Kaskus

News

kroco.riAvatar border
TS
kroco.ri
Ternyata, 40.000 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel Selama 2018
Oleh : M Sofuan |

Indonesiainside.id, Palembang -- Klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan tidak terjadi lagi kebakaran lahan selama tiga tahun terakhir ini ternyata melenceng. Hal itu disampaikan Jokowi saat debat capres kedua. Namun dia buru-buru meralat pernyataan tersebut sehari setelah debat.

Faktanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel mencatat 40.000 hektare lahan terbakar selama 2018. Kebakaran tersebut terjadi di empat kabupaten yaitu Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin (MUBA).

“2018 kita mencatat bersama dengan dinas terkait ada 40.000 hektare lahan yang terbakar, di empat kabupaten di Sumsel, dan ini jauh berkurang dibandingkan sebelumnya. Kita harap tahun ini juga mengalami penurunan,” ujar Kepala BPBD Sumsel Iriansyah usai mengikuti rakor dengan Asisten Khusus Menko Polhukam di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (21/2).

Iriansyah mengatakan tahun iin pemerintah belum menetapkan kasus siaga untuk karhutla, karena masih menunggu perkiraan cuaca dari BMKG.
“Kemungkinan Maret nanti ada perubahan cuaca, begitu sudah ditetapkan Sumsel sebagai Daerah Siaga Karhutla, baru kita mengusulkan bantuan ke pusat seperti Helikopter untuk pemantauan dan water bombing,” jelasnya.

Selain empat kabupaten yang masuk zona rawan karhutla yakni, OKI, Ogan Ilir, Banyuasin dan MUBA. Ada beberapa kabupaten yang waspadai dan berpotensi terjadinya karhutla seperti PALI, Muara Enim dan Musi Rawas.
“Kita sudah siap untuk menangani Karhutla, semua persiapan sudah kita lakukan, peralatan yang ada sudah lebih dari cukup begitu juga personil yang akan melaksanakan tugas dalam karhhtla, "jelas Iriansyah

Iriansyah berharap 2019 ini tidak ada lagi asap karena Karhutla, untuk itu kita melakukan pencegahan secara dini dengan melakukan pemetaan dan pemantauan titik api yang bakal muncul, sehingga kebakaran tidak membesar.
Asisten Khusus Menko Polhukam, Bambang mengaku pemetaan ada di 16 provinsi yang rawan karhutla, dan satu provinsi sudah menyatakan siaga Dini yakni Riau, karena sudah ada titik api disana.

“Ada penambahan provinsi yang rawan karhutla dari 12 menjadi 16, dari 2018 kemarin empat provinsi yang kita perhitungkan ternyata terjadi karhutla seperti, Papua, Papua Barat, NTT dan Bengkulu, " jelas Bambang.

Bambang mengatakan terus meningkatkan koordinasi dengan provinsi yang rawan karhutla, untuk Sumsel belum menetapkan Siaga karena sampai februari masih hujan kemungkinan Maret cuaca mulai panas, dan sudah berkoordinasi dengan BMKG kalau di tahun 2019 ini musim kemarau akan panjang karena ada El Nino.

“Pemerintah Pusat akan membantu sepenuhnya baik dana maupun perlatan yang dibutuhkan untuk menangani Karhutla jika provinsi Tersebut sudah menetapkan Siaga Dini,” tuturnya. (Ns/Aza/INI Network)

SUMBER
Ternyata, 40.000 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel Selama 2018
0
1.3K
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan