alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c63fae97414f535c6615bfe/the-lego-movie-2--the-second-part-2019

The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)

Quote:


Mungkin lelucon diatas tidak terdengar asing bagi kalian? Setelah kemunculan trilogi The Dark Knight, menurut publik, membuat Batman kelam adalah keharusan. Sebenarnya bukan hanya untuk The Cape Crusader saja. Namun,seolah olah, kini jagoan dalam film dianggap keren, Suram mode harus diaktifkan sepanjang waktu emoticon-Big Grin.

The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)


Persepsi tersebut jadi sasaran tembak The Lego Movie 2: The Second Part. Keren tidak melulu harus gritty, dan pendewasaan bukan berarti meninggalkan kesenangan, warna-warni, atau kekonyolan dalam hidup. Dari situ, saya tidak butuh alasan lain untuk menyukai film karya Mike Mitchell (Shrek Forever After, Trolls), biarpun setelah empat film, kesegarannya jauh berkurang, yang juga jadi penyebab The Lego Ninjago Movie (2017) berakhir mengecewakan, baik secara kualitas atau pendapatan.

The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)


Lima tahun pasca peristiwa film pertama, kedamaian Bricksburg terusik oleh rentetan invasi alien berbentuk Duplo (set lego bagi anak berusia 1,5-5 tahun). Dunia pun hancur, berubah menjadi tanah gersang bernama Apocalypseburg. Ketika orang-orang termasuk Lucy (Elizabeth Banks) bersikap negatif, gemar berkontemplasi soal merananya kehidupan sambil memandang jauh ke ujung cakrawala layaknya tokoh-tokoh cerita fiksi bertema post-apocalyptic, tidak demikian dengan Emmet (Chris Pratt).

Emmet masih memandang segalanya lewat kacamata positif, mendendangkan lagu Everything Is Awesome tiap hari, meski Lucy beranggapan bahwa sikap tersebut kekanak-kanakan. Tidak semestinya orang dewasa yang telah diberondong banyak permasalahan, kekecewaan, kehilangan, dan hal-hal negatif lain, bertingkah senaif itu. Jadi bagaimana seharusnya manusia dewasa bersikap?

The Lego Movie 2: The Second Part menawarkan perspektif bijak yang dapat kita simak dalam lirik lagu Everything’s Not Awesome berikut: “Everything's not awesome / Things can't be awesome all of the time / It's not realistic expectation / But that doesn't mean we shouldn't try / To make everything awesome”. Rasanya tidak ada definisi “pendewasaan” yang lebih dewasa dari itu.

The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)


Ujian bagi Emmet kemudian datang, ketika mimpi buruknya tentang “Our-Mom-Ageddon” rupanya bukan sekadar mimpi. Pasukan Duplo dari Systar System yang dipimpin Jenderal Sweet Mayhem (Stephanie Beatriz) menculik Lucy, Batman (Will Arnett), Benny (Charlie Day), MetalBeard (Nick Offerman), dan Unikitty (Alison Brie), memaksa mereka menghadiri pernikahan Ratu Watevra Wa-Nabi (Tiffany Haddish).

Demi membuktikan ketangguhannya kepada Lucy, Emmet nekat terbang seorang diri menuju Systar System, sebelum akhirnya bertemu Rex Dangervest, yang juga diisi suaranya oleh Pratt, selaku gabungan karakter-karakter sang aktor (Star-Lord, Owen Grady, Joshua Faraday) dan yang dirumorkan bakal dia perankan (Indiana Jones). Rex dengan segala machismo miliknya berusaha mengajari Emmet bagaimana menjadi pria dewasa nan tangguh.

Di balik petualangan yang masih dibalut gelaran visual mencolok, musik-musik catchy (salah satu lagu yang paling menancap di ingatan punya judul “Catchy Song”), humor meta, serta aksi seru—meski Mike Mitchell belum dianugerahi bakat menyajikan kekacauan gila seperti duet Lord-Miller—The Lego Movie 2: The Second Part sebenarnya menyimpan drama menyentuh hati soal keluarga, khususnya hubungan kakak-adik.

The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)


Serupa film pertama, kejadian-kejadian di dunia lego merefleksikan peristiwa di dunia manusia. Kali ini tentang Finn (Jadon Sand), bocah di film pertama yang mulai beranjak remaja dan terganggu oleh keinginan sang adik, Bianca (Brooklynn Prince), untuk bermain bersamanya. Naskah karya Lord dan Miller sekali lagi berhasil menjalin koneksi antara dua dunia (tapi jangan mengharapkan keberadaan penjelasan logis) yang bermuara pada kisah manis nan menyentuh. Tidak ada sosok murni jahat di sini, hanya pihak-pihak yang terluka, korban salah paham, atau tidak mampu menyampaikan perasaan.

Empat film dan lima tahun berlalu, keunikan yang ditawarkan The Lego Movie kini telah menjadi tren. Humor meta sarat referensi yang tadinya baru sekarang bertebaran di mana-mana. Alhasil, tawa yang dilahirkan pun tak lagi sebanyak dulu ketika elemen-elemen yang bakal dijadikan bahan banyolan dapat dideteksi bahkan sebelum humor dilontarkan. Beruntung, komedi-komedi tak terduga—baik dari segi tema atau timing—masih kerap ditemukan (that “Bruce Willis joke” is the funniest for me), sementara jajaran pengisi suaranya mampu menghembuskan kekhasan dalam masing-masing tokoh.

Spoiler for Sumber:


Diubah oleh felisisa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
The Lego Movie 2 : The Second Part (2019)


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di