CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Misteri Suara Tanpa Wujud
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7813b38012ae46cb460c4d/misteri-suara-tanpa-wujud

Misteri Suara Tanpa Wujud

Kisah Misteri Bagian Pertama

Quote:

Happy readingemoticon-Big Kiss

Misteri Suara Tanpa Wujud


Malam itu pekat tak berbintang, hujan sejak sore sudah mulai sedikit reda, menyisakan gerimis halus ... membawa kesejukan. Namun, membuat sekujur tubuh merinding juga.

Bagaimana tidak, aku hanya sendirian di rumah kala itu. Ayah dan ibu sedang ke luar kota menjenguk kakak yang habis lahiran. Kebetulan aku tak ikut, karena sering mabuk darat juga karena perjalanan ke rumah saudariku itu terbilang cukup memakan waktu lama. Bisa pegal pinggangku kelamaan duduk dalam mobil.

Malam itu, lepas makan semangkuk indomie kaldu dicampur cabe lima biji plus perasan jeruk nipis sebelah, cukup membuat badan sedikit hangat. Makanan penggugah selera itu selalu menjadi makanan pengusir dingin kala malam tiba dengan segudang hawa dingin yang mencekam.

Musim hujan selalu membawa berkah bagi Mpok Iin, penjual indomie langgananku di sudut jalan depan. Stok jualannya selalu laris olehku, pecinta mie kaldu.

Setelah habis melahap semangkuk makanan andalan, segera bergegas ke ruang belakang rumah. Dapur maksudnya. Membawa mangkuk ke wastafel dapur, mencucinya dengan beberapa perabot yang tadi kupakai memasak.

Suara keran air mengisi keheningan dapur, air mengucur pelan membasuh semua perabotan yang terlebih dulu sudah kusabuni. Lalu meletakkannya di dalam keranjang tempat menitiskan sisa-sisa air bilasan.

Aku tak menyadari seiring dengan bunyi air keran ternyata ada suara lain yang ikut memecah hening. Bulu kudukku tiba-tiba merinding, tetapi kupikir itu hanya desir angin yang masuk di celah-celah ventilasi.

Setelah menyelesaikan aktifitas mencuci piring dan teman-temannya. Aku segera mematikan keran dan ke luar dari ruang dapur. Mumpung sendiri, tak lupa kuraih toples cemilan di atas meja dapur. Berisi kerupuk bawang kiriman saudara-kakak laki-lakiku dari pulau seberang.

Melangkah menuju ruang tengah, tetiba aku mendengar suara dengkuran! Aku menoleh ke belakang, ishh ... suara siapa itu? Bukankah aku cuma sendiri di rumah? Tak habis pikir, kembali kulangkahkan kaki.

Suara itu terdengar lagi, mungkin gesekan sendal jepitku di lantai yang mengeluarkan bunyi itu. Toh tadi waktu menoleh ke belakang tak ada apapun yang mencurigakan. Jendela dan pintu telah kututup rapat, malah sudah kukunci dobel. Biar lebih aman!

Aku tak menghiraukan bunyi-bunyi itu lagi, masa bodoh! Masa aku harus takut? Ini kan rumahku? Lagi pula itu cuma suara gesekan sendal bertemu lantai, kenapa pula harus membuatku takut? Iya gak?

Kulirik jam di dinding, di sana tertera pukul 20.30 WITA, ah masih terlalu dini buat masuk kamar. Mending cari hiburan dulu, kuraih remote TV menyalakan benda pipih berukuran besar itu. Mencari channel sinetron favorit, ah kebetulan lagi iklan.

Sengaja volume TV kubesarin, biar hilang rasa takut yang mengundang itu. Namun, ada yang aneh kurasa. Suara dengkuran itu masih saja bisa kudengar, meski volume TV sudah kubesarin.

Wah, ini tak bisa kudiamkan begitu saja. Kukecilin suara TV, bahkan hampir tak terdengar. Menajamkan indra pendengaran, mencoba mendengar dan melacak sumber suara mirip dengkuran itu. Sekaligus mencoba meredam rasa takut, semoga bukan hal-hal mistis, harapku.


Nah! Suara itu kembali terdengar. Kutelisik penjuru rumah, nihil! Tak ada siapa pun. Gemas rasa hati ini, tak sadar akhirnya kukeluarkan suara.

"Siapa itu!"

Tak ada jawaban, hening seperti biasa. Hanya suaraku yang memantul di dinding rumah, apakah aku berhalusinasi? Entah. Suara itu terdengar jelas, tetapi tak berwujud. Sayangnya, aku tak punya indra keenam yang bisa melihat makhluk tak kasat mata itu.

Kunyalakan saklar lampu utama, ruangan seketika terang benderang. Cuma ada aku mematung di dekat tombol saklar lampu, di depan, di belakang, di samping, tak ada siapa-siapa kecuali aku sendiri!

Daripada terpenjara oleh ketakutan sendiri akhirnya TV kumatikan saja sekalian agar dapat kucermati suara itu berasal dari mana. Kututup rapat toples camilanku yang terbiar di atas meja. Kuputuskan masuk ke kamar saja, setelah terlebih dahulu mematikan lampu saklar utama. Setidaknya di dalam kamar, ada rasa aman yang terasa.

Aku lalu merapal ayat kursi. Subehanallah. Suara mirip dengkuran itu tak lagi terdengar, entah itu tadi hanya sebuah ilusi atau hanya sebuah suara di alam bawah sadarku atau apa, aku tak mau tahu lagi. Setidaknya, dengan berbekal keyakinan hanya kepada Allah semata itulah yang membuatku yakin dan berani.

Di dalam kamar, kuraih ponsel di atas nakas. Kucari nama ayahku dan langsung menghubunginya. Bukan hendak melaporkan keganjilan yang kurasakan, tetapi ingin mengetahui kabar mereka di sana. Panggilan itu pun tersambung.

Setelah berbalas salam, aku pun ke pokok tanya. " Ayah, gimana keadaan kak Aty? Kalian di sana, baik-baik saja, 'kan?"

"Iya, alhamdulillah. Kami semua di sini baik-baik saja, kamu di rumah gimana? Tidak takut sendiri, 'kan?"

"Tidak kok, Yah. Ini sudah di kamar, mau tidur. Salam buat semuanya ya, Yah?"


Kuakhiri percakapan via ponsel itu dengan salam. Tak lupa tadi ayah mengingatkan untuk membaca doa agar tidur tidak terganggu.

Alhamdulillah, hingga pagi menjelang, tak ada suara-suara yang kudengar menganggu itu lagi. Sebelum tidur kubaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan surah An-Naas sebanyak tiga kali. Lalu, setelahnya membaca ayat kursi, dengan mengulang tiga kali pada bacaan akhirnya. Kemudian, tak lupa membaca doa tidur dan menyapu seluruh badan.

Tak lupa pada malam selanjutnya, setelah sholat Isya, kulantunkan ayat-ayat Al-qur'an, selembar demi selembar. Menambah sugesti keberanianku akan sesuatu yang berbau mistis.

Itulah yang membuatku berani tinggal di rumah, meski sendiri. Berani tidur sendiri, tanpa takut dengan apapun, karena aku hanya berserah diri pada Sang Ilahi, pencipta semesta alam.

Tamat.***

Kisah ini masih ada di benakku, meski telah lama berumah tangga. Suara mirip dengkuran itu masih menjadi misteri hingga saat ini. Tak ingin bertanya pada ayah dan ibu, hanya kusimpan sendiri, dan kini kubagikan pada kalian pembaca setiaku.

Semoga ada sesuatu yang bisa kalian simpulkan dari kisahku ini. Jika kalian penyuka kisah-kisah horor, jangan lupa beri like 'cendol'emoticon-Toast , subscribe thread iniemoticon-2 Jempol, dan jangan lupa beri bintangemoticon-Rate 5 Star

Tunggu kisah-kisah misteri selanjutnya, karena dalam file-ku masih tersimpan beberapa kisah misteri yang nyata kuhadapi sendiri dan akan kubagikan pada kalian dengan suka cita. Itupun jika ada yang menyukainya, sih. Hehehe ....

Quote:


Spoiler for Kisah Misteri Selanjutnya:


Wassalam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raihanaputrie dan 62 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh evywahyuni
Halaman 1 dari 25
Pertama nongkrong he he he
emoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kissemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kiss

Semangat sekali nulisnya
emoticon-Keep Posting Ganemoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
jalu9018 memberi reputasi
Quote:


Aiishemoticon-Genitemoticon-Embarrassment pertama berkunjung kok tak beri cendol sih, Mas? emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
yukinura dan Cahayahalimah memberi reputasi
Wiih...seruuu
profile-picture
yukinura memberi reputasi
Ya begitulah kira-kira bun
profile-picture
yukinura memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
Ahhh... serem juga kalo mengalami sendiri😱
profile-picture
yukinura memberi reputasi
Ngajak kenalan tuh gan demitnya. Sapa aja gpp kok. "Damai sejahtera bagimu"
Horoooor.....
Quote:


Ah, tak sekeren dirimu sayemoticon-Big Kiss
Quote:


Iya, apalagi pas sendiri itu. Serem!emoticon-Ngacir
muach 😘
Quote:


Aku nulis kaga pake banyak otak Bun ,😭😭😭
Quote:


emoticon-Big Kiss
Quote:


emoticon-Toast
kentut... suara tanpa wujud
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
serem.banget ya ampe saya ga bisa tidur
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Saran Mbak, dijadikan satu saja cerpen2nya... Biar tambah Seru!
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Quote:


Yap betul
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Quote:


Seremnya itu pas lagi sendiri dan memang lagi sendirian, untung tak mati lampuemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Quote:


Emangnya demit bisa diajak kenalan, bray?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)emoticon-Confused

Quote:



Ini belum seberapa, sist sayemoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassmentemoticon-Smilie
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Makasih Bray, ntar ane praktekin dahemoticon-Shakehand2
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Quote:


Tanpa wujud tapi beraromaemoticon-Ngakak

Quote:


Ane yang ngalamin pertama kali malah kayak ditemani tapi kagak bisa liat wujudnya gimana itu kayak lagi sendiri trus ada yang ngintipin.

Quote:


Untuk cerpen tema melow sudah ada, Bray. Cekidot di https://www.kaskus.co.id/show_post/5...25c35a09525e70

Quote:


Siip! Untuk tema misteri nanti ane kumpulin dah, ini sebagai penyegaran aja dulu. Kalo banyak yang suka ntar ane lanjut pada pengalaman misteri selanjutnya.emoticon-Jempol
Diubah oleh evywahyuni
Halaman 1 dari 25


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di