- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Menkeu: Generasi Muda Lebih Pilih Unicorn Dibanding Sektor Riil
TS
kroco.ri
Menkeu: Generasi Muda Lebih Pilih Unicorn Dibanding Sektor Riil

Oleh: Andryanto S |
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui dalam era industri 4.0 yang berbasis perkembangan teknologi digital, banyak generasi muda Indonesia bermimpi punya startup unicorn sendiri dibanding mengembangkan sektor riil.
Indonesiainside.id, Jakarta — Menkeu Sri Mulyani prihatin dengan trend yang terjadi saat ini. Kebanyakan generasi muda Indonesia bermimpi punya startup unicorn sendiri dibanding mengembangkan sektor riil.
“Katanya lebih enak bisnis yang lain atau yang online-online, kepingin jadi unicorn,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.
Menurut Sri Mulyani, bermimpi memiliki unicorn sendiri bukanlah hal yang salah, tapi pihaknya menyayangkan jika banyak generasi muda Indonesia yang jadi tidak ingin berbisnis di sektor riil. Padahal, lanjut dia, unicorn tetap membutuhkan industri sektor riil.
Dia mencontohkan Tokopedia dan Bukalapak membutuhkan industri tekstil penyedia baju, sepatu, dan lain sebagainya. Kemudian Gojek yang membutuhkan driver sebagai mitranya serta Traveloka yang sangat bergantung pada industri transportasi dan pariwisata. “Unicorn itu kan untuk platform-nya, tapi the real player-nya juga tetap harus ada,” tuturnya.
Meski demikian, Menkeu Sri Mulyani mengaku telah menerima mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan unicorn Indonesia. Karena itu, Sri Mulyani berharap generasi penerus bangsa Indonesia tidak hanya bermimpi mendirikan unicorn, tapi juga mau mengembangkan industri sektor riil.
Unicorn merupakan istilah yang familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar.
Istilah unicorn di dunia startup pertama kali diperkenalkan oleh pemodal kapital Aileen Lee pada tahun 2013. Lee menggunakan istilah unicorn untuk mendefinisikan perusahaan teknologi yang dinilai memiliki ide dan solusi tak biasa dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.
Perusahaan yang mengantongi status unicorn dinilai berdasarkan penilaian yang dikembangkan oleh pemodal ventura dan investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan. Semua unicorn sejatinya adalah startup, hanya nilainya dinilai berdasarkan potensi pertumbuhan dan perkembangan bisnis.
Mengutip laporan Corporate Finance Institute (CFI), penilaian untuk dicap sebagai unicorn tidak ada kaitannya dengan kinerja keuangan masing-masing perusahaan atau data fundamental lainnya. Untuk mengantongi status unicorn merupakan proses yang melibatkan berbagai pertimbangan dari banyak faktor, termasuk perkiraan pertumbuhan bisnis satu perusahaan dalam jangka panjang.
Perlu dicatat juga, bahwa tidak sedikit perusahaan teknologi dunia yang sudah mengantongi status unicorn namun belum menghasilkan keuntungan. Valuasi dalam startup merupakan nilai ekonomi dari bisnis yang digeluti suatu perusahaan rintisan.
Pada Januari 2019, CB Insight menulis sebuah riset. Dalam riset tersebut diketahui bahwa saat ini sudah ada 300 unicorn di seluruh dunia. Kemudian, yang lebih tinggi kastanya adalah decacorn di mana bervaluasi US$ 10 miliar. Adapun hectocorn bernilai US$ 100 miliar. (*/Dry)
1
1.6K
13
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan