alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
AKUISISI VS IMPAIRMENT & WITHDRAWAL BMG AUSTRALIA PERTAMINA
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caa029f349d0f4e8804beef/akuisisi-vs-impairment-amp-withdrawal-bmg-australia-pertamina

AKUISISI VS IMPAIRMENT & WITHDRAWAL BMG AUSTRALIA PERTAMINA

VALUATION ATAU PENILAIAN BLOK MIGAS BMG AUSTRALIA (AKUISISI VS IMPAIRMENT dan DIVESTASI) OLEH PERTAMINA :

Mungkin terjadi perdebatan yang "Lucu" di Bisnis Migas Hulu adalah Pertama kali di Dunia, yaitu di kasus Blok BMG di Indonesia. Diketahui bahwa bagaimana suatu Blok Migas di Nilai sudah menjadi "ilmu pengetahuan" dan digunakan secara umum di dunia perminyakan.

Valuation yang terkait dengan Blok BMG terdiri dari :

1. Yang dinilai adalah 3 Blok Migas (Blok Basker, Blok Manta dan Blok Gummy). Bukan hanya Nilai dari Lapangan minyak Basker

2. Kontrak Migas ketiga Blok BMG dimaksud tidak ada terminasinya

3. Aset Migas bawah permukaan di BMG mengikuti ketentuan SPE PRMS, keberadaan cadangan migas di bawah permukaan baik yang sudah Proven (terbukti) maupun yang belum Proven Semuanya adalah PERKIRAAN atau ESTIMASI. Perbedaan ketiga kelompok cadangan termasuk RESIKONYA dapat dilihat dalam ketentuan SPE PRMS :
a. Reserve, temuan dan yang telah diproduksikan
b. Contingent Resources
c. Prospective resources

Dalam investasi Bisnis Hulu, adalah SALAH atau GAGAL PAHAM yang mengatakan bahwa investasi di cadangan migas yang telah diproduksikan adalah LEBIH BAGUS. Sesuai Konsep Bisnis yang umum Adalah High Risk - High Return, tentu saja pengertian investasi di Lapangan minyak yang telah diproduksikan adalah lebih bagus adalah pemahaman yang SALAH.

4. Dalam investasi seperti di Blok BMG dimana Lapangan minyak dan gas sudah terbukti, maka secara relatif dapat dikatakan bahwa investasi di Prospective resources atau upside potential adalah LEBIH BAIK dibandingkan dengan investasi di Lapangan minyak yang telah diproduksikan. Dikarenakan harapan untuk mendapat KEUNTUNGAN atau PROFIT pada upside potential atau prospek eksplorasi adalah LEBIH BESAR dibandingkan dengan keuntungan di investasi di sebuah lapangan minyak yang sudah terbukti apalagi lapangan Migas yang telah terbukti Dan diproduksikan.

Bisnis Hulu seperti Akuisisi PI oleh Pertamina di Blok BMG adalah Bisnis Pencarian atau eksplorasi, Bisnis Pengembangan (development) serta bisnis produksi dan Penjualan minyak dan/atau gas bumi.

Tingkat Bisnis Hulu yang paling Tinggi adalah eksplorasi, sedangkan Tingkat Bisnis Hulu yang paling rendah adalah Bisnis maintenance Produksi atau bisnis menjaga Produksi dari penurunan Produksi yang menurun tajam.

CATATAN : Dalam pemeriksaan hingga sidang kasus BMG, terjadi pemahaman yang SALAH dan pemaksaan kehendak serta PEMBENARAN, BUKAN MENCARI kebenaran. Mereka yang Salah dan memaksakan kehendak mengatakan bahwa dalam Akuisisi atau investasi di BMG yang dapat dibisniskan adalah Lapangan minyak yang telah diproduksikan. Sedangkan lapangan gas yang belum dikomersialkan dan Upside potential atau potensi eksplorasi TIDAK dapat dibisniskan. Pengetahuan dan Pemahanan yang tentunya SALAH (Totally wrong), yang benar adalah kebalikannya yaitu Bisnis Upside potential di Blok BMG adalah Lebih Tinggi dari Bisnis di Lapangan minyak Basker yang telah diproduksikan.

5. Dalam Valuasi Blok BMG tentu saja dibedakan antara Lapangan minyak yang telah diproduksikan, Lapangan gas yang belum diproduksikan dan Upside potential atau potensi eksplorasi. Tentu saja yang nilainya paling Tinggi (atau harganya MAHAL) adalah lapangan minyak yang telah diproduksikan, sedangkan yang Nilainya paling rendah (atau harganya paling MURAH) adalah Upside potential atau Potensi eksplorasi.

Akuisisi Adalah pembelian, sehingga apabila HARGANYA atau harga pembelian atau Akuisisi Murah memungkinkan mendapat keuntungan yang lebih besar. Sedangkan Akuisisi atau pembelian lapangan minyak yang telah diproduksikan adalah MAHAL sehingga harapan mendapat keuntungan Adalah Tipis atau kecil.
(Kembali Konsepnya adalah High Risk High Return)

6. Dalam perkembangan sidang Blok BMG ex. Dirut Pertamina (terakhir Kamis 4 April 2019), secara lebih jelas dan tegas yang terkait dengan Blok BMG terdapat 3 kejadian (Bukan hanya Akuisisi), yaitu :

a. Akuisisi PI Blok BMG pada tahun 2009

b. Impairment (tahun 2009) yang diikuti dengan "penghilangan" atau write off investasi atau PI Pertamina di Blok BMG oleh Anak Perusahaan PT. Pertamina Hulu Energy (PHE) dalam laporan keuangan tahun 2010, 2011 dan 2012

c. Divestasi yang dilanjutkan dengan withdrawal.

Penilaian ketiga kejadian untuk kepentingan Investasi (Akuisisi dan Divestasi) serta Impairment untuk keperluan pembuatan Laporan keuangan adalah MENGACU kepada aset Migas di Blok BMG, yaitu mengacu kepada SPE PRMS dan perhitungan Valuasi Discounted cash flow untuk investasi (Akuisisi dan Divestasi) serta perhitungan impairment Undiscounted cash flow untuk laporan akuntansi keuangan.

Diketahui bahwa di Blok BMG terdapat :
a. Lapangan minyak Basker
b. Temuan Lapangan gas Manta
c. Upside potential atau potensi eksplorasi

Sehingga dalam valuation atau impairment HARUS dilakukan perhitungan yang obyektif sesuai dengan aset Migas yang terdapat di Blok BMG

7. KESIMPULAN

a. Nilai Akuisisi PI di Blok BMG oleh Pertamina Korporat pada tahun 2009 dapat diuji kebenarannya sampai kapanpun, diketahui bahwa Pertamina membeli PI 10% di Blok BMG pada tahun 2009 seharga 30 juta USD dengan kewajiban pembayaran working capital sebesar 1,5 juta USD. Kesepakatan lain dalam jual beli PI 10% di Blok BMG dituangkan dalam SPA (Sale Purchase Agreement) dan JOA (Joint Operating Agreement.

Akuisisi di Blok BMG juga telah diaudit oleh BPK RI dengan hasil wajar dan TIDAK ADA KERUGIAN KEUANGAN NEGARA.

b. IMPAIRMENT yang dilakukan oleh PT. PHE pada tahun 2009 PI di Blok BMG menjadi bernilai 0 (nol) USD, besarnya Nilai impairment ini perlu diuji kebenarannya tentunya. Demikian juga keputusan manajemen PT. PHE yang tetap menilai PI di Blok BMG pada tahun 2010, 2011 dan 2012 dengan Nilai tetap 0 (nol) USD. Dapat diartikan bahwa PT. PHE telah memutuskan bahwa PI di Blok BMG tidak bernilai lagi sejak tahun 2009 hingga tahun 2012 dan PT. PHE telah menghapus investasi Pertamina di Blok BMG Australia dari Pembukuan tahun 2010, 2011 dan 2012.

c. Penilaian PI milik Pertamina di Blok BMG pada saat Divestasi dan Withdrawal, dikarenakan Pertamina tidak memperoleh kompensasi pada waktu withdrawal maka dapat diartikan Nilai atau value yang disepakati dan terjadi pada waktu withdrawal tahun 2013 adalah Nol USD.

d. Dalam Akuisisi tahun 2009 tidak terjadi kerugian Bisnis dan/atau Kerugian keuangan negara, sedangkan dalam Impairment dan Withdrawal diputuskan terjadi kerugian Bisnis bagi Pertamina.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Agar lebih jelas lagi diketahui oleh masyarakat Indonesia dan seluruh dunia bahwa mulai penyelidikan, penyidikan hingga Sidang Pengadilan Jaksa penyidik dan JPU mengatakan dan berpendapat bahwa aset migas yang dapat diakuisi dan mempunyai Nilai adalah Lapangan minyak dan/atau gas yang telah diproduksikan. Para penegak Hukum mengalami GAGAL PAHAM, mereka tidak mengerti bahwa yang sedang diperiksa Dan di sidang adalah BISNIS HULU atau UPSTREAM BUSINESS. Bisnis Hulu adalah Eksplorasi atau pencarian minyak dan gas bumi, Pengembangan Lapangan , Produksi hingga penjualan minyak dan gas bumi.

Akuisisi PI atau Participating Interest di Blok BMG adalah merupakan Bisnis Hulu minyak dan gas bumi. Para penegak hukum mengatakan bahwa yang layak dan dapat dibeli atau di Akuisisi adalah Lapangan minyak dan/atau gas bumi yang telah diproduksikan, sedangkan Lapangan Migas yang belum diproduksikan dan Potensi Eksplorasi atau upside potential tidak layak untuk dibeli? Benar benar terjadi Gagal paham yang Sangat memprihatinkan, JPU dan Hakim dalam Peradilan sesat tidak mengerti bahwa HARGA Lapangan Migas yang telah diproduksikan adalah TINGGI dan MAHAL. AKUISISI adalah pembelian, sehingga margin keuntungan dari Pembelian lapangan Migas yang telah diproduksikan adalah TIPIS atau KECIL.

Dalam Bisnis yang diperhatikan tentu saja bukan hanya Resikonya, tetapi Harganya serta harapan memperoleh Pendapatan Dan keuntungan. JPU menyalahkan Pembelian atau akuisisi yang memperhatikan dan menilai Upside potential atau potensi eksplorasi di Blok BMG, padahal Potensi Eksplorasi Nilainya adalah paling Tinggi dalam Bisnis Hulu. Mungkin Para Penegak Hukum yang menangani kasus Blok BMG berpikiran bahwa Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina pada tahun 2009 adalah Bisnis Trading atau Dagang minyak. Sehingga yang dibeli atau diakuisisi adalah sejumlah minyak dan/atau gas bumi yang pasti. Mereka lupa atau Gagal paham, bahwa dalam pembelian atau Akuisisi yang paling penting adalah HARGA PEMBELIAN. Tentunya dengan harga pembelian atau Akuisisi yang Tinggi, harapan mendapat keuntungan adalah sangat tipis. Dan sebaliknya apabila membeli atau Akuisisi Upside potential atau Potensi Eksplorasi harganya dipastikan relatif murah sehingga memberi harapan akan mendapat keuntungan yang besar. Berlaku Konsep Bisnis yang umum, yaitu High Risk High Return.


Kembali lagi di Blok BMG, dikarenakan di Blok BMG telah terbukti ditemukan lapangan minyak dan lapangan gas bumi, maka upside potential atau potensi eksplorasi di Blok BMG Resikonya tidak terlalu Tinggi. Harapan ditemukannya lapangan minyak dan gas Baru di Blok BMG adalah besar. Sudah dijelaskan berulang kali bahwa Akuisisi yang dilakukan Pertamina di Blok BMG Australia adalah BISNIS HULU dan bukan bisnis dagang minyak. Sehingga target utama di Blok BMG adalah Upside potential atau potensi eksplorasi, baru diikuti dengan target Temuan lapangan gas Manta yang belum diproduksikan dan terakhir adalah Lapangan minyak Basker yang telah diproduksikan.

Diketahui bahwa dalam Bisnis Hulu yang tingkatnya tertinggi adalah Eksplorasi, selanjutnya Pengembangan dan Produksi. Pemikiran para penegak Hukum yang mengatakan bahwa yang layak dibeli atau diakuisisi adalah lapangan minyak yang telah diproduksikan Adalah SALAH BESAR. Apabila hanya membeli lapangan minyak yang telah diproduksikan, maka aktifitas setelah Pertamina masuk atau farm in hanya menjaga Produksi atau Bagaimana meminimalkan agar penurunan Produksi tidak turun dengan tajam. Tentu saja Bukan merupakan tujuan utama Pertamina Akuisisi jauh jauh sampai Australia apabila tujuannya hanya maintenance Produksi. Pertamina Akuisisi PI BMG adalah first entry untuk Bisnis Hulu sepenuhnya di Australia.

Salah satu yang Membuat Gagal paham JPU dalam kasus Blok BMG adalah Saksi yang namanya Agus Guntoro, jelas Bukan orang yang mempunyai pengalaman dalam Bisnis Hulu. Infonya Agus Guntoro hanya pengalaman sebagai Dosen dan pengalaman dalam Lumpur Lapindo saja, Tentu saja menyebabkan Gagal paham para penegak hukum.

Sidang pengadilan Bukan Tempat pembenaran tetapi Tempat mencari kebenaran, Bukan tempat pemaksaan dan kekuasan. Pengertian Akuisisi Dan upside potential dari JPU Dan Hakim adalah SANGAT SALAH ATAU MUTLAK Salah, sehingga Sampai kapanpun Adalah Salah. Mungkin dengan kekuasaan Pembenaran JPU Dan Hakim dapat menang, Namun Dipastikan tidak akan langgeng.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di