alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cac363b82d4950f8457ffad/monster-soul

Monster Soul

Spoiler for Monster Soul:



Berhubung imajinasi ku lagi mampet ngurusin Si Y-sika Veranda.

Aku lebih baik kabur ke cerita lain. (Kira-kira cerita fantasi di kasik gak sama kaskus? Alah. Gas aja.!!!!) emoticon-Keep Posting Gan


Ok!!! Ini adalah cerita Fiksi seorang Chariot. Chariot yang maksud adalah.............hhhjjhmmmmm apakah perlu kuberitahu semua yang tidak ingin kalian ketahui!! emoticon-Kemana TSnya?



Spoiler for Sinopsis Monster Soul:



Tenang. Gue gak buat berantakan lagi kok treadnya emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak


Ditunggu. (Mudah-mudahan ada yang baca....)

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Soul I

◇ Yuga ◇



Yuga adalah seorang gelandangan yang tidak memiliki apa-apa. Jika masalah pekerjaan dan makan ia selalu mendapatkannya dari pekerjaan yang ia lakukan satu hari, seperti berjualan, membersihkan rumah atau pun menjadi seorang penjaga. Yuga bukanlah gelandangan biasa karena dia memiliki ilmu yang lebih dari seorang sarjana, akan tetapi kebanyakan orang menganggap Yuga sebagai orang yang remeh dikarenakan statusnya. Meski begitu dia tidak menghiraukan kata-kata orang karena pada dasarnya ia hanya memetingkan dirinya sendiri.

Saat itu Yuga sedang duduk di taman sambil mengamati situasi di sana dengan damai, sebelum dia pergicke pohon besar di dekat taman. Saat ia duduk tiba-tiba sebuah tim dari sebuah studio terkenal bernama Future S datang dan menyuruh orang-orang menyingkir dari tempat mereka akan mengadakan sesi pemotretan model mereka Veranda.

"Menyebalkan sekali, apa tidak bisa gelandangan sepertiku mendapatkan ketenangan." Gerutu Yuga yang pergi melewatkan duduk damainya dan langsung menuju pohon burung.

Di bawah pohon itu biasanya Yuga sering menenangkan diri sembari mendengarkan burung-burung berkicau, meski ia tidak pernah melihat jenis burung apakah yang berkicau menurut Yuga semua burung itu memiliki suara yang sama merdunya dlaam kata lain, unit. Sayang seribu sayang rencananya kembali terhambat karena ada seorang wanita yang sudah mendahuluinya, wanita itu duduk beralaskan kain merah sembari bernyanyi dan memainkan gitarnya yang mampu menyaingi suara burung itu. Akan tetapi Yuga tidak sedang dia menghampiri wanita itu dan hendak mengusirnya.

"Suaramu merdu, tapi sayang sekali aku tidak menyukainya." Kata Yuga.

Wanita itu kebingungan dan memperhatikan orang yang ada di sekeliling taman sebelum menjawab perkataan Yuga. "Apakah kau berbicara kepadaku?"

"Apakah menurutmu ada lagi wanita cantik yang bernyanyi sambil memainkan gitar?"

"Terima kasih." Wanita itu tersenyum.

"Aku tidak memujimu. Hhm!" Yuga terkejut setelah melihat sebuah simbol yang ada bahu kanan wanita itu lingkaran bening, menandakan dia adalah keluarga bangsawan entah putri keberapa yang jalas dia pasti keturunan Tamaoh. "Yang aku lakukan saat ini hanya menginginkanmu pergi, kau tidak pantas berada di tempat ini."

"Bagaimana denganmu? Apakah kau pantas?"

"Aku tidak terikat apa pun, jadi dimana pun aku akan dianggap pantas."

"Kenapa kau sangat mengininkan tempat ini?"

"Aku setiap hari datang ke tempat ini."

"Kalau begitu, hari ini kau tidak akan bisa berada di sini."

Yuga terus menatapnya dengan tajam seakan tidak terima dengan apa yang dikatakan wanita itu karena situasi yang tidak memungkinkan Yuga memilih untuk pergi meninggalkan taman. Dengan perasaan kecewa ia duduk di pinggir pantai untuk menenangkan diri sembari memakan sepotong roti yang ia beli tadi.

"Kenapa Sulit sekali mendapatkan sebuah ketenangan? Bagaimana menurutmu laut? Jawaban apa itu? Kau juga sepertinya ingin mengusirku dengan ombak-ombak itu!! Hahaha tidak-aku hanya bercanda. Saat aku masih kecil hanya kaulah yang setia menemaniku baik dalam kondisi apapun ombakmu selalu datang untuk membelai kakiku sampai aku saat ini. Sangat sulit untuk bisa menjadi peduli dengan orang lain seperti dirimu saat tidak menolong orang lain kadang aku juga berpikir kalau didalam diriku tersimpan jiwa sebagai penjahat akan tetapi aku tidak bisa melakukan kejahatan. Bagaimana menurutmu? Lagi-lagi jawaban yang sama."

"Siapa yang kau ajak bicara?" Tanya seseorang yang membuat Yuga terkejut dan langsung membalik badannya. Orang itu ternyata wanita yang ia temui di taman tadi.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Yuga dengan emosi.

"Jangan marah, tidak kusangka selain gelandangan kau juga memiliki masalah dalam kejiwaan ya. Aku selalu kemari saat aku masih kecil. Disini aku membuat janji dengan teman lamaku tapi tidak lama saat itu temanky hilang diculik oleh mahkluk dimensi lain."

"Cerita yang menarik, selain bersuara merdu kau juga piawai dalam hal bercerita ya. Sudahlah aku lebih baik pulang sampai jumpa."

"Sampai bertemu lagi."

"Aku mengatakan sampai jumpa kepada ombak, bukannya kau!"

Keesokan paginya sebuah pengumuman disiarkan dalam sebuah super hologram bahkan Awakening Cup akan dimulai besok para peserta yang sudah terdaftar diharpkan untuk mempersiapkan Monster Soul miliknya dalam ajang kejuaraan yang paling bergengsi di kota Charity dimana seorang Chariot akan bertarung sampai monster soul mereka tidak bisa bertarung.

Saat mendengar berita itu seluruh Chariot di kota Charity yang namanya sudah terdaftar mulai menyiapkan diri dan semangatnya untuk sebuah pertarungan besar di arena yang akan disaksikan oleh banyak orang begitu juga Yuga.

"Aku harap kau sudah siap, Orb Eyes Orbital Dragon."
Diubah oleh egalucu

Soul II

◇ AWAKENING CUP ◇
(Grup A POV)


Keluarga besar Tamaoh malam itu, sebelum Awakening Cup diadakan mereka mengadakan makan besar tentu saja wanita itu datang, dia adalah Yuu Tamaoh, dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Mereka makan dengan sangat elegan dan penuh kehati-hatian namun mereka tetap santai. Sang ayah pun memulai percakapan dengan bertanya kepada Yuu.

"Yuu, ayah mendapatkan telepon dari guru menyanyimu. Katanya kau bolos hari ini, dia juga berkata saat pelajaran kau kurang konsentrasi." Tanya Ayahnya.

"Aku tidak mau ikut les seperti itu. Menurutku, menyanyi itu seperti menyampaikan isi hati kita tanpa harus bicara." Jawab Yuu.

"Tapi bukannya kakak yang ingin les menyanyi saat itu?" Tanya adiknya Jura Tamaoh.

"Maaf. Itu aku yang salah ambil keputusan."

"Selalu saja seperti itu. Anak perempuan memang menyusahkan." Sambung kakak bungsunya Fuutora.

"Fuu!!" Sahut ibunya.

"Aku lelah, aku ingin tidur." Jawab Yuu yang langsung pergi meninggalkan meja makan.

Fuutora menganggap anak perempuan adalah anak yang merepotkan dan sangat manja. Dia menganggap remeh untuk semua perempuan kecuali ibunya. Yuu yang sedang bersedih merenung sambil berpikir apakah begitu lemahkah dirinya sampai-sampai kakaknya sendiri berkata seperti itu. Seberapahkan bebannya? Itu yang ia pikir.

Sementara itu Yuga sedang santai berbaring di kursi taman ditemani sinar lampu taman yang agak redup. Dari arah yang tidak diketahui seorang penjaga malam menghampirinya dan membangunkannya.

"Jadi, ini tempat tidur sang juara?" Kata si penjaga malam itu kepada Yuga.

"Keep, berhentilah menggangguku disaat aku sedang latihan."

"Latihan tidur?"

"Menyatukan jiwaku dengan Monster Soul miliku."

"Bagaimana bisa itu membuatmu menang?"

"Aku selalu percaya apa yang kuyakini, itulah yang membuatku menang."

"Kau memang selalu begitu, tidak mau mendengarkan perkataan dari luar. Baiklah aku akan pura-pura tidak tahu kalau kau ada disini. Selamat malam."

"Malam." Kata Yuga sembari menatap sebuah bintang.

Keesokan harinya pada pagi hari perayaan pembukaan turnamen cup pun dimulai, acara itu dimulai dengan sangat meriah. Banyak sekali orang-orang dari luar Charity yang datang hanya untuk melihat para Chariot bertarung bersama Monster Soul mereka. Saat para Chariot berkumpul mereka terkejut bahwa ada sedikit perubahan dalam sistemnya. Para Chariot terbagi menjadi 2 grup. Pertdingan Grup A diadakan pusat kota Charity sedangkan Grup B dirahasiakan. Jumlah masing-masing kelompok terdiri dari 12 peserta yang artinya jumlah seluruh peserta adalah 24 orang.

Tepat pada tengah hari seluruh Charity berkumpul dan di perkenalkan di tengah Zona pertandingan. Sang pembawa acara, Kol membuka acara dengan sedikit memberi arahan pada Chariot dan penonton.

"Baiklah, penonton yang akan membuat pesta ini meriah!!!! Mari kita sambut 12 Chariot kita yang akan saling bertarung untuk memperebutkan gelar juara." Teriak Kol. "Sebelum kita masuk dalam acara utama aku, selaku pembawa acara sekaligus juri akan memberitahu semua hal yang mendaras dari pertarungan Monster Souuuul!!!.
Pertama!!! Chariot adalah seorang yang mampu membangkitkan jiwa sesosok monster dari dimensi pikiran mereka, dimana monster yang nantinya mereka akan kendalikan.
Kedua!! Seorang Chariot boleh memanggil 3 monster soul akan tetapi mereka hanya bisa menggunakan satu Monster untuk menyerang, dua lainnya bisa digunakan untuk melindungi diri dari serangan langsung Chariot lawan.
Ketiga!!! Para Chariot dapat memanggil Monster Soul dengan bantuan sebuah senjata khusus pemberian monster soul dari para Chariot.
Keempat!!! Chariot akan dianggap kalah apabila dia menyerah, tidak dapat membangkitkan monster soul, dan Chariot tidak bisa melanjutkan pertarungan. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut 12 Chariot kita yang tangguh!!"

12 Chariot pun akhirnya berkumpul dari berbagai sudut ruang Yuga juga masuk ke dalam Grup A sayang sekali tidak ada sorakan saat dia dengan santainya masuk paling akhir saat pemanggilan.

"Baiklah 12 Chariot kita sudah berkumpul!!!! Ku perkenalkan.
-Bangsawan Tamaoh yang sangat hebat dan gagah, Fuutora Tamaoh.

-Penjaga tangguh dari Kutub Ace Korion.

-Wanita cantik dari negri di dasar samudra, putri dari samudra!!! Matsya Ocean.

-Raja dari padang hijau, Sima Soge.

-Ksatria dari tempat paling bercahaya
Endika Lumino.

-Aktor yang paling tampan Slag Simple.

- Penghancur Ombak, Iwatora.

-penyihir yang jenius, Naka Mori.

-sang penghukum, Dest Heater

-Pembunuh yang sangat Cantik, Maya.

- Ksatria hantu, Bakura.

- Daan.... sepertinya ada pendatang baru yang tidak dikenal. Namanya.... Yuga.

Saat namanya di sebut tidak ada yang bersorak, pandangannya orang-orang yabg melihatnya menganggap Yuga akan kalah bahkan sebelum pertandingan dimulai. Terdengar samar-samar jika Yuga bertanding pasti akan membosankan, tapi Yuga tidak mau lagi mengambil pusing omongan orang lain saat ini dia hanya peduli pada dirinya sendiri. Saat itu Endika mendekati Yuga dan memberinya sedikit semangat.

"Ksatria baru pasti akan selalu dianggap lemah Yuga. Tapi lain halnya jika dibuktikan dengan tindakan." Kata Endika.

"Aku tidak peduli aku dianggap lemah atau pun disamakan dengan sampah. Karena aku tidak akan mendengarkan perkataan orang-orang. Yang bisa aku dengar adalah suara Monster Soulku saja."

"Suara dari Monster Soul? Sepertinya menarik. Aku harap kita bisa bertarung."

"Semoga saja kita bertemu." Jawab Yuga.

"Tidak mungkin orang sepetinya bisa lolos. Terlebih lagi, lawan pertamamu adalah aku!!" Ungkap Slag yang mebuat Endika sedikit geram.

"Jangan seenaknya bicara. Slag" kata Endika

"Kau juga Endika. Kau ini keturunan ksatria suci, kau juga harus pilih-pilih jika ingin memilih teman."

"Bagiku, itu hanyalah sebuah nama, dan nama tidak kumasukan dalam pengaruh penting dalam hidupku." Kata Endika.

"Apa? Jadi kau memilih berteman dengan Chariot lemah seperti dia? Aku tidak yakin kalau orang ini adalah seorang Chariot."

"Aku tidak suka jika beradu argumen. Kubuktikan saja nanti." Yuga langsung pergi meninggalkan mereka semua.

Tidak lama setelah itu pembawa acara mengumumkan kalau pertarungan akan segera dimulai, dan yang maju dalam pertarungan pertama di gurp A adalah Yuga melawan Slag Simple.

Soul II

◇ Cross X ◇


Slag tersenyum licik saat mendengar pengumuman itu, Slag pun maju dengan sangat sombongnya sembari mengagung-agungkan namanya didepan para fans yang mendukungnya. Sementara itu Yuga yang sudah berada di hadapan Slag tidak mendapatkan sorakan apapun, mereka semua meragukan kemampuan Yuga padahal mereka semua tidak mengetahui betapa kerasnya perjalanan yang ia tempuh sampai jiwa tersembunyi dalam dirinya mau menunjukan diri.

"Masih ada waktu untuk menyerah" kata Slag.

"Siapa yang pertama memanggil?" Tanya Yuga.

"Ehhh? Jadi kau memilih untuk malu ya? Baiklah, kalau begitu aku yang memanggil pertama!! Soul Arm : Flamer!!! Pedang ini adalah simbol dari jiwa seorang ksatria yang pernah bertarung bersama para naga! Ksatria api agung yang pernah membuat api dari naga menjadi sebuah sumber energi baginya. Membaralah!!! Salamandra!!!!"

Monster Soul milik Slag sudah muncul. Salamandra adalah salah satu dari 6 simbol alam, yang melambangkan simbol api. Salamandra memiliki kemampuan khusus yang tidak akan terpengaruh oleh serangan naga.

Salamandra mulai menyebarkan apinya ke seluruh arena pertarungan dengan tujuan membuat Yuga gentar akan tetapi Yuga bukannya memanggil monster soul, dia justru menebas api itu dengan Soul arm miliknya Orbeter, sebagian api itu masuk ke dalam pedang milik Yuga, ia langsung berdiri tegak dan memanggil monster soulnya.

"Pinjamkan kekuatanmu, wahai jiwa yang agung!!! Soul one!! Seekor burung langka yang memiliki kekuatan semua para burung, terbanglah melampaui langit!! Exeed wing, Pinic. Soul two!! Naga legendaris yang bangkit dari sisa energy, penguasa segala kekuatan dan dimensi. Bangkitlah dengan energi terkuat!! Orb Eyes Orbital Dragon!!!"

Seketika semua orang terkejut karena melihat sebuah kejadian yang tidak biasa. Seorang Chariot yang mampu memanggil dua monster soul sekaligus. Slag pun terkejut melihat hal itu, akan tetapi karena soul yang dipanggil berjenis naga dan seekor burung kecil yang ia anggap lemah. Iya jadi semakin meremehkannya.

"Kupikir kau akan membuatku terkejut dalam waktu lama ternyata yang kau panggil seekor naga dan burung kecil itu?"

"Pinic, terbanglah!!"

Yuga mulai bergerak dengan menggerakan pinic ke atas langit, pinic pun langsung melancarkan serangan pemungkasnya.

"Pinic, serang Salamandra. Meteor Striker!!

"Serangan kecil itu tidak akan mempan melawanku. Salamandra, lindungi aku dengan api sucimu. Holy Flame."

"Aktifkan power soul : Barrier Down! Holy Flamemu akan diserap oleh Pinic dan akan diubah menjadi serangan tambahan!"

"Apa! Sejak kapan?"

Tanpa disadari Slag, Pinic di atas langit berhasil mendapatkan sebuah power soul yang mana merupakan sebuah kekuatan tambahan yang sudah tersebar di berbagai arena. Power soul memiliki efek acak, jadi bisa menguntungkan maupun merugikan Chariot yang mengambilnya. Pinic akhirnya berhasil melancarkan serangan kepada Salamandra tapi tidak sampai disana, saat Slag lengah diam-diam Yuga maju dan melakukan dirrect Strike dan akhrinya keluar sebagai pemenang.

Di sisi lain Futora mengamati pertarungan Yuga dan melihat semua kemampuan dari monster soulnya.

"Cross X. Apakah hanya 2? Jika dilihat kekekuatan monsternya tidak seberapa, akan tetapi soul break dari monsternya mengerikan. Burung itu bisa menglipatkandakan kekuatannya bila mendapatkan tambahan energi dari monster soul lain, akan tetapi naga itu aku masih belum tahu. Chariot yang sangat menarik."

Besoknya seorang Chariot yang dijuluki Cross X mulai menjadi buah bibir di kota tidak ada pergerakan apa pun dari juri karena hal tersebut masih sah akan tetapi saat ini Yuga pusat perharian dari semua orang di kota Charity meski dibilang ia sudah mengalahkan ketenaran Slag ia tidak memperdulikan semuanya karena tujuannya mengikuti kejuaraan ini hanya semata-mata ingin ikut tidak lebih. Sebelum pertandingan kedua pertarungan antara Fuutora melawan Matsya. Yuga kedatangan seorang yang tak terduga, gadis cantik yang mana pernah membuatnya terganggu di taman dia adalah Veranda.

"Yuga, namamu bukan?" Tanyanya dengan senyum yang manis.

"Apa kau akan menggunakan tempat ini sebagai lokasi pemotretanmu?"

"Tolong jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, ibu bukan sifat pekerjaanmu."

"Bukan juga merupakan pekerjaanku"

"Ya, mengingat kau tidak memiliki pekerjaan tetap."

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Yuga. Kau memiliki potensi dalam dirimu, akan tetapi kau tidak mau menggunakannya contohnya saja kepintaranmu gunakanlah untuk orang lain jangan cuma untuk dirimu sendiri."

"Apa yang kau ketahui tentang aku? Sampai-sampai kau berani mengatakan hal itu!"

"Aku selalu memperharikanmu, aku menunggumu untuk sadar tapi. Setelah orang-orang melihat pertarunganmu pasti akan banyak orang yang melirikmu."

"Langsung pada intinya saja. Sebenarnya apa tujuanmu?"

"Jika kau memang tertarik, setelah pertarungan babak kedua temui aku dirumahku."

Veranda langsung pergi pada saat itu, tanpa informasi yang pasti. Akan tetapi yang pasti pertarungan babak kedua akan menjadi pertarungan yang sangat menarik dan juga meneganggkan.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di