan baru berpeluang tak lolos parlemen dalam Pemilu 2019. Survei Charta Politika yang dirilis pada Kamis, 4 April 2019, misalnya, menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, dan Partai Berkarya tak akan melewati ambang batas parlemen 4 persen.

Survei Charta Politika dilaksanakan dari tanggal 19-25 Maret 2019, dengan metode wawancara tatap muka (face to face interview). Pertanyaan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 2.000 orang dan merupakan masyarakat dewasa yang terdaftar sebagai pemilih. Margin of error survei plus-minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan elektabilitas partai politik tersebut sangat banyak dipengaruhi oleh calon presiden yang mereka usung. Seperti PDIP dan Gerindra yang mayoritas dipilih lantaran mereka sama-sama mengusung pasangan calon presiden.

“Faktor calon presiden yang diusung cukup mempengaruhi elektabilitas partai. Seperti PDIP, 29,2 persen dipilih karena mengusung capres dan cawapres,” ujar Muslimin saat memaparkan hasil survei, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 4 April 2019.
Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019 Aktris yang juga menjadi Caleg PDIP, Angel Karamoy saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. PDIP merupakan salah satu parta pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

Selain karena jauh mendapatkan efek ekor jas dari calon presiden yang diusung, Muslimin mengatakan ketertarikan pemilih kepada calon legislatif dari partai tersebut masih kurang. Program partai pun hanya sedikit dilirik oleh para responden.
Muslimin mengatakan, faktor tersebut dipengaruhi oleh kalah pamornya pemilu legislatif dibanding pilpres. Mayoritas masyarakat hanya fokus pada kontestasi pilpres. “Pileg hampir terlupakan karena euforia Pilpres,” ujar Muslimin.
Berikut hasil lengkap survei Charta Politika untuk partai-partai yang tak lolos parlemen : PAN 3,3 persen; PPP 2,4 persen; PSI 2,2 persen; Perindo 2,0 persen; Hanura 1,0 persen; PBB 0,5 persen; PKPI 0,2 persen; Garuda 0,2 persen; Berkarya 0,1 persen.

Selain Charta, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Indikator Politik juga menempatkan PSI, PBB, PKPI, Garuda, dan Partai Berkarya kesulitan lolos parlemen. Partai-partai ini hanya mendapatkan suara di bawah dua persen.

Kondisi ini melecut partai-partai baru untuk segera memperkuat dukungan. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, mengatakan partainya memiliki waktu dua pekan untuk meningkatkan elektabilitas. Caranya, Berkarya akan berfokus menggalang dukungan masyarakat yang merindukan era Soeharto. Pendiri Berkarya ini meyakini masih banyak pemilih yang mendukung pikiran dan ide trilogi pembangunan Orde Baru. “Itulah yang diharapkan jadi ujung tombak suara partai,” kata Andi, Jumat, 5 April 2019.

Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, elektabilitas Berkarya berada di posisi buncit dari 16 partai peserta pemilu. Hasil survei LSI Denny JA yang dirilis kemarin, misalnya, menyebutkan elektabilitas Berkarya berada pada peringkat ke-16. Di atasnya ada Garuda dan PSI. Elektabilitas kedua partai ini juga di bawah 1 persen. Hanya elektabilitas Perindo yang lebih baik, yaitu 3,9 persen
Berkarya merupakan pecahan Golkar, lalu bergabung dengan Partai Nasional Republik. Putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, adalah pendiri Berkarya. Lima kakak kandung Tommy juga menjadi pengurus partai ini. Badaruddin optimistis para pendukung Soeharto dan keluarganya akan memilih Berkarya pada pemungutan suara nanti.
Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019 Kantor DPP Partai Berkarya di Jalan Pangeran Antasari nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan. TEMPO/Fikri Arigi

Adapun PSI memilih cara berbeda untuk mendongkrak elektabilitas. Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, mengatakan PSI gencar membuat iklan kreatif dengan menyasar pemilih muda, perempuan, dan pemeluk lintas agama. Partai ini juga mengangkat tema kampanye berbeda, di antaranya memperjuangkan kelompok minoritas dan melawan sikap intoleransi. “DPP PSI menyelenggarakan safari toleransi di provinsi dan kabupaten kota,” kata Raja.
Lain lagi cara Garuda menaikkan elektabilitas. Ketua Umum Garuda, Ahmad Ridha Sabana, mengatakan partainya mengandalkan popularitas pengurus dan calon legislator untuk mengangkat tingkat keterpilihan partai. Pengurus Pusat Garuda juga menginstruksikan calon legislator tingkat pusat dan daerah agar berkampanye secara berbarengan. “Harapannya kerja bersama, menang bersama,” kata Ahmad.

Tiga partai lama yang juga diprediksi tak akan lolos ke Senayan karena elektabilitasnya di bawah 1 persen adalah PKPI, PBB, dan Hanura. Sekretaris Jenderal PKPI, Verry Surya Hendrawan, mengatakan partainya berusaha menggaet pemilih dari keluarga purnawirawan dan keluarga besar TNI. “Kami juga mulai menggalang dukungan dari penghayat kepercayaan yang jumlahnya sekitar 19 juta,” kata Verry.



Kepala Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Firman Noor, mengatakan sisa waktu dua minggu tidak cukup bagi partai baru untuk memperlebar ceruk dukungan. Apalagi, mayoritas pemilih sudah memiliki pilihan. Menurut dia, saat ini partai baru ini membutuhkan tokoh yang layak jual untuk mengerek elektabilitas. “Ada juga partai yang terlalu percaya diri sehingga tabrak sana tabrak sini. Bukan menarik simpati tapi membuang simpati,” kata dia.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019
Bikin Serie B nya aja dulu...
ada degradasinya ga kalau 3 dibawah?
guremkan fakeaes
Katanya sudah gak pake threshold lagi? emoticon-Bingung
Psi calon terkuat gatot...kebanyakan gaya..
Quote:


Quote:


emoticon-Wakaka

ayo tante grace
cemungud ea
tetep semangat ya buat perpol baru
Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019
Jd parpol baru memang berat. Apalagi bila tdk ada/tdk byk tokoh politik senior di dalamnya.. emoticon-Big Grin

Tokoh senior jelas berpengaruh dlm perkembangan parpol baru. Sayangnya utk PSI, Ahok gk ikut parpol mereka. emoticon-Ngakak (S)
gw berharap..PKS, Berkarya, mampuss!!
Tenggelamkan partai gurem.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di