- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
BPN Sebut Lahan Luhut Melebihi Prabowo, TKN: Silakan Buktikan
TS
ikardus
BPN Sebut Lahan Luhut Melebihi Prabowo, TKN: Silakan Buktikan
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pemilik lahan yang luasnya melebihi milik Prabowo. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta BPN memberikan bukti terkait kebenaran pernyataan tersebut.
"Terkait dengan Pak Luhut disindir Pak Hashim, ya Pak Hashim harus membuktikan omongan tersebut. Apakah memang betul? Saya sendiri tidak punya data soal Pak Luhut, silakan Pak Hashim membuktikannya, tapi kan kalau tidak terbukti kan juga jadi problem. Saya malah taunya Pak Hashim rajanya tuan tanah yang menguasai lebih dari 3 juta hektar tanah negara. " ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding saat dihubungi detikcom, Senin (11/3/2019).
Baca juga: Jokowi Sindir Pemilik Lahan 5 Kali DKI, Hashim: Lahan Luhut Melebihi Prabowo
Karding kembali menyinggung lahan milik Prabowo yang sebelumnya telah diakui pada saat proses debat capres. Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang tidak memiliki lahan untuk produksi.
"Kalau Pak Jokowi menyampaikan di debat, ternyata diakui oleh Pak Prabowo bahwa memang mengakui punya lahan. Agak aneh ketika orang banyak yang miskin banyak yang susah tidak punya bahan produksi, tetapi calon presidennya selalu berteriak pasal 33 UUD 1945 tapi ternyata memiliki lahan yang segede itu. Maaf kata itu bisa kita sebut sebagai tuan tanah," kata Karding.
Karding mengatakan pernyataan Jokowi terkait adanya orang yang memiliki lahan lebih dari 5 kali DKI, menunjukkan adanya ketidakadilan dan ketimpangan dalam kepemilikan lahan. Dia menyebut lahan-lahan ini akan lebih baik jika diperuntukkan atau dipakai untuk meningkatkan ekonomi.
"Pernyataan Pak Jokowi tentang ada orang yang memiliki lahan lebih dari lima kali Jakarta, itu sebenernya menunjukkan bahwa ada ketidakadilan dalam kepemilikan lahan di negeri ini, ada ketimpangan dalam kepemilikan lahan. Semangatnya adalah itu akan lebih baik jika diperuntukkan untuk rakyat, dan rakyatnya kemudian dipakai untuk memproduksi atau menghasilkan secara ekonomi," kata Karding.
"Jadi bukan soal siapa pembandingnya, tapi semangatnya adalah kita melawan ketimpangan berusaha memperkuat ekonomi masyarakat artinya mencegah atau mengurangi kemiskinan. Dengan cara apa, jangan terlalu banyak orang yang menguasai aset atau lahan, sementara yang lain hanya menggarap tidak punya lahan, ini yang harus didorong ada satu sistem yang merata," sambungnya.
Baca juga: Luhut Cerita Pernah Dapat Konsesi 15.000 Ha, Kini Sisa 6.000 Ha dan Saham 10 Persen
Sebelumnya, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) sempat menyindir pemilik lahan yang luasnya lima kali lebih besar dari luas DKI Jakarta. Menanggapinya, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir sebagai pemilik lahan yang luasnya melebihi milik Prabowo.
"Di pihak Pak Jokowi lebih banyak lagi pemilik lahan, ya nggak? Lahan milik Pak Luhut, Pak Erick Thohir melebihi yang dimiliki Pak Prabowo," kata Hashim di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3).
(dwia/knv)
sumber https://news.detik.com/berita/d-4463...lakan-buktikan
"Terkait dengan Pak Luhut disindir Pak Hashim, ya Pak Hashim harus membuktikan omongan tersebut. Apakah memang betul? Saya sendiri tidak punya data soal Pak Luhut, silakan Pak Hashim membuktikannya, tapi kan kalau tidak terbukti kan juga jadi problem. Saya malah taunya Pak Hashim rajanya tuan tanah yang menguasai lebih dari 3 juta hektar tanah negara. " ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding saat dihubungi detikcom, Senin (11/3/2019).
Baca juga: Jokowi Sindir Pemilik Lahan 5 Kali DKI, Hashim: Lahan Luhut Melebihi Prabowo
Karding kembali menyinggung lahan milik Prabowo yang sebelumnya telah diakui pada saat proses debat capres. Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat yang tidak memiliki lahan untuk produksi.
"Kalau Pak Jokowi menyampaikan di debat, ternyata diakui oleh Pak Prabowo bahwa memang mengakui punya lahan. Agak aneh ketika orang banyak yang miskin banyak yang susah tidak punya bahan produksi, tetapi calon presidennya selalu berteriak pasal 33 UUD 1945 tapi ternyata memiliki lahan yang segede itu. Maaf kata itu bisa kita sebut sebagai tuan tanah," kata Karding.
Karding mengatakan pernyataan Jokowi terkait adanya orang yang memiliki lahan lebih dari 5 kali DKI, menunjukkan adanya ketidakadilan dan ketimpangan dalam kepemilikan lahan. Dia menyebut lahan-lahan ini akan lebih baik jika diperuntukkan atau dipakai untuk meningkatkan ekonomi.
"Pernyataan Pak Jokowi tentang ada orang yang memiliki lahan lebih dari lima kali Jakarta, itu sebenernya menunjukkan bahwa ada ketidakadilan dalam kepemilikan lahan di negeri ini, ada ketimpangan dalam kepemilikan lahan. Semangatnya adalah itu akan lebih baik jika diperuntukkan untuk rakyat, dan rakyatnya kemudian dipakai untuk memproduksi atau menghasilkan secara ekonomi," kata Karding.
"Jadi bukan soal siapa pembandingnya, tapi semangatnya adalah kita melawan ketimpangan berusaha memperkuat ekonomi masyarakat artinya mencegah atau mengurangi kemiskinan. Dengan cara apa, jangan terlalu banyak orang yang menguasai aset atau lahan, sementara yang lain hanya menggarap tidak punya lahan, ini yang harus didorong ada satu sistem yang merata," sambungnya.
Baca juga: Luhut Cerita Pernah Dapat Konsesi 15.000 Ha, Kini Sisa 6.000 Ha dan Saham 10 Persen
Sebelumnya, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) sempat menyindir pemilik lahan yang luasnya lima kali lebih besar dari luas DKI Jakarta. Menanggapinya, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut nama Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir sebagai pemilik lahan yang luasnya melebihi milik Prabowo.
"Di pihak Pak Jokowi lebih banyak lagi pemilik lahan, ya nggak? Lahan milik Pak Luhut, Pak Erick Thohir melebihi yang dimiliki Pak Prabowo," kata Hashim di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3).
(dwia/knv)
sumber https://news.detik.com/berita/d-4463...lakan-buktikan
Diubah oleh ikardus 16-03-2019 18:39
3
2.5K
25
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan