alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
"IMPAIRMENT" PERTAMINA DI BLOK BMG AUSTRALIA YANG BERUJUNG "WITHDRAWAL"
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8c8a2c65b24d763c3f031f/quotimpairmentquot-pertamina-di-blok-bmg-australia-yang-berujung-quotwithdrawalquot

"IMPAIRMENT" PERTAMINA DI BLOK BMG AUSTRALIA YANG BERUJUNG "WITHDRAWAL"

"IMPAIRMENT" PT. PERTAMINA HULU ENERGY DI BLOK BMG AUSTRALIA PADA TAHUN 2009/2010 YANG BERUJUNG DENGAN "WITHDRAWAL" PADA TAHUN 2013

Ex. Direktur Keuangan Anak Perusahaan Pertamina PT. PHE (Pertamina Hulu Energy) Hemzairil "memberi kesaksian mengenai" dilakukannya Penurunan Nilai atau "impairment" oleh Manajemen PT. PHE (Dwi Martono dan Richard Tamba) terhadap Investasi Pertamina di Blok BMG Australia. Hanya karena terjadi masalah di sumur produksi Basker oil field, telah dilakukan "Penurunan Nilai" atau impairment pada tahun 2009/2010 terhadap investasi Pertamina di Blok BMG menjadi Nilainya 0 (Nol) US$. Penurunan Nilai bukan hanya untuk Basker oil field, tetapi untuk Nilai "investasi" Pertamina di Blok BMG. Padahal menurut Ex Direktur Utama (Tenny Wibowo) dan Ex. Direktur Keuangan (Hemzairil) PT. PHE telah "memberi kesaksian" bahwa TIDAK terjadi Penurunan Cadangan di Basker oil field. Yang terjadi hanya karena Basker oil field di suspend atau masuk dalam tahap NPP (Non Production Phase) mengakibatkan tidak ada atau berhentinya produksi dan Pendapatan (Revenue). Apabila nantinya telah di re-study hingga dilakukan Revisi POD (Plan of Development) tentunya akan diproduksikan lagi.

Bagaimana seharusnya Manajemen PT. PHE melakukan impairment ? Tentu saja harus berdasarkan Nilai Blok BMG saat itu, selain terdapat Basker oil field (yang tidak turun cadangannya), di Blok BMG terdapat aset migas yang lain seperti Manta gas field (dalam tahap proses komersialisasi) dan potensi eksplorasi atau upside potential. Demikian juga harus diperhatikan harga minyak yang naik setelah akuisisi pada tahun 2009 yaitu 54 usd menjadi 100 usd per barel pada tahun 2013.

Menurut Hemzairil maksud dan tujuan impairment HANYA untuk pembuatan Laporan Keuangan tahun 2009, namun bukan hanya Hemzairil yang "heran dan mengatakan salah" Feniwati Chendana dari Auditor EY (Ernst and Young) mengapa impairment hanya dilakukan pada tahun 2009 ? Padahal terjadi beberapa hal yang penting setelah tahun 2009, diantaranya harga minyak meningkat tajam hingga sekitar 100 usd per barel pada tahun 2013, Cooper Energy mengumumkan strategi dan rencana mengisi permintaan gas dari buyers gas di Daerah Victoria dan sekitarnya, rencana pemboran sumur eksplorasi Prospek Deepening Manta dan Prospek Chimaera gas dll. Tentu saja beberapa hal dimaksud akan dapat Memulihkan dan Menaikkan Nilai Blok BMG. Tetapi pertanyaannya : Mengapa Manajemen PT. PHE tidak melakukan impairment lagi pada tahun 2010, 2011, 2012, 2013 dan seterusnya ?. Ex. Direktur Keuangan Hemzairil mengatakan dengan yakin bahwa apabila tidak dilakukan impairment (total) pada tahun 2009, Pertamina akan mendapatkan "keuntungan" dari Investasi di Blok BMG.

UNTUNG ATAU RUGI BISNIS PERTAMINA

Hemzairil dan Feniwati Chendana dengan tegas mengatakan bahwa Laporan Keuangan tahun 2009 (yang berisi impairment aset BMG) TIDAK DAPAT DIGUNAKAN untuk menghitung UNTUNG atau RUGI akuisisi PI (Participating Interest) di Blok BMG yang telah dilakukan Pertamina pada tahun 2009. Secara teori jelas dikatakan bahwa untung atau rugi akuisisi atau pembelian HANYA dapat dihitung apabila PI atau saham tersebut dijual atau kontrak Blok Migasnya habis (terminated). Diketahui menurut informasi Pertamina masih memiliki PI Blok BMG hingga tahun 2013.

PERHITUNGAN "KERUGIAN" OLEH KAP (Kantor Akuntan Publik) Drs. Soewarno.

Keadaan menjadi "runyam" dan memprihatinkan dikarenakan sebuah KAP yang berkantor di Ciputat Tangerang infonya telah menyadur atau mengambil Laporan Keuangan PT.PHE yang telah di audit oleh EP (Ernst and Young) dan kemudian digunakan untuk menghitung Untung atau Rugi aksi korporasi akuisisi Pertamina di Blok BMG pada tahun 2009. Bahkan KAP tersebut mengatakan terjadi Kerugian keuangan negara ?. Direktur Keuangan PT. PHE Hemzairil sebagai Pemilik Laporan Keuangan dan Feniwati Chendana sebagai Auditor dari EY secara tegas bahwa Laporan Keuangan tahun 2009 tidak dapat digunakan untuk menghitung UNTUNG atau RUGI akuisisi atau investasi Pertamina di Blok BMG tahun 2009.

DIVESTASI ATAU WITHDRAWAL

Impairment aset atau Participating Interest Pertamina di Blok yang dilakukan oleh Dwi Martono dan Richard Tamba pada tahun 2009
, akhirnya berujung Pelepasan PI di Blok BMG pada tahun 2013 secara cuma cuma atau gratis (Divestasi atau Withdrawal). Meskipun kontrak Migas di Australia tidak ada habisnya, Meskipun di Blok BMG Ada lapangan gas Manta yang dalam proses komersial, Meskipun banyak potensi eksplorasi atau upside potential Dan Meskipun Lapangan minyak Basker hanya di suspend atau NPP (Non Production Phase) dan cadangan Minyaknya TIDAK TURUN, tetapi Pertamina tetap melepas PI nya di Blok BMG secara cuma cuma. Entah diserahkan ke Pemerintah Australia atau diserahkan kepada siapa hingga saat ini belum jelas.

Yang anehnya Pemilik Participating Interest 100% dan Operator Blok BMG saat ini adalah Cooper Energy? Infonya sebelum melepas PI, Pertamina telah Berusaha menjual PI namun tidak berhasil? Pertanyaannya mengapa Pertamina tidak mencari informasi ke Cooper Energy? Padahal pada tahun 2010 PT. Pertamina EP menanda tangani KSO (Kerja Sama Operasi) di 3 Lapangan minyak dengan Cooper Energy. Tentu saja sebagai Perusahaan minyak dari Australia, Cooper Energy Sangat mengetahui BMG dan potensinya.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
tangkap aja semua, korupsi aja bisanya itu pertamini


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di