alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / Travellers /
Desa Cantik Bak Negeri Dongeng Itu Bernama Eguisheim.
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c64d393facb951e16460598/desa-cantik-bak-negeri-dongeng-itu-bernama-eguisheim

Desa Cantik Bak Negeri Dongeng Itu Bernama Eguisheim.

Desa Cantik Bak Negeri Dongeng Itu Bernama Eguisheim.
Via Flickr/fede_gen88



Paris boleh saja jadi salah satu kota tujuan wisata terpopuler di dunia, dengan landmarknya yang terkenal, menara Eiffel dan predikatnya sebagai kota mode dunia. Namun Prancis tak hanya tentang Paris. Banyak tempat cantik di negeri Napoleon ini, seakan tiap sudutnya dapat dijadikan tempat wisata.

Desa Eguisheim adalah salah satu tujuan wisata cantik tersebut. Eguisheim termasuk salah satu desa terindah di Prancis, dan adalah anggota dari Les Plus Beaux Villages de France (Desa-desa Paling Indah di Prancis), yang merupakan perkumpulan independen yang didirikan pada tahun 1982 untuk mempromosikan pariwisata desa-desa kecil dengan warisan budaya yang kaya. Keindahan Eguisheim menjadikannya sebagai desa tujuan wisata terfavorit pada tahun 2013, dan dinobatkan sebagai desa paling cantik di Prancis sejak tahun 2003.

Spoiler for Eguisheim:

Sesampainya disana, kamu akan berpikir, “negeri dongeng ini sangat sempurna, hanya kurang Cinderella-nya saja.” Wisatawan yang datang pasti merasakan keindahan negeri dongeng seperti dalam cerita-cerita masa kecil.

Desa ini jaraknya hanya setengah jam naik bus dari Colmar, yang juga merupakan salah satu desa tercantik di Prancis. Selain memiliki penataan rumah yang indah dan rapi, Eguisheim juga dikenal sebagai tempat produksi anggur (wine) yang enak di daerah Alsace, Prancis. Tak heran, desa ini menarik minat banyak turis, baik lokal maupun internasional.

Spoiler for Eguisheim:

Nuansa desa kecil seluas 14.13 km2 ini benar-benar menghamparkan keindahan bak negeri dongeng. Pusat desa dikelilingi oleh hamparan perkebunan anggur yang luas. Eguisheim memang berada di jalur Alsatian Vineyard Route yang merupakan rute area perkebunan anggur di daerah Alsace yang terkenal sebagai produsen anggur berkualitas tinggi.

Bentuk dari desa ini juga unik karena semua rumahnya ditata melingkar secara berlapis. Jika difoto dari atas, terlihat seperti benteng. Desa kecil nan cantik ini ditata indah, dengan jalan setapak dari batu alam (cobblestone) yang berkelok-kelok di antara rumah kayu aneka warna.

Spoiler for Eguisheim:

Desa ini sudah ditinggali oleh manusia sejak sebelum masehi. Bangsa Romawi Kuno mencatat bahwa mereka menaklukkan bangsa Galia di tanah ini dan kemudian di sekitar abad ke-4 membangun perkebunan anggur. Di sekitar tahun 720, Count Eberhard, Duke of Alsace, membangun sebuah kastil di sini. Kastil tersebut disinyalir merupakan tempat kelahiran Paus Leo IX, yang memimpin Gereja Katholik di tahun 1049 sampai tahun 1054. Sampai saat ini, kastilnya masih berdiri di tengah desa Eguisheim. Di sebelah kastil ada sebuah kapel untuk menghormati Paus Leo IX.

Spoiler for Eguisheim:

Dulunya, di sekitar abad ke-13 Masehi, desa ini dikelilingi oleh dua tembok pelindung. Desa Eguisheim, dari jaman penjajahan Romawi, sudah menjadi tempat tinggal pengusaha anggur yang kaya raya, sehingga mereka memang memerlukan perlindungan khusus. Di antara kedua tembok pelindung tersebut, dibangun gudang tempat peralatan pertanian. Di sekitar abad ke-16, bangunan-bangunan yang ada di antara kedua tembok menjadi tempat tinggal, dan juga dibangun rumah-rumah lain yang menempel pada kedua tembok tersebut. Itulah sebabnya, desa ini berbentuk seperti melingkar, karena memang susunan rumahnya mengikuti tembok pelindung kuno tersebut.

Spoiler for Eguisheim:

Berjalan di tengah desa Eguisheim membuat kita merasa seperti kembali ke abad pertengahan. Rumah-rumah di sini sudah berdiri sejak jaman dahulu kala, bahkan sejak abad ke-13 hingga abad ke-17. Kalau berkunjung ke mari, jangan lupa untuk mencari panel-panel petunjuk wisata yang terpasang di tembok-tembok. Panel-panel itu memberikan keterangan sehingga kita menjadi semakin memahami sejarah dan budaya desa Eguisheim.

Spoiler for Eguisheim:

Hampir semua tempat di desa ini instagrammable! Tembok di sini warna-warni dan bentuk facadenya tetap seperti pada saat rumah-tumah ini dibangun di abad pertengahan. Di antara rumah-rumah ini, terdapat rumah makan, kafe dan toko souvenir yang lucu dan menarik.

Spoiler for Eguisheim:

Semua turis yang berkunjung ke Eguisheim pasti akan tiba di pusat desa, yaitu sebuah kastil yang hanya disebut sebagai Le Château dan sebuah kapel kecil. Di depan kastil, terdapat alun-alun kecil yang mana di tengahnya terdapat sebuah air mancur dengan patung Paus Leo IX di tengahnya. Patung Paus Leo IX tersebut dibuat di tahun 1842. Air mancur ini aslinya adalah sumber air yang dapat digunakan oleh seluruh penduduk, termasuk untuk sumber air minum. Kalau sekarang, ya hanya jadi hiasan saja karena sudah ada air ledeng di rumah-rumah.

Spoiler for Eguisheim:

Selain kapel, di desa ini juga terdapat sebuah gereja yang masih aktif. Di dalam gereja, terdapat patung bunda Maria yang dikenal dengan nama La Vierge Ouvrante. Dinamai demikian, karena patung ini bisa dibuka di bagian depannya, dan di dalamnya ada lukisannya. Patung ini dibuat di abad ke-14.

Kastil, kapel, gereja, boleh jadi cantik. Tapi yang menjadi tujuan utama turis lokal berkunjung ke desa ini adalah anggurnya. Di sini terdapat tempat-tempat pengolahan anggur yang umumnya menjadi satu dengan tempat tinggal keluarga pemiliknya, yang dalam bahasa Inggris disebut the tithe courtyard.

Spoiler for Eguisheim:

Kalau tidak berminat untuk membeli anggur, jalan-jalan di sini tetap layak untuk dicoba. Bangunan di sini super cantik dan hampir semua rumah adalah rumah kuno. Jalan-jalan saja tanpa mampir makan atau minum sudah membuat hati senang. Di musim panas, desa ini akan semakin dipercantik oleh hiasan bunga warna-warni di setiap rumah. Ini jugalah yang membuat desa ini mendapatkan medali emas untuk kota bunga terindah di Eropa pada tahun 2006.

Spoiler for Eguisheim:

Kita dapat menjelajahi setiap sudut desa dengan berjalan kaki, mengikuti jalan setapak yang ada. Tidak usah khawatir tersesat, karena desa ini tidak begitu luas, kok. Bisa dijelajahi dengan singkat, cukup 4 jam saja. Lebih enak menyewa sepeda jika tak ingin terlalu lelah.



Baca juga:
Diubah oleh andrianusho
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Entah kenapa ane jadi ingat anime Shingeki no kyojin
Sejuk nampaknya disana.. Jadi rumah rapet pun malah terasa nyaman..
Mantap gan.. Nice Info, sekilas kaya di jogja menurut saya tapi dari segi ladang bagus banget...emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)
Balasan post feranika1991
Quote:


emoticon-Maaf Aganwati
klasik emoticon-Matabelo
inimah mapnya counter strike jaman dulu sih jirrr kereen
Gimana nyebut nama desanya gan?
keren yak ...
kadang orang desa ke kota
orang kota ke desa
padahal banyak sekali ilmu sosial di desa
dari gotong royong dll
jadi kangen desa nih ...😊
sepertinya kesejahteraan warga nya udh di atas standar..
damai bgt kayaknya, jauh dari demo panastak dan panasbung
emoticon-Ngakak
mewakili dongeng apaan ya?

Timun mas?
Bisa cantik gitu yah
Pasti tingkat kesadaran penduduknya tinggi nih.
asri bangettt
gambarnya aja udh bkin nata seger, aplg klo ke tempatnya,. harus mulai nabung nh buat ksana emoticon-Ngacir
Diubah oleh jawir00
counter strike Cs Italy .. wkkkk
paris kota indah, sayang akhir2 ini banyak imigrant teroris dan copet
Kebersihan udah jd kebudayaan org eropa, tapi sayang org eropa rata2 banyak yg menderita obesitas
keren ya gan
keren banget yah, kayak negeri dongeng
gambar pertama mirip mapnya counterstrike
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di