- Beranda
- Komunitas
- News
- Tribunnews.com
Ada 11 Persen Publik Negatif Soal Kepercayaan, Ketua Bawaslu RI: Jadi Pelecut Kami
TS
tribunnews.com
Ada 11 Persen Publik Negatif Soal Kepercayaan, Ketua Bawaslu RI: Jadi Pelecut Kami

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Survei SMRC memperlihatkan lembaga pengawas Pemilu yakni Bawaslu mendapat nilai negatif sebanyak 11 persen. Rinciannya 10 persen publik merasa kurang yakin dan 1 persen lainnya tidak yakin sama sekali.
Menanggapinya, Ketua Bawaslu RI Abhan menjelaskan hasil survei SMRC itu bakal dijadikan pelecut bagi mereka meningkatkan kualitas kinerja dan kepercayaan publik, terutama merespon setiap isu labeling tidak netral.
"Kami tentu dalam jeda waktu yang kurang dari 38 hari ini. Tentu ini menjadi catatan kami dan pelecut bagi kami untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja. Terutama menepis soal isu labelling tidak netral dan sebagainya," ujar Abhan di kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2019).
Baca: Putra Ustaz Solmed Alergi Coklat Hingga Masuk Rumah Sakit, April Jasmin Memindahlam dari Pesantren
Katanya, salah satu cara meningkatkan kepercayaan publik dalam Pemilu tahun ini ialah menaruh pengawas pada setiap TPS yang ada. Menurut dia hal ini berbeda dari periode Pemilu sebelumnya.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran pengawas ini nantinya akan bisa meningkatkan kepercayaan publik," pungkasnya.
Meski ada 11 persen publik menilai negatif, namun Bawaslu RI dalam pengawasan Pemilu tahun ini mendapat tingkat kepercayaan sebesar 79 persen. Rinciannya 11 persen sangat yakin, dan 68 persen cukup yakin.
Namun hal paling riskan yang diketahui lewat survei SMRC ini ialah menyangkut isu kotak suara kardus. Dimana para pemilih terbelah dua, antara mereka yang yakin dan tidak yakin bahwa kotak suara kardus bisa menjadi sumber kecurangan.
Sebesar 34 persen percaya kotak suara kardus mempermudah kecurangan, sedangkan 36 persen tidak percaya, dan 30 persen tidak tahu.
Hal ini menjadi tugas berat bagi Bawaslu RI untuk mengawasi logistik Pemilu yang dicurigai tersebut. Sebab masih ada potensi masalah yang dapat mendelegitimasi pelaksanaan maupun hasil Pemilu.
Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-pelecut-kami
---
Baca Juga :
- Survei SMRC: 80 Persen Publik Masih Percaya KPU dan Bawaslu
- Pengamat Politik SMRC: Isu BBM Lebih Berpengaruh Dibanding Buzzer Politik
anasabila memberi reputasi
1
142
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan